Assalamualaikum readers ketemu lagi di novel Author lagi, semoga kalian tidak bosan membaca novel Author, Happy reading....
CINTA BISA BERTAHAN DALAM KESEDERHANAAN
TETAPI TIDAK DALAM PENGHINAAN
CINTA ITU SUCI DAN HARUS DI HORMATI
KETIKA RASA HORMAT DALAM CINTA MENGHILANG
CINTA ITU AKAN PERLAHAN PERGI.
Bastian Wirayudha pria berusia 33 tahun harus hidup seperti robot di dalam keluarga istrinya shopia Valentine Grace 30 tahun, kehidupan Bastian di istana mewah milik istrinya tak ubahnya seorang budak, ia harus mengikuti setiap perkataan ayah mertuanya yang dikenal seorang konglomerat yang memiliki kekuasaan yang besar di bidang ekonomi maupun pemerintahan.
Bastian bukanlah pria miskin, ia juga berasal dari keluarga pengusaha yang cukup mapan, tapi karena strata keluarga Bastian lebih rendah, maka Bastian seperti tidak ada harga dirinya di keluarga istrinya.
suatu hari ia bertemu gadis sederhana yang menyimpan sejuta rahasia, yang menyadarkan dia akan sebuah arti cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 25
Siang itu, setelah keluar dari gedung PT Cakra Buana, Ghina dan Andrian akhirnya menuju area parkir bawah tanah.
" Kita pulang sekarang "
" Jangan aneh-aneh lagi, kalau tidak aku akan ikat kaki dan tanganmu dan aku masukin kamu ke bagasi "
Kata Andrian sambil mengeluarkan kunci mobil.
Ghina mengangguk pelan.
" Iya " sahut Ghina.
Namun langkah Ghina tiba-tiba terhenti.
Matanya membelalak.
" Itu...!!" seru Ghina.
" Apalagi...kodok "
Andrian mengikuti arah pandang Ghina.
Tak jauh dari sana, sebuah mobil hitam terparkir.
Dan di dekat mobil itu berdiri dua orang yang sangat mereka kenal.
Marion Dan Sophia.
Keduanya tampak berbicara pelan .
Andrian langsung mengernyit.
" Kenapa mereka ada di sini?"
Ghina menggeleng pelan.
" Cepat masuk ke mobil " kata Andrian sebelum tahu keberadaannya.
Namun perasaan tidak nyaman di hatinya semakin besar.
"Jangan-jangan..."
" Ghina, cepat masuk ke dalam mobil "
Keduanya langsung masuk ke mobil mereka.
Ghina dan Andrian terus memperhatikan mobil Marion dan Shopia.
Andrian hendak menyalakan mobil, tapi tangannya di tahan Ghina.
" Jangan pergi dulu kak "
Ghina mengambil ponselnya kembali dan menyalakan videonya.
Andrian kembali menghela nafas panjang.
Karena Ghina merasa ada sesuatu yang tidak beres.
Tak lama Ghina melihat Marion dan shopia menoleh ke beberapa arah dan tak lama kemudian keduanya masuk ke dalam mobil.
Ghina dan Andrian terus memperhatikan mobil itu.
Namun anehnya...
Mobil itu tidak juga pergi.
Lima menit.
Sepuluh menit.
Lima belas menit.
Mobil itu masih terparkir di tempat yang sama.
Ghina dan Andrian saling berpandangan.
"Apa yang mereka lakukan?"
bisik Ghina.
Andrian mengangkat bahu.
" Tidak tahu." sahut Andrian.
" Lebih baik kita pergi dari sini, ini sudah tidak sehat untuk otakmu "
Andrian sebenar tahu apa yang di lakukan pasangan itu di dalam mobil selama itu, apalagi Andrian melihat mobil itu bergoyang pelan.
saat Andrian hendak menyalakan mobilnya kembali.
" Tunggu kak.."
pintu mobil akhirnya terbuka.
Sophia keluar terlebih dahulu.
Ia merapikan pakaiannya dan melihat sekeliling sejenak sebelum berjalan menuju lift karyawan.
Lift yang langsung menuju lantai atas gedung.
Sedangkan beberapa saat kemudian, mobil Marion mulai bergerak dan keluar dari area parkir bawah tanah.
Ghina memandang kepergian mobil itu dengan wajah serius.
Perasaannya semakin tidak enak.
Karena semua yang dilihatnya hari ini membuat satu pertanyaan terus berputar di kepalanya.
Bagaimana jika Bastian tahu, Bagaimana perasaannya, jika istri dan mantan sahabatnya itu menjalin cinta di belakangnya.
" Kita pulang Kak " kata Ghina akhirnya setelah ia mematikan video di ponselnya.
Andrian menyalakan mobilnya dan melajukan mobilnya keluar basemen.
Tanpa di sadari semua orang ada sebuah mobil yang memantau mereka di area parkir.
" Tuan, Nona muda sudah mulai pergi dari perusahaan itu, kami akan mengikutinya "
" Pastikan mereka pulang "
" Baik tuan "
******
Setelah perjalanan panjang, akhirnya malam itu Ghina dan Andrian tiba kembali di Kota X.
Begitu pintu rumah terbuka...
Keduanya langsung berhenti.
Karena di ruang tamu sudah ada tiga orang yang menunggu.
Zayn, Kemal, Dan Ghani.
Suasananya sangat hening.
Dan ekspresi mereka...
Tidak terlihat ramah.
Terutama Zayn.
Pria itu duduk dengan tangan terlipat dan wajah serius.
Andrian langsung berdeham pelan.
" Sepertinya... kita pulang di waktu yang salah." kata Andrian.
Ghina menelan ludah.
