Nala putri, seorang gadis yatim piatu yang miskin, nekat merantau ke ibukota berbekal kejujuran dan keberanian yang membaja.
Namun, nasib membawanya masuk ke ruang wawancara PT Dirgantara Megah Utama, tepat di hadapan Adrian Dirgantara _ Sang CEO tampan yang terkenal kejam, arogan, dan sangat membenci wanita akibat penghianatan masa lalu.
Bagi Adrian, semua wanita adalah makhluk bermuka dua yanh menjijikan, Namun, saat ia mencoba menindas Nala, gadis desa itu justru menatap matanya dengan berani dan membalasnya dengan kalimat menohok yang meruntuhkan harga dirinya.
Alih-alih memecatnya, Adrian yang penasaran justru menjebak Nala dengan menjadikanya sekertaris pribadi demi menyiksanya dengan tugas-tugas mustahil. Adrian mengira Nala akan menamgis dan menyerah. ia keliru, Nala tidak sekedar bertahan, gadis itu justru perlahan- lahan meruntuhkan dinding pembatas di hati Adrian dengan ketulusannya dan ketegasannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sevda Aryan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 : Kado Rahasia Malam Pertama, Dan Koper Penuh Kejutan.
Wajah Nala seketika memerah sempurna mendengar permintaan ibu mertuanya.
Belum sempat ia menetralkan rasa gugupnya, suara tawa cekikikan yang sangat ia kenali terdengar dari arah pintu.
Angel dan Sisil berjalan masuk dengan langkah mengendap - endap, memasang wajah super jahil yang biasa mereka tunjukkan sejak zaman SMA di Jakarta.
"Cieee....ada yang mau langsung tancap gas malam pertama nih!"
Goda sisil sambil menyenggol bahu Nala dengan siku barbarnya, khas pembawaan seorang gadis penjual bunga yang tomboi.
Angel ikut tertawa, lalu menyodorkan sebuah kotak kado merah muda eksklusif ke dalam pelukan Nala.
"Nala, ini kado spesial dari gue dan sisil. ingat ya, jangan lupa kado gue langsung dibuka malam ini dan wajib langsung dipakai!" ujar Angel dengan kedipan mata yang penuh misteri.
Nala menerima kado itu dengan kening berkerut curiga. "isinya apa sih? kok kalian berdua mukanya mencurigakan banget?"
"Udah, jangan banyak tanya!"
Pokoknya buka nanti pas di kamar pengantin sudah dikunci dan cuma ada kalian berdua," sela Sisil sambil tertawa terbahak - bahak bersama Angel."
Nala sama sekali tidak menyadari bahwa di dalam kotak kado tersebut, Angel dan Sisil telah menyembunyikan sebuah pakaian tidur super seksi alias lingerie berbahan renda premium.
Sebuah kado "nakal" khas sahabat karib yang dipersiapkan khusus untuk membuat malam pertama sang gadis desa dan sang CEO arogan di kamar penthouse akan menjadi momen yang tidak akan pernah terlupakan sebelum mereka bertolak bulan madu ke london dan spanyol.
Hampir satu jam berlalu, namun pintu kamar mandi utama di kamar penthouse mewah itu masih tertutup rapat.
Di dalam kamar mandi berlapis marmer itu, Nala putri berdiri terpaku di depan cermin besar dengan napas yang tak tertahan.
Tangannya gemetar memegang kain renda tipis transparan berwarna merah marun. Kado rahasia dari angel dan sisil akhirnya ia buka karena rasa penasaran yang membuncah.
"Astaga, Angel! Sisil! ...
"Baju macam apa ini? ini sih namanya kurang bahan!" gumam Nala dengan wajah yang sudah merah seperti kepiting rebus .
Pakaian tidur berbentuk lingerie itu begitu seksi, memamerkan lekuk tubuhnya dengan sangat berani.
Nala menggeleng kuat-kuat. tidak mungkin ia keluar menemui Adrian dengan pakaian seperti ini.
