NovelToon NovelToon
Pokemon King Of Darkness

Pokemon King Of Darkness

Status: sedang berlangsung
Genre:Fanfic / Sistem / Transformasi Hewan Peliharaan / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:32.2k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Seorang pemuda dari Bumi modern bangun untuk menemukan dirinya di planet Blue star.
Setelah menyeberang ke dunia pararel, dia mengetahui bahwa di dunia ini hidup berdampingan dengan Pokemon.

Tapi, dia sadar dunia ini tidak lah seindah seperti yang kita tonton, karena Di setiap Sudut dunia sesuatu yang gelap sedang mengawasi, dan bagaimana dengan Arceus

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33

Ren Tao, yang selamat dari maut dalam hitungan milidetik, tidak membuang waktu. Dia berguling menjauh, merangkak dengan panik di tanah lumpur seperti cacing tanah, menjauhi monster itu.

"Bangun dan lari ke belakang pohon!" bentak Su Qingzhu pada Ren Tao tanpa menoleh. Matanya terkunci pada Ariados.

Ariados itu memulihkan keseimbangannya dengan cepat. Dia mengabaikan Ren Tao sekarang. Ancaman terbesar telah muncul. Dia memutar tubuhnya yang besar menghadap Su Qingzhu dan Charmeleon.

Empat pasang matanya menyipit penuh kebencian.

Dia mengangkat abdomen belakangnya tinggi-tinggi. Ujung spinneret (pemintal benang)-nya berdenyut.

"Menyebar!" teriak Su Qingzhu.

Pfth! Pfth! Pfth!

Tiga gumpalan cairan putih ditembakkan secara beruntun—Sludge Bomb (Bom Lumpur). Tapi ini bukan lumpur biasa; ini adalah gumpalan racun pekat yang bersifat korosif.

Charmeleon melompat ke kanan dengan gesit. Su Qingzhu melompat ke kiri.

Gumpalan racun itu menghantam tanah tempat mereka berdiri tadi.

CESS...

Tanah mendesis, rumput di sekitarnya layu dan mati seketika, berubah menjadi bubur hitam yang berbau belerang. Jika itu mengenai kulit manusia, dagingnya akan meleleh sampai ke tulang.

"Monster level 30-an..." Su Qingzhu menganalisis cepat, keringat dingin mengalir di pelipisnya. Charmeleon-nya baru level 24. Perbedaan kekuatan ini signifikan, apalagi di malam hari di mana tipe Gelap/Serangga mendapatkan keunggulan medan.

"James! Masuk ke tenda! Jangan keluar!" teriak Su Qingzhu, melihat James yang masih "ketakutan" di tanah.

James tidak membantah. Dia merangkak mundur dengan cepat, masuk kembali ke dalam tendanya yang gelap. Tapi dia tidak menutup ritsletingnya sepenuhnya. Dia menyisakan celah lima sentimeter.

Di dalam tenda yang gelap, James duduk bersila. Ekspresi ketakutannya lenyap seketika, digantikan oleh wajah datar seorang taktikawan.

Dia mengeluarkan Great Ball Deino.

"Keluar. Mode senyap," bisik James.

Cahaya merah redup muncul, dan Deino materialisasi di samping James. Naga buta itu langsung menggeram rendah, Grrr..., merasakan aura musuh yang kuat di luar. Bulu-bulu hitamnya berdiri tegak.

"Tahan," James meletakkan tangannya di kepala Deino, menenangkannya. "Bukan giliran kita. Belum."

James mengintip melalui celah tenda. Dia melihat pertempuran di luar seperti menonton film horor dari barisan depan.

Charmeleon bertarung dengan gagah berani. Dia menggunakan Smokescreen lagi untuk mengganggu pandangan Ariados, lalu menyerang dari samping dengan Fire Fang.

Tapi Ariados itu berpengalaman. Dia tidak butuh mata. Dia menggunakan benang sutra yang dia sebar di tanah sebagai sensor getaran.

Begitu Charmeleon menginjak benang tipis tak terlihat itu...

WHAP!

Kaki Ariados menyapu ke samping dengan kecepatan cambuk.

BUKK!

Charmeleon terhantam telak di dada, terlempar melintasi perkemahan, menabrak panci masak mereka hingga penyok.

"Char!" Charmeleon mengerang kesakitan, mencoba bangkit, tapi dia terhuyung. Racun dari serangan fisik Ariados (Cross Poison) mungkin sudah masuk ke sistemnya.

Su Qingzhu menggigit bibirnya hingga berdarah. "Charmeleon! Jangan menyerah! Gunakan Flamethrower!"

Ini pertaruhan. Flamethrower menghabiskan banyak energi. Jika meleset, mereka tamat.

Ariados melihat api yang terkumpul di mulut Charmeleon. Dia tidak menghindar. Sebaliknya, dia menembakkan jaring putih tebal—Spider Web—langsung ke wajah Charmeleon.

Jaring itu membungkus moncong Charmeleon tepat saat api hendak keluar.

Akibatnya fatal.

Api itu meledak di dalam mulut Charmeleon sendiri, terhalang oleh jaring sutra yang tahan api (untuk beberapa detik).

