NovelToon NovelToon
In Love

In Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:6.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: MeeGorjes

Bagaimana rasanya jatuh cinta pada lelaki yang belum bisa melepaskan masa lalunya?

Alexander Henry Salim seorang pria berusia 28 thn dan seorang pengusaha muda yang sukses menjadi seorang petualang wanita setelah dia dicampakkan oleh cinta pertama nya.

Nadia Wirahma adalah anak dari sahabat mama Alex, karena berhutang budi ia rela dijodohkan dengannya namun pada akhirnya Nadia jatuh cinta pada lelaki yang menjadi suaminya itu.

"Jangan katakan kamu jatuh cinta padaku, Nadia. Jangan melakukan hal yang bodoh" Ucap alex seraya menggelengkan kepalanya.

Nadia yang mendengar itu merasakan ngilu dalam hatinya. Ya Alex memang benar, untuk pertama kali dalam hidupnya sebagai wanita dewasa ia merasakan jatuh cinta. Bila oran lain yang sedang jatuh cinta di hiasi gelembung cinta berwarna merah muda 💗 karena euphoria rasa bahagia, maka gelembung miliknya adalah hitam pekat 🖤 karena sang lelaki tak memiliki rasa yang sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MeeGorjes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Juga Sirna

Happy reading ❤️

"Nad... Nadia," suara panggilan Alex terdengar samar-samar. Gagang pintu pun bergerak menandakan Alex masih berada di balik pintu.

Nadia memilih untuk membaringkan tubuhnya dan tak mempedulikan Alex yang terus memanggilnya.

Ia memejamkan matanya dengan suara musik  yang memenuhi telinga dan berharap Alex segara enyah dari pintu kamarnya.

Di balik pintu Alex masih berusaha untuk  membuat Nadia keluar dari kamarnya namun sekeras apapun ia berusaha istrinya itu tetap berada di dalam sana tanpa bereaksi sedikitpun.

Lama terdiam, akhirnya Alex pun menyerah. "Jangan lupa diminum obatnya, aku kembali ke kantor ya," ucap Alex seraya menarik nafas dalam. Ia pun meninggalkan pintu kamar Nadia, kemudian mengambil kunci mobilnya yang berada di atas meja makan dan menatap pintu kamar istrinya itu sekali lagi sebelum ia benar-benar pergi meninggalkan apartemennya.

***

Telah larut malam dan Nadia masih betah bergelung dalam selimut di atas ranjangnya. Meskipun berusaha untuk tak peduli namun ia tahu Alex belum pulang ke apartemennya dan dirinya tak suka itu.

Yang terbayang dalam kepalanya saat ini ini adalah Alex sedang memadu kasih dengan Lola kekasihnya dengan mesra dan penuh cinta. Hal yang sangat Nadia inginkan dari suaminya itu namun tak bisa mendapatkannya.

Nadia memejamkan mata sembari tertawa. Menertawakan dirinya sendiri karena masih saja merasa begitu sulit untuk menghilangkan Alex dari kepalanya padahal ia dan hatinya telah berjanji untuk bangkit dan menghempaskan segala perasaannya namun sepertinya semua telah terlambat. Tanpa Nadia sadari ia telah terlalu jauh terjerat dalam pesona suaminya. Lelaki yang terikat janji dengannya namun tidak dengan hatinya.

Di kantor, Alex masih berjibaku dengan pekerjaannya. Saat ini bisnisnya benar-benar sedang maju pesat. Dengan ditemani sang asisten, Alex berusaha untuk menyelesaikannya.

Ia meregangkan otot tubuhnya yang kaku karena terlalu banyak duduk. Melirik jam di mejanya telah menunjukkan pukul 10 malam. Hal pertama yang muncul di kepalanya adalah apakah Nadia telah meminum obatnya ? Bukan karena Alex peduli, tentu saja bukan karena itu tapi karena kini Nadia adalah tanggung jawabnya. Pikiran itulah yang Alex tanamkan dalam kepalanya karena ia begitu tersiksa dengan desir lain yang ia rasakan pada istrinya namun penolakan Nadia membuatnya untuk berpikir seperti itu.

Lola pun tadi datang untuk menemuinya. Melihat Alex yang tengah sibuk karena banyaknya tawaran bisnis membuat wanita itu menatap Alex penuh puja. Rasa kagum dari mata Lola terlihat begitu kentara. Hal yang Alex impikan akhirnya terjadi juga namun kenapa kini rasanya biasa saja. Tak lagi membuat Alex merasa puas.

Lola juga meminta Alex memberinya fasilitas selama ia tinggal di Jakarta dan Alex menurutinya. Itu ia lakukan sebagai bagian dari pembuktian kesuksesannya. Sejauh ini mantan kekasihnya itu belum juga menceritakan tentang alasan pergi meninggalkannya tapi kini Alex sudah tak terlalu ingin tahu. Ia tak lagi peduli.

