🚨Karya ini mengandung unsur dewasa, humor dan emosi.( 21+)
Sebuah keajaiban membawa Sri Yuki melintas waktu ke zaman modern.
Menggantikan jiwa Yuki Zivanna Handoko 26 tahun yang meninggal dalam sebuah kecelakaan.
Awal perjalanan hidup Sri Yuki di zaman modern. Ia harus menerima pernikahan poligami dengan seorang pria yang memiliki paras yang sama dengan kekasihnya di zaman dahulu.
Perahara rumah tangga membuat Sri Yuki harus tenggelam di sebuah belenggu pernikahan, dan keluarga pemilik asli tubuh yang ia tempati membuangnya.
Disaat ia menyerah akan Cinta Geffen Danu Nugraha, Geffen malah semakin menjeratnya dalam lumpur cinta segitiganya antara Geffen, Yuki dan Maya.
"Kau memang cinta ku di masa lalu, tapi di masa ini kita ditakdirkan saling melati " - Sri Yuki
"Akan ku arungi samudra, akan kupijak dunia untuk menemukan mu, akan ku ikat dirimu agar kau tak pernah lepas dari genggamanku" - Geffen Danu Nugraha.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liana kiezia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terjebak dalam permainan diri sendiri
💌💌💌💌
Maya sudah tak tahan ia ingin berteriak, ia meremas tangannya sehingga kuku kuku menancap di kulit hingga memerah.
"Dasar sudah meninggalkan ku di bawah sekarang malah pamer kemesraan"...
king kring kring
Bunyi hanpone Maya berdering tertulis terpampang nama MAMA calling....
"Halo sayang" Suara seseorang wanita paruh baya dari sebarang.
"Ia Mama" Jawab Maya dengan suara lemah lembut.
"Sayang Mama rindu kamu, mari kita bertemu sudah sebulan Mama tidak berjumpa dengan mu sayang".
"Boleh Ma, setelah ini aku akan ke restoran X untuk makan siang, nanti kita ketemuan disana Mama sayang" Ucap Maya.
"Baikalah, mama siap siap dulu cintaku".
Lalu hanpone itu pun mati.
"Kau boleh tertawa saat ini anak kampung, tapi setelah ini kau tak akan tertawa lagi".
..._________________...
Sedangkan di dalam kamar mandi Sri Yuki duduk menikmati hangatnya air kobokan di dalam baskom untuk merayakan kemenangan kecilnya, "Astaga segitiga karung goni ku tertinggal di atas meja, bisa bisa masuk angin aku jika tak mengenakan penutup nanti" Ucap Yuki yang baru sadar jika pada saat ia membuka kain di tubuhnya ia baru sadar karung goninya kagak ada .
Sedangkan Geffen sedang membereskan bajunya, ia merapikan celananya juga, "Tok Tok Tok" Pintu di ketuk dari luar.
"Masuk" Ucap Geffen.
Ternyata sekertaris nya telah membawa baju untuk Sri Yuki, "Maaf tuan ini pesanan Anda" Ucap si sekertaris.
"Hem.....Ambil kain mu!" Ucap Geffen, lalu sekertaris itu mengambil barang miliknya, setelah itu, ia pergi dari ruangan bosnya dengan tersenyum..
Geffen mengabil tas baju untuk Sri Yuki, lalu matanya melihat segitiga karung goni Sri Yuki di depan mata, "Astaga habislah sudah, itu si sekertaris pasti melihat benda keramat diatas meja" Geffen lalu mengambil benda itu.
Buru buru ia membuka kamar mandi ternyata pengacau nya tengah berendam santai di kamar mandi.
Geffen melihat sang istri tiduran dengan nyaman, otak mesumnya pun meronta ronta, Si anakonda pun sudah bangun kembali.
"Gak papa kan jika cuma berendam sebentar?, Maya pasti betah di kamar sebelah, karena dia terbiasa menunggu ku bekerja seharian, apa lagi hanya menungguku nyangkul yang hanya hitungan menit saja, Mubajir jika kesempatan langka tidak di ambil" Ucap Geffen dalam hati.
Tadi baju yang sudah di rapikan sudah berantakan kembali, Geffen menyimpan bajunya dengan hati-hati agar tak di dengar oleh si Sri yang sedang Bocan.
Geffen memasuki baskom kamar mandi di ruangannya, kantornya memiliki fasilitas sama dengan Hotel, maka siapapun melihat tempat mandi itu akan tergiur untuk berendam disana.
"Abang ngapain masuk kesini?" Tanya Yuki mengintimidasi suaminya itu.
"Mandi lah, masak mau nyuci baju" Jawab Geffen lugas.
"Tapi Tante Maya ada di kamar sebelah".
