Kembalinya Gio Adipati Mahendra mengubah semua yang ada di kota A. Gio yang dulunya seorang pria yang lemah sekarang malah menjadi seorang pria yang tidak terkalahkan di kota A dan dinegara mereka.
Gio kembali setelah 5 tahun menghilang karena sesuatu hal tapi dia kembali bukan untuk balas dendam yang pertama dia ingin menemukan istri dan anaknya kira-kira sekitar 5 tahun sekarang dan juga istri cantiknya tidak lupa dia sangat merindukan mereka meski Gio baru pertama kali bertemu dengan Viona tapi dia sudah jatuh cinta denganya, tentu 5 tahun tampa seorang istri banyak godaannya mau bagaimana lagi takdir yang sudah memperlakukan mereka seperti ini.
Bagaimana bisa baru pertama kali, Sudah memiliki anak suatu pertanyaan besar bukan?
Simak cerita selanjutnya di next eps....
Ini Hanya fiksi kesamaan Nama tempat dan lain-lainnya murni ketidak sengajaan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nabbhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32
Dirumah besar milik Reno terkesan sangat-sangat besar bahkan di hiasan dengan interior yang mewah.
"Kenapa liat-liat segitunya?" tanya Reno yang memperhatikan gerak-gerik Amanda, yang melihat kekiri kekanan seakan kagum dengan rumah miliknnya.
"Bagus"
"Tentu saja ini rumah terbagus di kota ini"
"Benarkah itu, kenapa aku baru tau? " ucap Amanda sambil nengaruk bagian belakangnya yang tidak gatal.
"Tentu saja"
Ting...
"Lift, baru kali ini aku melihat rumah semewah ini" -Batin Amanda.
Wanita ini begitu kagum dengan rumah yang di milikin pria yang baru saja ia temui di kantor. Entah siapa dia dan kerja apa hingga bisa memiliki rumah sebagus ini.
info : (Imajinasi sendiri rumahnya males cari nanti tidak sesuai).
"Kenapa ngelamun disitu? kerasukan setan?" Tanya Reno yang melihat Amanda hanya diam tidak ikut masuk kedalam lift.
"Gak kok tuan" Amanda yang di tergur itupun langsung berjalan memasukin Lift.
"Jangan coba-coba kamu mengambil sesuatu disini" Reno pun berbicara memecahkan keheningan di dalam Left.
Terdengar suara mesin Lift yang berjalan turun kebawah.
"Tidak tertarik" balas Amanda, sepertinya ia mendapatkan hidayah dari Tuhan hingga tidak tertarik dengan yang namanya Harta.
"Benarkah itu nona?"
Ting...
Pintu lift terbuka Amanda keluar terlebih dahulu, disusul oleh Reno di belakangnya mengekorin. Mungkin Amanda tersinggung dengan perkataan Reno.
"Makan dulu baru kita menikah" Reno pun menarik salah satu kursi yang berada di ruang yang biasanya ditempati untuk makan bersama.
"Menikah? aku tidak ingin menikah dengan om-om seperti kamu"
"Kenapa?"
"Kamu itu egois, keras kepala, mau menang sendiri, yang terpenting sombong"
"Tapi saya ganteng" Balas Reno membuat pipi Amanda memerah sedikit namun tidak disadari oleh keduannya.
"Ganteng? gak nya yang ada seperti sendal" Reno yang mendengar perkataan Amanda barusan, langsung menatap pemilik suara.
"Kenapa? memang benar" Amanda yang sama sekali tidak mengerti tentang kemarahan Reno pun hanya bisa bertanya.
Reno tidak menanggapinnya, ia lebih memilih untuk berdiri lalu berjalan meninggal Amanda sendirian bersama makanan yang berada di atas meja.
"Dia kenapa?" Amanda hanya bisa melihat kepergian Reno menghilang di balik lemari-lenarin di ruang tersebut.
Tampa banyak berpikir Amanda lebih memilih untuk nenyantap makanan yang berada di atas meja. Jarang-jarang orang sepertinya bisa makan enak, sesuatu keajaiban dunia jika bakal makan setiap hari. Amanda bahkan tidak memikirkan Ayah dan ibunya yang kini tengah cemas dengan dirinya karena, tidak pulang semalaman.
"Makanan seenak ini di tinggal memang tidak mengahargai makanan dia tuh" -Batin Amanda.
Amanda hanya bisa berbicara didalam hati setelah melihat ada CCTV di pojok atas kanan bisa di bilang disudut ruangan.
"Hu, akhirnya selesai juga makannnya"
"Aku harus pergi dari sini"
Dari kecil Amanda yang tidak bisa membereskan bekas makanan.Ia hanya melatetakan piring kotor itu diatas meja saja tidak berniat untuk mengatarkannya ke dapur atau mencuci kan nya.
