Malam itu Alea terbangun setelah menangis sepanjang hari karena Rey, sang kekasih yang tak datang ke acara pernikahan mereka. Alea berharap semuanya adalah mimpi buruk namun siapa sangka saat ia bangun dan membuka mata, itu lebih dari mimpi buruk
" Aku suamimu!" Begitu terkejutnya Alea dengan pria yang sedang duduk manis menampilkan senyum smirk yang menyebalkan untuk Alea, ia merasa kunang-kunang berputar dikepalanya
Bagaimana bisa presdir baru ditempatnya bekerja kini menjadi suaminya? Apa yang harus Alea lakukan dengan pria yang pernah menjadi cinta satu malamnya itu?
Ikuti kisahnya ➡️
Jangan tinggalkan jejak, like, rate dan vote
Salam hangat Author 🌞
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon irra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hukuman untuk Alea
🍃🍃🍃🍃
Danish tak menyiakan kesempatan. Ia segera membopong Alea ala bridal
" Dan, punggungmu!" Alea menyentuh pundak Danish dengan jemari lentiknya
" Aku bukan pria lemah Alea." Balas Danish dengan suara serak. Danish berjalan tergesa-gesa untuk mencapai ranjang empuk yang berada disudut ruangan. Disaat sampai ia membaringkan Alea dan meniinndih dengan tubuhnya. Tatapannya berkabut menerkam Alea
" Aku akan memberi hukuman padamu!"
" Memangnya apa salahku?" Tanya Alea polos
" Beraninya kau telanjjang didepanku!" Alea malah tersenyum manis dan menangkup wajah Danish
" Aku tidak takut!" Danish menyeringai, tangannya merayap pada satu buah dada Alea, mencengkramnya pelan lalu meraup bibir yang sejak tadi menggodanya
Bibir keduanya saling bertaut menciptakan suara decap erotis malam sunyi ini, sesekali lenguhan Alea terdengar ditelinga Danish. Tubuh wanita itu menggeliyat-geliyat karena Danish yang terus memainkan buah dadanya
" Uhhhhm Dan." Dsaahan itu lolos begitu saja dari bibir Alea. Ketika jemari Danish yang dibuah dada itu turun ke bawah membelai perut rata Alea sambil bibirnya juga merayap kebawah menodai leher Alea dengan kissmark
Danish bangkit berlutut didepan Alea, dengan tergesa-gesa membuka kemeja yang masih membalut tubuhnya. Disaat Danish sudah melepas pakaian atasnya disaat itu juga Alea memalingkan wajah, kedua pipinya merona menatap pahatan sempurna karya Tuhan. Setiap lekuknya begitu indah dimata Alea membuat darah Alea berdesir cepat, tubuhnya memanas dan keringat mulai merenung diseluruh tubuhnya
" Kau menyukainya Alea?" suara parau itu semakin menggoda Alea, apalagi kini pria itu mendekat menarik dagu Alea agar menatapnya. Meskipun sangat gugup, Alea mencoba menatap netra hazel itu
Kedua mata Danish jelalatan kebawah pada buah dada Alea yang terhimpit oleh dadanya. Renungan keringat disekitar dada menjadi perhatian Danish. Danish mendekatkan wajahnya, menjilati renungan keringat didada dan buah dada itu
Alea tak tahan, ia menggigiti jemarinya sendiri menatapi Danish. Hangat dan kenyalnya lidah itu Alea rasakan disekitar dadanya
" Dan." Danish tersenyum, ia melihat Alea, wajahnya sudah sangat bergairah
" Manis Alea!" Bisik Danish lalu melakukannya lagi, semua bagian yang basah oleh keringat itu kini bercampur basah dengan air liurnya
Sialnya Alea sangat menikmati semua ini, jika dulu Danish tergesa-gesa dalam menidurinya namun berbeda untuk kali ini, pria itu melakukannya perlahan, benar-benar ingin merasakan setiap inci tubuh Alea
" Uhhhmm." Kepala Alea tak diam membuat Danish tersenyum
" Enak?" Tanya Danish menyentuh puncak dada yang baru saja ia kulum dimulutnya itu dengan telunjuk
Seakan tersihir, Alea menganggukan kepalanya
