NovelToon NovelToon
Secon Chance

Secon Chance

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Austrea

Bagaimana jadinya jika kamu mengakhiri sebuah hubungan tanpa sebab lalu meninggalkan kekasihmu begitu saja karena suatu alasan?

Begitu pula dengan Serena, ia meninggalkan kekasih nya begitu saja hanya karena suatu alasan yang kurang jelas. Hingga suatu saat ia melamar pekerjaan disebuah perusahaan ternama milik mantannya dan bahkan saat ini seorang president.

apakah yang akan terjadi pada kehidupan Serena selanjutnya?

guyss mampir yuk, istirahat sebentar dinovel aku❤️❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Austrea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

My Ex³⁵

Serena menutup pintu ruangannya rapat-rapat lalu mendengus pelan.

Serena tak bisa menahan senyumnya lagi, ia benar-benar kehabisan akal.

kemudian dia berjalan menuju meja kerjanya dan kembali melanjutkan pekerjaannya.

Namun, alih-alih fokus, pikirannya justru terus dipenuhi oleh sosok Dirga.

“Apakah aku egois?” gumamnya pelan.

Serena menghela napas sebelum akhirnya tersenyum tipis.

“Sudahlah. Aku akan mencobanya terlebih dahulu. Selagi masih ada kesempatan, mungkin aku dan Dirga bisa kembali bersama seperti dulu lagi....bahkan...lebih lama...”

Entah mengapa, hatinya kembali terasa hangat.

Hanya dengan mengingat bahwa dirinya dan Dirga kini kembali menjalin hubungan.

meskipun harus dilakukan secara diam-diam di hadapan publik, sudah cukup membuat senyum di bibirnya tak kunjung menghilang.

Pukul dua siang.

Saat ini seluruh jajaran petinggi perusahaan tengah menghadiri rapat besar di ruang meeting utama.

Suasana ruangan terasa begitu hening dan tegang. Tidak ada seorang pun yang berani berbicara di luar kepentingan rapat.

Serena duduk di barisan belakang, tepat di belakang kursi Dirga dan di samping Zayn.

Sesekali ia membuka laptopnya untuk mencatat poin-poin penting yang dibahas.

Namun, tatapannya beberapa kali tanpa sadar tertuju pada punggung pria yang duduk di depannya.

Dirga tampak berbeda saat bekerja.

Saat ini Dirga terlihat dingin, tegas, dan sulit didekati. Aura seorang pemilik perusahaan begitu terasa di sekelilingnya.

Dirga menyilangkan kedua tangannya di atas meja lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh peserta rapat.

“Bisa kita mulai?” ucapnya dingin.

“bisa tuan.” sahut mereka semua serempak.

Salah satu manajer segera berdiri dan mulai mempresentasikan laporan proyek yang sedang berjalan.

Slide demi slide berganti di layar besar, sementara seluruh peserta rapat memperhatikan dengan serius.

Beberapa menit berlalu tanpa kendala.

Namun, ketika presentasi memasuki pembahasan anggaran, ekspresi Dirga perlahan berubah.

“Ulangi bagian itu.”

Suara beratnya membuat ruangan yang semula tenang menjadi semakin sunyi.

Manajer tersebut tampak gugup. “Bagian yang mana, tuan?”

“Bagian selisih biaya operasional.” Tatapan Dirga tajam mengarah kepadanya.

“Saya ingin tahu kenapa ada kenaikan hampir lima belas persen tanpa laporan yang jelas.”

Keringat dingin mulai muncul di dahi pria itu.

Dirga menatap layar presentasi beberapa saat sebelum mengalihkan pandangannya kepada manajer keuangan.

"Kenapa laporan revisi anggaran yang saya minta minggu lalu tidak ada di sini?"

Manajer itu tampak terkejut. "Laporan revisinya sudah kami kirim, tuan."

Dirga mengernyit. "Saya tidak menerimanya."

Manajer keuangan tampak kebingungan. Ia segera membuka laptopnya dan menunjukkan bukti pengiriman dokumen.

"Saya mengirimkannya tiga hari yang lalu ke sekretariat direksi."

Zayn segera membuka tabletnya dan memeriksa data pengiriman dokumen.

Beberapa detik kemudian, alisnya berkerut.

"Dokumen memang dikirim tiga hari yang lalu, Pak."

"Dan?"

"Sudah diterima oleh sekretariat direksi."

Seketika suasana rapat berubah.

Beberapa kepala mulai menoleh ke arah barisan sekretaris yang duduk di belakang.

Serena yang sejak tadi mencatat hasil rapat perlahan mengangkat kepalanya.

Entah kenapa, firasat buruk tiba-tiba muncul dalam hatinya.

Dirga menggeser pandangannya ke arah Zayn.

"Siapa yang menerima dokumen itu?"

Zayn kembali melihat layar tabletnya.

Ruangan terasa semakin sunyi.

Bahkan suara pendingin ruangan terdengar jelas.

"Dokumen diterima oleh..."

Serena tanpa sadar menggenggam pulpennya lebih erat.

"...Nona Serena."

Deg.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...----------------...

Bersambung.....

Hai para readers kesayangan Author, terimakasih sudah menjadi para pembaca yang setia dan selalu menemani hari² author💞🌹 Love You buat kalian semua yang selalu tinggalkan jejak sehat dan bahagia selalu ya🍃

1
Lenny Utami
semangat Thor...
Lenny Utami
preeeettt masih ada rasa itu..
Lenny Utami
tahan tahan tahan
Lenny Utami
terkejut kan itu Serena..
Lenny Utami
ikut deh degan ini
Lenny Utami
semangat serena🔥
falea sezi
ini presiden direktur apa presiden negara
Lenny Utami
kannnnn kannnnn kannn bener....🤭 sok galak
Lenny Utami
ahhh masih cinta itu mah.😌
Lenny Utami
ohhh karena patah hati rupanya...
Lenny Utami
dirga...😬
Lenny Utami
sabar Serena. galaknya Abang satu nii...
Lenny Utami
balas dendam tidak akan menyelesaikan masalah 🤭
Lenny Utami
Serena mau kerja di kebon sawit, dr pada GK dapet² kan..
Lenny Utami
serena😭
Lenny Utami
semangat kaka
Lenny Utami
cantiknya serena
Lenny Utami
dih Dirga emosian🤭
Lenny Utami
sabar dirga sabar, Serena punya alasan tersendiri...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!