" Benar kak, apa sebaiknya Kita kembali lagi saja "
" Aku rasa itu ide yang buruk, satu langkah akan membuat nyawa kita berkurang satu hari " kata Andrian.
Keduanya masih mematung di depan pintu.
" Berani kalian melangkah satu langkah saja, aku kirim kalian ke uncle Rain " seru Zayn.
" Matilah kita Ghina, kita akan satu kandang dengan si Belang " kta Andrian.
" Masuk !!!" seru Zayn.
Kemal dan Ghani hanya memperhatikan Andrian dan Ghina.
"Daddy..."
Zayn tidak menjawab.
Justru menatap putrinya cukup lama.
Lalu berkata pelan,
" Kemarilah "
Nada suaranya tenang.
Namun justru itulah yang membuat Ghina semakin gugup.
Perlahan, ia berjalan mendekat.
" Senang jalan-jalannya?"
tanya Zayn.
Ghina tersenyum kecil.
"Hehe..." Ghina mengangguk kecil.
" Kota Y bagus?"
"Iya...Dad " sahut Ghina sambil menggaruk kepalanya.
" Menyenangkan?"
"...Lumayan Dad "
Zayn mengembuskan napas panjang.
" Kamu tahu apa kesalahanmu "
Ghina langsung menunduk.
" Kamu membuat semua orang khawatir."
" Daddy, aku..."
" Dan kamu Andrian.."
Andrian langsung mengangkat kedua tangan.
" Saya korban, Uncle."
" Si kodok yang terus memaksaku ikut, padahal aku sudah membujuknya untuk pulang "
" Tapi ia terus merenggek minta di antar ke kota Y "
" Uncle tahu kan kalau Ghina tantrum di jalan, bisa macet panjang jalanannya uncle "
" Jadi aku menurutinya, dari pada saya harus menenangkan si kodok tantrum uncle "
Kemal sampai menahan tawanya, Kemal tahu kedua anak itu selalu saja membuat masalah, usia Andrian memang lebih tua sedikit dari Ghina, tapi mereka selalu kompak kalau membuat masalah.
Sedangkan Ghani hanya menggelengkan kepala dengan tatapan dingin pada saudara kembarnya itu.
Zayn kembali menatap putrinya.
" Apa yang sebenarnya kamu cari di sana?"
Ghina terdiam dan menatap ke arah Ghani, Ghina yakin Daddy sudah tahu tujuannya ke kota Y, Ghani pasti sudah memberitahu Daddynya.
Melihat putrinya diam dan menunduk, Zayn menghela napas panjang.
Kemarahannya perlahan mereda.
Bagaimanapun juga, Ghina sudah pulang dengan selamat.
" Ini terakhir kalinya kamu pergi seperti itu." ucapnya tegas.
Ghina mengangguk pelan.
"Iya, Daddy."
Beberapa detik kemudian, ia memberanikan diri mengangkat wajah.
"Daddy..."
"Hm?"
"Aku... ingin bicara "
Zayn mengernyit.
Melihat raut serius di wajah putrinya, ia tahu apa yang akan di bicarakan putrinya itu.
Ia memiliki firasat bahwa semua yang akan di katakan putrinya itu pasti berhubungan dengan satu nama...Yaitu Bastian.
" Masuk kekamarmu, kita bicara besok " kata Zayn.
" Dan kamu Andrian, besok kamu harus lembur untuk menebus hari ini " kata Zayn.
Andrian hanya menghela nafas berat dan mengangguk pelan.
" Cepat ke kamarmu " kata Zayn tegas pada Ghina.
Ghina langsung berlari kecil ke lantai dua melalui tangga.
" Kita pulang, kamu juga akan pendapatankan hukuman dari papa " kata Kemal sambil memukul pelan bahu putranya.
" Zayn, aku pulang dulu " pamit Kemal.
" Hemm.."
Setelah Kemal pergi, Zayn menatap ke arah Ghani.
" Cari tahu lebih banyak tentang Pt. Cakra Buana, aku yakin kakakmu tidak akan berhenti di sini "
" Baik Dad "
Akhirnya malam itu Zayn bisa bernafas lega setelah melihat putri satu-satunya itu pulang ke rumah.
Tapi itu hanya awal, Zayn tahu apa yang akan di lakukan putrinya itu, ia tahu tabiat putrinya, Zayn sudah mempersiapkan hatinya dan tentunya obat sakit kepalanya.
" Pa...ternyata ini yang kamu rasakan dulu, pantas saja papa dulu sering menstok obat sakit kepala " gumam Zayn sambil memijat kepalanya.
#######
Jangan main- main dengan Keluarag Manggala & Narendar apalagi Keluaraga dari bestiè sebelahnya yang sekaligus jadi besan Manggala yaitu keluarga Pradipta ( Dio Fandi Pradipta ) semua keturunan dari tiga keluarga besar adalah bibit premium.. 🥰🥰🥰
Bastian akan lebih kaget lagi jika tahu siapa Ghina sebenarnya.. belum lagi ketangGuhan dalam. bela dirinya yang bergelar sabuk hitam malah mungkin melebihi itu.. jadi walaupun keluarga Tan mau bikin ulah pada Ghini atau Bastian.. siap- siap aja akan di kerangkeng di bawah tanah milik pribadi kelurga besar Ghina..
Yakinlah Bastian.. langkah yang kau ambil sudah tepat Bahakan kamunakan dapat kebahagiaan yang tidak kamu bayangin sebelumnya.. begitupun dengan anakmu Vallen.. akan mendapatkan kasih sayang yang Tulus dari Ghina & Keluarga besarnya...
Keberanianmu sangat gentle sebagai perempuan yang bermartabat Ghina.., Mantap + KeReeenNn...👍🏻👍👍🏻💙💛💙😘😘😘
menyesal tiada guna ...