NovelToon NovelToon
Sukses Setelah Kau Campakkan

Sukses Setelah Kau Campakkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / Pengganti
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fitri Wardani

"Ini bukan tentang pergi meninggalkanmu. Ini beasiswa, Alfa. Kesempatan sekali seumur hidup yang diberikan Ibu Amara untukku bekerja dan belajar di Paris. Hanya tiga tahun..."

"Tiga tahun?!" Alfa tertawa sumbang, langkah kakinya maju mendekat, mengikis jarak di antara mereka hingga Zia bisa merasakan aura intimidasi yang pekat.

"Kamu menyebut tiga tahun itu hanya? Kamu mau meninggalkanku di sini sendirian, sementara kamu bersenang-senang di Paris?!"

Zia menatap wajah pria yang teramat dicintainya itu dengan pandangan kabur oleh air mata. Alfa selalu seperti ini. Posesif, mengekang, dan selalu ingin memegang kendali penuh atas hidupnya. Namun, selama ini Zia selalu mengalah. Bagi Zia yang sebatang kara, kekangan Alfa adalah wujud dari rasa sayang yang teramat dalam.

Tapi apakah kali ini Zia kembali mengalah? Atau dia akan mengikuti kata hatinya? Pergi mengejar cita - citanya dan meninggalkan Alfa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Wardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Butuh

***

"Kenapa kamu tidak menemuiku begitu sampai di Jakarta, Zia?"

Suara Alfa terdengar begitu serak, menahan badai emosi yang berkecamuk di dalam dadanya. Langkahnya maju satu tapak, mengikis jarak di antara mereka seolah takut wanita di hadapannya akan menguap seperti asap.

"Aku... aku menunggumu. Kenapa kamu terus menghindar seolah aku ini monster?"

Zia menatap gelas jus di tangannya sejenak, lalu menatap lurus ke sepasang mata Alfa dengan sorot yang teramat dingin.

"Menemuimu? Untuk apa, Alfa? Aku sudah tidak punya urusan apa pun lagi denganmu,"

"Zia, tolong jangan seperti ini," potong Alfa cepat, gurat frustrasi tercetak jelas di wajah tampannya.

"Kamu kembali ke Indonesia, tapi kenapa tidak memberitahuku sedikit pun? Aku berhak tahu!"

"Aku kembali ke Indonesia hanya untuk fokus bekerja, mengurus butik dan rancanganku," jawab Zia dengan nada datar, tanpa riak emosi.

"Sama sekali tidak ada hubungannya denganmu atau Abraham Group,"

"Tapi aku merindukanmu, Zia! Sangat merindukanmu selama sembilan tahun ini!" Kalimat itu meluncur begitu saja dari bibir Alfa, penuh dengan keputusasaan yang mendalam.

"Kamu tidak tahu bagaimana hancurnya aku setelah malam itu. Bertahun-tahun aku mencarimu ke Paris, menyisir setiap sudut Singapura, tapi entah kenapa... baik aku maupun anak buahku tidak pernah berhasil menemukan jejakmu. Kamu seperti hilang ditelan bumi!"

Zia mendengus sinis, senyuman tipis yang sarat akan sindiran terukir di bibirnya.

"Aku tidak pernah bersembunyi, Alfa. Aku tinggal di tempat yang biasa, berjalan di tempat umum, bahkan wajahku ada di majalah. Kalau anak buahmu tidak bisa menemukanku, mungkin takdir memang sedang melindungi urat nadiku agar tidak perlu melihat wajahmu lagi,"

"Zia..."

"Seharusnya kamu tidak berdiri di sini sekarang, Alfa," sergap Zia, memotong kalimat pria itu dengan ketegasan.

"Sebaiknya kamu pergi dari hadapanku. Anggap saja kita tidak pernah saling kenal di masa lalu. Itu akan jauh lebih baik untuk kita berdua,"

"Tidak! Aku tidak mungkin melakukan itu!" seru Alfa, suaranya sedikit meninggi hingga memancing perhatian beberapa tamu di sekitar mereka, namun dia tidak peduli.

Aku sudah menghabiskan waktu hampir sepuluh tahun hidup dalam penyesalan dan mencarimu ke mana-mana, Zia. Sekarang setelah kamu ada di depan mataku, aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi! Aku akan melakukan apa saja untuk membawamu kembali ke pelukanku,"

Mendengar kalimat terakhir Alfa, tawa renyah namun dingin seketika lolos dari bibir Zia. Dia menatap Alfa dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan pandangan meremehkan.

"Membawaku kembali ke pelukanmu?" tanya Zia dengan nada mengejek.

"Kamu pikir kamu siapa, Alfa? Dengar baik-baik. Zia yang berdiri di depanmu sekarang bukanlah Zia sembilan tahun lalu yang lemah, bodoh, dan mau saja bergantung pada fasilitas serta kemewahan yang kamu berikan!"

Zia maju satu langkah, menatap Alfa dengan intimidasi yang begitu kuat.

