NovelToon NovelToon
Hanya Mempelai Pengganti

Hanya Mempelai Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Rina kim

Pernikahan bisnis yang sudah di rancang sedemikian rupa terancam batal hanya karna mempelai wanita kabur di hari pernikahan. Bintang, selaku kakak yang selama ini selalu di sembunyikan terpaksa harus menggantikan Lidya.
"Yang ku inginkan adalah Lidya! Kenapa malah dia yang menjadi mempelainya?!" Pekik Damian pagi itu.
"Kita tidak punya pilihan, hanya ada dia."Jawab sang ayah.
Damian menatap Bintang dingin, "Baiklah, akan ku perlihatkan padanya apa yang namanya pernikahan itu."Balasnya dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengganti

Di ruangan yang bertuliskan ‘Groom’ Damian terlihat sedang menatap penuh kagum pada cermin yang menampakkan pantulan dirinya sendiri. Pria itu mengenakkan tuxedo berwarna putih dengan bunga mawar merah yang ada di kantonya, dia terlihat sangat tampan bahkan siapa pun yang melihatnya mungkin tidak akan bisa menahan rasa kagumnya pada sosok yang di gilai oleh para wanita ini. Wajahnya terlihat menampilkan raut kebahagiaan yang belum pernah di lihat oleh semua orang.

“Kamu sebahagia itu bisa menikah sama Lidya?”Tanya Wicaksono, dia terlihat sangat bahagia ketika putra sulungnya nampak sangat bahagia. Setelah ibunya meninggal ini adalah pertama kalinya dia melihat Damian tersenyum selebar ini.

Pria itu menoleh, kemudian tersenyum ke arah sang ayah, “Tentu saja pa, dia adalah adik tingkatku yang sangat menawan. Aku benar benar tergila gila padanya.”Ucap Damian tanpa malu.

“Berarti kakak udah suka dia lama ya?”Tanya Ken, adik tiri Damian yang nampak ikut bahagia saat melihat kebahagiaan kakaknya. Laki laki yang baru berusia tujuh belas tahun itu terlihat sangat kagum dengan sosok Damian yang sudah menjadi role modelnya sejak kecil.

“Tentu saja.”Balas Damian dingin, dia sama sekali tidak menyukai Ken karna baginya kehadiran Ken dan ibunya benar benar menjadi pukulan besar. Mereka bersikap baik pada Damian tapi pria itu sama sekali tidak mengindahkannya, baginya mereka baik hanya karna Damian adalah pewaris sah yang akan mewarisi seluruh harta kekayaan keluarga Wicaksono.

“Udah jangan ganggu kakak.” Kali ini Raisa yang membuka suaranya.Umurnya dan Damian hanya berbeda lima tahun, jelas pria itu tidak akan menyukainya sebagai istri dari sang ayah.

“Bersikap baiklah sedikit pada Ken, dia sangat menyayangimu.”Ujar Wicaksono, dia ingin melihat kedua anaknya akur hanya saja Damian terlalu keras untuk sekedar bersikap baik pada anak bungsunya itu.

Mendengar ucapan ayahnya, Damian hanya mengedikka bahunya tak peduli seolah olah apa yang baru saja di katakan oleh ayahnya bukanlah hal penting.

Tok tok tok!

Terdengar suara ketukan di pintu dari luar ruangan, mereka terlihat sedikit bingung karna seharusnya tidak ada yang bisa mengganggu mereka sampai waktu pernikahan di laksanakan.

“Siapa?”Tanya Raisa penasaran.

“Nggak tahu.”Balas Damian yang juga bingung.

“Masuk.”Ujar Wicaksono pada akhirnya.

Sementara itu di luar ruangan Bintang terlihat berdiri kaku di balik pintu, tubuhnya bergetar hebat sementara kakinya sudah terasa dingin bukan main.

“Cepat ketuk lagi!”Ujar Widya, awalnya mereka berniat untuk melimpahkan segalanya pada Bintang. Tapi mereka juga takut gadis ini akan bicara sembarangan dan berakhir malah memperkeruh keadaan, jadilah mereka ikut untuk menemani Bintang dalam pengakuannya.

