NovelToon NovelToon
Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Balas Dendam / Identitas Tersembunyi
Popularitas:75.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Sejak SMA, Amelia Hartono diam-diam mencintai Evan Cristian. Ketika takdir mempertemukan mereka kembali setelah lulus kuliah, Amelia mengira Tuhan akhirnya mengabulkan cintanya. Sebagai pewaris tunggal keluarga Hartono, Amelia yang polos dan kesepian menyerahkan seluruh kepercayaan kepada pria yang dicintainya.

Namun, cinta itu ternyata hanyalah jebakan.
Satu per satu aset perusahaan berpindah tangan. Pernikahan yang selama ini diyakininya sah ternyata palsu. Bahkan, bayi yang dikandung dan dilahirkannya dengan taruhan nyawa ternyata bukan darah dagingnya. Amelia hanyalah seorang ibu pengganti yang ditipu.

Di balik semua itu berdiri Evan Cristian dan istri sahnya, Carolin Baskara, model papan atas sekaligus putri keluarga konglomerat Baskara. Namun, saat semuanya hancur, Elang Anderson teman lamanya muncul kembali, pria yang diam-diam pernah jatuh cinta padanya kini membantunya.

"Kau boleh menangis hari ini, Amelia. Tapi besok, aku akan memastikan mereka yang menangis di hadapanmu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

"Mas ... apa maksud kamu bilang cerai?" Suara Carolin bergetar antara marah dan panik.

"Kamu sudah gila, ya? Kamu lebih memilih membela perempuan ini daripada aku? Aku istrimu, Mas! Aku nggak mau cerai!"

Tatapan Evan tetap dingin. "Tapi, aku mau."

Kalimat singkat itu seolah menghantam Carolin tanpa ampun. Wajahnya langsung memucat.

"Mas ... kamu serius?"

Tanpa menjawab lagi, Evan menggenggam pergelangan tangan Laras dengan hati-hati.

"Ayo masuk."

Laras tampak ragu. "Tapi, Tuan ... mari kita selesaikan ini baik-baik. Saya nggak enak kalau Tuan bertengkar terus dengan Nyonya gara-gara saya." Laras mencoba melepaskan tangannya.

"Tuan, tolong bicara baik-baik dengan Nyonya. Saya nggak ingin rumah tangga Tuan hancur karena kehadiran saya."

Namun, Evan menghentikan langkahnya. Ia menoleh menatap Laras.

"Justru kamu yang selalu berusaha mengalah. Kamu selalu memikirkan orang lain. Kamu merawat Aurora siang malam tanpa mengeluh. Kamu tahu bagaimana menjadi seorang ibu."

Tatapan Evan kemudian beralih kepada Carolin.

"Sedangkan Carolin ... dia bahkan tidak terlihat seperti seorang ibu. Yang dia tahu hanya membuat keributan. Setiap hari yang dia lakukan hanya marah-marah."

Ucapan itu membuat dada Carolin naik turun menahan amarah.

"Kamu ... Kamu berani membandingkan aku dengan perempuan rendahan ini? Lihat saja, Mas! Perempuan ini sudah berhasil memengaruhimu!" Carolin melangkah cepat. Tanpa aba-aba, ia kembali menjambak rambut Laras dengan kasar.

"Akh!" Laras menjerit kesakitan. "Nyonya ... lepaskan ... kamu perempuan ular! Dasar perebut suami orang! Berani sekali kamu menghancurkan rumah tanggaku!" Carolin terus menarik rambut Laras tanpa belas kasihan.

Air mata Laras langsung menetes.

"Nyonya ... sakit ... tolong..."

Melihat itu, kesabaran Evan benar-benar habis.

"Carolin!" Bentaknya menggelegar. Dengan gerakan cepat, Evan melepaskan jambakan Carolin dari rambut Laras.

"Cukup! Jangan pernah sentuh Laras lagi!"

Tatapan Evan begitu tajam hingga membuat Carolin terdiam sesaat.

"Kamu membentakku demi dia?"

"Iya!"Jawaban Evan terdengar tegas.

"Karena yang salah sekarang adalah kamu. Kamu sudah kelewatan. Setiap hari kamu hanya mencari masalah. Sementara Laras selalu memilih diam."

Carolin menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca. Ia tidak pernah menyangka pria yang dulu rela melakukan apa pun demi dirinya. Kini berdiri di depan perempuan lain untuk melindunginya.

Sedangkan, Laras menundukkan kepala sambil memegangi rambutnya yang masih terasa nyeri.

Di balik wajahnya yang tampak lemah dan penuh air mata... Sudut bibirnya nyaris terangkat membentuk senyum tipis. Sedikit demi sedikit, rumah tangga Evan dan Carolin mulai runtuh tepat di depan matanya.

Emosi Evan benar-benar berada di puncaknya. Tanpa memberi kesempatan Carolin untuk kembali menyerang Laras, ia meraih pergelangan tangan istrinya dengan kuat.

"Mas! Lepasin aku!" Carolin berusaha memberontak.

"Aku bilang lepas!"

Namun, Evan tidak menggubrisnya.

"Ayo keluar." Suaranya terdengar dingin dan tegas.

"Mas, kamu mau bawa aku ke mana? Mas Evan!" Carolin terus berusaha menarik tangannya, tetapi tenaga Evan jauh lebih kuat.

