Dewo ceo berumur dua puluh sembilan tahun belum menikah sikapnya yang dingin di jodohkan dengan Ema wanita bar bar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa sangat cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ini Tas Gue
Aya telah sampai di tempat makanan dengan gerakan tangan gesit dan kakinya yang cepat melangkah Aya mengambil banyak makanan ke dalam keranjang belanjaan yang tadi di ambil dirinya asal mengambil makanan supaya bisa cepat menyusul Ema yang ada di tempat pakaian dirinya yakin pasti Ema tidak ada di tempat pakaian sehingga Aya sangat cekatan mengambil semua makanan sampai keranjang belanjaanya penuh makanan lalu dirinya berjalan ke arah kasir
"Aku yakin pasti Ema sekarang ngga di tempat pakaian pasti dia perginya entah kemana lebih baik aku cepat bayar semua harga total makanan supaya bisa cepat mencari Ema" batin Aya ke penjaga kasir supermarket
Aya telah sampai di kasir supermarket lalu dirinya menungu sambil mencari lokasi Ema saat ini lewat handphone canggih dan handphone mahal yang dia punya sementara kasir sibuk menghitung total belanjaan Ema semuanya dengan telaten dan hati hati Aya menggeleng gelengkan kepalanya melihat kelakuan anaknya lalu dirinya mencari kontak Ema untuk mengirim chat ke Ema
"Ema bilangnya mau ke tempat pakaian malah ke tempat tas ngga bisa di percaya lebih baik aku kirim chat ke nomornya Ema supaya dia ke tempat pakaian sekarang aku menyusul setelah bayar makanan" gumam Aya lalu mengetikkan sesuatu untuk di kirim ke nomornya Ema
Mami
"Ema buruan kamu ke tempat pakaian mama tunggu jangan kelamaan di tempat tas" begitu isi chat yang di kirim oleh Aya ke Ema
Aya masih menunggu kasir menghitung total belanjaaan makanan yang di beli setelah kasir selesai menghitung dan mengemas semua belanjaaan yang di beli Aya kasir langsung menatap ke Aya membuat Aya paham
"Berapa total semuanya mba ?" tanya Aya sambil menatap beberapa bungkus makanan yang di kemas cantik sementara kasir menatap ke layar komputer
"Totalnya dua puluh empat juta bu" kata kasir sambil mengeluarkan senyuman ramah sementara Aya mengangguk anggukkan kepalanya sambil mengambil dompet di saku celananya setelah menemukan dompet dirinya mengambil kartu atm
"Ini mba" ucap Aya sambil menyodorkan kartu atm ke kasir sedangkan kasir menerima kartu atm yang di sodorkan Aya
"Sebentar bu" jawab singkat kasir supermarket di balas anggukan kepala oleh Aya lalu kasir supermarket langsung menjalankan tugasnya setelah beberapa menit membayar proses pembayaran Aya lewat atm kasir supermarket menatap Aya
"Ini kartu atm nya bu" kata kasir supermarket sambil menyodorkan kartu atm miliknya Aya sementara Aya menerima kartu atm tersebut
"Makasih mba" ucap Aya singkat lalu meletakkan kartu atm tersebut ke dompet yang telah di ambil lalu memasukkan dompet tersebut ke kantong celananya
"Sama sama bu" sahut pelayan supermarket ramah sambil tak melunturkan senyuman lebar sementara Aya mengangguk sebagai jawaban lalu dirinya pergi ke tempat pakaian setelah menitipkan barang belanjaan ke tempat penitipan
Dewo dan Ema kompak berjalan ke arah tempat tas yang bertengger lalu kedua mata Dewo dan Ema mencari tas mana yang akan di pilih kemudian kedua insan itu langsung menemukan sebuah tas yang di cari dengan cepat tangannya Dewo dan tangannya Ema serentak mengambil satu tas yang sama membuat kedua orang itu saling menatap dengan tatapan yang tajam melebihi tajamnya silet
"Ini tas gue" kata Ema dengan nada ketus sementara Dewo menatap nyalang ke Ema
"Ini tas gue" jawab Dewo dengan nada tak kalah ketus membuat Ema mendelik ke Dewo
