NovelToon NovelToon
TAK SANGGUP BERBAGI

TAK SANGGUP BERBAGI

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:13M
Nilai: 4.9
Nama Author: meliani

IG: ana_miauw
Bisa menikah dengan Yudha adalah bukan dari rencana Vita saat itu. Karena Yudha sudah memiliki hati yang lain sebelumnya. Dan atas nama pernikahan yang suci, dia mencoba untuk menerima takdirnya menjadi nomor dua meski dia adalah istri pertama.

Tetapi apa yang Vita rasakan semenjak pernikahan hingga saat ini?

Vita tidak sepakat dengan ketidakadilan yag dibebankan kepadanya karena tak pernah merasa dicintai sedikitpun oleh Yudha. Bahkan Yudha mengatakannya secara terus terang bahwa Vita hanyalah sebuah pelampiasan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Sangat Tertekan

“Bisa lebih menempel lagi, Mas posisinya?” kata fotografer yang mengarahkan pose Yudha dan juga Rahma. Kini posisi mereka sudah sangat menempel. Yudha berada di belakang Rahma sedang satu tangannya berada di perutnya.

“Ya, sudah tepat. Tapi kurang sedikit senyum, Mas!”

Entah sudah ke berapa kali fotografer meminta pria itu untuk tersenyum. Tetapi raut wajah Yudha memang sedang sangat kecut sekali saat itu jika seandainya ada yang benar-benar memahaminya. Nyatanya, semua orang di sana sepertinya memang betul-betul bebal dan tidak menyadari keganjilan ini.

Seperti tak mempunyai gairah hidup lagi, Yudha menyerah dan terpaksa menuruti saja kehendak perempuan tua itu. Yudha tak ubahnya seperti seekor binatang yang siap diseret ke mana saja—di bawah kaki perempuan dungu yang kini sudah menguasai sebagian hidupnya.

“Wah, hebat ya, Jeng. Punya mantu ganteng, baik, saleh, mapan terus sayang sama istrinya lagi,” ucap salah seorang teman Nely yang sedang memuji betapa hebatnya laki-laki yang mereka kira adalah sosok paling sempurna.

“Jodoh kan cerminan diri. Saya mendidik Rahma jadi perempuan baik, makanya dia dapat laki-laki yang baik juga. Iya, kan?” lirik Nely kepada Rahma. Sedangkan Rahma tengah berusaha memaksakan senyum di hadapan orang-orang yang tengah hadir di acara empat bulanan ini.

Dengan bangga, Nely juga menceritakan bagaimana mereka berpacaran tanpa saling menyentuh hingga akhirnya dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan.

“Perjuangan cinta mereka itu tidak mudah Bu-Ibu, banyak sekali cobaannya! Tapi kalau memang sudah jodoh, saya percaya tidak akan ke mana. Buktinya, Rahmalah yang bertahan.”

“Rezekimu memang baik, Rahma. Kamu harus banyak bersyukur. Banyak loh, di luar sana yang tidak seberuntung kamu.”

“Iya, Bu,” lagi-lagi Rahma memaksakan senyum.

“Nanti kalau acara tujuh bulanan bakal lebih besar ya, acaranya? Undang kami lagi ya.”

“Oh, iya itu pasti. Ini cucu pertama saya. Harus yang spesial. Tenang saja kalian nanti pasti di undang.”

Geramnya bukan main manakala mendengar perempuan itu berbicara seenaknya. Terbetik dalam benaknya ingin meledakkan rumah ini. Giginya mengerat dan tangannya mengepal menahan emosi yang akan meluap.

Tak ingin terjadi sesuatu yang tak diinginkan yang dapat mempermalukan diri sendiri dan orang lain, Yudha meninggalkan lokasi dan memilih untuk memasuki mobilnya. Tanpa di duga, ternyata Alif juga berada di sana. Pria itu sedang khusyuk menikmati musik dengan headset-nya tanpa peduli orang sekitar, terlebih orang rusuh yang baru saja masuk ke dalam mobil ini.

“Kenapa malah masuk ke sini, Bang?” tanya Alif tanpa berusaha memandang pria frustrasi di sebelahnya. “Nanti di cari sama Umi Rahma,” ujarnya lagi menyindir.

“Kapan aku mati?”