" Ini belum seberapa Alea." Bisik Danish menatap Alea sekilas lalu mengulum lagi puncak buah dada itu, kali ini ia menghisapnya pelan
" Aahh." Mendengar suara rintihan Alea semakin kencang, Danish mulai gencar, hisapan dan juga remmasan jemarinya pada buah dada Alea kian kuat. Seakan sangat gemas, pria itu meraup hampir setengah buah dada Alea dengan mulutnya
Tangan yang dibuah dada Alea yang satunya lagi mulai turun menelusuri perut Alea dan bertuju dibawah, area sensitif yang telah basah karena permainan Danish di buah dada wanita itu
Danish melepaskan buah dada itu seiring dengan jari tengahnya yang menyeruak masuk pada kewwanitaan Alea. Danish ingin melihat ekpresi wajah Alea, kedua mata itu terpejam dalam dan mulutnya menganga lebar dengan jeritan kecil
" Uhhhm Alea, V**inamu sempit sekali." Danish menggeram nikmat membayangkan betapa akan senang sang adik didalam sana nanti
Mendengar kata frontal itu Alea membuka mata, telunjuknya menahan bibir Danish tetapi pria itu malah tersenyum manis padanya. Tak memahami betapa Alea sangat malu mendengar perkataan Danish
Seketika itu Alea menahan jemari Danish yang akan bergerak memainkan kewannitaannya." Aku membuatmu melayang sayang." Bisik Danish tak menghiraukan jemari Alea, ia lebih kuat dari Alea dan memaju mundurkan jari tengah itu dengan cepat
Membuat Alea berisik bukan main. Jemari itu merayap keatas pada lengan Danish yang berotot, memegangnya begitu kuat dengan pandangan tertuju kebawah, sesekali Alea menggigit bibir bawah agar suaranya tertahan
Danish sangat puas melihat Alea yang tampak sangat menikmati permainannya. Membuatnya semakin bersemangat dan kian mempercepat gerakan tangan itu
" Dan." Alea menggelengkan kepala, perasaan wanita itu sudah tak karuan
" Keluarkan sayang." Bisikan itu membuat Alea semakin tak tahan, tubuhnya menengang lalu bergetar hebat. Spontan Danish mencabut jarinya dan beringus bergerak kebawah membuka kedua paha Alea, ia menyusupkan wajah untuk meneguk caiiran cinta yang hangat dikewaanitaan itu. Alea semakin menjerit melihat Danish dibawah sana, rasa nikmat dan malu bercampur jadi satu
" Dan." Alea menyentuh rambut Danish yang basah oleh keringat menegur pria itu agar berhenti, tetapi bukannya berhenti pria itu malah memanjakan Alea lagi membuat Alea tergoda lagi, bibirnya merintih lagi merasakan setiap detailnya lidah itu main dengan lincah dibawah sana
" Uhhm Danish kumohon!" Racau Alea dengan kedua mata merem melek apalagi saat kedua jemari Danish ikut memainkan buah dadanya, sesuatu kembali ingin meledak dibawah sana
Suara decap lidah Danish menambah suasana panas malam ini. Alea kembali mencapai puncaj untuk kedua kalinya dan Danish menikmati caiiran memabukan itu lagi. Setelah puas pria itu bangkit sembari mengusap bibirnya yang masih basah. Menatapi Alea yang terengah karena ulahnya, sambil memperhatikan Alea, Danish membuka sabuk yang masih melingkar ditubuhnya. Kemudian kedua celananya
Alea tampak gugup melihat benda dengan ukuran super besar itu sudah tegak berdiri lalu melihat wajah Danish, tatapan itu menusuk, membuat seluruh tubuh Alea kian memanas, api gairah kian bergejolak dalam tubuh Alea
" Tuhan, tampan sekali." Batin Alea
" Berbalik." Perintah pria itu dengan suara bassnya. Langsung dilakukan Alea, wanita itu bergerak telungkup, membiarkan Danish menatapi bagian belakangnya
" Uhhhm." Alea merintih lagi ketika ia merasakan bibir dan lidah Danish mendarat di bokongnya
" Tubuhmu sangat indah sayang." Demi Tuhan, dipanggil sayang oleh Danish adalah hal yang menyenangkan untuk Alea
