NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Dua Dewa (Api Dan Air)

Reinkarnasi Dua Dewa (Api Dan Air)

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:201.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: Rahmat Kurniawan

Dewa Api dan Dewa Air di berikan tugas oleh Sang Raja Alam untuk mencari 12 Kekuatan yang tersebar di berbagai penjuru semesta akibat kecerobohan Sang Elemen. Tujuan mereka mengumpulkan kekuatan itu adalah untuk menghentikan Raja dan Ratu Iblis dalam menguasai alam semesta.

Akankah mereka mampu menemukan kristal elemen yang tersebar dan mengalahkan Raja dan Ratu Iblis serta menyelamatkan Alam Semesta?

ikuti kisahnya di 'Reinkarnasi Dua Dewa'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmat Kurniawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 33. Goa

Xiao Wang melanjutkan perjalanannya setelah selesai menolong murid-murid sekte Golok Putih. Ia juga sempat di ajak untuk berkunjung ke sekte tersebut namun ia menolaknya.

Tak ada sesuatu yang menghalangi dirinya ketika di perjalanan, palingan ia akan berhenti hanya untuk beristirahat atau karena hari telah gelap.

Setelah dua hari melakukan perjalanan, ia pun sampai pada sebuah goa.

"Apakah goa ini tempat yang kau maksud Bo Ji?"

"Kalau aku tak salah, sepertinya memang tempat ini."

"Hmm." Xiao Wang menjadi ragu mendengar jawaban Bo Ji. Ada sedikit rasa kesal di benaknya, bagaimana tidak, ia telah jauh-jauh berjalan sampai ke sini. Kalau saja memang bukan tempat ini yang ia maksud, maka sia-sialah semuanya.

"Kau tenang saja bocah, ingatanku tak mungkin keliru."

Dengan kesal sekaligus ragu-ragu, Xiao Wang memasuki goa itu. Tak ada apa-apa yang ia dapat selain kegelapan.

Nampaknya goa itu sangat panjang. Semakin ke dalam, maka akan semakin gelap pula. Akhirnya ia memutuskan menarik pedangnya dan mengalirinya dengan Qi. Seketika pedangnya mengeluarkan cahaya.

Ia pun dapat melihat di sekitarnya walaupun agak temaram. Entah sudah berapa jam ia berjalan, namun ia tak kunjung menemukan ujung dari goa itu.

Ia merasa putus asa dan berniat kembali.

"Bocah, apa yang kau lakukan. Kenapa kau berbalik?"

"Bo Ji apakah kau tak melihat. Dari tadi aku berjalan, namun aku tak menemukan ujung dari goa ini. Tak hanya itu, bahkan goa ini sangat gelap."

"Kau pikir aku ini buta apa. Kau tak tau apa-apa. Aku yang lebih tau, karena aku yang lebih dewasa. Cepat lanjutkan!"

Xiao Wang hanya mendengus kesal lalu kembali membalikan badannya. Setelah cukup lama berjalan namun tak kunjung menemukan ujungnya, membuat ia semakin kesal. Ia pun menghentakkan kakinya karena jengkel.

Sebuah keajaiban terjadi ketika ia menghentakkan kakinya. Tiba-tiba, saja ruangan yang gelap kini di terangi oleh api dari obor yang menyala satu persatu.

Kaget, begitulah yang di rasakan oleh Xiao Wang saat ini. Ia dengan cepat menoleh ke bawah kakinya, dan benar saja, ada sebuah batu berbentuk tombol.

Ia pun kembali berjalan dengan menggunakan api-api itu sebagai petunjuk.

Lama berjalan, ia menemukan api itu berhenti tepat di sebuah dinding goa

Xiao Wang mendekati dinding itu, "Bo Ji, kenapa aku tak menemukan sesuatu. Hanya sebuah dinding kosong yang ada di depanku?"

"Bocah, yang kau cari ada di balik dinding itu. Sekarang kau ambil obor yang ada pada dinding di depanmu!"

Xiao Wang menuruti perkataan Bo Ji. Sesaat setelah ia mengangkat obor tersebut. Tiba-tiba terjadi gempa, Xiao Wang panik saat itu juga. Ingin rasanya ia berlari, takut goa itu hancur.

"Kau tenang saja bocah.goa ini tak akan hancur."

Saat sedang panik-paniknya, mendadak dinding di hadapannya bergeser. Perlahan tapi pasti, dinding itu menciptakan celah yang semakin lama semakin membesar, memperlihatkan sebuah ruangan yang agak luas.

"Woahh!" pekik Xiao Wang, rasa paniknya hilang seketika bergantikan rasa takjub.

Beberapa saat, gempa itu akhirnya berhenti. Xiao Wang tanpa pikir langsung memasuki ruangan tersebut.

Pandangannya menilik di sekitar. Di hadapannya terdapat sebuah kolam yang memancarkan uap yang sangat banyak. Pada setiap sisi dari ruangan itu terdapat sebuah pilar yang berukuran 3 meter, dan memancarkan sinar terang berwarna putih. Pilar-pilar itulah yang menerangi ruangan ini.

Terdapat juga sebuah benda menyala yang berwarna merah di seberang air.

Belum selesai dengan kekagumannya, tiba-tiba ia di kejutkan kembali oleh gempa, dinding yang semula membuka, kini bergeser dan menutup kembali.

Xiao Wang yang melihat itu menjadi panik. Dengan segera ia menghampiri dinding itu, berharap ia bisa keluar atau setidaknya ia bisa menahan dinding itu dengan sesuatu.

