"Steiner" panggil Luigi dengan tangan mengepal.
"Setelah apa yang terjadi diantara kita, kau tidak mengenalku? Kita menghabiskan setiap malam bersama di lembah Parnassus, Stein! Kau bahkan telah merenggut mahkotaku! Ada apa denganmu?!"
"Aku tidak mengenalmu! Kau wanita gila! AKU BAHKAN TIDAK MENGENALMU!"
"Apa kau amnesia? Katakan dengan kalung ini! Apakah ini milikmu?" Luigi, mengeluarkan kalung yang tersembunyi dari balik bajunya. Steiner membelalakan matanya, bahkan seluruh keluarga besarnya.
Semua saling melemparkan pandangannya, gadis bak Dewa Apollo itu, tiba tiba menerobos masuk ke dalam sebuah ballroom, mengacaukan acaranya.
Sebuah acara perhelatan akbar yaitu PERTUNANGAN.
Luigi memasukkan kembali kalungnya, lalu ia berjalan kearah pintu keluar. Sesaat ia menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Steiner, "Tidak masalah kau melupakanku, Steiner! Tapi, malam itu adalah malam yang tidak akan pernah aku lupakan sepanjang hidupku! Aku selalu memegang janjimu, bahwa kau akan membawaku ke Altar saat aku menyerahkan segalanya untukmu!" Luigi pun berlalu pergi. Meninggalkan keterkejutan yang luar biasa.
"Penjaga! Panggil gadis itu! Dan bawa ke kamarku!" ujar sang Ibu yang meninggalkan acara pertunangan Putranya yang telah kacau balau.
"Shiitt!!" pekik Steiner membanting gelas di tangannya.
"Honey?" tunangannya memanggilnya.
"Aku akan membereskan gadis itu! Pulanglah!" kata Steiner kepada calon tunangannya yang gagal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ALSIB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Manusia Tidak Ada Yang Bisa Dipercaya !
...MASJID DIDSBURY MANCHESTER...
Masjid Didsbury sebelumnya merupakan Gereja Albert Park Methodist Chapel yang sudah berdiri sejak tahun 1883 dan ditutup pada tahun 1962, karena sudah sepi jemaat. Setelah Komunitas Islam di Manchester mulai berkembang dan membutuhkan tempat peribadatan, akhirnya Komunitas Arab Syria yang tinggal diwilayah tersebut sejak tahun 1967 membeli bekas bangunan tersebut dan mengalihfungsikannya menjadi masjid yang dapat menampung hingga 1.000 jamaah.
Masjid Didsbury dan Islamic Center Manchester menjadi sosok yang penting di negara tersebut, karena merupakan Islamic Center tertua di Inggris dan sampai saat ini sudah memiliki lebih dari 250 ribu anggota komunitas yang berasal dari berbagai suku dan bangsa. Masjid Didsbury merupakan wujud dari kerukunan umat beragama di Inggris. Masjid ini dibuka untuk kalangan manapun dan untuk agama apapun. Namun, tetap memberikan sedikit syarat bahwa pengunjung yang datang harus menutupi auratnya. Selain itu, masjid ini juga sering di kunjungi oleh akademisi, sekolah, pemerintah, hingga tokoh - tokoh agama lain setempat.
Masjid ini memiliki beberapa program yang unik, mengingat tempatnya yang dipenuhi oleh mayoritas non-muslim, para panitia masjid sering mengadakan program pendidikan Al-Qur’an dalam Bahasa Inggris, maupun Bahasa Arab, yang diperuntukkan untuk kalangan anak - anak maupun dewasa. Pada hari minggu, pengurus masjid membuka program “Open Day” bagi mualaf maupun non-muslim yang ingin datang mengunjungi masjid ini. Ruang perpustakaan di Masjid Didsbury terletak di lantai dasar, dibuka dari pukul 10.00 - 19.00 WIB, kecuali pada hari jum’at. Perpustakaan ini mampu menyedot perhatian sekitar 1000 orang setiap minggunya.
