NovelToon NovelToon
Asyiknya Selingkuh ( Hanya Di Awal )

Asyiknya Selingkuh ( Hanya Di Awal )

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Badboy / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: SariAdja

Drama rumah tangga, mohon bijak dalam membaca.

Season 1 Erik dan Meta.
Dinyatakan hamil setelah menjalin hubungan gelap dengan mantan pacarnya.
Siapakah ayah dari anak yang dikandung Meta?
Penyesalan datang terlambat, Ia berusaha menyelamatkan pernikahannya.

Season 2 Tomo dan Anisa.
Pria yang tidak bisa setia, akankah ia bisa mengembalikan keluarganya seperti sediakala?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariAdja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33 .

Setelah memastikan Meta dan Erik dibawa ke rumah sakit Tomo akhirnya pulang kerumah jam menunjukkan pukul 11.15 saat satpam dirumah Anisa membukakan pintu gerbang untuknya.

Tomo masuk ke dalam rumah karena pembantu dirumah itu membukakan pintu untuk Tomo. Kemudian Tomo berjalan kekamarnya di lantai dua. Semua penghuni rumah sudah tidur begitupun Anisa, istrinya.

Tok.. tok.. tok..

Tomo mengetok pintu kamarnya. Namun Anisa tidak membuka pintu untuknya. Kemudian Tomo kembali menemui pembantunya untuk meminta kunci cadangan. Dan akhirnya Tomo bisa masuk kekamarnya.

Tomo langsung mandi, membasahi seluruh tubuhnya dengan air, berharap semua lelahnya hari akan hilang bersama dengan jatuhnya air.

Selesai mandi Tomo berganti baju kemudian merebahkan tubuhnya disamping Anisa.

Tomo mengamati dan memperhatikan Anisa yang sedang tertidur, mengusap rambut yang ada dikeningnya, ada airmata di ujung matanya. Mungkin Anisa khawatir makanya dia menangis begitu pikir Tomo.

Anisa terbangun karena ciuman Tomo di pipi cubynya.

"Kamu sudah pulang? "tanya Anisa lirih.

Tomo mengangguk mengiyakan.

"Apa yang terjadi sampai kamu pulang selarut ini? "Anisa kembali bertanya.

"Aku mau jujur, tapi sayang jangan marah ya? " ucap Tomo sambil memeluk Anisa.

"Iya aku ga marah, tapi kenapa? "

"Meta sudah sebulan pergi dari rumah, tadi pulang kerja aku menemui Erik karena kemarin aku melihat Meta waktu periksa nganter kamu periksa" jelas Tomo.

"Terus? kalau cuma ketemu pak Erik ga mungkin pulang selarut ini!" Anisa tidak percaya.

"Sebentar ceritaku belum selesai"Tomo mempererat pelukannya pada Anisa.

"Baiklah akan kudengarkan ceritamu sampai selesai" ucap Anisa sambil menatap wajah Tomo.

"Terus aku dan Erik mencari Meta, ke ruko yang di sewa Meta, tapi ternyata Meta tidak ada disana, kemudian aku dan Erik mencari nya lagi" Tomo berhenti bercerita, berharap Anisa penasaran.

"Terus!! "Anisa tidak sabar mendengar cerita dari Tomo.

"Ternyata Meta di sekap sama orang, dan waktu kita bisa membuka pintu rumah kosong itu, orang yang menyekap Meta kabur dan menusuk perut Erik"Tomo melanjutkan ceritanya.

"Terus" Anisa masih ingin mendengar cerita dari Tomo.

"Setelah Meta dan Erik dibawa ke rumah sakit, aku pulang dan terlambat sampai kerumah" kata Tomo mengakhiri ceritanya.

"Jadi itu yang buat kamu ga jawab telefon dari aku, karena mengkhawatirkan Meta? Iya!! "Anisa mulai menyudutkan Tomo.

"Bukan begitu sayang" Tomo mengelak.

"Disini, aku dirumah khawatir sama kamu, karena kamu ga jawab telefon aku, tapi kamu mengkhawatirkan wanita lain! Konyol sekali!!" Anisa melepas pelukan Tomo.

"Maaf sayang bukan maksudku seperti itu!" Tomo kembali melingkarkan Tangannya ke perut Anisa.

