hai readers ini novel pertamaku. bila ada kesalahan dalam penulisan mohon di maklumi yah. karna sekaligus belajar menjadi seorang penulis.
oke selamat membaca 😗
Menceritakan seorang gadis remaja yang dibuang oleh ayah kandungnya. ayahnya bukan hanya membuangnya tapi ia juga membunuh ibunya.
bertemu keluarga angkat yang sangat baik hati. walau sifatnya dingin terhadap orang lain. ia masih bisa bersifat hangat kepada keluarga dan sahabatnya.
bagaimana kelanjutan ceritanya..
tunggu Up selanjutnya yah 🙏
Oh iya bantu like dan vote nya juga ya kak. terima kasih:)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anissa_af, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 32
BACK TO MANSION VANYA
Tin..tin..
Gerbang mansion keluarga vanya di buka satpam di depan pun ada tukang kebun keluarga vanya.
"Eh non vanya pulang." Ucap pak tejo tukang kebun
"Iya pak, mama masih ada dirumah kan pak?" Ucap vanya
"Masih non, nyonya belum berangkat ke butik." Ucap pak tejo
"Yasudah pak vanya masuk dulu ya." Ucap vanya
"Iya non." Ucap pak tejo. Vanya pun segera masuk ke mansion,ia mendengar keributan dari ruang makan. Vanya pun bergegas masuk ke ruang makan dan benar saja papa dan mama nya bertengkar dan sharon hanya diam menunduk tersenyum miring.
"Papa jangan keterlaluan sama mama." Ucap vanya dengan nada dingin
"Vanya kamu pulang nak." Ucap mama vanya. Vanya melihat ada bekas memar di sudut bibir mamanya itu membuat vanya benar-benar murka.
"Kenapa ini memar ma." Ucap vanya datar menunjuk sudut bibir mamanya.
"Tidak apa-apa sayang, mama kepleset di kamar mandi kemarin." Ucap mamanya. Vanya melihat di mata mamanya tersimpan kebohongan.
"Jujur ma. mama gabisa bohong sama vanya." Ucap vanya datar. Mamanya pun hanya bisa diam saja.
"Apa yang anda lakukan terhadap mama saya." Ucap vanya dingin ke arah papanya.
"Vanya apa kamu masih marah sama papa." Ucap papa vanya
"Anda menyiksa mama saya kan." Ucap vanya datar
"Kenapa kamu menuduh papa nak." Ucap papa vanya
"Masih bisakah anda saya sebut papa, sedangkan anak tidak tau diri itu selalu anda bela." Ucap vanya datar menunjuk ke arah sharon. Papanya tidak dapat menjawab perkataan vanya.
"Mama ikut vanya saja, jangan pernah menginjakkan kaki disini lagi." Ucap vanya menatap mama nya
"Kamu tidak bisa membawa mama mu pergi dari sini." Ucap papa vanya
"Saya tidak peduli dengan ocehan anda tuan." Ucap vanya
"Vanya jangan melewati batasmu."bentak papa vanya.
Vanya yang geram pun menghampiri sharon dan menarik lengannya kasar.
"Heh lo ingat baik-baik ya, saat gue tau maksut terselubung yang kau rencanakan dan ibumu. Akan aku pastikan kau menyesal telah merusak kebahagiaan ku." Bentak vanya di telinga sharon.
"Vanya jangan sakiti sharon." Ucap papa vanya
"Dan aku pastikan kau akan mati di tanganku." Ucap vanya.
Plakk...
"Sudah papa katakan jangan sakiti sharon." Bentak papa vanya setelah menampar pipi kanan vanya. Vanya pun menghempaskan lengan sharon hingga tersungkur ke lantai, ia memegang pipi yang di tampar papa nya.
"Akan saya buktikan tuan kalau anda membela orang yang salah selama ini. Saya harap anda jangan pernah mencari saya dan mama lagi. satu hal lagi terimakasih atas tamparannya tuan. dan saat ini juga anda bukan papa saya. permisi.. " Ucap vanya lalu memegang tangan mama nya dan menggandengnya kearah keluar mansion. Lalu menuju ke mobil vanya saat ini harus mengamankan mamanya. Lalu melesat pergi ke apartemen vanessa, karena apartemen akan kosong dan sementara mamanya akan tinggal di apartemen itu.
Sialan,bokap gue sudah tiada, akan gue pastikan anda menyesal karena telah membela orang yang salah. Marga Bagaskara akan gue hapus dari nama gue. Batin vanya memukul setir mobilnya. Mama vanya yang melihat itu pun tau bagaimana perasaan anaknya.
"Vanya kamu jangan marah ya sayang sama papa kamu." Ucap mama vanya dengan nada lembut mengusap pundak putrinya.
"Vanya sudah tidak bisa menerima orang itu kembali ma." Ucap vanya dengan mata berkaca-kaca
"Sayang bagaimana pun juga dia papa kamu. Kamu jangan benci papa kamu ya nak." Ucap mama vanya tersenyum. Vanya tau dibalik senyuman itu terdapat luka yang dalam.
"Untuk tidak membencinya, vanya gak janji ma." Ucap vanya datar. Mama vanya pun hanya bisa menghela nafas nya lalu menatap ke arah keluar jendela.
Vanya pun melesat menuju ke apartemen vanessa. Vanya hanya diam saja memikirkan bagaimana cara membalas anak yang tiba-tiba datang dan merusak kebahagiaan keluarganya.