Bertekad untuk mencari baju tidur piyamanya yang biasa. Nala membuka pintu kamar mandi sedikit dan mengendap-ngendap mendekati koper besar miliknya yang diletakkan di sudut kamar.
Beruntung, Adrian sedang berada di balkon luar untuk menerima telepon bisnis singkat.
Dengan tergesa-gesa, Nala membuka resleting koper besarnya. namun, betapa terkejutnya dia saat memeriksa isi dalamnya. kaos longgar, daster katun, dan piyama panjangnya sama sekali tidak ada di sana.
Sebagai gantinya, koper itu dipenuhi oleh kotak satin mewah berparfum mahal.
Nala membuka salah satu kotak dengan panik, dan matanya membelalak sempurna. kotak pertama isinya, lingerie sutra putih, kotak kedua lingerie hitam berbahan brokat premium. kotak ketiga, keempat, hingga seluruh isi koper itu ternyata adalah koleksi pakaian tidur super seksi dengan berbagai model dan warna!
Di balik salah satu kotak, terselip sebuah kartu kecil dengan tulisan tangan yang sangat anggun.
"Nala sayang, piyama lamamu sudah mama sumbangkan. mama sudah menyiapkan isi koper baru ini khusus untuk bulan madumu di london dan spanyol nanti. jangan lupa dipakai malam ini ya, mama tunggu cucu-cucu pertamanya!"
Tertulis di bawah surat tersebut , Mama victoria.
Nala rasanya ingin pingsan di tempat. ini bukan lagi sekedar kejahilan Angel dan sisil, melainkan sebuah konspirasi tingkat tinggi yang direncanakan matang oleh ibu mertuanya sendiri. Nyonya victoria!
Dengan pasrah dan tidak punya pilihan lain. Nala kembali mengunci diri di kamar mandi. ia terpaksa mengenakan salah satu lingerie satin tipis berwarna merah muda lembut yang melekat pas di tubuh indahnya.
"Sayang...kamu ngapain sih di kamar mandi lama banget?"
Suara bariton Adrian terdengar mengetuk pintu kamar mandi dengan lembut.
Adrian yang sudah berganti pakaian santai mengenakan celana kain hitam pendek dan kaos putih lengan pendek. yang pas melekat di tubuhnya - tinggi tegap, dengan aura memancarkan ketampanannya - berkali lipat semakin bertambah tampan. gagah dan juga berwibawa sebagai seorang CEO.
Mulai merasa khawatir karena istrinya tidak kunjung keluar selama hampir satu jam. "sayang? kamu ngak pingsan di dalam, kan?"
'Kunci pintu berputar perlahan, pintu kamar mandi terbuka. memunculkan sosok Nala yang melangkah keluar dengan sangat lambat. kedua tangannya terangkat ke depan dada, mencoba menutupi tubuhnya sendiri karena rasa malu yang sudah setengah mati.'
Kepalanya tertunduk dalam-dalam, tidak berani menatap langsung ke arah suaminya. wajahnya merona merah sempurna hingga ke garis lehernya.
Adrian yang tadinya hendak memprotes langsung membisu. lidahnya mendadak kelu, dan seluruh tubuhnya menegang kaku di tepi ranjang king - size mereka.
Sorot mata sang CEO Arogan itu terpaku sepenuhnya pada pemandangan luar biasa di depannya. gadis desanya, sekretaris setianya yang biasa tampil formal dan rapi, kini menjelma menjadi sosok wanita yang teramat cantik, anggun, dan luar biasa seksi dalam balutan satin tipis yang menonjolkan setiap lekuk tubuh indahnya.
Adrian menelan ludah dengan susah payah. ia melangkah maju perlahan, mendekati Nala yang masih menyembunyikan wajahnya.
"Sayang...jangan lihat. "bisik Nala dengan suara yang teramat lirih, menahan rasa malu yang membakar dadanya.