“Iya, nyonya.”Balas Bintang, dia hendak mengetuk kembali kamar Bintang tapi sebelum dia melakukannya suara Wicaksono sudah terdengar menggelegar di dalam telinganya.

“Masuk.”

Satu kata itu terdengar sangat menyeramkan di telinga Bintang, akhirnya dengan rasa takut yang sudah menjalar di seluruh tubuhnya gadis itu pun memberanikan dirinya untuk masuk ke dalam ruangan itu.

Ceklek!

Bintang membuka pintu itu dengan perlahan, wajahnya tertunduk dalam seolah olah sedang memikul beban yang sangat berat hingga dia kesulitan untuk mengangkat kepalanya.

“Siapa dia?”Tanya Wicaksono dengan bingung, apalagi saat melihat perawakan Bintang yang memang nampak sangat menyedihkan. Kedua pipinya memerah, dengan sudut kiri yang berdarah bahkan bajunya terlihat sangat lusuh.

Di belakangnya, Widya dan Bramono nampak mengekori dengan wajah yang juga tertunduk.

“Ada apa ini pak, Bramono?”Tanya Wicaksono penasaran.

“Eum…”Pria itu menggantung kalimatnya, dia mendorong Bintang seolah menyuruh gadis itu untuk mengakui kesalahan yang bahkan tak dia perbuat.

Tanpa basa basi, Bintang pun langsung berlutut di hadapan Damian membuat seluruh keluarga terlihat sangat terkejut dengan apa yang baru saja di lakukan oleh pria itu.

“Ada apa ini?”Tanya Damian bingung, dia memundurkan kakinya satu langkah karna tangan Bintang sudah mencapai kakinya.

“Maafkan saya tuan, Lidya menghilang. Saya benar benar minta maaf karna sudah sangat ceroboh, tuan. Tapi ini bukan kesalahan tuan dan nyonya Bramono, ini murni kesalahan saya jadi jangan menghukum mereka.”Ujar Bintang dengan nada yang lirih, air mata terlihat sudah mengalir deras di pipinya. Setelah ini dia benar benar sudah pasrah jika mereka semua menginginkan nyawanya sebagai imbalan.

“APA?!” Pekik Damian dengan nada yang terdengar cukup lantang, dia sudah menunggu moment ini selama bertahun tahun dan di saat dia sudah hampi mendapatkan Lidya, gadis itu malah kabur hanya karna wanita rendahan ini.

“Maafkan kami, tuan dan nyonya Wicaksono. Nak Damian, mama benar benar minta maaf. Mama tidak tahu kenapa Lidya bisa menghilang, kami mohon maafkan kami.”Ujar Widya menimpali.

“Ini benar benar karna dia, jika saja dia menjaga Lidya dengan baik mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi.”Imbuh Bramono dengan nada yang lumayan tinggi.

Sementara keduanya sibuk menyalahkan Bintang, Damian terlihat hanya diam dan membeku. Dia benar benar tidak mengerti kenapa Lidya melakukan hal ini, pasti ada sebabnya dan Damian harus mencari tahu semua ini.

“Sekarang bukan waktunya saling menyalahkan, siapa yang akan bertanggung jawab di sini? Keluarga kita bisa jadi bulan bulanan media jika pernikahan ini tidak jadi.”Ujar Raisa tak kalah panik.

“Pernikahan ini harus di tunda sampai kita menemukan Lidya!”Ujar Damian dengan nada yang kesal.

“Tidak, pernikahan ini harus tetap di laksanakan bagaimana pun caranya.”Ujar Wicaksono dengan nada yang tegas. Dia tidak bisa mencoreng namanya hanya karna kelakuan nakal dari anak Bramono, kelakuan ke kanak kanakan yang membuat keluarganya hampir menanggung malu.