...***...
-
-
-
MILKY BAR
"Di era mobil terbang dan kau masih percaya hantu tampan? Hahaha-- Itu hanya ada di film saja Milky Bar - Bar! Dan kau cenayang? Hahaha! Kau benar benar mengada ad----
DUAARR
Seketika Callister terdiam dengan wajah memucat, saat suara aneh mirip seperti confetti atau kembang api yang diledakan, suaranya begitu keras terdengar dari atap plafon dimana ia duduk. Loraine dan Callister terkejut bukan kepalang, secara bersamaan mereka merapatkan tubuhnya.
Milky pun terkejut dan mendelikkan matanya keatas langit - langit plafon dengan mendengus. Callister dan Loraine turut melihat keatas, namun tidak ada apapun. Milky menahan tawanya melihat tingkah Ibu dan putranya itu yang ketakutan seperti dirinya.
"Dia sangat pemarah dan tidak sabaran" ujar Milky membuat Loraine dan Callister meremang, karena hawa dingin menyergap mereka seketika. Setelah meletakan kentang panggang dan daging asap dengan lelehan mozzarella serta dua gelas orange squash diatas meja, Milky duduk di seberang Loraine dan Calister yang masih saja duduk berhimpitan dengan wajah pias.
"Hei, Milky! Yang diatas tadi apa itu hanya trikmu agar pelangganmu banyak yang datang?" tanya Callister mencondongkan wajahnya kearah depan dan berbisik bisik lirih.
DUAARR
"Shitt!" umpat Callister dan kembali merapatkan tubuhnya pada Loraine saat suara itu kembali terdengar cukup keras diatas langit langit plafon.
"Sebenarnya aku juga malas berurusan dengan arwah penas-- perkataan Milky terhenti dan ia sangat terkejut, bahkan nyaris melompat dari kursinya saat suara itu kembali terdengar diatas plafon, tepat dimana ia duduk. Milky sangat kesal dengan ulah arwah itu yang selalu membuat suara kegaduhan dari loteng rumahnya.
DUAARR
"Shittt!-- Hey! Aku tidak mengatakan arwah penasaran itu kau! Aku belum menyelesaikan perkataanku!" seru Milky mendongakan kepalanya keatas seakan arwah itu ada disana, antara berani dan takut menjadi satu, Milky mengumpulkan segenap keberaniannya. Suasana kembali hening.
"Dia benar benar tidak sabaran dan sangat pemarah!-- Milky menghela nafas dalam dan dihembuskan kasar --Hmmm.. Kau tidak percaya bahwa arwah penasaran itu ada kan? Aku awalnya malas berurusan dengan arwah penasaran, tapi mereka memanfaatkan kelebihanku yang di wariskan nenekku secara turun temurun untuk membantu mereka yang tersesat" kata Milky kepada Callister yang menggenggam tangan Loraine, masih dengan wajah piasnya.
"Aku selalu menolak pekerjaan ini, tapi alam semesta selalu saja mengirim orang - orang seperti kalian untuk mendatangiku dengan tuntunan seorang arwah. Dan anda Nyonya Loraine, anda dituntun oleh, Ckkk-- Milky melirik keatas langit langit plafon, Loraine dan Callister mengikuti gerakan mata Milky --Hantu Tampan" ujar Milky melengos kemudian. Ia malas mengakui ketampanan seorang arwah yang menyatakan dirinya hantu.
"Aku menemukan kartu namamu--
"Di saku mantel milik Luigi, yang sengaja dia jatuhkan agar anda melihat kartu namaku lalu menemuiku. Singkat kata, disinilah anda sekarang berada, karena dia" ujar Milky memotong cepat perkataan Loraine.