"Untung saja kamu ga celaka, kalau kamu yang celaka aku benar - benar tidak akan memaafkanmu" Anisa mengancam Tomo.

"Maafkan aku sayang" Tomo menghapus air mata yang menetes dipipi istrinya.

Anisa menangis membayangkan Tomo yang ditusuk, Anisa sebenarnya ingin marah, hanya saja rasa cintanya pada Tomo selalu mengalahkan rasa marahnya.

"Jangan menangis, itu membuatku merasa bersalah" ucap Tomo berharap Anisa berhenti menangis.

"Bagaimana kalau kamu yang ditusuk, kamu yang celaka, bagaimana kalau kamu mati" ucap Anisa dan airmata kembali menetes dipipinya.

"Cup-cup sayang, aku baik - baik saja" Tomo mendekap wajah istrinya yang sedang menangis.

Ada sedikit rasa penyesalan di hati Tomo, dihatinya dia selalu menomor satukan Meta dibanding istrinya sendiri. Anisa memang istri sah Tomo, namun di hatinya masih terukir nama Meta dengan jelas.

Akhirnya Tomopun tertidur sambil memeluk Anisa yang sesekali terisak dan masih menangis.

***

Siang hari di rumah sakit, kamar Erik.

"Erik mama suapin kamu ya? " bu Lisa mengambil makanan yang diberikan perawat khusus untuk Erik, yaitu nasi dengan sayur tawar dan buah, sengaja tidak memakai lauk ikan ataupun daging agar luka bekas operasi segera sembuh.

"Iya ma"jawab Erik singkat, sebenarnya Erik masih kesal dengan mamanya karena tidak memperbolehkannya bertemu dengan Meta.

Baru satu sendok Erik mengunyah makanan yang disuapkan mamanya, pintu kamar Erik ada yang mengetok. Dalam hati Erik berharap itu Meta yang datang, namun Erik kecewa saat melihat orang yang datang adalah Sarah.

"Eh nak Sarah, sini masuk" kata bu Lisa yang memang sudah mengenal Sarah sejak lama. Dulu sewaktu Erik masih kuliah, Erik sering mengajak Sarah pulang kerumahnya, itu membuat Sarah dan bu Lisa saling mengenal dan akrab.

"Iya tante" Sarah berjalan masuk ,kemudian bejabat tangan dan cipika-cipiki dengan bu Lisa.

"Terima kasih ya sudah menyempatkan datang kemari"kata bu Lisa.

"Iya tante, aku khawatir sekali dengan Erik, waktu melihat berita di televisi aku kira orang lain, ternyata Erik dan Meta yang sedang diberitakan" Sarah menjelaskan.

Bu Lisa tersenyum mendengar penjelasan Sarah sedangkan Erik acuh dan masih kecewa karena bukan Meta yang datang.

Sebenarnya Erik secara diam-diam sudah menyuruh papanya agar Meta datang menemui Erik, namun entah kenapa papanya tak kunjung datang dari tadi.

"Bagaimana keadaan Erik tante? " tanya Sarah.

"Syukurlah sudah baikan" jawab bu Lisa.

"Nak Sarah tolong suapin Erik sebentar ya, tante mau cari papanya Erik dulu dari tadi kok ga kembali" pinta bu Lisa sambil memberikan nampan makanan Erik pada Sarah.

"Oh iya iya tante"Sarah dengan senang hati ingin menyuapi Erik.

Sarah memperhatikan Erik yang sedang duduk, wajahnya masih pucat dan tidak semangat sama sekali. Sarah memberanikan diri memegang tangan Erik.

"Cepat sembuh ya Rik, ini di makan dulu,"kata Sarah melepas tangannya yang menggenggam tangan Erik kemudian menyuapi Erik.

Kemudian bu Lisa datang lagi ke kamar Erik dan masih belum menemukan suaminya.

"Papa kok ga ada ya di luar"kata bu Lisa cemas kemana suaminya pergi.

"Nanti papa pasti kesini kok ma"kata Erik.

"Emm iya iya" jawab bu Lisa singkat.

Bu Lisa membiarkan Sarah menyuapi Erik, dulu pernah terbesit di hati bu Lisa kalau Sarah akan menjadi menantunya, namun dia salah, Erik malah lebih memilih wanita Desa yang baru dikenalnya sekitar satu bulan yaitu Meta yang sekarang malah berani berkhianat dengan Erik.

