Aira Maharani seorang gadis yang baru saja lulus sekolah SMU itu, terpaksa menikah dengan seseorang atas perintah ayahnya dengan pengaruh ibu tirinya. Namun dalam pernikahannya dia tak pernah mendapat perlakuan yang baik dari suaminya, dan dalam pernikahannya yang sudah berjalan 3 tahun lamanya tak dapat keturunan seperti yang diinginkan suaminya Aira kerap mendapat hinaan dari suaminya. Dan pada hari ulang tahun pernikahannya yang ke 3 tahun dia mendapat kabar bahwa suaminya telah menduakannya. Dan madu yang dibawah masuk oleh suaminya ke dalam rumahnya adalah saudara tirinya sendiri. Akankah Aira bisa bebas dari hinaan dan siksaan dari suaminya. Dan akankah Aira akan hidup bahagia bersama suamindan madunya, atau suaminya akan berubah menyayangi dan menghormatinya.
Halo... saya pendatang baru, butuh dukungan dari kalian semua. Dan . . Dan jangan lupa untuk meninggalkan Like 👍kalian, terus comment ✍️ kalian juga ya.... Biar saya lebih semangat lagi, hadiah 🎁 dan vote ✌️dari kalia juga ku tunggu 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Katrina jaeyadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aira dan Daniel
"Agh.!"
"Eghm.!"
Suara - suara dess*han dari seorang gadis terdengar jelas di kamarnya. Orang yang baru keluar dari kamar mandi dan hendak pergi itu pun mengurungkan langkah kakinya keluar, dia berjalan mendekati kamarnya dan matanya terbelalak lebar saat dia melihat pemandangan yang luar biasa indah baginya. Dan darah kelelakiannya terpompa naik dengan cepat.
Seorang gadis yang tengah meliuk diatas ranjangnya dengan sebagian baju terlepas dari tubuhnya membuat dia sangat menarik dan menggoda. Terlebih lagi gadis itu adalah sosok yang selalu diinginkannya setiap saat, daniel menelan salifanya dan dia berjalan mendekati ranjang dengan istri yang diingin diatas ranjang itu.
"Panas.!"
"To - tolong."
"Eghm.!"
Suara - suara rintihan dan dess*ahan dari aira keluar tanpa terkendali, pandangannya buram, akal sehatnya telah dikuasai oleh pengaruh obat yang tanpa sengaja dia minum. Aira benar - benar tersiksa dengan keadaannya saat ini. Yang ada dalam pikirannya hanya dia ingin segerah mengusir rasa menyiksa ini agar hilang dari dirinya.
"Aira, apa yang sudah terjadi sebenarnya?" gumam daniel yang menatap aira begitu tersiksa dengan wajah merah dan mata sayu serta keringat membasahi tubuhnya.
"Tidak Daniel, kau sudah berjanji untuk melakukannya dengan benar. Jangan kau lakukan niat bej*dmu dan jangan memanfaatkan keadaannya." gumam daniel lagi, dan dia langsung menghubungi seseorang untuk membawahkan obat untuk aira.
"Aah.!" pekik daniel kaget karna aira sudah bertengger di bawahnya dan berusaha membuka celana daniel.
"Aira apa yang kau lakukan. Sadarlah.!" teriak daniel pada aira, namun aira yang sudah sepenuhnya dikuasi oleh hasr*tnya tak mampu lagi mendengar dengan jelas.
"To - tolong aku."
"Ku mo - mohon."
Aira menghiba dan memohon dengan pandangan yang sangat tersiksa. Daniel langsung mengangkat tubuh aira dan memasukkanya kedalam bathtub. Namun bukannya sadar aira jadi semakin menjadi.
"Halo daniel!?" orang disebrang berteriak karna telponnya dicuekin oleh daniel.
"Oh, iya halo. Tolong kamu kesini dan jangan lupa bawah obat penenang ke hotel SS di kamar nomor.. Aah.!" daniel lagi - lagi mengeluarkan suara anehnya karna ulah aira yang sudah menggigit di perut daniel yang ditarik oleh aira hingga kancingnya lepas.
"Tidak jadi kau tetap di rumah saja." ucap daniel dan langsung mematikan sambungan telponnya.
"Sayang ini kau yang minta, aku sudah berusaha kuat untuk menahannya. Jadi jangan salahkan aku." ucap daniel yang langsung menc*um bibir aira dan dibalas oleh aira dengan liar, seolah dia sedang mencari obat untuk menyembuhkan rasa sakit didalam dirinya.
Daniel melepas c*umannya dan mengangkat tubuh aira pidah ke tempat tidur. "Aku tak tau apa yang sudah terjadi dan siapa yang melakukan ini padamu. Tapi aku yakin orang itu tak bermaksud membawahmu ke kamar ini, mungkin saja orang yang disuruh salah masuk." gumam daniel dalam hati sambil mencumb*i aira dengan ganas.
"Eghm.!"
