NovelToon NovelToon
Terlambat Mengerti

Terlambat Mengerti

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kurnia Setiyani

Terlambat Mengerti 1
Arini gadis berusia 19 tahun, mahasiswi semester 2 sebuah perguruan tinggi negeri. Diusianya yang sangat belia dia harus menyandang status ibu dari seoarang bayi perempuan hasil pengkhianatan sahabat dengan tunanganya. Keputusan apa yang akan diambil Arini selanjutnya, apa dia akan membuang bayi itu atau menitipkanya di panti asuhan ataukah merawatnya sendiri dengan segala resiko yang harus dihadapi.
Penasaran ceritanya ? yuk ikuti kelanjutanya..

Terlambat Mengerti season 2

Bagaimana nasib cinta Cila dan Agam ketika mereka dihadapkan pada kenyataan bahwa hubungan mereka terhalang tembok kebencian yang tertanam kokoh dihati Agam karena kisah masa lalunya. Akankan Cinta mampu mengalahkan kebencian tersebut, ataukan justru Cinta baru yang akan hadir menghapus luka...

____________________________________

Cover by pexels

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kurnia Setiyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

"Maafkan aku," jawab Iren dengan tangisnya.

"Jawab aku, apa yang kamu sembunyikan dariku selama ini," bentak Juna semakin keras pada Iren.

"Cila anak Kita Mas," jawab Iren gemetar dengan tangisnya yang semakin menjadi.

"Kenapa kamu meninggalkannya pada Arini? Sungguh kamu memang sudah tidak bisa diperbaiki," ucap Juna dengan kasar lalu meninggalkan Iren begitu saja.

Doni juga tidak kalah terkejut dari Juna, namun dia simpan tanyanya ketika melihat Bu Mira tersungkur hampir tak sadarkan Diri. Doni dan Ranti segera membawa Bu Mira untuk ditangani oleh tenaga medis.

Saat Bu Mira sedang diperiksa, Doni mulai membuka pertanyaan.

"Kamu tahu semuanya kan?" tanya Doni pada Ranti.

"Ya, aku tahu sejak awal," jawab Ranti menundukkan kepalanya.

"Kenapa Arini menyebunyikannya dariku?"

"Arini baru mau menceritakannya, dia hanya menunggu waktu yang tepat."

Doni segera kembali ke ruang operasi dimana Arini masih ditangani oleh tim dokter.

"Kenapa kamu menanggungnya sendiri, beban yang mempertaruhkan hidupmu Arini," gumamnya dalam hati.

Doni seharusnya bahagia mendengar kenyataan bahwa sebenarnya Cila bukan anak kandung Arini, karena dengan fakta itu ibunya pasti akan memberikan restu. Tapi nyatanya kini orang yang dicintainya sedang terbaring tidak berdaya berjuang dengan maut.

Di tengah pikirannya yang tersita mencemaskan Arini, tidak membuat Doni hilang akal. Dia menghubungi polisi untuk menemukan Cila yang sampai saat ini belum diketahui keberadaannya.

Sementara Juna yang merasa malu dengan dirinya sendiri pergi keluar meninggalkan tempat itu. Hatinya benar-benar hancur saat mengetahui orang yang telah dia hianati justru merawat buah hasil pengkhianatannya, hasil perselingkuhannya dengan perempuan lain.

Juna terdiam di sebuah bangku, tatapannya kosong, pikirannya yang kacau melayang entah kemana. Tiba-tiba seorang perawat mendekatinya, membuat dia tersadar dari lamunannya.

"Apa anda pasien luka tusuk beberapa tahun lalu?" tanya seorang Suster yang merasa paham dengan wajah Juna.

"Darimana Suster tahu?" tanya balik Juna.

"Tunggu sebentar ya," ucap Suster yang lalu berlari masuk ke ruangannya.

"Apa anda sudah menemukan gadis yang menolong anda waktu itu?" tanya Suster saat kembali.

"Aku tidak tahu?" jawab Juna ragu.

"Aku menemukan ini di kamar mandi, dia lupa membawanya," ucap Suster sambil menyodorkan seragam putih yang selama ini masih dia simpan.

"Ini milik gadis itu, aku yang memberinya baju ganti karena saat itu seragam ini penuh noda darah. Maaf dulu aku lupa memberikan ini pada anda," imbuhnya lagi.