"Bagaimana kabar suamimu dan anak - anak?"tanya bu Lisa pada Sarah.

"Sebenarnya saya dan suami dalam proses cerai tante" jawab Sarah jujur.

Bu Lisa terkejut mendengar ucapan Sarah. Sedangkan Erik sudah tidak heran lagi jika Sarah bercerai dengan suaminya, karena sudah sering Sarah menggodanya sudah pasti ada masalah dengan suaminya.

"Terus anak - anak dengan siapa? " Bu Lisa bertanya karena penasaran.

"Mereka dirumah orang tuaku tante" jawab Sarah singkat.

"Oh iya - iya" bu Lisa sebenarnya ingin menanyakan apa penyebab mereka bercerai, namun bu Lisa mengurungkan niatnya.

"Itu yang terbaik buat saya dan suami tante, daripada kita masih bersama dan saling menyakiti kami putuskan untuk berpisah" Sarah menjelaskan.

"Erik kamu harus belajar dari Sarah, dia yang sudah punya anak saja memutuskan bercerai demi kebaikan mereka, kamu juga harus begitu dari pada kamu menderita dan celaka lagi lebih baik kamu ceraikan Meta" Ucap bu Lisa sambil menatap tajam ke arah Erik.

"Apaan sih Mah" Erik muak dengan perkataan mamanya itu.

Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 3.00 sore jam kunjung untuk pasien sudah habis. Sarah pamit pulang dan dia merasa senang karena bu Lisa ingin Erik bercerai dengan Meta, kalau itu benar - benar terjadi ada kesempatan untuknya bisa mendekati Erik. Sarah pulang dari rumah sakit dengan penuh ceria dan hati berbunga - bunga karena bu Lisa masih sangat baik padanya seperti dulu.

***

Dirumah sakit, kamar Meta.

Pak Rafi menemui Meta yang sedang sendirian di kamarnya.

"Siang nak Meta" ucap pak Rafi menyapa Meta, terlihat Meta yang duduk dan bersandar pada bantal sedang menunduk dan melamun, ingin sekali dia menemui Erik karena khawatir dan juga rindu, iya Meta sebenarnya sangat merindukan Erik dan tidak menyangka saat bertemu lagi dengan Erik harus dalam keadaan seperti ini,saat Erik terluka karena dirinya.

"Siang pa" jawab Meta sambil menatap wajah mertua laki-lakinya itu.

"Nak Meta sudah sehat kan sekarang? "tanya pak Rafi.

"Iya pa, nanti sore jam 5 , Meta sudah di ijinkan pulang oleh dokter" jawab Meta.

"Nak Meta, maafkan mamanya Erik yang kasar sama nak Meta ya?" pak Rafi meminta maaf atas nama istrinya kepada Meta karena merasa istrinya sudah sangat kasar pada Meta akhir-akhir ini.

"Iya pa, Meta sudah memaafkan mama"

"Oh iya, sebaiknya nanti malam nak Meta tidak usah pulang dulu, temenin Erik dikamarnya, dia ingin sekali bertemu nak Meta" kata pak Rafi mengungkapkan keinginan Erik.

"Maksud papa?" Meta tidak menyangka setelah semua yang terjadi Erik masih ingin menemuinya, mengingat malam terakhir saat dirumah Erik mengusir dan ingin menceraikannya, tapi sekarang Erik ingin menemuinya.

"Tadi saat siuman Erik mencari nak Meta, tapi mamanya melarang Erik untuk bertemu dengan nak Meta" jelas pak Rafi.

"Iya pa, biar nanti Meta yang jagain Erik" kata Meta dengan senyuman, senang sekali akhirnya nanti dia akan bertemu dengan Erik, suami terbaik yang sangat iya cintai.

"Nanti biar papa bilang sama mamanya Erik untuk pulang, jadi nak Meta bisa ada waktu untuk bertemu dan jagain Erik"

"Iya pa, makasih ya pa" Meta merasa senang karena pak Rafi sangat mengerti keinginannya.

"Papa ingin kamu bicara baik - baik dengan Erik, jangan gegabah pikirkan yang terbaik kedepannya untuk kalian ya" pak Rafi mencoba menasehati Meta.

