Bukankah setiap makhluk hidup yang bernama anak kecil itu selalu lucu dan menggemaskan? Sikapnya, cara bicaranya, tubuh mungilnya, semua nya menggemaskan.
Tapi bagaimana jika anak kecil itu adalah putra seorang Bos Mafia yang paling di takuti dunia? Beranikah kau menyentuhnya?
Hera, gadis manis yang terpaksa menjadi ibu sambungnya. Harus mengurus segala hal yang berhubungan dengan anak kecil tersebut.
Bisakah Hera bertahan menjadi ibu sambung dan hidup di tengah dunia mafia? Bagaimana dia menjalani hidupnya bersama anak sambung dan suami mafia nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kemilau Senj@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. SALAH PAHAM
Setelah meletakkan cemilan yang dibawanya tadi di ruang kerja Tuan Tama, Hera kembali menemui Deon di kamarnya.
"Tuan muda." Sapa Hera lembut. Dia mengusap rambut hitam Deon dengan penuh kasih sayang. Anak kecil itu tengah berbaring dengan posisi tengkurap. Jadi Hera tidak tau seperti apa ekspresi wajah Tuan mudanya itu saat ini.
"Pergilah! Aku mau sendiri." Perintah Deon.
Hera mengerti, dia tidak bertanya apapun lagi. Biarlah Deon menenangkan dirinya terlebih dahulu. Ingin rasanya Hera memeluk Tuan mudanya itu sekarang, namun sepertinya Deon enggan untuk menunjukkan kesedihan nya kepada Hera.
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi diantara mereka?" Gumam Hera.
Hera pun kembali ke kamarnya. Dia sudah tidak ada pekerjaan lagi. Selain mengurus segala hal tentang Deon, Hera memang tidak diperbolehkan melakukan apapun sebagai pelayan, kecuali jika Tuan Tama yang memerintahkan secara langsung. Dia pelayan yang sangat istimewa.
Setelah beberapa jam kemudian, Hera kembali ke kamar Deon untuk memandikan nya karena sudah waktunya untuk Deon mandi sore. Namun Deon menolak untuk bertemu dengannya. Bahkan Deon tak mengizinkan dirinya untuk memasuki kamar Tuan mudanya itu.
"Jangan menggangguku, pergilah!"
Begitulah yang Deon ucapkan saat Hera mendatanginya. Dan itu membuat Hera semakin merasa bahwa dia benar-benar sudah tidak dibutuhkan lagi oleh majikan kecilnya.
Kini ketiga orang tersebut tengah larut dalam pemikirannya masing-masing. Tuan Tama sang kepala keluarga, tengah mengenang kisah kelam masa lalunya. Kejadian yang membawa ibu kandung Deon masuk kedalam kehidupan nya, sehingga menghadirkan putra luar biasa yang kini tinggal dan tumbuh dalam pengawasannya.
Deon yang tiba-tiba saja ingin tahu berbagai hal tentang ibu yang sudah melahirkannya ke dunia ini. Namun tak mendapatkan jawaban apapun dari ayahnya.
Sedangkan Hera, sang ibu sambung yang di tugaskan untuk menjadi pengasuh tengah salah paham dengan keadaan. Hera salah mengartikan perubahan sikap Deon padanya. Bagaimana cara Deon mencoba untuk mandiri, membuatnya salah paham. Dia mengira Deon tidak lagi menginginkannya. Apalagi tadi Deon mengusir nya dan tidak ingin bertemu dengan nya. Sungguh Hera terluka karena pemikirannya sendiri.
Matahari telah menyelesaikan tugasnya hari ini. Menjadi penerang dan penghangat bagi seluruh alam. Kini tiba waktunya untuk bergantian dengan sang rembulan. Siang sudah terlewati, kini malam pun menjelang.
Makan malam telah terhidang di meja makan besar nan mewah. Semua makanan yang ada di sana sangat menggugah selera bagi siapa yang melihatnya. Namun sayangnya penghuni rumah mewah yang sangat luas ini sama sekali tidak datang untuk sekedar menatapnya.
Tuan Tama dan putranya masih berada di tempat yang sama seperti tadi siang. Hanya Hera yang datang mengunjungi Tuan mudanya, berniat untuk mengajak Deon makan malam. Namun lagi-lagi dia di usir dari sana. Deon sama sekali tak mengizinkannya untuk masuk.
Hera menelan kesedihan dihatinya untuk sementara. Kini rasa khawatir lebih menguasai sanubarinya. Kedua majikannya belum makan sama sekali. Mereka bisa sakit jika terus mengurung diri seperti itu.
Hera memutuskan untuk memasak nasi goreng spesial untuk makan malam kedua tuannya. Bukankah mereka sangat menyukai makanan buatannya tersebut?
Hera bergegas turun ke dapur untuk memasak. Dia menyiapkan semua bahan-bahan yang diperlukan. Kemudian mulai mengolahnya menjadi nasi goreng spesial kesukaan Tuan Tama dan juga Deon.
