NovelToon NovelToon
Love Story: Menemukan Cinta Sejati

Love Story: Menemukan Cinta Sejati

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / CEO
Popularitas:403
Nilai: 5
Nama Author: Irma Nirmala

kisah seorang wanita yang berusaha melupakan mantannya yang mengkhianati kepercayaan.

diperjalanan menemukan jati diri dan kehidupan baru

sebuah kisah cinta yang manis namun penuh komedi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Nirmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

06

...****************...

  Evelyn belum benar-benar menjauh dari meja kerjanya.

  Langkahnya terhenti di dekat jendela, ponsel masih berada di tangannya. Ia menatap layar beberapa detik… lalu menghela napas dan kembali mengangkat telepon.

  “ Nora…”

  Di seberang sana, suara Nora langsung terdengar.

  “Kamu belum makan, ya?”

  Evelyn tersenyum tipis.

  “Sebentar lagi. Tapi… aku mau cerita sedikit.”

  Nada suaranya berubah—lebih pelan, lebih jujur.

  Nora langsung mengerti.

  “Ada apa, bestie ku cayang..?”

  Evelyn terdiam beberapa detik, seolah menimbang kata-kata.

  “Dia… selingkuh, apa aku ada kekurangannya ya..”

  Hening.

  Suasana di kedua sisi telepon terasa berat.

  “Jangan merendahkan diri sendiri Eve.” ucap sang sahabat baiknya itu, akhirnya, suaranya tetap tenang meski ada ketegangan di dalamnya.

  “Aku tidak sempurna itu Nora,” jawab Evelyn singkat. “Aku tidak tahu… dia sudah melakukannya cukup lama.”

  Nora langsung menghela napas panjang.

  “Dia suka laki-laki kan?,”ucap Nora kembali mengingat momen pengrebekan mereka kemarin.

  “Iya.” jawab Eve.

  “Apa kau tau sejak awal dia suka sesama jenis?” tanyanya lagi.

  Evelyn menatap jauh ke luar jendela, matanya mulai kehilangan ketegasan.

  “ tidak..” Suara itu datar… tapi justru itu yang membuatnya terdengar lebih sakit.

  “Dia bahkan tidak terlihat Homo , sangat romantis dan bertutur kata lembut,” lanjut Evelyn. “Dia hanya bilang… aku pria yang menghormati wanita”

  Nada suara Evelyn mulai bergetar.

  “Jika bukan aku yang diinginkan” ulangnya lirih. “Mengapa dia membawaku sejauh ini.”

  “Evelyn.” Suara Nora langsung tegas.

  “Jangan pernah menyamakan dirimu dengan kesalahan orang lain, dia yang berbohong.”

  Evelyn memejamkan mata. “Tapi tetap saja sakit…, aku diselingkuhi dengan laki-laki lain,"

  “Tentu saja sakit. Kamu mencintainya itu wajar, yang tidak wajar jika kamu memposisikan diri di tempat salah.” sahut Nora

  Evelyn tertawa kecil, namun terasa pahit.

  “Lucu ya… aku selalu berusaha tampil cantik untuk nya, tapi ternyata dia suka yang tampan juga, Bajingan memang." umpatnya kesal.

  “Cinta memang bukan sesuatu yang bisa kamu kontrol seperti bisnis.” Nora kembali bersuara.

  Evelyn terdiam.

  Nora melanjutkan dengan suara lebih lembut,

  “Apakah kamu masih ingin kembali padanya?”

  Pertanyaan itu membuat Evelyn langsung membuka mata.

  “Apa?” nadanya sedikit tajam.

  “Jawab dengan jujur.” sangah Nora.

  Evelyn terdiam cukup lama.

  Lalu perlahan ia menggeleng, meski nora tidak bisa melihatnya.

  “Tidak.”

  “Kenapa?” tanya Nora cepat.

  “Karena aku tidak bisa kembali ke orang yang sejak awal sudah membohongiku.”Ada ketegasan kembali dalam suaranya.

  Nora tersenyum di seberang sana. “Itu baru sahabat baikku...”

  Evelyn menarik napas panjang.

  “Tapi… aku benci perasaan ini,” lanjutnya. “Seolah-olah aku kalah.”

  “Kamu tidak kalah.” sangkal Nora

  Evelyn langsung menyela,

  “Aku diselingkuhi, Nora...! Itu jelas kalah.”

  “Tidak,” jawab Nora tegas. “Kamu kalah kalau kamu tetap bertahan dengan orang yang salah.”

  Evelyn terdiam.

  Kalimat itu terasa… menampar.

  “Kamu memilih pergi,” lanjut Nora. “Itu bukan kekalahan. Itu keputusan yang berani.”

  Evelyn menggigit bibirnya pelan. “Lalu kenapa rasanya tetap seperti ini…?”

  “Karena kamu manusia.” jawab Nora tegas

  Hening sejenak.

  “Dengar, Evelyn,” suara nora kembali lembut. “Hati yang terluka butuh waktu, bukan tekanan.”

  Evelyn menunduk. “Aku tidak ingin terlihat lemah, namun aku tidak bisa membohongi hatiku jika ini sangat sakit.”

  “Kamu tidak lemah hanya karena kamu merasa sakit, itu manusiawi." ucap Nora

  Evelyn menghembuskan napas panjang.

  “Aku hanya… tidak ingin ini mengganggu pekerjaanku.”

  “Justru kalau kamu terus menekan perasaanmu, itu akan mengganggu lebih besar.”

  Evelyn terdiam lagi.

  Lalu perlahan, suaranya melembut.

  “Aku akan mencoba… pelan-pelan.”

  “Itu lebih baik daripada tidak sama sekali.”

  Evelyn tersenyum kecil. “Terima kasih, Sahabat terbaik ku..!!, luv you..!!,"

  " Yah.. ya.. ya.., sekarang yang harus kamu lakukan adalah Makan siang..!!, jangan sampai nanti Oma Renata menelpon karena cucunya tidak makan.” ucap Nora.

  “iya bawel..!”Evelyn tertawa kecil, kali ini lebih ringan.

  “Dan satu lagi.” tahan Nora sebelum menutup teleponnya.

  “Apa lagi?”

  “Jangan pernah biarkan satu pria bodoh membuatmu meragukan dirimu sendiri.” dengan sangat bijaksana Nora menasehati Evelyn.

  Evelyn menatap pantulan dirinya di kaca.

  Wanita kuat. Pintar. Berharga.

  “Iya, Berukkk.” ucap Eve dengan nada bercanda.

  Setelah telepon ditutup, Evelyn berdiri diam beberapa saat.

  Luka itu masih ada.

  Tapi sekarang, Ia tidak lagi menahannya sendirian.

  Dengan langkah lebih tenang, ia akhirnya berjalan keluar dari ruangannya.

  “Mungkin… makan dulu bukan ide buruk,” gumamnya pelan.

...****************...

1
Nanda Sa
oke 👍❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!