NovelToon NovelToon
DI BALIK LUKA

DI BALIK LUKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nathasya90

Hannah pernah kehilangan segalanya—rumah tangga, impian menjadi seorang ibu, dan kepercayaan pada cinta. Saat ia mulai menata hidupnya kembali, Rayyan hadir tanpa memaksa, hanya perlahan membuktikan bahwa cinta yang tulus tidak pernah lahir dari paksaan. Namun ketika masa lalu kembali muncul, Hamnah harus memilih, tetap hidup bersama luka, atau memberi kesempatan pada hati untuk percaya sekali lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nathasya90, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DBL4

HARAPAN DAN REALITA

Amplop cokelat itu masih berada dalam genggaman Hannah ketika ia berdiri beberapa saat di depan pintu rumah. Isinya hanya beberapa lembar hasil pemeriksaan, tetapi entah kenapa terasa jauh lebih berat daripada tas kerja yang ia bawa di bahunya. Ia menarik napas panjang sebelum akhirnya memasukkan kunci ke lubang pintu.

Baru saja pintu terbuka, suara Romi langsung menyambutnya dari ruang keluarga.

"Sudah pulang?"

Hannah mengangguk kecil sambil melepas sepatu.

"Iya."

Romi segera bangkit dari sofa. Tatapannya langsung jatuh pada amplop yang masih berada di tangan istrinya.

"Itu hasil pemeriksaannya?"

Hannah mengikuti arah pandangan suaminya, lalu tanpa sadar menggenggam amplop itu sedikit lebih erat.

"Iya."

"Gimana hasilnya?"

Belum sempat Hannah menjawab, rasa lelah yang sejak tadi ia tahan justru semakin terasa. Seharian bekerja, kemudian mengambil hasil pemeriksaan di rumah sakit, lalu pulang dengan kepala yang dipenuhi begitu banyak pikiran. Jangankan menjelaskan hasilnya, untuk sekadar berdiri saja rasanya ia ingin segera merebahkan tubuh.

"Aku mandi dulu ya, Mas," ucapnya pelan. "Gerah."

Romi tampak sedikit kecewa karena pertanyaannya belum dijawab, tetapi ia mengangguk.

"Iya."

Hannah langsung berjalan menuju kamar. Ia tahu Romi pasti penasaran. Namun saat ini ia belum siap membicarakan apa pun sebelum menenangkan pikirannya sendiri. Air hangat yang mengalir dari pancuran sedikit demi sedikit membantu mengurangi penat di tubuhnya. Ia memejamkan mata cukup lama, membiarkan suara air memenuhi keheningan. Berkali-kali ia mencoba menyusun kalimat di kepalanya. Bagaimana kalau hasilnya nanti tidak sesuai harapan? Bagaimana kalau justru mereka harus menerima kenyataan yang jauh lebih berat daripada yang selama ini mereka bayangkan? Entah sudah berapa menit ia berada di dalam kamar mandi sampai akhirnya suara ketukan pelan terdengar dari luar.

"Na?"

Hannah membuka mata.

"Iya, Mas?"

"Lama?"

"Nggak kok."

"Ya sudah."

Suara langkah kaki Romi kembali menjauh. Hannah mengembuskan napas pelan. Ia tahu suaminya sedang gelisah. Begitu keluar dari kamar mandi, aroma bawang putih yang sedang ditumis langsung menyambut penciumannya.

Hannah berhenti di depan pintu dapur. Romi berdiri membelakanginya dengan celemek yang bahkan belum sempat dilepas dari gantungan. Di atas kompor, sebuah wajan kecil berisi nasi goreng yang tampaknya masih dalam proses dimasak. Gerakannya terlihat kikuk. Sesekali ia membuka layar ponsel yang disandarkan di dekat tempat bumbu, lalu kembali mengaduk isi wajan dengan wajah serius. Hannah tidak langsung menyapanya. Untuk beberapa detik, ia hanya memandangi punggung suaminya sambil menahan senyum tipis yang akhirnya muncul begitu saja.

"Kamu lagi ngapain?"

Romi sedikit terkejut. Ia buru-buru mematikan api kompor sebelum menoleh.

"Eh... udah selesai mandinya?"

Hannah mengangguk. "Iya."

Romi tersenyum canggung.

"Aku... cuma pengin bikin makan malam."

Hannah mengalihkan pandangan ke arah wajan, lalu ke meja dapur yang dipenuhi berbagai bumbu yang masih terbuka. "Resep dari internet?"

Romi terkekeh pelan.

"Ketahuan ya?"

Hannah mengangguk kecil.

"Soalnya bawang putihnya masih utuh begitu."