Callister bertanya tanpa kata, ia hanya dengan mengerutkan alisnya kearah Loraine lalu Loraine mengangguk dengan mengedipkan kedua matanya. Loraine mengakui bagaimana kartu nama itu keluar dari saku mantel Luigi. Callister hanya mendengus tanpa banyak kata.
"Jadi Putriku diikuti arwah--
"Hantu tampan. Sebut saja seperti itu atau dia akan marah!" sambar Milky dengan cepat, lagi lagi Milky memotong perkataan Loraine. Ia mengedarkan pandangannya keatas lalu ke sisi kanan saat menoleh ke sisi sebelah kiri, Milky tersentak karena arwah itu berada disebelahnya sedang tersenyum dan mengerlingkan matanya.
Kau terkejut Milky? Hahaha.. Lihat wajahmu.. Hahaha...
"Shitt! Kau datang tiba tiba seperti hantu-- Shitt, kau memang hantu. Aku lupa kau hantu!" ujar Milky dengan wajah pias. Ia hampir saja melonjak dari tempat duduknya melihat arwah itu kemudian duduk dikursi kosong yang berada disebelahnya. Hawa dingin menyeruak, di area itu dan lebih dingin dari sebelumnya.
"Dia ada.. Di.. Sini?" tanya Callister seraya menunjuk kursi kosong di sebelah Milky.
"Hmm" jawab Milky dengan berdebar debar.
"Apa yang dia inginkan? Mengapa Putriku? Mengapa mengikuti Putriku?" tanya Loraine memberanikan dirinya dan melupakan rasa takutnya.
"Luigi jatuh di Lembah Parnassus, Lembah itu menurut mitos di Yunani adalah Lembah untuk memenjarakan jiwa jiwa yang tersesat. Sejak 500 tahun sebelum masehi, banyak orang orang dibunuh disana dimasa perang. Kota Delphi adalah kota persinggahan Dewa Apollo. Menurut mitos, kedatangan Dewa Apollo, kaki kanannya berada dilembah itu dan kaki kirinya berada dibukit dan itu digunakan Dewa Apollo sebagai batu pijakan, karena itulah bangsa Yunani membangun teather kuno di perbukitan dan itu tujuan Luigi kesana" tutur Milky membuat Loraine dan Callister heran mengapa Milky bisa tahu sedetail itu.
"Lalu apa artinya?" tanya Loraine melihat kearah sebelah sisi kiri Milky, sisi kosong yang ada kursi tak berpenghuni, namun arwah itu berada disana.
"Hmmph-- Putrimu benar. Dia bertemu seorang laki laki. Hantu tampan itu yang menolong Luigi dan menyembuhkannya. Apa kalian tahu, selama tujuh jam Luigi koma, banyak jiwa yang tersesat disana yang menginginkan jiwa murni Luigi keluar, agar mereka bisa memasuki tubuh murni seorang Luigi Santana Foster. Mereka akan berebut untuk mendapatkan tubuh murninya. Hantu tampan itu menjaganya, mengerahkan segenap tenaganya, dia bekerja keras untuk mengarahkan orang orang yang mencari Luigi-- contohnya, radar helicopter yang menangkap signal Luigi padahal ponsel Luigi tidak aktif. Benar kan, Callister?" tanya Milky pada Callister setelah berbicara panjang kali lebar.
Callister bahkan belum bercerita namun Milky justru telah mengetahui bahwa ia bersama tim damkar untuk mencari Luigi kala itu. Ia mengingat beberapa keanehan terjadi saat helicopter memasuki Lembah Parnassus. Signal Luigi muncul begitu saja, kemudi helicopter tiba tiba berbelok arah dan banyak lagi yang tidak bisa Callister cerna dengan akal sehatnya, namun kejadian seperti itu sudah tidak aneh dan kerap terjadi disana, hingga detik ini.
"Hmm-- hmmm" jawab Callister mengangguk lalu menyeka keringat di dahinya, ia tidak mampu berkata apapun selain melamun dan mengingat misi penyelamatan Luigi yang terjadi diluar nalar manusia.
