NovelToon NovelToon
Aku Lelah,Cintai Aku

Aku Lelah,Cintai Aku

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:747k
Nilai: 4.7
Nama Author: Rhecella

Rheyna Aurora adalah istri dari seorang pria yang cuek dan minim perhatian yang bernama Bagas Awangga.
Bagas bekerja sebagai Manager pada perusahaan milik sepupunya, Arlo Yudhistira adalah CEO perusahaan tersebut.
Arlo menaruh hati pada Rheyna sudah sejak lama….
Tak semudah itu hubungan Arlo dan Rheyna berjalan,karena Arlo adalah sepupu dari Bagas dan Arlo telah memiliki istri dan 2 orang putri…..
Akankah Rheyna ertahan dengan Bagas? Ataukah berpaling pada Arlo? Atau ada yang lain?

Selamat membaca dan selamat menikmati karya pertama saya.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhecella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Lagi Tuhan

Aku masuk ke dalam rumah yang nampak sepi,

“Mbak Sari? Mbak?” Aku mencari mbak Sari

“Ya non, saya di belakang” jawab mbak Sari

“Mbak ini ikan bakarnya tolong dipindahkan ke piring ya, saya mau ganti baju dulu terus suapin mama” sambil berlalu menuju kamar untuk mengganti bajuku

Selang 10 menit setelah aku mengganti pakaian, kulihat ikan dan nasi sudah disediakan mbak Sari untuk mama, lengkap dengan minumnya.

“Buruan di makan mbak ikannya, ntar keburu gak enak” kataku sembari mengangkat nampan berisi makanan untuk mama, yang sama sekali belum mau keluar dari kamar

“Non gak makan?”

“Sudah mbak tadi makan di sana” aku mengangkat nampan, kemudian berlalu menuju kamar mama

“Ma ayok makan” ajakku pada mama yang sedang melamun

“Mama kangen papa Rhey” kata mama sedih, ditinggalkan oleh belahan jiwanya untuk selama-lamanya membuat mama kehilangan semangat hidup

“Kalau mama kayak gini papa pasti sedih ma, makan dikit aja ya ma” bujukku kembali

“Kapan mama bisa ketemu papa Rhey?” Pertanyaan mama membuatku sedih

“Rheyna sama siapa ma kalau mama ikut pergi?” Kataku lirih seperti berbisik

“Kamu sudah dewasa, kamu anak yang mandiri, mama gak bisa jauh dari papamu”

“Mama harus makan dulu ya, biarlah semua menjadi rahasia Allah ma” mama hanya diam tak menanggapi pembicaraanku

“Bukankah rejeki,jodoh,dan maut sudah di tentukan oleh Allah ma, kita hanya bisa menerima dan menjalaninya saja” kataku sok bijak padahal aku juga belum mampu berdiri tegak untuk melupakan Vano putra yang baru beberapa minggu ini meninggalkanku.

Aku mulai menyuapkan sedikit demi sedikit makanan yang ada di piring, walaupun tak mama habiskan tetapi bagiku mama sudah mau makan saja aku sudah bersyukur.

Aku menemani mama menonton TV setelah selesai mama makan, meskipun mama tak fokus melihat acara TV dan hanya terus melamun saja, hingga pukul setengah sepuluh malam mama tertidur, dan aku kembali ke kamarku untuk mengistirahatkan tubuhku.

‘Rasa ini salah, tapi aku merasa nyaman didekatnya, aku merasa diperhatikan, merasa disayangi, tapi aku tak ingin merusak kebahagiaan keluarganya, aku harus menjauhinya walaupun itu membuatku tak nyaman’ kataku di depan cermin kamarku, mengapa aku justru di sayangi dengan dia yang sudah memiliki pendamping 😢

Aku merebahkan tubuhku yang terasa lelah dengan semua cobaan yang harus aku lalui.

“Papa aku kangen nasehat papa” aku melihat papa tersenyum padaku

“Jangan bersedih sayang, teruslah berjuang dan yakinlah kebahagiaan akan datang” kata papa membelai puncak kepalaku

“Vanooo kok gendong opa? Nanti opa capek, ayo sini nak sama mama” aku melihat putraku sedang digendong papa

“Papa sudah ketemu Vano, Vano gak sendirian dan sudah bahagia, maka kamu juga harus bahagia, demi kami” kata papa sambil berjalan menjahui ku, memamerkan senyuman mereka yang membuat aku semakin rindu

“Bahagiakan dirimu nak, hidupmu berharga, kami menyayangimu” mama membelai pundakku dan tersenyum

“Lho mama kok juga disini?” Kataku terkejut ketika ku lihat mama juga ada disitu

“Mama kangen papa dan Vano” kata mama sembari menatap lurus ke arah papa dan Vano yang sedang bermain di kejahuan, dengan senyum yang terkembang, tak seperti saat aku menyuapinya tadi