"Sekarang, dengan posisiku di dunia mode internasional dan jaringan bisnis yang kupunya, jika aku mau... aku bisa saja menghancurkan sahammu, mengambil alih perusahaan Abraham Group, dan membuatmu mengemis di jalanan dalam waktu singkat!"

Alfa tertegun, lidahnya mendadak kelu melihat transformasi luar biasa dari wanita yang dulu begitu penurut dan rapuh di rumahnya.

"Tapi tenang saja, aku tidak akan serendah itu untuk melakukan balas dendam murahan," sambung Zia lagi, suaranya mendingin bagai es.

"Aku tidak akan melakukan itu karena aku masih mengingat sedikit kebaikan yang pernah kamu berikan dulu, jauh sebelum kamu berubah menjadi iblis. Meskipun... pertemuan terakhir kita malam itu memberikan luka yang sangat dalam di hatiku. Luka yang tidak akan pernah bisa sembuh hanya dengan kata maaf!"

Wajah Alfa seketika memucat. Bayangan malam kelam saat dia mengusir Zia dari rumah tanpa sepeser pun uang kembali terbayang di pelupuk matanya, mendatangkan rasa bersalah yang mencekik leher.

"Zia... aku minta maaf. Aku benar-benar minta maaf," ucap Alfa berulang kali dengan suara yang bergetar hebat. Dia mencoba meraih tangan Zia, namun wanita itu dengan cepat menarik tangannya menjauh.

"Waktu itu aku benar-benar khilaf. Aku emosi karena hasutan luar, aku tidak bisa berpikir dengan jernih, Zia! Tolong beri aku satu kali lagi kesempatan untuk menebus semuanya,"

Zia menghentikan langkahnya yang hendak pergi. Dia membalikkan tubuh, menatap Alfa dengan senyuman paling sinis yang pernah ada di wajahnya. Matanya yang semula sedingin es, kini menyiratkan kilat amarah yang tertahan sembilan tahun lamanya.

"Khilaf kamu bilang, Alfa?" tanya Zia, suaranya merendah namun begitu menusuk.

"Jika memang selama ini kamu mencintaiku, kamu tidak mungkin bisa khilaf sampai tega mengusir wanita yang katanya kamu cintai ke jalanan di malam hari!"

Alfa tertegun, bibirnya bergetar tanpa mampu mengeluarkan kata.

"Jika kamu benar-benar mencintaiku, tidak mungkin kamu tega menuduhku selingkuh dan hamil dengan pria lain!" lanjut Zia, setiap kata yang keluar dari bibirnya sarat akan penekanan yang mematikan.

"Dan yang paling kejam... kamu tidak mungkin tega menyuruhku menggugurkan darah daging kita sendiri!"

"Zia... waktu itu aku..."

"Tapi, aku harus berterima kasih padamu, Alfa," potong Zia cepat, tawanya terdengar hambar dan menyakitkan.

"Berkat saran kejammu dulu yang menyuruhku menggugurkan kandungan itu, sekarang aku jadi bisa fokus mengejar karierku. Aku bisa menjadi desainer internasional sesuai cita-citaku tanpa perlu ada gangguan dari seorang anak,"

Wajah Alfa seketika memucat pasi mendengar kalimat Zia. Dadanya terasa dihantam godam yang luar biasa berat saat mendengar kata yang keluar dari mulut wanita yang dulu begitu mendamba-dambakan keluarga kecil bersamanya. Dia tidak tahu bahwa kata-kata itu adalah tameng berduri yang sengaja Zia pasang untuk melindungi rahasia terbesar hidupnya.

"Zia, demi Tuhan... bukan begitu maksudku sekarang..."

"Belajarlah menghargai perasaan orang lain, Alfa Abraham!" sergap Zia, matanya berkaca-kaca namun tatapannya tetap tajam menghunjam.

"Selama kita bersama dulu, aku sudah banyak sekali mengalah. Aku mengorbankan mimpiku, karirku, dan seluruh masa mudaku hanya demi bisa mengabdi dan bersamamu di rumah itu! Tapi sepertinya kamu lupa dengan semua pengorbananku, atau mungkin... matamu sudah terlalu buta untuk melihat semua itu?"

"Aku tidak butuh maaf dari mu, Alfa," jawab Zia tegas, setiap katanya bagai belati yang menghunjam dada pria itu.

"Yang kubutuhkan saat ini hanya satu. Aku butuh kamu pergi sejauh-jauhnya dan menjauh dari hidupku untuk selamanya!"

Zia membalikkan tubuhnya dengan gerakan anggun, berniat untuk melangkah pergi meninggalkan area pilar tersebut dan kembali ke kerumunan tamu.

Namun, rasa takut akan kehilangan Zia untuk kedua kalinya membuat Alfa kehilangan akal sehatnya. Dengan gerakan spontan, Alfa maju dan mencengkeram erat lengan kanan Zia, menahannya agar tidak melangkah lebih jauh.

"Zia, tunggu! Kita belum selesai bicara..."

