Follow Ig me :@Thalindalena
"Jangan sok suci. Kamu sama halnya dengan wanita murahan di luaran sana !" Hina Doni.
Citra tidak menanggapinya,ia memilih bangkit dari tempat dan berjalan ke kamar mandi dengan keadaan tertatih dengan melilitkan selimut di tubuhnya. Tidak lupa sebelum itu ia mengambil pakaiannya yang berserak dilantai.
Apa yang terjadi ? Diantara mereka berdua ?
Penasaran ? Yuk simak terus kisah nya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku di sini
"Apa?! Jangan bilang jika Ana—"
"Ya!" Jawab Leon dengan tegas dan menatap tajam wanita yang ada di depannya.
"Dimana dia!!" Tanya Leon dengan nada yang tinggi.
"Dia tidak ada di sini." Jawabnya cepat.
Aduh bisa gawat, bagaimana bisa Ana mengenal Leon. Batin wanita itu yang tak lain adalah saudara tiri Ana yang bernama Vanessa.
Baca lagi BAB 10 ya gaes dan kalian akan tahu siapa Vanessa.
"Nessa siapa yang datang?" Suara ibu terdengar dari dalam rumah.
"Bukan siapa-siapa, Bu." Jawab Vanessa sedikit berteriak.
"Cepatlah pergi dari sini!" Ucap Vanessa, kepada Leon.
"Ternyata kau lupa jika saat ini kau tengah berhadapan dengan siapa!" Ucap Leon sinis dan penuh penekanan juga menatap tajam Vanessa.
Glek
Vanessa menelan ludahnya dengan kasar ketika melihat tatapan tajam itu.
Dari pada aku mati mengenaskan lebih baik aku memberitahunya. Batin Vanessa.
"Dia ada di paviliun belakang." Ucap Vanessa lalu memasuki rumahnya dan di ikuti oleh Leon.
"Nesa siapa dia. Apa dia kekasihmu?" Tanya sang ibu penuh harap, ketika melihat Leon yang berjalan di belakang Vanesaa.
"Bukan bu, dia kekasih Ana." Jawab Vanessa dengan jujur.
"Apa?! Kau kekasih anak sialan itu?" Tanya Ibu dengan kesal kepada Leon.
Leon mengepalkan tangannya dengan erat di bawah sana, hingga buku-bukunya memutih.
"Bu! Tolong jaga sikap." Vanessa memperingati. Tapi, ibunya tidak mendengarkan perkataannya.
"Harusnya kau itu lebih cocok menjadi kekasih Nesaa. Lihatlah, Putriku ini sangat cantik dan dia juga model." Ucap ibu tidak tahu diri.
"Heh." Leon hanya tersenyum miring, menanggapi manusia tidak tahu malu itu.
"Bu!!" Kesal Vanessa.
"Apa?! Memang benarkan jika kau itu lebih pantas dari pada anak an•jing itu." Ucap ibu lagi, membuat emosi Leon memuncak sampai ke ubun-ubun.
Enak saja, pria setampan dan sekaya ini menjadi kekasih Anak an•jing itu. Batin Ibu tidak terima.
"Siapa yang anda katakan An•jing!" Sentak Leon dengan kasar.
"Tentu saja Ana! Hih, aku menyebut namanya saja lidahku terasa sangat gatal. Kau pasti menyesal jika berpacaran dengannya." Ucap Ibu masih tidak tahu malu.
"Cih!" Leon hanya berdecih kesal.
Lihat saja aku akan membuat kalian semua menyesal karena telah menyakiti Ana ku! Batin Leon geram.
"Leon jangan dengarkan ibuku, kau ke belakanglah karena letak pavilliun ada di sana." Ucap Vanesaa, sambil menunjuk pintu belakang rumah itu.
Kemudian Leon segera menuju paviliun tersebut, sedangkan Vanessa menahan ibunya yang akan melarang Leon menemui Ana.
"Bu!! Dengarkan aku! Leon bukan orang sembarangan! Dia bisa melakukan apa saja termasuk menghancurkan rumah ini dan juga karier ku!" Kesal Vanessa kepada ibunya.
"Ibu tidak percaya! Hal seperti itu hanya ada di drama korea!" Sentak ibu kemudian menuju paviliun.
"BU!!!!" Teriak Vanessa, lalu berlari mengejar ibunya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di dalam Pavilliun yang tidak terlalu besar itu, Leon melihat Ana yang berbaring diatas Sofa dengan posisi miring.
Leon berjalan mendekati Ana kemudian ia berkongkok tepat di hadapan Ana.
Leon mengusap pipi Ana yang terlihat bengkak dan merah.
Ya, tamparan dari ibu tiri Ana begitu kuat hingga membuat pipi Ana bengkak.
Leon juga menghapus sisa air mata yang masih menggenang di pelupuk mata indah itu.
"Ibu, bawa aku pergi bersamamu" Ana menginggau dalam tidurnya.
Hati Leon teriris saat melihat wanita di cintainya terluka.
Demi Tuhan! Aku akan membalaskan sakit hatimu, An.
"Aku ingin ikut bersama ibu, hikss." Air mata Ana mengalir deras, membuat Leon ikut menangis.
"Ana, aku disini." Leon mengusap air mata Ana kemudian menggenggan tangan Ana dengan erat.
😭😭😭😭😭
Lanjutnya besok
Dukung karya othor dengan cara kasih like, vote dan hadiah.
tuh pRT tar mupeng denger desahan kalian berdua /Facepalm//Facepalm/