Juna mengambil seragam itu dari tangan Suster. Dia terkejut saat melihat identitas yang terpasang di seragam tersebut.

"Arini? Jadi gadis itu adalah Arini?" Juna sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya. Jantungnya serasa berhenti berdetak, nafas pun terasa sesak saat mengetahui kenyataan itu.

Air mata Juna mengalir begitu saja, betapa menyesalnya dia mengetahui orang yang telah dikhianatinya justru orang yang dia cari selama ini, sekaligus orang yang sangat dia cintai. Kini menangis darah pun tidak akan merubah keadaan. Arini telah begitu banyak menderita karenanya.

Juna yang sudah hilang akal langsung berlari dengan membawa seragam putih itu menuju ruang operasi Arini. Dia menggedor-gedor pintu sambil berteriak.

"Buka pintunya, aku ingin bertemu dengan mu Arini," teriak Juna sambil menggedor pintu ruang operasi.

"Kenapa, kenapa kamu tidak pernah memberitahuku?" tanya Juna kembali masih dengan tangisnya.

"Maafkan Aku," Juna semakin berteriak tidak terkendali.

Doni yang baru kembali setelah melihat kondisi Bu Mira langsung menarik Juna dan menghajarnya. Dia begitu marah melihat kelakuan sahabatnya itu. Sementara Juna tersungkur tanpa perlawanan.

Mendengar kegaduhan, security segera mendekat dan melerai mereka. Kemudian menarik Juna keluar. Juna meronta-ronta sambil berteriak memanggil nama Arini.

Juna duduk meringkuk bersandarkan dinding rumah sakit. Kondisinya sangat kacau, lebih mirip pasien rumah sakit jiwa.

Juna berjalan gontai tanpa tujuan, yang ada di pikirannya hanya kenangan bersama Arini. Kenangan-kenangan itu membawanya melangkah ke tempat dimana mereka pertama bertemu.

Di tempat itu nampak bayangan Arini remaja saat menolongnya beberapa tahun silam. Melihat semua itu Juna semakin tersiksa, dia mengusap kasar air mata yang terus saja mengalir dari sudut matanya. Apalagi saat membayangkan kondisi Arini yang belum dia ketahui perkembangannya.

Sementara di rumah sakit, Doni dan Ranti menunggu dengan harap-harap cemas kabar dari Dokter yang belum juga keluar dari ruang operasi.

"Bagaimana kondisi Arini Dok?" tanya Doni dengan panik saat Dokter keluar dari ruang operasi.

"Kami sudah berusaha semampu kami, namun pasien masih dalam keadaan kritis. kita doakan saja semoga pasien segera melewati masa kritisnya," jawab Dokter sambil menepuk bahu Doni.

"Apa boleh saya melihatnya Dok?" pinta Doni memelas.

"Iya, pasien akan segera dipindahkan ke ruang ICU," jawab Dokter mengiyakan.

Doni segera masuk melihat kondisi Arini di ruang ICU, Arini masih terbaring tak sadarkan diri dengan tubuh dipenuhi peralatan medis.

"Bangunlah sayang, Cila akan sedih jika melihat ibunya seperti ini," ucap Doni lirih sambil mencium tangan Arini.

Tidak banyak kata yang bisa Doni ucapkan, dia tidak mampu menahan kesedihannya melihat kondisi orang yang dia cintai sangat memprihatinkan.

Setelah beberapa menit Doni pun keluar, giliran Ranti yang masuk melihat Arini. Tidak kalah sedihnya dengan Doni, Ranti pun tersedu kala melihat kondisi Arini saat itu.

Sementara Bu Mira masih terbaring lemas di ruang perawatan belum bisa menjenguk putrinya itu.

Di luar Doni mendapatkan telepon dari kepolisian yang mengabarkan bahwa Cila sudah ditemukan. Tanpa menunggu lama Doni segera menjemput Cila.

Pihak kepolisian telah menyelidiki kasus tersebut, dari hasil interogasi diketahui motif pelaku adalah uang. Mereka menculik anak kecil untuk meminta tebusan sejumlah uang.

"Om Doni," sambut Cila yang langsung memeluk Doni.

"Cila nggak papa kan sayang?" tanya Doni.