Tengah malam Alex sampai di apartemennya. Lampu-lampu masih menyala, Alex berpikir jika Nadia pasti merasa takut sendirian di sana.

"Nad... Kamu udah tidur ?" Tanya Alex sembari mengetuk pintu juga menggerakkan gagang pintu kamar istrinya itu namun lagi-lagi terkunci dari dalam.

"Ck !" Decak Alex kesal. Ia pun meninggalkan pintu kamar Nadia dan beralih memasuki kamarnya sendiri. Ia membuka kemeja dan melemparnya ke sembarang arah. Dengan bertelanj*ng dada Alex menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang dan dengan mata terpejam ia memijit pelipisnya yang berdenyut menahan sakit.

Di dalam kamarnya, Nadia tersenyum lega ketika mengetahui Alex telah pulang. Hatinya merasa tenang karena seseorang yang sangat ditunggunya telah pulang ke rumah.  "Terima kasih Tuhan...," Gumamnya lirih dan ia pun memejamkan matanya untuk memasuki alam mimpi.

***

"Jadi perusahaan ini menawarkan kerjasama dengan cara melelang pekerjaannya. Tak hanya di Jakarta namun juga di luar kota. Jika kita terpilih dan mereka puas, kemungkinan besar perusahaan itu akan membuat kita menjadi rekanan," jelas pak Adi sang manager dan Nadia mendengarkan seksama.

"Namun pemimpin perusahaannya sangat detail dan perfeksionis. Jadi jika kamu memilih untuk mengambil proyek di luar kota, kamu harus pergi ke sana dan melihat lokasinya secara langsung."

"Emh... Saya mau pilih yang luar kota pak." Sahut Nadia. Saat ini ia butuh healing dari patah hatinya.

"Terserah, kerjakan sebaik mungkin karena kamu yang akan menjadi pilot projek pekerjaan kali ini. Tak hanya namamu yang akan naik tapi nama baikku juga dipertaruhkan karena saya yang langsung merekomendasikan kamu ke atas, Nad." Ucap pak Adi memperingatkan.

"Saya akan pelajari semua dan akan melakukan yang terbaik. Bapak jangan khawatir," jawab Nadia. Ia pun berdiri dan membawa banyak map yang berisikan berkas-berkas yang harus Nadia pelajari.

Hampir pukul 12 siang, meksipun kemarin ia bilang pada Alex untuk tidak mengirim makan siang lagi. Tapi dalam lubuk hatinya Nadia menantikan kiriman makan siang dari suaminya itu dan ternyata yang Nadia harapkan pun terkabul juga.

Satu paket makan siang dengan sebuah kartu diatasnya.

"To : Nadia

Get well soon," baca Nadia pelan dan ia tersenyum ketika melakukannya.

"Alex adalah lelaki paling ajaib di dunia," kata Meta yang tiba-tiba muncul di belakang Nadia.

"Dan kamu juga cewek paling aneh, karena masih mengharapkan Alex walaupun dia begitu menyebalkan," lanjut Meta dengan mencebikkan bibirnya.

Nadia terkekeh dan menampar halus bahu temannya itu. "Mungkin benar kata orang jika cinta itu buta," ucap Nadia dan dengan hati senang ia menggandeng tangan sahabatnya itu untuk pergi ke kantin dan menikmati makan siang.

***

"Tunggu !!" Nadia berlari kecil menuju lift yang pintunya akan tertutup. Beruntung baginya seorang lelaki menahan pintu itu dan membiarkan Nadia masuk dengan tumpukan berkas di dekapannya.

"Thanks," kata Nadia dan lelaki itu tersenyum menanggapinya.

"Tiap kita ketemu pasti kamu bawa banyak barang. Kemarin sampah sekarang tumpukan map," ucap lelaki itu sembari tertawa geli.

Nadia mengangkat wajahnya dan melihat ke arah suara. "Nadia kan ?" Tanya lelaki itu.

"Engghh...," Nadia berusaha mengingat nama lelaki yang ditemuinya beberapa hari lalu.

"Edward, tapi panggil aku Edo. Padahal kita tetanggaan tapi kamu lupa terus. Sini aku bawakan," Edo dengan sigap mengambil alih berkas dari tangan Nadia karena terlihat sekali jika dirinya begitu kesulitan membawa berkas yang banyak.

"Dan setiap kita bertemu pasti kamu akan membantu aku," kata Nadia dengan terkekeh geli.

"Its oke, karena aku orang yang sangat baik hati, ramah dan gemar menabung," kata Edo lagi dan Nadia tertawa mendengarnya membuat beberapa orang dalam lift melihat ke arah mereka berdua. Sontak membuat Nadia menutup mulutnya dengan kedua tangan.

"Kamu lebih cantik kalau ketawa, kalau nangis kaya kemarin jelek banget," bisik Edo.