"Tapi gue duluan yang pegang ini tas" ketus Ema menatap tajam ke Dewo sedangkan Dewo menatap Ema dengan tatapan tak kalah tajam
"Walaupun lo yang pegang duluan belum tentu lo mampu beli tas ini karena harganya mahal" ejek Dewo menatap sinis ke Ema sementara Ema menatap tajam ke Dewo
"Barang yang gue pegang pasti gue beli karena mama gue dan papa gue orang kaya raya dan gue juga ceo terkenal di salah satu perusahaan gue juga mampu membeli supermarket ini beserta semuanya isinya dan pegawai supermarket di sini" tegas Ema sambil tersenyum licik sedangkan Dewo langsung tertawa terbahak bahak mendengar ocehan Ema
"Haha haha berarti kalau lo pegang sarung lo bakalan beli tuh sarung lo sikapnya bar bar gue jamin papa lo dan mama lo pasti bar bar kayak lo gue ngga percaya lo jadi ceo kelakuan lo saja bar bar kayak gini kalau CEO wanita tuh lemah lembut dan ngga bar bar lo ngga usah sombong ke gue karena gue juga mampu membeli supermarket ini beserta pegawai di supermarket ini" jelas Dewo dengan tawa yang tersisa di bibirnya sementara Ema langsung melototkan kedua matanya ke Dewo
"Ngapain lo ketawa mukanya lo jelek walaupun ketawa tetap jelek justru papa gue dan mama gue ngga bar bar tapi diskotik gue CEO wanita yang beda dari yang lainnya gue cuma pamer ngga sombong" kata Ema dengan ketus sementara Dewo yang masih tertawa tersadar sesuatu dengan cepat dirinya menghentikan tawanya
"Buruan lepasin tas gue dari tangannya lo" ucap Dewo ketus sedangkan Ema tersenyum miring
"Ini tas gue bukan tasnya lo" jawab Ema dengan api yang berkobar kobar di kepalanya
"Mas mba jangan rebutan tas dong lagian juga masih banyak warna dan merk tas yang sama bisa ambil yang lain ini juga merk sama dengan tas yang di pegang di tangan mba dan mas" jelas pelayan supermarket dengan senyum yang di paksakan sambil di tangannya bertengger tas yang tadi di sia siakan oleh Dewo dan Ema
Sebenarnya merk tas dan warna tas yang di pegang oleh Dewo dan Ema masih ada beberapa yang terpajang di pajangan tapi mereka rebutan seperti kerbau, ayam, dan sapi yang rebutan makanan mendengar suara orang membuat Dewo dan Ema serentak menatap ke arah sumber suara dan tangannya sang sumber suara dengan cepat Ema dan Dewo menghempaskan tas yang ada di tangan mereka masing masing lalu tangannya Ema dan tangannya Dewo kompak mengambil tas yang ada di tangan pelayan supermarket
"Ini punya gue" kata Dewo sambil menatap nyalang ke Ema sementara Ema mendelik ke Dewo
"Ini punya gue" jawab Ema sambil menatap tajam ke Dewo membuat Dewo menatap Ema dengan tatapan tak kalah tajam
"Tapi mba tadi menawarkan tas ini ke gue" kata Dewo ketus sementara Ema tersenyum sinis
"Memangnya mba tadi manggil nama lo pakai bilang menawarkan tas ini ke lo yang benar mba tadi menawarkan tas ini ke gue" jelas Ema mengeluarkan senyuman licik sedangkan Dewo membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga
"Lo sadar dong mba tadi juga ngga manggil nama lo jadi dia ngga menawarkan tas ini ke lo" oceh Dewo dengan nada mengejek membuat Ema mendelik ke Dewo
"Mba mas jangan rebutan tas dong sebenarnya kalian mau beli tas yang mana biar saya ambilkan" kata pelayan supermarket melerai pertengkaran Dewo dan Ema takut di tertawakan oleh semut
"Ambil yang ini" jawab Dewo dan Ema secara bersamaan sambil kompak memegang tas yang ada di tangannya membuat pelayan supermarket menggeleng gelengkan kepalanya lalu berjalan ke tempat tas dan mengambil satu tas
