NovelToon NovelToon
Garis Darah Naga Purba

Garis Darah Naga Purba

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Action / Fantasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: CICAK rawa

Ye Chenlong adalah aib terbesar Klan Ye.

Di hari ujian bakat, ia dinyatakan memiliki bakat kultivasi terburuk sepanjang sejarah. Tunangannya memutuskan pertunangan di depan semua orang, keluarganya mengusirnya tanpa belas kasihan, bahkan nyawanya hampir berakhir di hutan terlarang.

Namun, di ambang kematian...

Darah yang telah tertidur selama ribuan tahun akhirnya terbangun.

Bukan kekuatan yang langsung membuatnya tak terkalahkan, melainkan serpihan ingatan dari leluhur Naga Purba yang menuntunnya menuju teknik kuno, warisan yang hilang, dan rahasia yang sengaja dikubur oleh dunia.

Semakin jauh ia melangkah, semakin banyak kebenaran yang terungkap.

Mengapa Klan Naga Purba dimusnahkan?

Siapa yang memburu seluruh pewaris garis darah naga?

Dan mengapa namanya telah tercatat dalam takdir jauh sebelum ia dilahirkan?

Ketika seluruh dunia menganggapnya sampah...

Tak seorang pun menyadari bahwa naga yang mampu mengguncang langit telah membuka matanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CICAK rawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11: SEKTE 7 JIWA

naga kuno menyandarkan kepalanya ke bawah, lalu menutup matanya lagi.

"kau tak perlu tau apa itu"

"yang jelas setelah kau menyerapnya kultivasiku akan meningkat cukup pesat"

ye chenlong menatap kembali bola hitam di tangan.

tatapannya dalam.

"jangan banyak berfikir"

"tak mungkin aku menipumu, setelah kau menyerapnya kultivasiku pasti akan menembus tingkat alam langit"

setelah kata kata itu, kesadaran ye chenlong langsung kembali ke tubuh aslinya.

walau banyak yang ingin ia tanyakan, tapi ia di paksa kembali.

bahkan saat ingin berkomunikasi lewat suara saja, naga kuno sama sekali tak menjawab.

ye chenlong mendengus, ingin rasanya ia memukul naga kuno.

tapi apalah daya, tanpa naga kuno dia akan tetap menjadi sampah.

ye chenlong menatap tangannya, di mana bola hitam itu kini berada.

saat memperhatikan bola hitam, ia juga menatap cincin pemberian ayahnya.

dia belum sempat mengintip isinya, dia menggunakan ini juga baru beberapa kali.

ye chenlong mengeluarkan kekuatan jiwa, guna mengecek isi cincin.

"saudara chenlong, apa kau masih di dalam"

belum sempat kekuatan jiwanya masuk ke cincin ia sudah mendengar suara xiao yu dari luar tenda.

"saudara Xiao yu, ada apa"

"tidak, aku hanya ingin bertanya tujuan saudara chenlong."

"tujuanmu ya..."

ye chenlong mengeluarkan sebuah peta, ia menunjukkan isi peta.

"sekte tujuh jiwa?"

ye chenlong mengangguk.

"sebenarnya aku ingin pergi ke sana, tapi di tengah jalan aku malah tak sengaja masuk ke hutan terlarang"

Xiao yu tersenyum.

"baguslah"

"kalok begitu kita bisa pergi bersama"

"apa ini tak akan merepotkan saudara Xiao yu"

Xiao yu menggeleng.

"tentu tidak..."

"kebetulan tujuan kita sama"

"tapi sepertinya kita harus cepat, walau kita sudah tak terlalu jauh tapi setidaknya kita bisa sampai sebelum matahari tenggelam"

ye chenlong mengangguk, akhirnya mereka berkemas dan langsung pergi.

saat di perjalanan, hubungan pertemanan mereka perlahan terbentuk.

ye chenlong tak menyangka kalau Xiao yu rupanya orang yang suka bercanda.

karena sudah saling mengenal, ye chenlong juga mengenalkan dirinya.

tapi ia tak mengaku kalau dia berasal dari klan ye, dia mengatakan kalau dia adalah seorang petulang lepas.

tengah kebetulan ingin masuk ke sekte 7 jiwa.

setelah sampai, mereka menatap puluhan orang yang naik turun tangga.

"saudara chen, apa kau lihat"

"sepertinya mereka juga akan mendaftar"

pandangan ye chenlong juga menatap beberapa orang yang naik turun.

"benar"

mereka terus naik, karena lokasi sekte ada di puncak tangga.

setelah berhasil naik, mata mereka menatap ke sekitar dengan kagum.

bangun bangunan di sekte ini benar benar kontras dengan desa.

bahkan walau klan mereka adalah salah satu klan utama, tapi bangunan di klan mereka tak semegah sekte ini.

namun saat mereka hendak masuk dia di hadang oleh dua penjaga.

"mau apa kalian" ucap penjaga itu dengan sinis.

ye chenlong dan Xiao yu sedikit membungkuk.