"Banyak arwah yang tersesat disana. Mereka membutuhkan tubuh yang murni untuk tinggal selamanya, mereka butuh diingat, mereka butuh ditemukan. Karena itulah tubuh murni seorang manusia tanpa cela menjadi incaran jiwa jiwa yang tersesat agar mereka bisa kembali pulang" Loraine dan Callister saling memandang lalu kembali menyimak penuturan Milky.
"Hanya tubuh yang murni. Ingat, hanya tubuh yang murni-- Di sebuah sekte pemujaan satan, tidak heran banyak yang menggunakan gadis perawan sebagai korban atau tumbal. Itu semua karena jiwa jiwa yang tersesat itu bisa menyatu seutuhnya hanya di dalam tubuh yang murni. Jiwanya tidak akan pernah bisa keluar!" Loraine dan Callister bergidik ngeri mendengar cerita Milky. Loraine meneguk orange squash dingin untuk menyapu tenggorokannya yang mengering. Callister mengikutinya, ia pun sangat haus mendengar cerita Milky.
"Jika itu terjadi, kalian akan kehilangan Luigi. Mungkin tubuhnya adalah tubuh Putrimu tapi jiwanya bukan. Mungkin juga Luigi akan melupakan beberapa hal tentang kalian, karena memori ingatan Luigi setengahnya adalah milik orang lain. Karena itulah, Hantu Tampan itu yang menjaga Luigi selama berada disana-- Lembah Parnassus di kota Delphi, Yunani" tutur Milky.
Loraine dan Callister terdiam, hanya airmata seorang ibu yang berlinang linang mendengar cerita itu. Ia tidak bisa membayangkan, bagaimana bila itu semua menimpa Luigi. Ia pun juga tidak tahu apakah ia harus berterima kasih atau tidak, pada Hantu Tampan itu. Karena semua itu, sulit dipercaya kebenarannya.
"Jika memang itu benar adanya, aku berterima kasih" ujar Callister dan Loraine menoleh kearah putranya seraya menyeka pipinya. Callister tersenyum, lalu ia merangkul ibunya dan mengusap lengannya untuk memberinya kekuatan.
"Iya Mommy pun berterima kasih padanya, bila memang itu benar adanya" kata Loraine merebahkan kepalanya di dada putranya, kepalanya sangat berat memikirkan hal - hal diluar akal manusia, lalu Callister mencium pelipis ibunya.
"Tapi-- Loraine menegakan kembali posisi tubuhnya --bila tubuh Luigi tidak murni, bisakah jiwa jiwa yang tersesat masuk ke tubuhnya?" tanya Loraine dan Milky menoleh dengan tersenyum ke sebelah kirinya dimana arwah itu ada disana.
"Pertanyaan yang sangat bagus-- mereka bisa masuk ke tubuh kita dengan seenaknya. Tapi melalui Pikiran kita yang kosong, hati yang kotor, hati yang penuh luka, hati dan jiwa yang hampa. Mereka akan menggunakan kita sebagai alat untuk tujuan tertentu. Bisa tujuan jahat, bisa juga tujuan baik. Misalnya, untuk menemukan keberadaan tubuhnya karena tubuh yang dikuburkan atau dikremasi secara layak, akan membuat jiwa mereka tenang. Kita mengenalnya dengan istilah 'Kerasukan'. Setelah mereka mencapai tujuannya, mereka akan pergi dengan sendirinya, tapi bila tidak mau pergi karena mereka masih tergoda dengan indahnya hidup di dunia, maka Cenayang, Ahli Spiritual atau Pemuka Agama tertentu akan mengusirnya secara paksa, melalui ritual Pengusiran Roh" Milky menghela nafas panjang setelah itu.
"Tubuh murni Luigi, mereka bisa merasukinya lewat mana, sementara Luigi koma" kata Callister mulai memahami situasinya.