Ucapan Yudha barusan membuat Alif agak terkejut sehingga dia menjauhkan benda berisik itu dari telinganya. “Kau ingin mati?” tanyanya memastikan.

“Ya, lebih baik aku mati,” jawab Yudha dengan sangat yakin.

“Hati-hati, ucapan adalah doa,” kata Alif kemudian. “Di acara seperti ini apa kalian masih bertengkar juga?”

Yudha menggeleng.

“Lalu kenapa kau keluar meninggalkan acaramu?”

“Ini bukan acaraku, tapi ini adalah acara mereka. Jadi biarlah mereka menikmatinya.”

“Kalian itu aneh, termasuk kau juga. Belakangan ini kau juga jadi pemarah. Aku pun bingung dengan sikapmu.”

“Merekalah yang selalu memulai,” kata Yudha tak ingin disalahkan.

“Pertengkaran itu hal biasa, bukan? Nanti pasti juga kalian akan rukun lagi.”

“Memang benar, tapi aku yang banyak mengalah. Menahan-nahan agar hubungan kami baik-baik saja. Kamu itu tidak tahu macam apa istriku yang satu itu dan ibunya!”

“Separah itukah?”

“Ya, sangat parah! Tidak tertolong,” jawab Yudha bersungut-sungut. “Rupanya aku telah salah mengawini anak setan.”

Baru sekali ini Alif mendengar kakaknya berbicara kasar. Itu tandanya dia sudah sangat marah sekali.

“Coba kau bicara begitu di depannya.”

“Tentu saja aku sangat ingin melakukannya, tapi aku ingin menghargai sekali istriku. Dia mengandung anakku sekarang. Aku hanya ingin menjaga perasaannya.”

“Bagaimana dengan ... Vita?” tanya Alif kemudian.

Yudha menggeleng, “Aku tidak tahu ....”

Tatkala ia mengingat namanya, suaranya langsung meredup. Hatinya langsung berdenyut nyeri. Dia benar-benar merindukan setengah mati istri pertamanya itu. Sudah berapa kali itu pula Yudha memimpikannya pada saat malam, hingga ia terbangun dalam keadaan basah oleh karenanya.

“Sebisa mungkin aku terus membantumu, Bang.” Alif berkata dengan tulus.

“Sepertinya Vita memang sudah sangat muak denganku dan tidak ingin menemuiku lagi.”

“Kamu masih mencintainya?”

“Kenapa kamu bertanya begitu?” tanya Yudha dengan nada tak biasa. “Kalau aku tidak mencintainya mana mungkin aku jadi begini sekarang.”

“Kalau boleh tahu, kenapa Abang dulu mempertahankan Vita, kalau akhirnya Abang menikahi Rahma juga?” Alif memberanikan diri bertanya hal sensitif ini dengan sangat hati-hati. “Apa memang sudah ada niatan untuk memiliki keduanya?”

“Awalnya tidak meskipun waktu itu aku masih mencintai Rahma.”

“Lalu?” tanya Laif lagi semakin penasaran.

“Mereka terus mendesak. Aku tidak tega melihatnya.”

“Terus Abang terima begitu saja?”

Yudha mengangguk, “Tapi aku tidak tahu bahwa akhirnya akan seperti ini.” Ada jeda sesaat sebum ia melanjutkan ucapannya dengan lirih dan begitu dalam, “Aku sangat tertekan.”

“Sekarang perasaanmu ke Rahma bagaimana?”

“Samar,” jawab Yudha singkat. “Dia semakin agresif.”

“Bukankah itu bagus?” kata Alif menduga hal lain.

“Bukan tentang itu. Tapi tentang bagaimana dia mengatur hidupku,” jawab Yudha menyanggah. “Seakan-akan aku adalah boneka yang bebas mereka atur sesuai kehendaknya.”

Alf menoleh, melihat iba kakak satu-satunya yang menderita sebab karena ulahnya sendiri.

Agak lama Yudha terdiam, sebelum akhirnya pria itu melanjutkan, “Sekarang sudah tidak pernah terlihat lagi dia merasa bersalah. Justru dia kelihatan bahagia setelah Vita lama tiada.” Yudha menunduk dalam, kemudian melanjutkan, “Ternyata hanya sebatas itu gadis yang dulu aku sukai dan aku bangga-banggakan kepada semua orang.”