“Tapi bagaimana caranya? Kami tidak bisa memukan Lidya.”Ujar Widya dengan panik. Dia tahu jika Wicaksono sudah sangat kesal sekarang dan jika mereka membantah usaha yang sudah mereka bangun dengan susah payah mungkin akan rata dengan tanah dalam waktu hitungan detik.

“Kita tidak akan sempat jika harus menunggu anak nakal itu.”Ujar Wicaksono dengan nada dinginnya.

“Apa maksud papa?” Tanya Damian tak mengerti. Dia bahkan sudah mengerutkan alisnya bingung dengan apa yang mungkin saja akan di putuskan oleh ayahnya itu.

“Kita tetap akan melaksanakan pernikahan dengan atau tanpa Lidya.”Balasnya dengan dingin.

“Maksud papa gimana? Damian tidak mau menikah dengan wanita lain, pa! Sejak awal Damian hanya menginginkan Lidya.”Ujar pria itu tak terima.

“Benar. Papa sudah menurutinya, tapi siapa sangka jika Lidya itu sangat ke kanakan? Dia bahkan tidak peduli dengan nama keluarga kita, untuk apa menunggu gadis seperti itu?”Tanya Wicaksono, dia benar benar sudah sangat kesal dengan sikap Damian yang menurutnya tak biasa.

“Kita tidak bisa menunda pernikahan ini, apalagi membatalkannya. Jika nama Wicaksono tercoreng akan ku pastikan keluarga Bramono akan menanggung akibatnya.”Ujarnya dingin.

“Tapi pa, kita tidak bisa-“ Damian hendak membantah.

“Diam, Damian! Jika kamu masih menginginka posisi sebagai pewaris sebaiknya kamu jaga nama keluarga kita.”Ujar Pria paruh baya itu.

“Lalu apa yang harus kita lakukan?”Tanya Widya dengan penuh kebingungan.

“Siapa dia?”Tanya Wicaksono, dia menunjuk ke arah Bintang yang masih berlutut di hadapan Damian.

“Dia anak pungut di keluarga ini, pak Wicaksono tenang saja dia bisa menjaga bicaranya kok.”Ujar Widya, dia terlihat salah paham dengan alasan kenapa Wicaksono menanyakan tentang siapa itu Bintang.

“Jadikan dia mempelai Damian.”Ujar pria itu tak terbantahkan.

Semua orang yang berada di ruangan itu nampak sangat terkejut bahkan tak terkecuali Bintang yang masih berlutut dan juga Damian yang berdiri di hadapan gadis itu.

‘Bagaimana bisa? Bagaimana bisa aku yang jadi pengganti?!’Pekiknya di dalam hati. Bintang terdiam, dia tidak bisa menjawab dan dia hanya bisa diam diam berharap jika keputusan sepihak ini tidak akan membawanya pada neraka yang baru.

1
Reni Anjarwani
orang kok kejam bgt damian , makanya slidiki benar kemana larinya kekasihmu jangan asal nuduh bintang yg tdk2 katanya orang kaya nyari bukti kaya gitu kok goblok bgt yaa
Dymas mulya
mulutnya lemes amat
Haikal Jibran alkhalifi
jangan biarkan bintang mempunyai perasaan suka sama Damian Thor, biar Damian aja yg cinta sendiri, buat karakter bintang kalem,tapi tegas
Wirda Wati
semakin seruuuu👍
Wirda Wati
Semoga kamu menyesal Damian nantinya
Wirda Wati
Hempaskan bintang
Wirda Wati
semoga bintang sehat bisa balas dendam sama damian🤣
Wirda Wati
Damian memang bodoh
partini
ini novel ada di sebelah juga ya Thor
pinkeu_gongju: bukan kaka, terimakasih dukungannya ya ka😍
total 3 replies
Dymas mulya
lanjut thor
Dymas mulya
gemes banget sama yang honeymoon kedua🤣🤭
Dymas mulya
Penasaran sama alurnya, semangat thorr
pinkeu_gongju: jangan lupa kepoin terus ya kaka
total 1 replies
Dymas mulya
Lanjut kaka🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!