Hahaha.. Anak ini sangat cerdas Milky..
"Hatinya. Lewat hatinya-- Milky melirik ke sebelah kirinya --Jiwa jiwa yang tersesat di Lembah itu mengincar tubuh murni seseorang yang koma, mereka masuk lewat hatinya. Mereka tidak akan pernah bisa keluar dari tubuh murni, yang dimiliki Luigi. Mereka akan menjadi pemilik tubuh Luigi, karena itulah Hantu Tampan itu melindunginya. Banyak kejadian diluar sana, yang mengalami kerasukan di hutan. Kita sering mendengarnya kan? Setelah Ritual Pengusiran Roh mereka akan pergi. Tapi seandainya tubuh Luigi berhasil dikuasai jiwa yang tersesat, maka tidak ada seorangpun yang sanggup dan bisa mengeluarkannya kecuali Sang Pencipta itu sendiri" ujar Milky kembali membuat Loraine dan Callister meremang.
"Pasti ada alasan mengapa dia melakukannya. Mengapa dia tidak tertarik dengan tubuh murni Putriku? Mengapa dia justru menjaganya dari jiwa jiwa yang lain? Mengapa bukan dia sendiri yang memasuki Luigi jika Hantu Tampan itu adalah jiwa yang tersesat? Bukankah dia ingin pulang? Atau setidaknya menuntun Luigi untuk menemukan tubuhnya! Mengapa harus Putriku? Mengapa mengikutinya sampai disini? Bukankah seharusnya dia terjebak di Lembah itu?" tanya Loraine bertubi tubi. Antara diliputi kecemasan dan kengerian yang berbaur menjadi satu, Loraine terkadang melupakan sosok arwah yang berada disebelah kiri Milky.
Wow! Nyonya Loraine sangat cerdas, Milky! Hati hati dengan jawabanmu.. Atau aku akan menghancurkan tempat ini!
"Sangat cerdas-- Milky menoleh ke sebelah kirinya dan mendengus kesal lalu ia merentangkan kedua tangannya diatas meja --Nyonya Loraine, bisakah anda menggenggam tanganku sebentar saja?" pinta Milky.
Dengan ragu - ragu Loraine melakukannya, ia menggenggam kedua tangan Milky yang berada diatas meja. Loraine terkejut bukan kepalang saat menggenggam tangan Milky disebelah kiri, hingga ia sontak melepaskannya kedua tangannya dan menjerit.
"Haahhh!" pekik Loraine.
"Momm! Ada apa?!" seru Callister membulatkan matanya saat melihat reaksi Loraine.
"Tenanglah, Mommy baik baik saja!" kata Loraine dengan nafas terengah engah.
"Genggam tanganku, Callister!" perintah Milky dengan penekanan.
"Tapi--
"Call, genggam saja tangannya maka kau akan tahu!" potong Loraine dengan cepat. Callister dengan jantung berdegub kencang dan dengan kewaspadaannya, perlahan - lahan mengulurkan tangannya dan menggenggam kedua tangan Milky.
"Hahhhh! Shiitt! Fuu*cckkk!" Callister membulatkan matanya lagi, ia melepas tangan Milky hingga ia berdiri menjauh satu langkah ke belakang, lalu ia mengibaskan tangannya.
Loraine dan Callister merasakan tangan kiri Milky sangat dingin. Mereka seperti digenggam satu balok es batu, rasa dinginnya seakan menyayat kulit mereka. Setelah mengatur nafasnya Callister kembali duduk lalu Loraine menggenggam tangannya. Saling ketakutan namun mereka saling menguatkan.
"Tanganku di sebelah kiri sangat dingin dan di sebelah kanan sangat hangat, padahal kalian bisa lihat tangan kiriku masih berwarna kemerahan-- Apa kalian percaya padaku? Apa kalian percaya bahwa Hantu tampan itu berada disebelahku? Apa kalian masih berpikir ini trik?" tanya Milky dan mereka mengangguk bersamaan dengan memandangi ruang kosong disebelah kiri Milky.