Tak butuh waktu lama bagi Hera menyelesaikan masakannya. Kini dua porsi nasi goreng spesial telah tersaji. Tinggal mengantarkan pada kedua majikannya yang tengah mengurung diri dalam pemikiran masing-masing.
Hera membawa dua piring nasi goreng dan dua gelas air putih dan juga segelas susu untuk Deon di dalam nampan. Dia melangkah perlahan menuju lantai tiga.
Pertama Hera mencoba mengetuk pintu kamar Deon. Berharap masakannya akan mampu mempertemukan nya dengan majikan kecilnya. Namun nihil, Deon tak bereaksi sama sekali meski tau bahwa Hera telah membuatkan nasi goreng spesial kesukaan nya.
Dengan berat hati, Hera melangkahkan kakinya menuju ruang kerja Tuan Tama. Keadaannya masih sama. Tuan Tama bahkan masih setia berdiri menatap jendela besar yang ada di ruangannya tersebut. Pikirannya melayang ke beberapa tahun silam.
Tok... Tok... Tok. Hera mengetuk pintu ruang kerja Tuan Tama. Namun tak ada jawaban. Hera mencoba masuk untuk memastikan keberadaan Tuan Tama. Dan benar saja. Posisinya masih sama seperti terakhir Hera melihatnya siang tadi. Bahkan lampu di ruangan tersebut dibiarkan mati. Menambah suasana duka yang menyelimuti Tuan Tama saat ini.
Hera masih dapat melihat sosok Tuan Tama di sana yang diterangi sinar bulan.
"Permisi Tuan." Hera berjalan masuk dan meletakkan nampan yang dibawanya tadi di atas meja.
"Maaf Tuan, Tuan muda belum makan malam, dia mengurung diri di kamarnya sejak siang tadi." Hera mencoba menyampaikan kekhawatirannya, berharap Tuan Tama dapat membantu.
Namun Tuan Tama masih terbenam dalam dunia masa lalunya. Hingga dia tidak mendengar apapun yang di sampaikan Hera padanya.
Hera semakin yakin bahwa telah terjadi sesuatu dengan kedua majikannya. Amarah Deon yang membuatnya mengurung diri, dan sikap acuh Tuan Tama pada keadaan putranya. Meskipun selama ini pun Tuan Tama terlihat tidak peduli, namun sebenarnya dia sangat menyayangi putranya itu. Deon tetaplah anak kandungnya, dan pasti akan selalu memiliki tempat khusus di hatinya.
Hera berbalik untuk keluar dari ruangan tersebut, tidak ada yang bisa dilakukannya. Dia bahkan tidak tau apa masalah yang dihadapi kedua majikannya tersebut.
Namun belum sampai tangannya menyentuh gagang pintu, sebuah tangan kekar telah lebih dulu menariknya dengan tiba-tiba. Hera terkejut bukan main. Karena tarikan tersebut, dia sampai menabrak tubuh seseorang di hadapannya ini.
Ya, Tuan Tama tersadar dari lamunannya karena mencium aroma masakan Hera. Nasi goreng spesial buatan Hera telah mampu mengembalikan fokusnya pada dunia nyata saat ini.
"Kenapa kau melakukannya?" Tanya Tuan Tama.
Matanya menatap tajam wajah cantik gadis di hadapannya. Tangannya memeluk tubuh ramping Hera dengan posesif, membuat Hera tak bisa bergerak bebas apalagi untuk bisa kabur dari sana.
Mata Tuan Tama terkunci pada benda kenyal yang pernah di cicipi nya waktu itu. Entah kenapa dia merasa sangat lemah di hadapan wanita ini? Sihir apa yang di berikan Hera padanya?
Hera mencoba mengalihkan pandangannya dari wajah tampan Tuan Tama. Ketampanan yang mampu membuat jantungnya kembali tidak terkendali. Namun sayangnya Tuan Tama ingin dia menatap wajahnya. Tuan Tama mengangkat dagu Hera agar dia bisa leluasa menatap bibir merah delima yang manis dan memabukkan milik Hera.
"Ma-maaf Tuan, Tapi saya hanya ingin mengantarkan makan malam saja." Rasanya sangat sulit bagi Hera untuk menyelesaikan kata-katanya.
"Kenapa? Apa kau sengaja?"
"I-i-iya Tuan."
Ya, Hera memang sengaja membuat masakan itu untuk makan malam kedua majikannya. Namun Tuan Tama salah paham dengan maksud tersebut. Dia mengira bahwa Hera memang sengaja ingin menggodanya. Apalagi melihat ada dua piring nasi goreng di sana. Pasti Hera ingin makan malam berdua dengannya.
Sedangkan Hera sedang ketakutan akan dimarahi Tuan Tama karena Deon yang belum kunjung keluar dari kamarnya, dan juga belum makan malam. Hera refleks menggigit bibir bawahnya untuk mengurangi rasa takutnya. Dan itu semakin memperkuat dugaan Tuan Tama terhadap Hera.
"Kau yang memintanya."
rasain gk dpt Nasi Goreng
Nasgor Hera is the best