Suara **** aira yang keluar dan tubuh yang meliuk membuat daniel semakin bersemangat, pelan - pelan daniel melepas semua sisa baju yang dikenakan oleh aira, dan jemari daniel menyusup serta bertengger tetap pada titik yang membuat aira semakin meracau.
Daniel memasukkan jemarinya dan memainkannya di sama keluar masuk dengan gerakan intens, sedangkan bibirnya bermain dengan lidah aira yang terasa sangat manis, serta tangannya yang lain bermain bebas didada aira, seketika tubuh aira mengejang, dadanya terangkat melambung serta mulutnya mendess*ah dengan sangat panjang.
Daniel tersenyum melihat reaksi aira yang telah mendapatkan puncak kenikmatannya yang pertama, daniel langsung melepas semua pakean yang melekat ditubuhnya semua dan dia mendekatkan dirinya lagi ke aira. "Sayang sekarang saatnya aku yang mendapatkan kenikmatan darimu." bisik daniel ditelinga aira.
"Ehm." jawab aira yang sudah tak bisa membedakan antara kenyataan dan hanyalan.
Daniel menarik kaki aira dan membukanya lebar - lebar, lalu dia mengarahkan torpedonya pada mulut langit yang akan menelan torpedo itu dengan lahap. Daniel mendekatkan wajahnya pada wajah aira yang matanya tertutup, lalu daniel mec*um dan melahap bibir aira lagi serta menekan torpedonya dengan satu gerakan yang langsung membuat torpedo itu tenggelam penuh pada pintu langit.
"Eeghm." aira Mendes*ah panjang saat torpedo daniel melesak masuk, dan mulai bergoyang menusuk - nusuk keluar masuk.
"Aira.!" daniel memekik dan memanggil nama aira dengan sangat panjang, karna dia sedang dalam kenikmatan yang mau mencapai puncak tertingginya. Daniel memeluk erat tubuh aira dengan gerakan yang semakin cepat dan kuat.
Aira yang ada dibawah tubuh daniel ikut menyuarakan suara merdunya dan tubuhnya juga ikut mengejang lagi, seolah dia terkena sengatan listrik dengan daya tegang tinggi. Aira pun mulai mencakar punggung daniel, namun daniel tak merasakan sakit sedikitpun. Dan akhirnya mereka berdua mencapa puncaknya bersamaan dan menikmati rasa nikmat yang sama.
Tubuh daniel limbung dan dia menjatuhkan tubuhnya disamping tubuh aira, sementara aira langsung terlelap dengan raut wajah lelah dan keringat yang membasahi wajah juga tubuhnya.
Daniel tersenyum menatap aira dari samping, dia mengusap pipi aira yang mulus dengan lembut. "Maaf ya sayang dan terima kasih." daniel mengecup kening aira dan menyeka keringat yang ada diwajah aira.
"Aku selalu menyakitimu selama ini, bahkan merusak malam pertamamu yang mungkin itu adalah mimpi indah yang kau inginkan."
"Aku baru sadar, denganmulah aku selalu merasa puas. Mungkin selama ini karna caraku salah sehingga aku selalu mencari kepuasan lain."
"Karna selama ini aku melakukannya dengan kasar padamu, sehingga aku tak tau kalo kau begitu nikmata sayang. Bahkan sangat nikmat."
"Aku ingin mengulangnya lagi tapi pada saat kamu sadar dan bebas dari pengaruh obat. Aku mencintaimu istriku."
"Akan ku hancurkan orang yang telah membuatmu seperti ini, ku janji demi putri kita."
Cup
Setelah bicara sendiri dengan menatap wajah aira yang telah terlelap, daniel pun juga ikut terlelap disamping aira dengan memeluk tubuh polos aira didalam selimut.
"Ehm." aira menggeliat di balik selimut, dan dia memegangi kepalanya yang masih terasa sakit.
"Saat aira menoleh kearah samping dia mendapati wajah daniel yang sedang terlelap dengan memeluk perutnya dibalik selimut.
Aira menatap langit - langit kamar dan mencobak mengingat apa yang telah terjadi, karna seingat aira tak ada nama daniel di dalam undangan pesta malam itu.
Aira hanya bisa mengingat kalo dia bertemu dengan ayah dan juga ibu tirinya, lalu bertemu dengan tuan rumah pesta malam itu, dan jus yang dia minum sebelum dia pamit pulang.
"Apakah itu rencana mas Daniel? Ataukah itu ulah nyonya Nugroho?" gumam aira dalam hati mencobak menebak siapa pelaku yang memungkinkan.
"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya daniel dengan suara serak dan berat khas orang bangun tidur. Dan aira menoleh ke arah daniel dengan bingung.
"Jangan takut, aku akan carik tau siap pelakunya. Jika orang yang mengantarmu tak salah kamar kau pasti berakhir diranjang pria lain. Dan aku akan langsung membunuh orang itu ditempat jika sampai itu terjadi." daniel berucap sambil berjalan ke kamar mandi dengan tubuh yang polosan tanpa penutup satu pun.