"Luigi-- Sesaat Milky menghela nafas dalam-- Saat Luigi menghilang, beberapa surat kabar dan media elektronik menyiarkan kabar itu hingga sampai ke Manchester-- Apakah saat itu anda mengabarkan hilangnya Luigi pada seorang pemuka agama, Nyonya Loraine?" tanya Milky membuat Loraine mengenang kejadian enam bulan yang lalu.
"Tentu saja. Karena aku aktif di Gereja. Bahkan aku mendatangi Imam Besar di Masjid Didsbury dan beberapa pemuka agama lain dari agama manapun! Aku meminta mereka semuanya mendoakan putriku! Apalagi yang bisa aku lakukan? Saat itu aku benar - benar panik! Katakan-- Apa aku salah Milky?" Loraine terisak kemudian, ia berapi - api dengan hatinya yang kian mencekam mengingat ketakutannya dahulu, Callisterpun memeluk Ibunya dan mencoba menenangkannya.
"Tidak ada yang salah dengan apa yang anda lakukan, Nyonya. Anda melakukannya seperti sebagian besar para Ibu di Eropa, menemui semua pemuka agama dari agama manapun. Hahaha-- Callister mendelik kearah Milky dan seketika Milky menghentikan tawanya karena apa yang dilakukan Loraine dianggap lucu --Ehem, maaf.. Ehm, padahal anda bisa melakukannya sendiri" ujar Milky melirik kesebelah kirinya karena arwah itu melakukan hal yang sama yaitu mendelik kearahnya.
"Lalu apa hubungannya dengan Luigi?" tanya Loraine menyusutkan airmatanya lalu kembali menegakan posisi duduknya.
"Di Manchester ada sebuah perkumpulan yang namanya 'Tim Pendoa' dan apa anda tahu basecamp mereka ada dimana?-- Loraine menggelengkan kepalanya --di Perpustakaan Masjid Didsbury! Tim pendoa itu telah berdiri selama 10 tahun, setiap akhir pekan mereka berkumpul disana. Mereka dari semua Agama dan tugasnya mendoakan orang yang hilang, mereka akan berpegangan tangan dan berdoa menurut agama mereka dengan cara mereka masing masing" ujar Milky mulai tidak tenang.
"Lalu apa?! Kau terlalu berputar - putar Milky!" seru Callister hingga Milky tersentak oleh perkataan Callister.
"Tim pendoa itu ada karena-- Ehm.. Annette Volkgaard!" kata Milky dengan terbata.
"Aku seperti pernah mendengar-- Volkgaard?" Callister menggaruk dahinya dan mencoba mengingat.
Katakan dia Ibu dari Steiner Volkgaard, Milky! Callister pernah bertemu di rumah sakit! Cepat katakan..
"Ehm, dia adalah Ibu dari bos Luigi---
"Steiner Volkgaard! Yaaa.. Aku tahu, Milky! Kami bertemu kemarin! Dia menjenguk Lui di rumah sakit!" potong Callister dengan cepat, hingga Milky terdiam.
"Luigi pernah mengatakan bahwa dia ditolong seseorang, tapi kita tidak pernah mempercayainya" ujar Loraine dengan nada penyesalan.
"Luigi memang ditolong Hantu Tampan ini. Karena selama tujuh jam Luigi menghilang, Luigi merasa satu bulan disana. Waktu di alam jiwa jiwa yang tersesat lebih lambat! Melalui sebuah media-- Pikiran, Hati dan Jiwa Luigi terperangkap disana!" kata Milky dengan hati hati, ia meremas ujung sweathernya berulang - ulang karena ia mulai cemas. Milky memiliki rencana sendiri dan sepertinya arwah itu bisa membaca pikirannya.