"maaf tuan penjaga, kami ingin mendaftar menjadi murid sekte"

"mendaftar menjadi murid sekte?"

penjaga itu menatap mereka dari atas ke bawah dengan tatapan meremehkan.

"bocah, murid di sini bertujuan berlatih, bukan mengemis"

mendengar ini, ye chenlong sedikit maju.

"maaf tuan penjaga apa maksudmu"

saat ye chenlong akan benar benar maju, Xiao yu biru buru menahannya.

"saudara chen, sabar dulu" bisik Xiao yu.

setelah itu, Xiao yu kembali menatap penjaga tadi.

"maaf tuan penjaga, tapi kami ke sini memang mau berlatih."

"bocah, kau tak tau arti pengusiran?"

"jangan sampai aku menggunakan cara kasar untuk mengusir kalian"

ye chenlong menyingkirkan tangan Xiao yu yang menahannya.

jika di klan mungkin dia akan tetap diam, karna menjaga nama ayahnya.

tapi sekarang dia sama sekali tak ada nama yang perlu ia jaga.

"atas dasar apa kau mengusir kami, apa kami membuat kesalahan."

"karena pendaftaran murid telah di tutup"

ye chenlong tak bisa langsung mempercayai itu, karena dia bisa melihat sendiri ada beberapa orang lain yang masuk.

dan mereka sama sekali tak di tahan oleh penjaga, bahkan mereka terkesan di sambut.

tengah ye chenlong terangkat, menunjuk ke arah beberapa orang yang masuk.

"lalu mereka?"

"jangan bilang mereka adalah murid sekte"

"aku bisa membedakan siapa murid dan siapa yang masih mau mendaftar murid"

sing, penjaga itu menarik pedangnya dan langsung di arahkan ke leher ye chenlong.

"bocah, lalu kenapa."

"jelas mereka memiliki asal usul yang jelas, sedangkan kalian"

penjaga itu menatap ke arah ye chenlong dan Xiao yu bergantian.

"dari pada seorang kultivator kalian lebih cocok jika di sebut gembel"

ye chenlong memegang pedang itu.

auranya mencuat ke luar.

"jika kau tidak yakin kau bisa mencobanya sendiri"

penjaga itu juga tak mau kalah, ia mengeluarkan aura yang sedikit lebih kuat dari ye chenlong.

"hanya dengan alam bumi awal berani sombong" ucap penjaga itu.

namun setelahnya penjaga itu terdiam, karena walau dia sudah mengeluarkan kekuatannya.

pedang miliknya sama sekali tak bisa di tarik kembali.

keributan ini juga menarik perhatian beberapa orang, bahkan beberapa orang yang ingin mendaftar menatap ke arah mereka.

"siapa anak itu"

"berani sekali dia menantang penjaga sekte 7 jiwa di sektenya langsung"

"benar, apakah dia tak takut mati"

beberapa murid berbincang melihat aksi ye chenlong.

saat semuanya tengah sibuk ini, tekanan langsung menghantam tempat itu.

lebih tepatnya tempat ye chenlong berada.

karena aura ini, Xiao yu dan penjaga itu langsung berlutut karena tekanan.

sedangkan ye chenlong.

walau sangat berat, tapi dia tetap berusaha untuk tetap berdiri.

satu sosok melayang ke tempat itu.

setelah aura itu menghilang, penjaga tadi langsung berlutut.

"maaf tetua agung"

"tapi dia orang ini tidak mau koperatif"

"padahal saya sudah mengatakan kalau ingin masuk harus koperatif, tapi mereka tak mau"

"saat saya akan mengusir secara halus"

"mereka malah tak Terima, terutama dia"

tangan penjaga itu menunjuk ke arah ye chenlong.

"terutama dia, dia malah ingin menerobos paksa"

kerumunan yang tadi menyaksikan keributan hanya menggeleng, mereka sebenarnya tahu jelas apa yang terjadi.

tapi tak ada yang mau menolong, lagi pula jika mereka menolong ye chenlong tak akan ada untungnya bagi mereka.

tetua agung itu menoleh ke arah ye chenlong.

"benarkah?"

melihat tetua agung menanyakan ini kepada ye chenlong, penjaga tadi langsung tersenyum kecil ke arah ye chenlong.

sedangkan ye chenlong yang di tatap banyak orang, hanya memutar bola matanya.

sedangkan Xiao yu langsung berlutut.

"maaf tetua agung."

"tapi yang dia katakan bohong, sedari kami datang tak ada sambutan, padahal kami datang seperti orang lain, sama sekali tak membuat kerusuhan sebelum penjaga ini memulai"

penjaga itu langsung berdiri.

"jangan asal berbicara, kalian hanya memutar balikkan fakta."

tetua agung itu sama sekali tak memperdulikan perdebatan itu, ia masih fokus ke arah ye chenlong.

ye chenlong akhirnya menarik napas.

"tetua agung...."

"ini sekte tempatmu bernaung, dan kau bukan orang biasa"

"aku tau kau tak bodoh"

1
Ilham Yono
foto? udah ada kamera di jaman itu????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!