Bukannya menuruti, Adrian justru mengulurkan kedua tangannya kekarnya. dengan lembut namun pasti, ia menurunkan kedua tangan Nala yang menutupi dadanya, lalu menangkup kedua pipi istrinya agar mau mendongak menatapnya.
"Kenapa harus disembunyikan? Sayang...luar biasa cantik."
Nala sangat cantik," bisik Adrian dengan suara yang mendadak serak, dipenuhi oleh kekaguman dan gairah yang mendalam."
Sekarang kita sudah menjadi pasangan suami istri. jadi sayang kamu tidak usah malu, karena di kamar ini hanya kita berdua.
Sentuhan lembut Adrian perlahan mengikis rasa cemas Nala. Adrian menundukkan kepalanya, menyatukan bibir mereka dalam sebuah kecupan yang awalnya lembut dan penuh kasih sayang, namun perlahan berubah menjadi ciuman yang dalam dan menuntut.
Adrian mengangkat tubuh Nala dengan mudah ke dalam gendongannya, membawanya menuju ranjang bertabur kelopak mawar putih yang menjadi saksi dimulainya malam pertama mereka.
Di bawah temaram lampu kamar penthouse, malam itu berlalu dengan sejuta momen romantis, kehangatan cinta yang tulus, dan janji suci yang mengikat era takdir mereka berdua sebelum bertolak menuju london.
Di saat yang sama, sebuah mobil sedan hitam membelah jalanan kota jakarta yang mulai sepi menuju ke arah kawasan perumahan padat.
Di dalam mobil itu, suasana terasa sunyi namun sarat akan ketegangan yang unik. asisten Han mencengkeram setir dengan wajah kaku seperti biasanya, sementara di kursi samping, sisil sang penjual bunga gadis barbar sedang asyik memutar jepit mawar merah di jarinya.
Meskipun ancaman dari Haryanto, si" tikus Turki" beserta seluruh anak buahnya sudah aman dibersihkan dan ditahan di kantor polisi sejak sore tadi. Asisten Han tetap bersikeras untuk mengantarkan sisil pulang hingga ke depan pintu kontrakannya sendiri.
"Tuan kaku, kan aku sudah bilang tidak apa-apa kalau aku pulang naik taksi saja. kenapa kamu malah seketat ini, sih?" tanya sisil memecah keheningan dengan suara cemprengnya yang khas.
Asisten Han tidak menoleh. tatapan matanya tetap lurus ke depan dengan sorot tajam yang penuh kewaspadaan.
"Dunia luar belum sepenuhnya aman, sisil. tugas saya adalah memastikan keselamatan anda sampai di dalam ruangan berkunci," jawab Han dengan nada datar, namun ada nada protektif yang teramat dalam di balik kalimatnya.
Han tidak bisa memungkiri bahwa sipatnya kini berubah menjadi jauh lebih posesif setelah momen penyergapan tempo hari.
Apalagi, Han tahu betul bahwa sisil menyimpan trauma psikologis yang mendalam akibat peristiwa penculikan yang pernah dialaminya, sebelum - pernikahan Nala dan Adrian.
Rasa takut kehilangan sisil yang melanda hatinya saat pengejaran mobil logistik beberapa hari yang lalu membuat dinding pembatas di hati Han runtuh total.
Iya bahkan sudah menyatakan perasaannya pada sisil, meskipun karena sifatnya yang kaku, mereka berdua belum resmi jadian sebagai sepasang kekasih.
Mobil akhirnya berhenti tepat di depan pagar kontrakan kayu milik Sisil. sebelum sisil sempat membuka sabuk pengamannya, Han sudah lebih dulu turun dan membukakan pintu mobil untuknya. Han mengawal langkah sisil hingga ke depan pintu.
"Masuklah. kunci pintunya dari dalam, pasang selotnya, dan jangan buka pintu untuk siapapun sampai besok pagi."