Namun karena gempa yang begitu kerasnya mengguncang goa, membuatnya tak bisa mengontrol keseimbangannya.

Tepat setelah dinding itu tertutup rapat, gempa juga ikut berakhir. Xiao Wang bertambah panik, ia dengan segera menghampiri dinding itu, lalu memukul-mukulnya. Namun sekeras apapun ia berusaha, pintu itu tetap tak mau terbuka.

"Apa yang kau lakukan bocah? Kau sangat aneh."

"Bo Ji, bagaimana cara kita keluar dari sini."

"Kenapa kau sangat terburu-buru ingin pulang, bukan kah tujuanmu kemari untuk berlatih?"

"Aku.."

"Sudahlah bocah, sekarang cepat kau berendam di air panas ini."

"Um." Tanpa banyak berpikir, Xiao Wang langsung menuruti perkataan Bo Ji.

Ia membuka semua pakaiannya, lalu mencemplung ke dalam air.

Air itu terasa panas, namun juga nyaman. Beberapa saat ia berendam, ia merasakan tubuhnya yang kelelahanan mulai membaik.

Satu hari penuh berendam, tiba-tiba saja ia merasakan tulangnya yang mulai remuk dengan sendirinya.

"Celaka. Bocah, cepat ke alam bawah sadarmu!"

Xiao Wang menuruti ucapan Bo Ji barusan, namun ia tak dapat masuk karena pikirannya tak fokus, disebabkan tulangnya yang semakin lama semakin remuk, membuat ia tak berhenti mengerang kesakitan.

Terpaksa Bo Ji harus menarik paksa jiwa Xiao Wang ke alam bawah sadarnya.

Sesaat, terdengar suara retakan pada tulang Xiao wang, bunyi itu semakin lama akan semakin keras. Hingga akhirnya tulang-tulangnya hancur.

Beberapa saat, tulang itu perlahan menyatu kembali. Bahkan kualitasnya lebih baik dari sebelumnya.

Xiao Wang sangat terkesima menyaksikan itu dari alam bawah sadarnya.

"Bocah, sekarang kau kembali ke dunia nyata!"

"Baik."

"Bocah, cabut benda warna merah yang ada di hadapanmu!"

Xiao Wang yang telah kembali di tubuhnya, langsung memandang arah yang di maksud Bo Ji. Setelah itu ia langsung menuju benda tersebut.

Tampak benda tersebut adalah cincin seukuran jari orang dewasa. Xiao Wang mengernyit melihat benda tersebut.

"Bocah teteskan darahmu pada batu cincin itu!"

Xiao Wang mengangguk lalu menarik pedangnya dan mengiris jari telunjuknya. Segera ia letakkan jarinya ke atas cincin tersebut.

Darah menetes mengenai cincin itu. Tiba-tiba, cincin itu memancarkan cahaya terang sesaat sebelum akhirnya redup.

"Sekarang, pakailah cincin itu!"

Xiao Wang agak ragu untuk menuruti perkataan Bo Ji kali ini, pasalnya cincin itu sangat besar baginya. Membutuhkan sekitar dua jari mungilnya baru bisa pas.

"Kau tenang saja bocah, cincin itu akan menyesuaikan diri dengan jari kecilmu itu. Kalau tak percaya, silahkan mencobanya!"

Dengan ragu, Xiao Wang mengambil cincin tersebut lalu memasangnya pada jari tengahnya. Cincin itu bersinar sesaat, setelahnya ukuran cincin itu menjadi kecil dan pas di jari mungilnya.

"Woahh."

"Oh iya Bo Ji, apa kegunaan cincin ini?"

"Dengan cincin itu, kau bisa menyimpan benda-benda tak bernyawa di dalamnya."

Bo Ji kemudian menjelaskan tentang cincin itu kepada Xiao Wang lebih detail, terkait kegunaan, cara menggunakannya, dan juga isi yang ada dalam cincin itu.

1
BOEDI
mantap
BOEDI
belum ada kelanjutannya
Indah Hidayat
dicari kok tdk ada novel tsb thor???
Indah Hidayat
adegan kurang menantang hanya tanding lomba saja.
Indah Hidayat
bagus sich hanya byk adegan terlalu remeh dan panj
Indah Hidayat
jadi membosankan hanya latihan dgn temannya.
Indah Hidayat
pasukan mayat hidup
Indah Hidayat
si mc tolol artinya tdk cerdas
Indah Hidayat
aduh kok si mc tololl tingkat dewa
Indah Hidayat
mc nya ada 2 tapi si thor pilih kasih dlm menceritrakannya
Indah Hidayat
agak aneh anak umur 7 th di ijinkan pergi berkelana
Indah Hidayat
bocil.7 th si jadi kan mc ...begitulah otaknya lelet tqpi urusan pacaran kok cerdas ya...itu otaknya eror
Indah Hidayat
agak tdk masuk akal anak umur 5 - 6 th kok sdh tahu pacaran ??? apa si thor waktu usia 6 th sdh mulai melirik bocil 5 th ????
Indah Hidayat
lha yg akan menysuk jantung si mc kok tdk diapa2kan?
Indah Hidayat
bagus ide ceritranya
Indah Hidayat
si thor tdk teliti, nama chen li ketuker dgn xiao wang terus.
Indah Hidayat
agak aneh bocil usia 6 th kok tahu mencium
Indah Hidayat
ada 2 yg reinkarnasi?
Mia Sagitarius
payah semua..huh..novel apaan nih..sampah!!!
Mia Sagitarius
memang dungu dan bodh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!