“Mungkin dulu memang tidak begitu, Bang. Tapi sekarang keadaannya sudah jauh berubah. Dia bukan lagi satu-satunya. Pasti dia akan melakukan apa pun demi mempertahankan dirinya,” kata Alif meluruskan kembali jalan pikiran Yudha.

“Tidak. Semuanya sudah tampak di mataku dan baru aku sadari sekarang.” Terdengar helaan napas kasar dari pria itu, lantas kembali menoleh. “Sudahlah, aku lelah. Sebaiknya kita pulang saja sekarang.”

“Yang benar saja, kau pulang tanpa membawa istrimu, nanti mertuamu mengamuk lagi. Umi sama Abah sudah capek.”

“Tidak, aku akan beralasan nanti.”

“Ya sudah, kalau itu maumu. Terus terang aku juga tidak suka di sini, makanya aku memisahkan diri ke mobil.” Alif mulai menyalakan starter dan menginjak pedalnya hingga mobil meninggalkan lokasi.

“Biar aku saja yang pergi nanti ke Maroko,” kata Yudha setelah beberapa saat kemudian. Maroko adalah kunjungan bulan ini yang akan memberangkatkan tak kurang dari tiga puluh orang.

“Kau yakin?” Alif menoleh sekilas.

“Aku ingin menjauh sebentar.”

“Ya sudah kalau begitu.”

Hari-hari berikutnya, Yudha berangkat ke Maroko dengan perasaan merana sendiri meskipun keadaannya sudah jauh lebih baik. Dengan sendirinya, dia melupakan masalah keluarga yang sudah berada di ambang kehancuran. Mulai pada hari itu ia bertekad untuk hidup lebih berarti hanya demi anaknya saja.

Di bawah bangunan Islam kontemporer yang eksotis, Yudha berdoa dengan khusyuk. Semoga lekas-lekas ia menemukan Vita dan kembali bahagia bersama. Tanpa ada orang lain lagi yang mengganggu hubungan mereka!

***

To be continued.

Apa susahnya sih pencet tombol like? Tak timpuk nih, pakai duit segepok!

1
Ara Dhani
begitulah yg dirasakan Vita saat MLM pertama mereka . Yudha menyebutkan nama rahma
Ara Dhani
sakitnya sampai sini ya allah😭
Lina Astika Sari
jangan terlalu kamu sanjung yuda
Lina Astika Sari
sakit sekali di banding²kan😥
Lina Astika Sari
woopppss.. sakitnya
Lina Astika Sari
jadinya huruf hijaiyah ya vita😂😂😂
Lina Astika Sari
sejenis anggora mas alif😂😂
Lina Astika Sari
katanya yudha tempat trrnyaman dan tenang hanya rahma.. ini kok malah vita memng dah aneh ni yudha
Lina Astika Sari
setelah vitanya pergi baru sadar.. bahwa dy mencintai vita begtu dalam
sutiasih kasih
kmana aja km yud.... baru tau klo vita itu jauh lbh unggul dri istri ksayanganmu si rahma....
bhkn km tak punya hati.... dlu sll membandingkn vita dgn rahma...
km sll memuji rahma... bhkn km bilang hnya rahma yg bisa mmberimu kdamaian.... dan km mngtakn hnya rahma istri terbaikmu....
mkanya yud.... jgn trtipu dgn anggunnya cover luaran.... tpi nyatanya busuk dalamnya...
Ara Dhani
ngakak di part ini😆😆
Ara Dhani
ya allah.. part ini ngakak aku😂😂
Ara Dhani
spesies langkah betina ini mah😂
sutiasih kasih
kasih paham yudha lif..... biar abangmu itu waras dikit otaknya🤣🤣
Komariyah
Buruk
Khairul Azam
meskipun klo km dipaksa, klo km tegas dan punya pendirian gak bakalan jg nikahin rahma yuda, tp ya gimana lgi emang emang ceritanya dibikin begini sama othornya
Khairul Azam
disininyg perlu disalahkan yuda
Khairul Azam
aku gak ada kasihannya tu sama ini kluarga yuda karma itu
Khairul Azam
aku gak sukanya begini terkesan vita cuman jd cadangan
Khairul Azam
laki laki tak berguna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!