NovelToon NovelToon
Sword Wanderer Live'S Stream

Sword Wanderer Live'S Stream

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Anak Genius
Popularitas:177
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

Satu... dua... tiga..."

​Gua merem, terus ngebuka mata lagi. Angka yang ada di layar hologram tablet lipat di depan gua masih sama. Gak berubah, gak berkurang nolnya, dan tetep bikin mual.

​[Harga Eceran Resmi: 120.000.000 KRW (Termasuk Pajak)]

​"Seratus dua puluh juta won..." Gua ngegandeng dagu pakai kedua tangan, natap angka itu kayak lagi natap musuh bebuyutan di kehidupan lalu. "Ini mah bukan sekadar mahal, tapi udah gak ngotak buat kantong orang kayak gua."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26.Faksi serigala

Langkah kaki itu teratur, berat, dan disengaja. Tidak ada keraguan dalam ritme detaknya, seolah-olah mereka adalah pemilik sah wilayah reruntuhan ini.

Gua memberi isyarat tangan pada Jinho agar segera mematikan seluruh sumber cahaya di dalam bunker. Kegelapan total menyelimuti kami, hanya menyisakan celah cahaya bulan merah darah yang menembus atap teater yang bocor.

Gua menempelkan punggung di dinding beton tepat di sisi pintu yang hancur, *Bone-Eater* sudah berada dalam posisi siap tebas yang paling efisien.

Lima orang pria muncul dari balik bayang-bayang lorong teater. Mereka tidak seperti monster yang berisik dan buas. Mereka mengenakan sisa-sisa zirah taktis militer yang dimodifikasi, lengkap dengan *goggles* penglihatan malam yang berpendar hijau redup. Di punggung mereka, senapan serbu yang sudah dimodifikasi dengan aksesoris *scrap-metal* terlihat mencolok.

"Ketua, ada jejak pertempuran di sini," suara salah satu pria terdengar serak melalui *intercom* helm mereka. "Bau ozon dan abu digital monster Level 4. Baru saja terjadi, kurang dari satu menit yang lalu."

Pria yang berjalan di depan—yang tampak seperti pemimpin mereka—berhenti tepat di depan pintu masuk Bunker 404. Ia mengenakan mantel panjang lusuh dan membawa sebilah parang besar yang bilahnya berkarat namun tajam.

"Level 4 mati tanpa ada suara tembakan sedikitpun?" Ketua itu mendesis, suaranya dingin dan penuh perhitungan. "Berarti ada seseorang di dalam yang memiliki *Reflex Stat* tinggi atau teknik bertarung tingkat atas."

Ia mengarahkan senter taktisnya ke arah pintu yang hancur. *Cahaya putih menyilaukan menyapu isi bunker.*

"Keluar kalian! Kami dari Faksi 'Iron-Fang'. Kami tidak butuh sampah, kami hanya butuh suplai energi dan akses ke konsol utama bunker ini. Serahkan aksesnya, dan kami akan membiarkan kalian hidup sebagai budak di kamp kami."

Jinho di balik meja hampir mengeluarkan suara, tapi gua menahan bahunya dengan kuat. Gua tahu Faksi Iron-Fang. Di dalam game *Warlords of Myth*, mereka adalah faksi *griefer* yang terkenal suka menjarah pemain baru untuk menutupi ketidakmampuan mereka menembus bos tingkat tinggi.

"Gimana, Ji? Jumlah mereka lima, dan mereka punya senjata api," bisik Jinho ketakutan.

Gua tidak menjawab. Gua hanya fokus pada napas gua sendiri. Dalam dunia ini, senjata api memang mematikan, tapi mereka punya kelemahan besar: *Reload time* dan suara yang memicu monster lain untuk datang.

Gua mengintip sedikit melalui celah beton. Pria di depan, sang Ketua, berdiri dengan kaki terbuka lebar, posisi yang sangat buruk jika harus bermanuver cepat. Ia terlalu percaya diri dengan senjatanya.

"Kami hitung sampai tiga!" Ketua itu membentak. "Satu... dua..."

Gua tidak menunggu hitungan ketiga.

Gua melompat keluar dari bayang-bayang, tidak ke arah mereka, tapi ke arah langit-langit bunker yang struktur betonnya sudah rapuh karena hantaman monster sebelumnya.

*SLAAASH!*

Satu tebasan vertikal *Bone-Eater* menghantam tumpuan beton yang sudah retak.

*KRAK! DUAARR!*

Runtuhan beton besar jatuh tepat di antara kami dan Faksi Iron-Fang, menciptakan debu tebal yang menutupi pandangan mereka. Mereka panik, senapan mereka mulai menyalak liar ke arah debu.

*DOR! DOR! DOR!*

"Di sana! Tembak!"

Di tengah desingan peluru yang menghancurkan sisa-sisa furnitur di dalam bunker, gua bergerak di antara debu. Gua tidak lari menjauh, gua berlari *ke arah* mereka.

Dalam kegelapan yang tertutup debu, sensor *goggles* mereka tidak berguna karena debu beton yang pekat justru memantulkan cahaya laser mereka sendiri, menciptakan efek *blind-spot*.

Gua menebas leher pria pertama yang berada di sisi kiri sebelum ia sempat memutar laras senjatanya. Pria kedua terkejut, tapi sebelum ia sempat berteriak, gua sudah menendang lututnya hingga patah dan memutar pedang gua untuk mengakhiri hidupnya dengan satu tusukan presisi ke dada.

"Sial! Dia bukan manusia biasa!" Ketua faksi itu berteriak, suaranya bergetar antara amarah dan ketakutan.

Gua berdiri di tengah asap, pedang *Bone-Eater* gua perlahan meneteskan cairan gelap. Cahaya lampu dari *goggles* mereka yang tersisa menyinari wajah gua, menampilkan senyum sinis yang justru membuat mereka gemetar hebat.

"Kalian salah masuk bunker," ucap gua tenang, sambil memutar pedang di tangan. "Di sini bukan tempat buat penjarah. Di sini adalah tempat gua melatih cara memenggal sampah."

Faksi Iron-Fang yang sombong itu kini menyadari satu hal: mereka tidak datang untuk menjarah mangsa. Mereka datang untuk menjadi tumbal Level 3 gua berikutnya.

1
EAGLE EZ
mungkin nanggung
SecretivePlotter
sama pembesar otong
SecretivePlotter
kek manhwa itu inimah
EAGLE EZ: benar cuman ide nya di ambil dari novel misal coverbook nya cuy
total 1 replies
SecretivePlotter
pinjol
SecretivePlotter
ya gak usah beli
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!