Romi ikut menoleh ke arah talenan.

"Iya juga ya..."

Keduanya sama-sama tertawa pelan. Tawa yang sederhana, tetapi cukup mengurangi ketegangan yang sejak tadi memenuhi rumah mereka. Hannah kemudian berjalan mendekat.

"Boleh aku lihat?"

"Boleh."

Ia mengambil spatula dari tangan suaminya, lalu mengaduk nasi goreng yang hampir matang.

"Sebentar lagi jadi kok."

Romi berdiri di sampingnya tanpa berkata apa-apa. Beberapa kali ia tampak ingin membuka pembicaraan, tetapi kembali mengurungkannya. Hannah menyadari itu. Ia mematikan kompor, lalu mulai membagi nasi goreng ke dua piring.

"Mas."

"Hm?"

"Makasih."

Romi menatap istrinya.

"Untuk apa?"

"Udah berusaha bikin makan malam untuk kita."

Romi tersenyum kecil.

"Tadi aku kepikiran..."

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan.

"...kayaknya aku salah waktu nanya."

Hannah ikut terdiam.

"Tadi kamu kelihatan capek."

"Aku memang capek."

"Maaf."

Hanya satu kata. Namun cukup membuat Hannah mengangkat wajah. Ia tahu Romi bukan meminta maaf karena bertanya soal hasil pemeriksaan. Suaminya sedang meminta maaf karena tidak peka.

Hannah menggeleng pelan.

"Nggak apa-apa."

Mereka membawa piring masing-masing ke meja makan. Tidak banyak percakapan yang terjadi selama beberapa menit pertama. Hanya suara sendok yang sesekali beradu pelan dengan piring. Barulah setelah makan malam hampir selesai, Hannah meraih amplop cokelat yang sejak tadi ia letakkan di samping meja. Ia mengusap permukaannya pelan sebelum meletakkannya tepat di depan Romi.

"Mas."

Romi menghentikan aktivitas makannya.

"Hm?"

"Aku sudah ambil semua hasil pemeriksaanku."

Tatapan Romi turun ke arah amplop itu.

Hannah menarik napas panjang.

"Dan aku pengin kita ke rumah sakit lagi."

Romi tidak langsung menjawab.

"Kali ini..."

Hannah menatap lurus ke arah suaminya.

"...aku nggak mau datang sendirian."

1
Nathasya90
rakus sih ini. mau dua-duanya 🤣
Nathasya90
nggak sabar juga pengen ketok pala Romi/Hammer/🤣
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
iih ternyata jelita nih maksa ya orgnya
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
wah enak ini makan siangnya
Eneng Farida
romi sm jelita memang cocok sm2 busuk nya hanna wanita baik cocoknya sm laki2 baik jga buruan cepat ketahuan atuh thor perselingkuhan romi laki2 tak thu dri
Nathasya90: setuju
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
aku juga pasti mikir yg ngga2 kalau jadi hannah
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
lihat jelita nih
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
aku juga. lebih milih kerja drpd masak. 😄
Nathasya90: setuju
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
aku jd hannah pasti mikir macam2 liat reaksi suami begitu
Nathasya90: nah iya kk, kentara banget sih itu.
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
kok aku jd deg2an ya. lanjut deh
Nathasya90: lanjut ka bacanya😍
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
lantas.. hanna yg dihujat terus masa ga kasian😞
Nathasya90: lalu tega gitu namanya dong ya. lebih milih jaga biar dia nggak terluka tapi nggak apa2 kalau istrinya yang terluka?
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
swmoga selalu baik2 aja seterusnya
uhen: mampir kk ke cerita aku 🙏🗿
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
memang begitu harusnya. menikah itu krn untuk mendapatkan pendamping hidup. senang dan susah bersama. hanya saja ada saja kerikil2 yg mengganggu. seperti pertanyaan mertua atau org2 disekitar kita. yang tadinya hati kita tidak apa2 lama kelamaan menjadi gelisah dan merasa minder
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
ayo romi.. periksa.
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
lelah sih kalau berjuang sendirian. lanjut
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
pasti lama kelamaan tekanan batin rasanya
Eneng Farida
romi laki2 tak tau dri udh untung ada istri yg mau nerima apa adanya ini mlh kesemsem sm org naru pantes nanti d tinggal hanna
Nathasya90
Haii guys... othor kembali lagi dengan judul buku baru. Semoga suka ya dengan anak baru aku🫰🏻❤️🥰

Jangan lupa kasih ⭐⭐⭐⭐⭐ biar othor makin semangat up nya ya.

Ditunggu semua komenannya.

Love sekeboon buat kalian💐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!