Nadia tersenyum canggung, ia ingat bagaimana dirinya bertemu lelaki bernama Edo itu. Yang pertama ketika menunggu kepulangan Alex di luar pintu yang kedua ketika membawa kantong sampah besar yang berisikan daging steak, kado dan kue ulangtahun Alex. Dan pagi itu Nadia masih saja menangis ketika membuang semua itu.

'Ting,' pintu lift terbuka. Nadia dan Edo pun berjalan bersamaan menuju unit apartemen mereka.

"Aku udah sampai, makasih loh," kata Nadia seraya mengambil kembali berkas yang Edo bawakan.

"Kembali kasih, tapi ini gak gratis,"

"Hah ?" Tanya Nadia sedikit cemas.

"Bayarannya boleh lah secangkir kopi di cafe bawah," lanjut Edo seraya tersenyum.

"Oke, tapi nanti ya. Aku lagi banyak kerjaan," jawab Nadia beralasan.

"Hu'um, ketika bertemu lagi kamu harus segera membayarnya," ucap Edo dan Nadia menganggukan kepala tanda setuju.

"Aku masuk ya, makasih Edo,"

"Sama-sama, semoga kita bisa bertemu lagi secepatnya," sahut Edo dan ia pun pergi berlalu menuju unit apartemennya sendiri.

Nadia meletakkan semua berkas di atas mejanya. Setelah berganti baju, ia pergi ke dapur dan membuat secangkir kopi untuk menemaninya bekerja malam ini.

Beberapa kali ia melihat ke arah jam karena menantikan kedatangan Alex. Dan pikiran buruk selalu menghantuinya, ia selalu mengira Alex tengah memadu kasih dengan mantannya namun yang sebenarnya terjadi bukanlah itu. Alex sendiri sangat sibuk dengan pekerjaannya.

Pukul setengah 12 malam terdengar pintu apartemen yang terbuka, dan Nadia menarik nafas lega karena Alex sudah pulang ke apartemennya.

"Nad, kamu udah tidur ?? Kamu udah makan ? Jangan lupa diminum obatnya," kata Alex dari balik pintu namun Nadia tak membukanya. Ia membiarkan Alex berpikir jika dirinya telah tidur.

"Udah tidur ya ? Cepet sembuh, Nad." Dan tak lama terdengar pintu kamar Alex yang di buka dan kemudian ditutup kembali menandakan Alex telah memasuki kamarnya.

Nadia tersenyum samar, dalam hati ia sangat bersyukur karena Alex telah pulang ke apartemennya dan ia pun mulai memejamkan matanya.

***

Telah 4 hari berlalu dan itulah yang terjadi setiap hari. Nadia akan pergi kerja pagi sekali hingga ia tak pernah bertemu Alex karena lelaki itu akan pulang larut malam dan mengira Nadia telah tertidur di kamarnya.

Padahal yang sebenarnya terjadi, Nadia akan terjaga hingga suaminya itu pulang dan menunggu hal yang sangat disukainya yaitu menantikan Alex mengetuk pintu kamarnya dan menanyakan kabarnya. Hal sederhana yang membuatnya sangat bahagia.

Setelah itu semua terjadi barulah ia akan memejamkan matanya untuk memasuki alam mimpi. Itulah cinta, bisa membuat seseorang melakukan hal yang diluar logika. Meksipun telah merasakan patah hati yang teramat sangat namun cintanya untuk Alex tak juga sirna..

To be continued ❤️

Genks, aku gak bisa kalau crazy up tapi insyaallah update novel ini Setiap hari walaupun cuma sebiji kwkwkwkw.

Minggu aja aku up 😎😎

Hepi wiken ❤️

1
Sulati Cus
🥰
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
wuuuu parasit gak tuh?
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
nah lohhhh...
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
sebenernya ada apa dg kamu lola.?
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
waww skakmat 👍👍👍
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
biar kenyang lex pakek nasi 🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
sumpah aku gak expert kalo bakalan mie loh 🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
wawww
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
wesss dalem cuy...
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
nah loh, jangan nyesel ya nanti.
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
mencurigakan...
Youleannaa
ceritanya bagus ,, 🥰😘
Youleannaa
ceritanya bagus ,, 🥰😘
Vlink Bataragunadi 👑
ah sebel aaaah! bbrp kali baca part ini sll aja mewek! /Sob//Sob//Sob//Sob/
💐Tari Nyonya Sibuea💐
oh kau nggk tau Alex wanita ahli sejarah🤣🤣kejaxian 10 thn lalu msh ingat koq ap lg yg menyakitkn na😅😅
kalea rizuky
toolol mau balikan ma laki yg belom selesai sama masa lalu nya
kalea rizuky
pergi nad minta cerai
Komang Diani
Luar biasa
Vitriani
👍
Renesme Kiky
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!