Bibir dan lidah itu semakin naik keatas seiring dengan benda hangat dan keras itu Alea rasakan diarea tengah bokongnya. Alea menggigit bibir bawahnya merasakan itu
" Besar sekali Dan!" Kata itu lolos begitu saja dari bibir Alea
" Agar kau puas." Jawab Danish ditelinga kiri Alea dengan seringai nakalnya. Untuk beberapa saat Danish memainkan adiknya diantara belahan bokong Alea, bibirnya masih betah menciumi tengkuk dan punggung Alea, seolah tak ingin ada yang terlewat
Keduanya saling menikmati tubuh yang menempel satu sama lain, mata mereka saling terpejam dengan bibir yang mengeluarkan desisan pelan." Kita ke permainan inti Alea." Danish memberi jarak tubuhnya sambil mengubah posisi Alea, wanita itu kini terlentang dibawahnya
Saking panasnya suasana, keringat yang didagu Danish menetes ke atas buah dada Alea yang masih padat, Danish memperhatikan itu lalu menjilatnya dengan pelan. Kemudian kembali menatap Alea sembari membuka kedua kaki Alea dengan satu tangannya
Alea tampak gugup ketika Danish mulai memposisikan dirinya. Jemari Alea memegang kuat lengan Danish yang disamping kepalanya
" Alea." Alea menaikan pandangannya pada wajah Danish, ia tidak tahu itu adalah trik Danish agar Alea mengalihkan pandangannya dari bawah
" Aaaaakkkkkkhhhhhh!" Alea menjerit histeris saat dorongan kuat terasa membelah kewanitaaanya, rasanya sakit tapi juga terasa nikmat
" Ahhmmm Fu*k!" Danish mencengkram satu paha itu dengan kuat, tak berbeda dengan Alea Danish pun merasa kesakitan, adiknya terasa terjepit dibawah sana
" Sempit sekali Alea!" Bisik Danish ditelinga Alea. Keduanya saling menatap sejenak, Danish merasa tak tega ketika kedua mata itu menggenang airmata
" Kau menyesal hmm?" Alea menggelengkan kepala. Jemari Danish yang dipaha itu beralih pada pipi Alea, mengusapnya pelan
" Sakit." Danish mengecup bibir itu mesra, menatap lagi Alea
" Buka kedua kakimu selebar mungkin." perintah Danish dan langsung dilakukan Alea
" Sssshhhhh." Tetap tak mengurangi rasa sakit Alea, didalam sana terasa penuh dan ketat, dingding rahimnya terasa ditekan kuat oleh junior Danish yang sepertinya kian membesar
Airmata Alea berderai ketika pria itu mulai menggerakan pinggulnya dengan pelan. Menahan rasa sakit akibat pergerakan itu." sebentar sayang, sakitnya hanya sebentar." Ucap Danish dengan satu jemari masih dipipi Alea. Kedua matanya tak henti menatapi Alea yang merintih dibawah kungkungannya
Danish menarik jemari lentik yang sedang bertumpu dipinggangnya, menuntun melingkar dilehernya. Kedua tangan Danish menyusup kebawah merengkuh tubuh Alea seerat mungkin lalu meraup bibir Alea yang tak henti merintih. Danish mempercepat gerakan pinggulnya menghujam begitu kuat dan dalam, sesuatu didalam sana sudah tak mampu ia tahan
" Sial nikmat sekali, sayang, V**inamu sempiiiithhh!" Racau Danish. Sekitar 15 menit Danish berpacu, ia sudah tak bisa menahannya meski sebenarnya ini terlalu awal untuk Danish. Ia mengejar pelepasan bersama Alea hingga ranjang itu berderit kencang. Gerakan Danish tak beraturan lagi
" Ohh f**k!!!!" Danish meledakan cairann itu disusul Alea, tubuh keduanya menegang sempurna. Danish kian menancapkan kejantanannnya hingga keujung. Keduanya Melayang bersama merasakan meleburnya cairran hangat didalam sana
" Alea, Danish!" Keduanya saling memanggil
-
-
bener2 lho. nasib perempuan dibuat rendah banget di novel. hanya dijadikan istri yg tersakiti. capedeee
terinspirasi ikan terbang banget blm lagi penuh dgn pelakor. seakan masalah rumahtangga selalu peremuan terobsesi.
Aku mampir
Salam kenal 💐❤️