"Cila baik-baik saja Om, Ibu gimana Om." Cila nampak sangat khawatir pada ibunya mengingat saat dia melihat ibunya ditusuk oleh orang yang menculiknya.

Tidak ada luka sedikitpun dialami Cila, bahkan Cila mengatakan penculik itu memperlakukannya dengan baik. Doni sedikit curiga mendengarnya, namun belum terbesit untuk menyelidikinya karena fokusnya saat ini adalah Arini.

Doni langsung membawa Cila ke rumah sakit menemui Arini, berharap dengan kehadiran Cila di sisi Arini mampu membuat Arini segera sadar dari komanya.

Sebenarnya aturan rumah sakit tidak mengizinkan anak di bawah umur ikut masuk, namun Doni memohon pada perawat yang berjaga hingga mereka pun mengizinkannya.

Melihat kondisi sang Ibu terbaring tak sadarkan diri membuat Cila menangis sesenggukan tanpa suara saking sedihnya. Cila mendekat, tangan mungilnya mengangkat tangan Arini kemudian menciumnya.

"Bangun Bu, Cila disini Bu..." ucap Cila dalam tangisnya.

Melihat Cila yang begitu sedih, Doni segera menghampiri dan memeluknya erat.

"Semua gara-gara Cila," ucap Cila dalam dekapan Doni.

"Tenanglah sayang, ibu kamu pasti akan bangun. Dia pasti akan sembuh dan kembali menemani kita," Doni berusaha menenangkan Cila.

"Bangun sayang, lihatlah Cila sudah sudah kembali. Jangan membuatnya bersedih lagi," ucap Doni membelai lembut wajah Arini.

Tiba-tiba tangan Arini mulai bergerak,dengan perlahan dia mulai membuka matanya.

"Om, Ibu Om, Ibu bangun," Cila memberitahu Doni.

"Akhirnya kamu bangun sayang," ucap Doni tersenyum.

"Cila tunggu di sini, Om mau panggil Dokter sebentar.

Cila pun mengangguk paham. Doni segera berlari keluar memanggil Dokter untuk memeriksa kondisi Arini.

****

happy reading

1
Yani Cuhayanih
Aku juga pernah punya sahabat pembohong seperti itu yg akhirnya menghancurkan pertemanan kami karena menggoda pacarku dgn segala tipu daya nya.oh maaf aku berbeda jd bisa mengetahui kebusukan seseorang melalui indera ke enam ku.....wadaw bercanda...peace...
Yani Cuhayanih
Baru mulai dah nangis bombay....hah
Hap£!π
baguss ka sulit ditebak endingnya
🥰Dewimitohamasreka🥰
Kecewa
Sri Wahyuni
s arini knp ga bsa jjur az cpa s cila
Sri Wahyuni
kacau deh s juna dtang k jogya
Sri Wahyuni
klau s arini sampe mau blikan lgi sm s juna itu nma y s arini cwe bodoh
Sri Wahyuni
knp ya d cerita novel kbanyakn s cewe susah move on kya cwo d dunia ini udah habis az s arini knp ga terima s doni az
Sri Wahyuni
awal yg baik crita nya smoga d bab k dpan nya ga bikin ribet dn ga cpet jenuh bca y..good luck thor
Riyanti Riri
org2 yg aneh...emgnya mereka melihat Arini hamil sampai2 menuduh Arini punya anak di luar nikah.. dasar BODOH...
Arnie Cupin
gak suka ma sikapny doni
watini fitrah
cila terima anngga biar agam dpt duit.
krisan
lanjut
Yen Margaret Purba
andin ga jd sama angga yah...?
Yen Margaret Purba
kok ngeselin yah cerita cila,
pacaran menjauh menderita
sampe lika liku laki2 SAH ttp aja gt, lgsg baca end aja deh
Yen Margaret Purba
andra ponakan sita kan,
cila itu anak tiri tantemu loh
Yen Margaret Purba
ssh amat sih thor bt damar ke sinta,
cila ke agam
Yen Margaret Purba
damar kok ga ditemani sinta
Yen Margaret Purba
yah bagaimana pun sering bersama pasti ada cinta lha,
utk cinta sejati akan tau balik ke t4 nya..
yo wes lah obati agam aja lha
Yen Margaret Purba
kl liat jalan cerita bagusnya cila ama damar sih ya,
penyelamat jika ada apa pun.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!