"Iya pa, terima kasih ya pa sudah mengerti Meta"

"Ya sudah, papa kembali ke kamar Erik, nanti jam 5 kamu langsung ke kamar Erik saja, papa pastikan mama sama papa sudah pulang, jadi nak Meta dan Erik bisa bicara tanpa di ganggu siapapun.

"Iya pa, makasih banget ya pa"

Pak Rafi berjalan keluar dari kamar Meta, semoga saja Erik dan Meta segera bertemu, dan bisa menjelaskan kesalahpahaman selama ini, bisa saling mengerti dan bersama kembali, itulah harapan pak Rafi.

Bersambung..

***

Terima kasih sudah membaca tulisanku..

Jangan lupa!!

🌺 Like

🌺 Vote

🌺 Komen

Dan tingalkan...

🌺 Kritik

🌺 Saran

Dikomentar...

Selamat berpuasa bagi yang menjalankan

😉😉😉😉

1
G Use
Mestinya thor nulis Erik menceraikan Meta,kenapa mesti di prtahankan...anjing cerita
G Use
Baru baca novel yang istri selingkuh tidak di ceraiin...anjing nie cerita
Bah Fuang
bagi pembaca pria; istrimu selingkuh lama & berkali-kali maka bersabarlah seperti sabar Tuhanmu yg tak terbatas.
bagi wanita; ceraikan suami yg selingkuh krn sabarmu terbatas tak seperti Tuhanmu. tegaknya hak (keadilan) adalah batas sabar khusus bagi istri...😂👍💪
G Use
Apa pantas seorang wanita membuka baju lalu tidur sama pria lain...apa itu pantas ?? kalau lebih pisah saja...cerita di novel kan tak sesuai kenyataan...coba lihat jangan cerita hanya omong kosong bikin orang panas...hanya lelaki berhati malaikat yang sabar lihat istrinya selingkuh apalagi sampai hamil...itu luarbiasa lelaki
Anonim
Eh ngaca dong Meta lu jg kampungan
Anonim
Dsr Meta lu istri dan mantu gk tau diri murahan udh miskin, kampungan murahan lgi pantas ayah lu mati karena anaknya itu murahan
anti pebinor pelakor
selingkuh kesalahan paling fatal dan apakah bisa dapat kesempatan kedua, pasti bisa tapi butuh perjuangan yang sangat berat untuk dapat kesempatan itu

untuk dapat kesempatan kedua atas kesalahan perselingkuhan harus melalui tahap ini
mengaku salah
benar2 menyesal
berjuang minta maaf
berjuang menebus kesalahan
berjuang memperbaiki kesalahan
berjuang mendapat kesempatan kedua
berjuang mengobati hati pasangan yang luka
menebus kesalahan dengan kebahagiaan
baru benar2 dibilang layak dapat kesempatan kedua
tapi kalau dengan mudah dimaafkan perselingkuhan bisa saja terulang

dan meta tidak berjuang sama sekali dan hanya karena suaminya mempunyai cinta yang tulus meta bisa dapat kesempatan

sebenar meta belum pantas dapat kesempatan kedua hanya kerena dia pemeran utama wanita jadi dia tidak perlu berjuang karena posisi pasti aman

untuk novelis jangan malu buat karakter wanita berjuang
dan satu lagi pebinor tetap laknat
😎
Jiaaah rujuk,,,
Sampah bener...
Huhadin
si sarah dah tua pantesan eriknya takut
Natha Lia
cicu
Bang Zait
ini baru cerita yg ku suka
ga slalu laki2 yg salah dlm novel, perempuan bisa juga salah
mantap thor.
Nur Janah
kalo aku jadi anisa udah ku cabik"dua mahkluk jahat itu
Nur Janah
😃 sudah aku vote Thor
Nur Janah
dokter Rama kah
Nur Janah
rahasia apa itu
Nur Janah
aku juga kalo jadi meta mending pergi yg jauh, bertahan pun t ada gunanya karna erik pun g akan pernah lupa sama kesalahannya meta
Nur Janah
kalo aku jadi meta aku akan pergi dari Erik,sekali selingkuh kepercayaan itu akan sulit hadir lg.kalo pun akan baikan lg g akan bisa seperti semula
Mayesa Athilah
Ferdinand
Nona Bucin 18294
like like like 💜😊🤗
putra maulana
sudh ah kasihan si meta benar2 sudh dpt ganjarannya menurut sy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!