Pria itu menyeret Carolin menuju pintu utama. Para pelayan yang melihat kejadian itu hanya mampu saling berpandangan. Tidak ada yang berani ikut campur.

Pintu rumah terbuka.

Langit di luar mulai gelap. Cahaya senja telah berganti dengan lampu-lampu halaman yang menyala redup. Evan mendorong Carolin keluar hingga wanita itu kehilangan keseimbangan.

"Mas! Aku istrimu! Berani-beraninya kamu mengusir aku demi perempuan itu!" Carolin terus berteriak sambil memukul dada Evan.

"Aku nggak terima! Kamu dengar nggak? Aku nggak akan pernah terima!"

Evan tetap memasang wajah datar.

"Aku sudah muak dengan semua keributan ini. Kalau kamu belum bisa mengendalikan emosimu, jangan masuk ke rumah."

Seketika wajah Carolin berubah.

"Kamu mengusir aku?"

"Iya!"

Plak!

Carolin memukul lengan Evan berkali-kali.

"Kamu jahat! Kamu berubah! Semua gara-gara perempuan itu!"

Namun, Evan sama sekali tidak bergeming. Tanpa mengucapkan sepatah kata lagi, ia melangkah mundur ke dalam rumah.

Pintu utama ditutup tepat di depan wajah Carolin.

"Mas Evan! Buka pintunya!" Carolin terus menggedor pintu sekuat tenaga.

"Mas! Aku istrimu! Kamu nggak bisa ngelakuin ini!" Suara teriakannya terdengar hingga ke halaman depan.

Di dalam rumah, Laras yang sedari tadi memeluk Aurora tampak cemas.

"Tuan ... kasihan Nyonya. Tolong bukakan pintunya. Nanti tetangga bisa salah paham."

Evan menggeleng pelan.

"Tidak, biarkan saja."

"Tapi, Tuan..."

"Laras." Evan memotong ucapan wanita itu.

"Fokus saja pada Aurora. Dia lebih membutuhkanmu sekarang. Soal Carolin ... biar aku yang mengurus."

Laras terdiam.

Ia menatap Aurora yang tertidur tenang di pelukannya, lalu mengangguk pelan.

"Baik, Tuan."

Sementara itu, di luar rumah, Carolin masih menggedor pintu tanpa henti.

'Akhirnya, perempuan itu diusir juga,' Laras tersenyum sinis dan berjalan ke arah kamar Aurora.

1
merry
laras peka dikit napa jgn minder lgian elang bantu kmu dr awal,,, kshn loh ayo lang ungkapin donk perasaan mu jgn diem ajjj,,
Pjjmakkem
mau dong kisah elang yg udah move on genre komedi, biar ga sedih2 amat..
jd pas ketemu laras lg, elang da bs tersenyum tanpa rasa cinta sendirian, krn dia da merasa dunia nya gong dicintai ugal2an sm wanita lain
Pjjmakkem: trus laras ttp jd wanita kuat tanpa rasa pelakor 😍
total 1 replies
Nurjannah Rajja
Hancurin juga perusahaan bagaskara dong, dia kan bersekongkol pada waktu itu.
Runi Mayantri
suka critany
Runi Mayantri
buat jodoh elang yg badas ya thor,biar mkin seru,gak usah ma laras gpp thor,yg pntg elang bsa move on n bhgia
vania larasati
lanjut
Ita rahmawati
kok ya nyesek amat sih Lang nasib cintamu 😔
kasih jodoh elang dong thor
Ita rahmawati
sidangnya masih berlanjut
Ita rahmawati
gimana hubungan antara Amelia dn Evan dulu ya saat jd suami istri 🤔
apakah aurora bener bener bibitnya Evan SM Caroline,, kasian Amelia ya ya😔 tp mau bagaimanapun dia yg mengandung jd ttep kasih sayangnya GK main main
May Satibi Satibi
yuhuuu Thor ku tunggu jlanya mau maju mundur kiri atau kanan🤭🤭🤭🤭💪💪💪💪💪💪💪
Les Tary
Laras ga peka
Jaya Fandi
elang,,,luar biasa sekali kamu,,semoga mendapatkan jodoh yg luar biasa juga elanh
Aysah Meta
Bener sih apa kata elang,kenapa gak test DNA.
Takutnya emang bukan anak Caroline tapi anak Evan dan Amelia..tapi bener² di rahasiakan sama si Evan.
wihhh..jadi penasaran.
Masih ada yg janggal dr sekian episode ini
SasSya
kasihan sekali anak sulung Bu Araaa
kisah cintanya mengsediiihh 🥲
SasSya
Laras 🫂🫂🫂
semoga menemukan kebahagiaan dan tidak trauma untuk menjalin hubungan baru
bersama siapapun
Elang atau yg lain
SasSya
paiiiiittttt kisah mu Eeelllll
SasSya
😔🥺🥺🥺🥺🥺😭😭😭😭
sampai akhir jadi Sad boy Eeellll
sini peluk siniiiii🫂🫂🫂🫂
SasSya
Sampai Akhir persidangan Rahasia Amelia yg berubah jdi Laras tidak di ungkap
memang sebaiknya begitu
SasSya
wawwwww
seumur hidup Za iniii
👍👍👍👍
SasSya
persidangan ternyata melelahkan memakan waktu lama sekali zaa
ber bulan2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!