Belum sempat Alfa menyelesaikan kalimatnya, sebuah tangan lain yang jauh lebih besar dan kokoh mendadak muncul dari samping, mencengkeram pergelangan tangan Alfa dengan kuat.

"Lepaskan tanganmu dari calon istriku, Alfa Abraham,"

Suara bariton yang dingin, berat, dan sarat akan ancaman mematikan seketika menggema di antara mereka. Rayyan berdiri di sana, menatap Alfa dengan sorot mata sepasang elang yang siap mengoyak mangsanya.

Alfa tersentak kaget, menatap pria yang baru saja mengunci pergelangan tangannya.

"Rayyan Mahindra..."

"Aku bilang, lepaskan tanganmu sekarang sebelum aku membuat keributan yang akan menghancurkan nama baik Abraham Group di depan seluruh investor malam ini," desis Rayyan, mempererat cengkeramannya pada tangan Alfa tanpa ada niat untuk mundur sedikit pun.

"Aku tidak peduli ada masalah apa di antara kalian di masa lalu, Alfarizky Abraham," ucap Rayyan dengan suara rendah yang menggetarkan udara di sekitar mereka.

Cengkeramannya di pergelangan tangan Alfa semakin mengunci kuat.

"Tapi yang aku tahu pasti, masa lalu Zia denganmu sudah selesai. Dan harusnya, kamu tahu batasan untuk tidak sembarangan menyentuh wanita yang bukan milikmu lagi,"

Alfa menggeram rendah, mencoba menyentak tangannya namun kekuatan Rayyan jauh di atasnya.

"Lepaskan tanganmu, Rayyan Mahindra! Jangan ikut campur! Ini urusanku dengan Zia, dan kami punya urusan yang belum selesai!"

"Urusan Zia akan selalu menjadi urusanku juga," sahut Rayyan tanpa ragu, sorot matanya menatap Alfa dengan pandangan meremehkan.

"Lagipula, lihat wajahnya. Sepertinya calon istriku ini sama sekali tidak nyaman berada dekat-dekat denganmu,"

Rayyan dengan sentuhan lembut namun protektif menarik lengan Zia, membimbing wanita itu untuk melangkah menjauh. Namun, Alfa yang diselimuti rasa frustrasi dan cemburu yang membakar dada kembali bergerak cepat. Dia melangkah maju dan kembali menarik lengan Zia yang sebelah lagi.

"Zia, ikut aku! Kita harus bicara berdua tanpa pria ini!" paksa Alfa dengan mata yang memerah.

Brak!

Rayyan menepis kasar tangan Alfa hingga terlepas sepenuhnya dari tubuh Zia. Langkahnya langsung menghadang di depan Zia, mengisolasi wanita itu dari jangkauan Alfa.

"Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan di antara kalian," desis Rayyan, wajahnya mengeras dingin.

"Urusanmu dengan Zia sudah benar-benar selesai di detik kamu melepaskan berlian paling berharga yang pernah kamu miliki. Kamu yang membuangnya, jadi jangan pernah bermimpi untuk bisa menyentuhnya lagi,"

"Kamu tidak tahu apa-apa tentang kami, Rayyan!" bentak Alfa, giginya mengatup rapat menahan amarah yang memuncak.

"Aku tahu lebih banyak dari yang kamu bayangkan, Alfarizky," tantang Rayyan, maju satu langkah hingga dada mereka hampir bersentuhan.

"Aku tidak mau membuat keributan di acara malam ini. Tapi jika kamu tidak tahu cara mundur, jangan sampai aku kehilangan kesabaran dan membuat semua tamu di ruangan ini tahu kelakuan bejat apa yang sudah dilakukan seorang CEO Abraham Group pada wanita yang katanya dia cintai. Wanita yang sudah mengorbankan seluruh hidupnya, tapi malah kamu buang ke jalanan seperti sampah!"

"Diam kamu, Rayyan! Jaga bicaramu jika kamu tidak tahu masalah yang sebenarnya terjadi malam itu!" teriak Alfa, wajahnya memerah padam, tangannya mengepal kuat siap melayangkan pukulan.

"Papa!!!"

Pekikan nyaring itu seketika memecah ketegangan yang mendidih di antara ketiga orang dewasa tersebut. Di ujung lorong pilar, Sabrina tampak berlari kecil menuju Rayyan, mengabaikan Amara dan seorang pengawal yang mencoba mengejarnya dari belakang.

1
Lisa
Alfa curiga nih..lama² dia tau klo Sabrina itu adalah putrinya..
yuni ati
Alfa nggeh enggak klu ketemu putrinya
Lisa
Alfa akhirnya bertemu dgn putrinya nih..
Lisa
Wah Alfa jadi tahu kalau Zia dulu tdk jadi menggugurkan kandungannya
Lisa
Sukses y Zia utk pembukaan butiknya
Lisa
Sukses y utk rencananya Rayyan..
indah
next bun......seruuuu....ini bun....
yuni ati
Semakin menarik👍
yuni ati
Menarik/Good/
Lisa
Sukses y Zia di acara Paris Fashion Week nanti
Lisa
Aku mampir Kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!