-APARTEMEN VANESSA
Ting tong...ting tong...
"Eh vi ada tamu tuh buka gih pintunya." Ucap irene kepada viola. Viola pun menuju ke arah pintu karena mereka sedang bermain playstation. Sedangkan viola sedang bermain PUBG.
Ceklek
"Vanya, lo balik ada...
"Gue kesini sama mama gue. Gapapa kan?" Ucap vanya memotong ucapan viola
"Lo tuh ngomong apasih van, udah masuk aja, mari masuk tante." Ucap viola. Vanya dan mama nya pun masuk ke apartemen. Mereka melihat vinda dan irene bermain playstation balapan mobil.
"HOOEEEE IRENE NYERAH AJA DEH." Teriak vinda
"HAHA GAK AKAN VIN." Teriak irene
"YESS, KAN GUE UDAH BILANG NYERAH AJA. GUE MENANG."Teriak vinda mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Lalu dia melihat ke belakang ada 3 orang yang menatapnya. Vinda pun cengengesan begitu juga dengan irene.
"Eh tante risa, maaf ya tan sangat berisik kita main PS."Ucap vinda menggaruk kepalanya tidak gatal
"Duduk dulu tante. Irene ambilin minum dulu ya." Ucap irene lalu beranjak ke dapur. Mama vanya pun sudah duduk di sofa.
"Tidak apa-apa vinda. Tante senang kalau kalian akur begini. Gak usah repot-repot irene." Ucap mama vanya karena bila melihat vinda dan irene pasti seperti melihat seekor kucing yang mengejar tikus.
"Tidak apa-apa tante, irene tidak merasa direpotkan." Ucap irene tersenyum hangat.
"Buat tante risa doang, gue mana?" Ucap vinda
"Sorry ya kalau buat lo ambil aja sendiri, karena pembantu itu mahal." Ucap irene ketus. Vinda pun cemberut. Hal itu membuat mama vanya tersenyum
"Gengs mama gue bakal tinggal di apartemen ini gapapa kan." Ucap vanya
"Gapapa van, nessa pasti ngijinin juga. Atau gak gitu lo tanyain aja ke dia." Ucap irene. Vanya pun mengangguk dan menelpon vanessa.
Tut...tut...
"Halo nes"
"..."
"Nyokap gue boleh kan tinggal di apartemen saat kita tinggal selama 3 tahun nanti."
"..."
"Gue bawa kabur Nyokap gue."
"..."
"Oke nes thanks ya lo emang baik."
Vanya pun memutuskan panggilannya. Vanya berniat untuk bicara ke mama nya.
"Ma, vanya mau minta ijin." Ucap vanya
"Minta ijin apa sayang." Ucap mama vanya
"Vanya sama teman-teman berencana mengikuti kelas akselerasi selama 3 tahun di negara F." Ucap vanya. Mama vanya pun terkejut karena anaknya akan meninggalkan dia sendiri di apartemen selama 3 tahun.
"Sayang, kenapa harus kesana? Dan mama gak enak sama vanessa kalau disini dengan waktu selama itu." Ucap mama vanya sendu
"Vanya ingin segera menyelesaikan pendidikan ma, mama tenang aja vanessa gak keberatan kok, mau mama tinggal disini berapa lama pun vanessa gak masalah." Ucap vanya. Sang mama pun memeluk putri semata wayangnya, vanya membalas pelukan mamanya.
Beruntung kamu nak memiliki teman yang baik-baik. Batin mama vanya lalu mengecup puncak kepala vanya.
Ma, vanya janji akan membalas semua perbuatan papa. Vanya sayang sama mama. Batin vanya lalu melepaskan pelukannya.
"Baiklah sayang kamu boleh pergi, jangan lupa untuk selalu menghubungi mama ya." Ucap mama vanya. Vanya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Tante risa sudah makan belum, kalau belum biar irene yang masakin khusus untuk tante." Ucap vinda
"Gue diem kena lagi kan sama lo vin." Ucap irene ketus.
"Lo gak ikhlas ya kalau masak buat tante risa." Ucap vinda
"Dih gue ikhlas kok, yang terpenting cuma tante risa yang makan, lo gak usah." Ucap irene
"Alah palingan masakan lo asin." Ucap vinda
"Apa lo bilang vin." Ucap irene
"Masakan lo asin dan kadang gak ada rasanya." Ucap vinda
"Awas aja lo sampai makan masakan gue. Gue geprek mulut lo." Ucap irene. Viola,vanya dan Mama vanya pun menggelengkan kepalanya.
"Kalian ini gaada hari tanpa berantem gitu bisa gak." Ucap viola
"ENGGAK" Ucap vinda dan irene serempak. Viola pun mendengus malas.
"Sudah sudah jangan berantem kita masak sama-sama aja." Ucap mama vanya tersenyum hangat.
Akhirnya mereka memasak bersama dengan mama vanya. Terkadang ditambahi tingkah kocak vinda dan irene yang hobi debat.
---------------^^^^---------------
Upnya segini dulu ya kak. karena chapter selanjutnya masih perlu di revisi ulang. jadi mohon bersabar ya 😀
Oh iya author ingetin lagi ya kak.
JANGAN LUPA BUAT LIKE,COMMENT DAN VOTE.
TERIMAKASIH:)
penasaran nihhh