"Rumah ini terlalu besar untuk ku, aduh di mana ini pintu keluarnya" -Batin Amanda.
Sepertinya Amanda tersesat didalam rumah besar ini. Rumah yang bahkan tidak memiliki tujuan dimana pintu keluarnya. Ia harus keluar sebelum Reno kembali.
"He... "
Tiba-tiba saja ada 2 penjaga yang masuk kedalam rumah. Amanda yang melihat itu langsung bersembunyi di balik guci besar.
"Kenapanya tuan memanggil kita?" tanya salah satu penjaga kepada penjaga lain.
"Aku tidak tau"
Suara itupun semakin lama semakin menghilang. Merasa aman Amandapun keluar dari persembunyiannya dan melihat arah masuk dari kedua penjaga itu.
Hingga ia menemukan 1 pintu yang terbuka untung saja terbuka. Terlihat dari sela-sela pintu di luar sana ada rumput dan pepohonan di balik pintu yang Amanda pandang sejak tadi.
Tampa pikir panjang Amandapun berjalan dengan cepat namun hati-hati menuju pintu keluar
"Mau kemana kamu anak kecil?" Suara yang begitu Amanda kenali siapa lagi kalo bukan Reno.
Aman dari penjaga malah ketemu Reno, di depan pintu keluar, bagaimana Reno bisa berada di luar sedangkan Amanda tidak tau?, Padahal ia sejak tadi hanya berdiri mengawsi pintu agar bisa tau kalo itu pintu keluar atau kamar.
"Maaf, tuan saya harus berkerja dan memberi tahu orang tua saya, agar mereka tidak mengkhawatirkan saya"
"Ini" Renopun menyerahkan ponselnya kepada Amanda.
Dengan senang hati Amanda menerimanya, ponsel mahal bahkan tidak semuanya mampu untuk memberi ponsel yang saat ini berada di dalam genggaman tangannya.
"Terimakasih" Amanda yang ingin cepat pergi dari rumah Reno diapun melangkahkan kakinya keluar namun dihalang oleh Reno.
"Lepas.... lepas... iih.... aku mau pulang... " ucap Amanda sambil mencoba untuk lepaskan tangannya dari genggaman Reno yang erat.
"Wau... sakit... " Lama kelamaan genggaman itu semakin menjerit tangan kecil Amanda yang mengakibatkan tangannya memerah.
"Lepas... ku mohon... "
Beberapa menit kemudian Reno langsung menarik Amanda langsung ke dalam kamar mandi.
"Ka-kamu mau apa?" tanya Amanda dengan nada yang sedikit kemetar.
Reno sama sekali tidak mendengarkan perkataan Amanda dia memilih untuk mengambil shower. Shower itupun menyala dengan air yang mengalir. Tampa membuang waktu banyak Reno langsung mengarahkan shower tersebut ke tubuh Amanda.
"Dingin... " Amanda yang di guyur oleh Reno, akhirnya merasakan dinginnya air dari shower.
"Maaf... " Reno pun langsung memeluk Amanda sambil berkata maaf tepat di telinga kanan Amanda.
"AKU INGIN PULANG" teriak Amanda, saat ini dia benar-benar ingin pulang tidak ingin bersama laki-laki di depannya ini.
"Tidak boleh"
"Kenapa?"
"Lebih baik sekarang kita ganti baju" Reno pun membantu Amanda berdiri agar wanita itu bisa berdiri sempurna.
Dengan telatan Reno menuntut Amanda berjalan sampai ke kamar yang Amanda tempatin sebelumnya.
"Aku bisa sendiri" Reno pun keluar dari kamar itu tau kalau Amanda ingin sendirian.
Baru saja keluar dari kamar itu Reno sudah di hampirin oleh salah satu anak buahnya.
"Ada apa?" Tanya Reno langsung, ketika seorang pria berotot menghampirinya.
"Bagaimana dengan video tadi tuan?"
"Kirimkan saja"
Mendapatkan printah dari atasannya pria berotot tadi pun langsung pergi untuk mengirimkan pesan Rahasia kepada seseorang disebelah sana.
...***...
Hari sudah semakin Larut. Namun semangat Elena untuk mencari dengan situs online pun semakin kuat. Sudah 2 malam wanita itu mencari biodata orang yang tuannya suruh namun tidak ada perkembangan.
Sepertinya malam ini berbeda. Begitulah dipikiran Elena malam ini bahkan Gio tuannya juga seperti menunggu seseorang bergerak.
Ting...
Sebuah pesan Rahasia entah apa isinya dengan berani Elena membuka video yang dikirimkan oleh seorang secara Rahasia bagaimana bisa aku juga tidak tau.
"Tuan ini nona Amanda, dia... "
Jangan menilai org dari luar nya saja .
Karena bisa saja luarnya terlihat dingin ternyata dalamnya hangat