"Jika hanya menolongnya-- Lalu mengapa Hantu Tampan itu terus mengikuti Lui?" tanya Loraine lagi, pertanyaannya belum terjawab dan ia mengutarakannya lagi.
"Nyonya Loraine, Hantu Tampan itu terikat pada Luigi. Dia terjebak disebuah kalung dan Luigi yang membebaskannya. Hantu Tampan itu terpanggil untuk menolong Luigi, karena Doa. Tim Pendoa yang sama yang selalu mendoakan Hantu Tampan ini! Dan dia ingin Luigi menjadi milik Steiner Volkgaard! Dia hanya mengatakan sampai disitu saja, karena aku juga masih bingung memahaminya. Dia belum mengatakan jati dirinya dan apa tujuannya. Sementara itu-- Milky terdiam dan menoleh ke sebelah kirinya dimana arwah itu telah berdiri menjulang dengan tatapan yang dingin dan begitu menikam. Milky bergidik ngeri melihatnya tapi ia bertekad tidak mau diatur oleh arwah itu dan berharap bisa membebaskan Luigi.
Cukup Milky! Kau hanya boleh mengatakan sampai disitu! Jangan melewati batas! Karena--
--Sementara itu.. Hantu Tampan itu jatuh cinta pada Putrimu!" dengan cepat Milky melanjutkan perkataannya dan mengindahkan larangan arwah itu. Milky bangkit berdiri dan berlari kearah Loraine dan Callister, ia mengambil jimat dari neneknya dan air suci yang telah ia siapkan di saku sweathernya.
"Apaaaa?!" Loraine dan Callister berseru secara bersamaan diiringi suara bergemuruh seakan meruntuhkan restauran itu.
DUAARRR!! BLAARRRR!! DDUUMMM!
Kau memang tidak bisa dipercaya Milky Bar! Kau bisa merusak rencanaku! Manusiaaaa! Tidak ada yang bisa dipercayaaa! Kau melakukan kesalahan, Milky!
Milky merentangkan jimat dari neneknya dan mengeluarkan air suci, Milky melihat arwah itu menjauh dan ia lega untuk sesaat. Namun, suara bergemuruh kembali terjadi. Dua pilar yang menyangga dapur Milky Bar roboh seketika, api dari kompor dan oven Milky mulai menyala dan siap membakar seluruh bangunan itu. Milky shock melihatnya bahkan Loraine dan Callister bangkit berdiri dan saling merangkul. Mereka menegang, suasana itu menjadi sangat mencekam dan menakutkan.
AKU PERNAH MENGATAKANNYA, MILKY! AKU AKAN MENGHANCURKAN RESTAURANMU MENJADI DEBU
-
-
-
dan Realnya adalah disana ada tim pendoa ya, Bosqyu. Dari berbagai agama ngumpul jadi satu dan ada dimasjid Didsbury. Ini tuh novel berat, mikirnya juga berat jadi jangan di tungguin, ga bakalan tiap hari UP karena 1 bab bisa 2-3 hari mikirnya. Karena genre hororku versi Eropa bukan Indonesia. Sebenarnya novel ini basic "true event" diilmahi dari kejadian nyata. Bukan "basic true Story", karena kl true story ya ceritanya ga bakal melenceng dr kisah aslinya. Kenapa True Event? Karena memang banyak yg hilang di lembah Parnassus ya Bosqyu..
Ini untuk info aja ya dan infonya mahal lho ini. 10 cangkir kopi aja ga cukup bikin melek.
Nah.. boleh gitu dikopiin Thormannya 🤣🤣 *ujung2nya malak
-
-
Bila kamu menyukai Novel ini, Jangan Lupa Dukungan Vote, Like, Komen, Koin, Poin dan Rate bintangku yaa Reader Tersayang.
Biar aku semangat nulis lagu disela - sela waktu jadwal kuliahku yang padat. Terima kasih Reader tersayang 😘😘🥰🥰💕💐
-
sampe ngulang baca lagiii😍