⚠️WARNING! Dilarang Boom Like ⚠️
Lia Dwi Putri gadis yang biasa di panggil Lia. Lia putri ke dua dari Dikin dan Eli, Dikin yang terkenal sebagai juragan tanah dan rumah kontrakan di komplek perumahan Indah Permai.
Sehingga Lia memiliki sikap yang sombong, angkuh dan suka menghina orang - orang yang miskin dengan kata - kata kasarnya.
Lia mahasiswi universitas kedokter yang sudah memasuki semester 7 mengadakan KKN. Lia KKN di puskemas desa Rokan, desa kelahiran Lia.
Lia yang melanggar larang nenek untuk tidak berenang di sungai Rokan. Lia berenang di sungai lalu di nyatakan menghilang. Saat berenang di dasar sungai Lia mengalami time travel.
Bagaimana perjalanan Lia yang mengalami time travel?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rebutan Kamar Mandi
"Saya wanita apa adanya, penampilan saya biasa saja, kadang cantik, kadang kusam, kadang modis dan kadang kayak gembel. Yang penting saya apa adanya, mau cantik ya bisa, mau polos tanpa make up juga bisa, karena saya tahu saya terlahir bukan jadi barbie."
Setelah menyiapkan sarapan dan bekal makan siang buat papa dan Ry. Mama memutuskan untuk ke kamar melihat Ry.
"Mama mau kemana?" papa yang melihat mama berjalan.
"Mau ke kamar Lia dan Ry." Mama berhenti berjalan membalikan badan melihat papa.
"Mama mau ngapain?" tanya papa.
"Ngelihat Ry tumben jam segini belum keluar kamar." Mama berjalan meninggalkan papa di dapur.
Mama sudah berada di depan pintu kamar, lalu mama membuka pintu kamar.
Ceklek......Ceklek
Mama berjalan masuk ke dalam kamar, mama melihat Ry yang masih tertidur nyenyak sambil memeluk bantal guling. Mama sudah berdiri di pinggir tempat tidur Ry.
"Adek bangun," kata mama
"Adek ini udah siang, entar terlambat kesekolahnya," kata mama.
"Iya nih Ry bangun." Ry membuka kedua mata lalu melihat ke arah mama.
"Cepatan mandi, mama papa tunggu di dapur kita sarapan bareng." Mama berjalan pergi meninggalkan Ry.
Ry turun dari tempat tidur lalu Ry.berjalan mengambil handuk yang tergantung di belakang pintu kamar. Ry mengambil handuk lalu Ry mengalunkan handuk ke lehernya.
Sesampainya Ry di dapur melihat mama papa sedang duduk sambil ngobrol. Ry yang mau mengambil pisang goreng dari dalam piring.
Plak....Plak
"Mandi sana." Mama yang memukul tangan Ry yang mau mengambil goreng pisang di atas piring.
"Iya mama." Ry berjalan ke arah kama mandi.
Sesampai di depan kamar mandi, Ry mau membuka pintu kamar mandi tetapi masih terkunci.
"Mama siapa yang di dalam kamar mandi?" Lia membalikkan badan lalu melihat ke arah mama.
"Mbak Lia," jawab mama.
"Mbak cepetan doang mandinya, Ry kebelet pipis." Ry yang menggedor pintu kamar mandi.
Lia yang masih mandi tidak memperdulikan Ry yang sedang menggedor pintu kamar mandi.
"Mbak cepat doang," kata Ry.
"Mbak udah doang mandinya dari tadi gak siap - siap," kata papa.
Lia yang sama sekali tidak menjawab perkataan Ry dan papa.
"Mbak Ry udah gak tahan lagi nih." Ry yang mencoba menahan pipis.
Ceklek.....Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka lalu Lia keluar dengan memakai handuk. Lia berjalan ke arah kamar. Ry langsung berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
Tok......Tok
"Assalamualaikum." Abi yang sudah berdiri di depan pintu rumah.
"Walaikumsalam." Papa berjalan ke arah pintu.
Sesampainya papa di depan pintu rumah lalu papa membuka pintu rumah.
Ceklek......Ceklek
"Selamat pagi om." Abi menyalim punggung tangan papa.
"Pagi juga Abi," kata papa.
"Lia ada om?" tanya Abi.
"Ada Abi," jawab papa.
"Apa Lia udah siap mau berangkat ke kampus om?" tanya Abi.
"Lia baru siap mandi, Apa Abi udah sarapan?" tanya papa.
"Belum om." Abi yang mengelengkan kepalanya.
"Kalau begitu, ayo kita sarapan bersama!" papa mengajak Abi untuk sarapan bersama.
"Iya om," jawab Abi.
Mama, papa dan Abi sudah berada di dapur, mereka sedang duduk di kursi yang ada di depan meja makan. Sambil menunggu Lia dan Ry untuk sarapan bersama mereka ngobrol dulu.
Terdengar suara langkah kaki seorang yang sedang berjalan ke arah dapur.
...~ Bersambung~...
1 mawar mndarat
bunga mndarat cantik
1 mawar mndart