"GWOOOHHH!"

Charmeleon menjerit teredam, mencakar-cakar wajahnya sendiri yang terbakar dan terikat. Dia buta dan senjatanya dinetralkan.

"Charmeleon!" Su Qingzhu berlari maju, melupakan keselamatannya sendiri. Dia menarik pisau belati dari sabuknya, berniat memotong jaring itu.

Tindakan bodoh. Berani, tapi bodoh.

Ariados melihat celah itu. Dia mengalihkan targetnya ke manusia perempuan yang berlari mendekat.

Dia menembakkan String Shot lagi.

Kali ini, sasarannya adalah kaki Su Qingzhu.

Benang lengket itu melilit pergelangan kaki Su Qingzhu. Ariados menyentak benang itu dengan kuat.

"Ah!"

Su Qingzhu jatuh tersungkur ke tanah keras. Pisau belatinya terlempar dari tangannya.

Ariados mulai menarik benang itu, menyeret Su Qingzhu mendekat ke arahnya seperti nelayan menarik ikan.

"Lepaskan! Lepaskan!" Su Qingzhu menendang-nendang dengan kaki satunya, tapi benang itu sekuat kabel baja.

Dia diseret melewati tanah berlumpur. Satu meter. Dua meter. Semakin dekat ke rahang monster itu.

Ren Tao, yang bersembunyi di balik pohon, melihat ini. Dia punya kesempatan untuk membantu. Dia bisa melempar batu. Dia bisa melakukan sesuatu.

Tapi ketakutan menguasainya. Dia diam saja, gemetar, berdoa agar monster itu kenyang setelah memakan Su Qingzhu sehingga dia bisa lari.

James melihat semuanya dari celah tenda.

Ini adalah skenario terburuk. Jika Su Qingzhu mati, tim gagal. Investigasi akan dilakukan. Dan James kehilangan "perisai" terkuatnya.

Tapi jika dia mengeluarkan Deino untuk melawan Ariados level 32 secara terbuka, penyamarannya hancur. Deino belum cukup kuat untuk menang head-to-head tanpa terluka parah.

Dia butuh gangguan. Gangguan yang terlihat seperti "kecelakaan".

Mata James tertuju pada kompor spiritus yang terbalik di dekat tempat Charmeleon jatuh tadi. Botol bahan bakar spiritus (alkohol denat) menggelinding di tanah, tutupnya terbuka sedikit, menumpahkan cairan biru yang mudah terbakar ke arah jalur Ariados.

Jaraknya sekitar lima meter dari posisi tenda James.

James mengambil botol kaca kosong (bekas jus dari bekal Jack) yang dia simpan.

"Deino," bisik James cepat. "Gunakan Dragon Rage. Tapi jangan diledakkan. Kumpulkan di mulutmu, lalu semburkan seperti ludah kecil. Ke arah botol biru itu."

Deino tidak mengerti konsep "botol biru". Dia buta.

James mengutuk dalam hati. Benar. Dia buta.

James harus melakukannya secara manual.

Dia mengambil korek api gas dari saku Ren Tao yang jatuh saat pria itu melompat tadi (James diam-diam memungutnya saat kericuhan awal).

Dia merobek sedikit kain dari lengan bajunya, menyumpalkannya ke mulut botol kaca kosong tadi. Dia menuangkan sedikit sisa alkohol P3K ke kain itu.

Bom Molotov mini.

James membuka ritsleting tenda sedikit lebih lebar.

Su Qingzhu sudah diseret sampai jarak tiga meter dari Ariados. Laba-laba itu mengangkat kaki depannya tinggi-tinggi, siap menusuk.

"Tolong!" jerit Su Qingzhu, harga dirinya runtuh di hadapan kematian.

"HANTUUUU! JANGAN AMBIL TEMANKUUUU!"

James tiba-tiba melompat keluar dari tenda, berlari kikuk seperti orang gila yang kehilangan arah.

Dia berlari bukan ke arah Su Qingzhu, tapi ke arah yang "salah". Dia berlari melintasi jalur antara Ariados dan Charmeleon.

Di tengah larinya yang terhuyung-huyung, tangan James bergerak cepat di balik punggungnya.

Ctrek. Korek api menyala. Kain terbakar.

"Ambil ini! Ambil mataku!" James berteriak sambil melempar "sampah" di tangannya secara sembarangan ke belakang.

Lemparan itu terlihat acak. Tapi lintasan parabolanya sempurna.

Botol kaca berapi itu melayang di udara, berputar, dan jatuh tepat di atas genangan spiritus yang tumpah dari kompor, tepat di bawah perut Ariados.

PRANG!

Kaca pecah. Api bertemu bahan bakar.

WOOSH!

1
Dimas Ryan
a
xxy1_(8773)
luar biasa
IKKY RAHMADANI
dari episode 1-68 gak selesai" tentang masalah jack nya, lama banget
Bambang Slamet
good👍👍👍👍👍👍
Kalong Super
topp markotop
Bambang Slamet
lanjut👍👍mantap
I'm Nao
keren lah bang
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!