Kalau ada yang mencurigakan kamu segera hubungi saya!
Komando Han dengan nada menuntut yang sangat posesif, kedua matanya menatap lekat-lekat pada wajah sisil.
Sisil yang biasanya barbar dan suka membantah, malam ini mendadak luluh melihat bagaimana pria kaku itu begitu mengkhawatirkan keselamatannya. sisil tersenyum manis, lalu berjinjit kecil untuk menepuk pundak tegap Han.
"Iya, tuan kaku yang posesif...aku mengerti. terima kasih ya sudah menjagaku malam ini," bisik sisil dengan tulus sebelum melangkah masuk ke dalam rumah.
Han tetap berdiri di luar dalam keheningan malam, menjaga pintu tersebut hingga memastikan Sisil benar-benar aman di dalam pelindungnya.
Di penthouse. tepatnya, di kamar pengantin Nala dibuat lelah oleh Adrian sampai beberapa kali melakukan malam pertamanya.
Sekitar mau hampir jam empat pagi baru selesai. Nala sudah tidak mempunyai tenaga lagi karena lelah melayani Adrian. akhirnya Nala memejamkan matanya untuk tidur.
"Namun ketika Adrian baru selesai membersihkan tubuhnya dari kamar mandi. ia melihat Nala dengan wajah yang lelah."
Kemudian Adrian pun, melangkah mendekati ranjang king - size nya. Adrian membuka selimut Nala, dan ingin membangunkannya - tatapan matanya terpaku, pada sebuah sprei yang bernoda merah .
Adrian tersenyum, lalu mencium kening Nala berkali - kali. terima kasih sayang sudah menjaga kesucianmu untuk suamimu ini!
Adrian dengan bangga karena sekarang memiliki hati Nala sepenuhnya.
Adrian membangunkan Nala, dengan suara pelan dan lembut. "sayang" bangun!
Bersihkan dulu tubuhmu!..."biar nanti kamu tidurnya nyenyak sayang. "
Ga sayang, besok pagi saja! badanku lemas banget.
Aku nggak bisa jalan ke kamar mandinya sakit. ucap Nala pelan, menahan malu dengan wajah yang memerah.
Adrian pun sadar. karena dia sudah membuat Nala kelelahan. akhirnya ia menggendong Nala, membawanya ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh Nala.
Ketika badannya diangkat dan digendong oleh Adrian, tanpa sehelai benang pun dengan keadaan tubuh yang polos.
AAAKKK!
Pekik Nala, kaget!
"Sayang kamu mau apa? " tanya Nala. dengan wajah yang memerah, menahan malu.
Kenapa kamu menggendong ku?
Sayang. "aku tidak memakai baju!" ucap Nala. sambil mencoba menutupi dadanya - dengan kedua tangannya.
Ketika sampai di dalam kamar mandi. Ardian berbicara!
Sayang kenapa kamu harus ditutupin dan malu? ...
Lagian kita ini sekarang sudah menjadi suami - istri. aku sudah melihat seluruh tubuhmu yang indah, bagian mana yang belum aku lihat?..
Kamu juga sudah melihat tubuhku. jadi kamu tidak usah malu lagi sayang, dan jika kita berdua di dalam kamar denganku aku ingin setiap hari - kamu setiap malam memakai lingerie seperti malam ini.
AAKKK!!! Mesum...! sekali suami ku ini ucap Nala.
Adrian tersenyum. ketika ia ingin membantu Nala untuk membersihkan badannya, Nala melarangnya dan ia ingin membersihkannya tubuhnya sendiri karena takut Adrian meminta haknya lagi.
"Sayang bisakah kamu keluar sebentar!" aku ingin membuang hajatku sebentar ucap Nala.
Baiklah, sayang kalau begitu aku keluar. sambil mencium kening Nala, lalu Adrian keluar - dari kamar mandi dan menutup pintu.
Huh!!!
Ucap Nala, dengan napas lega.