"Ayo sebentar saja Sri kasian anakonda migren karena tak mendapatkan makan".
"Sana mintak sama Maya, kan ada Maya!"
"Maunya sama kamu aja, ayolah gaya Oreo aja, Abang janji hanya sebentar saja" Rayu Geffen.
Otak licik Sri Yuki langsung meronta-ronta ia masih ingat mendapat ciuman pukulan dari orang yang sudah kelepek kelepek dengan ladangnya saat ini.
Dan semua itu gara gara memergoki si Maya lagi siaran langsung menggunakan si anakonda sebagai Mic di apartemennya.
Sri Yuki yakin wanita ular itu yang memang merencanakan untuk menyakitinya, ia masih ingat Maya tersenyum mengejek kepadanya di balik punggung Geffen.
Lagian ia sudah terlanjur tercebur di atas ranjang Geffen, ia tak bisa munafik jika ia menyukai main bola sodok dengan suami brengseknya ini....
Dan untuk Geffen ia ngin merebut hati Geffen seutuhnya lalu ia meninggalkan nya, itu semua balasan setimpal bagi laki-laki tak setia, karena sri Yuki benci di madu, ia masih ingat tawa selir selir ayahnya yang sangat bahagia melihat Sri Yuki menderita dan kenyataan ibunya meninggal masih terngiang di benaknya.
Maaf jika disini Sri Yuki mudah jatuh di tangan Geffen karena sejatinya pembalasan secara halus lebih menyakitkan, apakah Sri Yuki meninggalkan Geffen semua tergantung Emak online bin sabar ini😂✌️.
..._________________...
Geffen melihat istrinya bengong, entah apa yang ia pikirkan, ia tak ambil pusing ia langsung nyeruduk Sri Yuki, sengatan demi sengatan ia berikan kepada istri candunya itu.
Rupanya bukan Geffen aja yang imannya setipis rambut kaki anakonda, Si Sri Yuki mengidap senggol bacok, kalog di sengat langsung nyengat balik..
Dan pertarungan dahsya menggetarkan dinding dinding kamar mandi membuat Maya yang tengah berbunga-bunga mau menghancurkan Sri Yuki langsung menoleh ke kanan dan ke kiri, ia mendengar jeritan kecil yang samar samar.
Maya bangun, ia berjongkok di depan tempat tidur, ia melihat kolong tempat tidur takutnya ada tikus kejepit di bawah sana.
Semakin lama jeritan itu makin jelas di telinganya, "Bang sakit jika dari belakang" ucap Sri Yuki sambil merintih, dan Rintihan itu semakin terdengar, Maya berjalan ke dinding pembatas Kamar dan kamar mandi.
"Nungging beby, nantik enak kok" Ucap seseorang yang sangat familiar di telinga Maya.
"Oh nusuknya dalem banget" Sri Yuki merintih.
"Enak bukan gaya guguk kawin" Ucap Geffen sambil terbata bata.
~Maya POV.
Sialan gue disuruh nunggu disini, nungguin mereka lagi main kuda kuda an, apalagi Si Geffen Semenjak Yuki sadar selalu mengindari ku jika aku mintak jatah.
Jika seperti ini aku juga pengen!....
Mau pergi dari sini nantik aku ketauan jika panas dan Geffen akan menanyakan kenapa aku pergi!...
hanpone Maya lagi berdering.....
Kring kring kring, tertera jika Mama caling....
Dasar ibu dan anak menyusahkan...
"Ia Ma?"
"Oh tidak apa apa, Mama kekantor Papa dulu, aku juga lagi sibuk ini, nanti jika aku dan sampek aku kabari Mama".
Maya mondar mandir, tubuh nya juga panas dingin, ia hanya menggigit jari, mau ngamuk takut ketahuan, mau pergi entar Geffen curiga jika ia tak menyukai kedekatan nya dengan Sri Yuki, mau ngelabrak dia tidak bisa, karena di sini Maya berperan menjadi penyemangat Geffen dan Sri Yuki di depan Geffen, rencana mau mencari muka untuk mendepak si madu malah dia sendiri menjadi orang terbodoh di dunia ini.
^^^~To be continued^^^
Terimakasih atas dukungannya untuk karya receh bin sengklek milik emak online, semoga dukungan kalian di balas oleh tuhan yang maha Esa🙏🙏
Jagan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di reating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini
kepada reader emak yang merayakan Natal, emak online bin sabar ini mengucapkan Merry Christmas , lope Yuyu sekebon tetangga dari emak liana Kusus buat kalian😘😘
Selagi nungguin si Maya panas hati yuk mampir di karya temen emak yang satu ini.
udah mirim belom ya
bagus
semangat thor
sukses