"Berhubung tasnya ngga bisa di belah jadi dua lebih baik mba sama mas ambil tas yang ini" tegas pelayan supermarket menyodorkan satu buah tas membuat Ema dan Dewo kompak melemparkan tas yang ada di tangannya lalu tangannya Dewo dan tangannya Ema kompak mengambil tas yang ada di tangan pelayan supermarket
"Ini tas gue" ketus Ema mendelik ke Dewo sementara Dewo menatap nyalang ke Ema
"Ini tas gue" jawab Dewo tak kalah ketus sambil mendelik ke Ema sedangkan Ema menatap tajam ke Dewo
"Ngapain sih lo ngikutin gue terus lebih baik lo ambil tuh tas yang ada di lantai dua buah biar lo puas" jelas Ema tak lupa dengan nada ketuanya sementara Dewo tersenyum menyeringai
"Gue ngga ngikutin lo justru lo yang ngikutin gue terus oh gue tahu sekarang ini pasti modusnya lo supaya bisa dekat sama gue kalau mau kenalan tinggal nanya nama ke gue ngga usah merebut tas miliknya gue" cibir Dewo dengan percaya diri sedangkan Ema membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga
"Gue juga ngga ngikutin lo gue ngga modus sama lo karena gue ngga cinta sama lo dan ngga pengin tahu namanya lo asal lo tahu lo itu bukan selera gue ini tas milik gue bukan miliknya lo" jelas Ema mendelik ke Dewo sementara Dewo menatap nyalang ke Ema
"Mba mas jangan ribut terus dong masa mau beli tas doang rebutan" kata pelayan supermarket menatap ke Dewo dan Ema secara bergantian
"Ini di bungkus buat gue mba" kata Ema menyodorkan tas yang di pegang ke penjaga pelayan supermarket sementara Dewo mendelik ke Ema
"Ini di bungkus buat gue mba" jawab Dewo sambil menyodorkan tas yang ada di tangannya ke penjaga supermarket membuat penjaga pelayan supermarket ingin menendang mereka berdua namun dirinya sadar sedang bekerja di supermarket jadi tidak mau di pecat
"Ini tas gue" ketus Ema menatap nyalang ke Dewo sementara Dewo menatap tajam ke Ema
"Ini tas gue" jawab Dewo tak kalah ketus sedangkan Ema mengeluarkan senyuman smirk lalu tanpa aba aba langsung menggigit tangannya Dewo membuat Dewo kesakitan dan menghempaskan tas yang ada di tangannya
"Lo kekurangan daging sampai gigit tangan gue" ketus Dewo sambil menatap nyalang ke Ema sementara Ema tersenyum licik
"Gue punya banyak uang dan kedua orang tua gue juga banyak uang jadi kelebihan daging dan ngga pernah kekurangan apapun" tegas Ema tersenyum menyeringai karena tasnya cuma dia yang pegang membuat Dewo memegang tangan yang habis di gigit oleh Ema
Aya telah sampai di tempat pakaian tapi kedua matanya tak menangkap adanya Ema di tempat tersebut membuat Aya mengambil handphone yang bertengger di saku celananya lalu melihat lokasi Ema dan kedua matanya melotot saat tahu Ema masih ada di tempat tas tanpa menunggu lama Aya langsung mencari kontak Ema dan menelpon Ema membuat Ema buru buru mengangkat
Aya
"Ema kamu ada dimana ? kenapa belum ke tempat pakaian ?" tanya Aya bertubi tubi membuat Ema membulatkan kedua matanya
Ema
"Iya mah aku sebentar lagi ke sana" jawab Ema lalu langsung menutup panggilan dari Aya membuat Aya melototkan kedua matanya melihat tingkah anaknya lalu Aya memasukkan handphone ke dalam saku celananya lagi
"Mba tas yang ada di tangan saya mau di bayarnya sama pacar saya yang tadi habis berantem sama saya gara gara dia pelit banget" bisik Ema ke pelayan supermarket sedangkan pelayan supermarket menganggukkan kepalanya tanda paham
"Baik mba" kata pelayan supermarket membuat Ema tersenyum lebar dan langsung melenggang pergi
"Woy lo mau kemana tas gue jangan di bawa" teriak Dewo namun Ema menulikan pendengarannya dan tetap berjalan ke arah tempat pakaian
"Ini mas warna dan merk tasnya sama" jawab pelayan supermarket sambil menyodorkan tas ke Dewo membuat Dewo menerima tas yang di sodorkan pelayan supermarket