“Ayo ma kita pulang” aku mengajak mama kembali pulang, tetapi mama terus berjalan menuju papa dan Vano, dan aku lihat papa memeluk mama dan menggendong Vano, mereka tertawa bahagia meninggalkanku

“Maaaaaaa, paaaaaa, vanooooo jangan tinggalkan aku sendiri, aku takut hikss hikss”

Aku menangis dalam tidurku dan terbangun karena kaget, aku duduk diatas tempat tidurku mengusap mataku yang sudah di genangi air mata, ‘Astagfirullah, ya Allah semoga semua ini hanya mimpi’ tutur ku. Ku lihat jam pada ponselku menunjukkan pukul empat subuh, aku berdiri dari dudukku dan keluar dari kamar untuk mengambil minum, dan ku lihat mbak Sari sudah bangun dan sedang mencuci piring,

“Mbak” sapaku pada mbak Sari sambil mengambil gelas dan air minum

“Kok tumen sudah bangun non? Biasanya jam lima bangunnya” tanya mbak Sari

“Iya mbak habis mimpi papa sama Vano” kataku pada mbak Sari dan kemudian meminum air yang sudah aku ambil

“Mbak nanti mama belikan bubur ayam aja ya di depan ruko situ”

“Siap non”

“Ya sudah saya lihat mama dulu ya mbak”

“Iya non, saya juga mau nyapu dulu” kata mbak Sari yang sudah beranjak memegang sapu

Aku berjalan ke kamar mama, melihat mama tertidur dengan posisi yang sama seperti saat aku tinggalkan tadi malam, aku mendekatinya membelai tangannya ‘kok tangan mama dingin? Apa mama kedinginan kena AC kamar ini?’ Aku berdiri dan meraih remote AC dan aku matikan, walaupun hatiku terasa tak nyaman dengan suasana ini, aku mencoba berpikiran yang baik.

Aku mendekati mama lagi dan mencoba membangunkan mama,

“Maaa, bangun yuk sholat shubuh bareng sama mbak Sari juga” kataku sambil sedikit mengguncang lengan mama yang terasa dingin,

Tak ada pergerakan apapun dari mama, jantungku makin berpacu cepat, dan tanpa sadar air mataku pun ikut jatuh,

“Maaa ayo bangun yuk, Rheyna sayang mama”aku masih juga berusaha membangunkan mama dengan air mata yang semakin mengalir deras

“MBAK SARIIII mama mbak” teriakku memanggil mbak Sari

“Ada apa non” mbak Sari yang datang dengan berlari tergesah-gesah

“Mbak mama mbak” tangisku semakin pecah sambil memeluk mama

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un” kata mbak Sari seraya menutup mulutnya dan kemudian menarikku ketika melihat mama tak bergerak dengan guncanganku

“Non cepat telepon dokter non” kata mbak Sari mencoba menyadarkanku dari tangisku

“Dokter siapa mbak? Aku gak punya nomor dokter yang bisa di panggil” kataku masih dengan tangis menderu, seolah otakku tak dapat berfungsi normal

“Telepon den Arlo non, dia pasti punya nomor dokter” kata mbak Sari memberiku usul

Aku bergegas mengambil ponselku di kamar dan menekan kontak mas Arlo,

Tutt… tutt… tutt… tuut… saat hendak akan ku tutup ada suara dari seberang sana,

“Hallo” suara seraknya menunjukkan dia baru terbangun dari tidurnya

“Massssss mama masss” kataku sambil menangis

“Ha?” Dia seperti bingung dan sedang mengumpulkan kesadarannya “eh kamu Rhey, ada apa?” Dengan suara sedikit berbisik, Sepertinya kesadarannya sudah kembali

“Mama massss, badannya dingin aku bangunin gak mau bangun mas” kataku dengan terisak

“Innalillahi Rhey, kamu sudah panggil dokter?”

“Belum mas, aku gak punya kontak dokter mas, aku bingung harus hubungi siapa subuh-subuh gini, maaf mas sudah ganggu waktu istirahat mas” kataku putus asa

“Aku telepon dokter dulu, biar langsung kerumahmu, jangan nangis jangan panik dulu, aku kesana sekarang” katanya yang langsung menutup sambungan telepon

Aku kembali ke kamar mama dan melihat mbak Sari sedang membalikkan tubuh mama yang sudah sedikit kaku. Wajah mama yang pucat dengan bibir yang dihiasi senyuman membuat aku menangis dan memeluk mama.

Bersambung……

...Dikasih yang sedih-sedih dulu ya, nanti ada saatnya bahagia akan datang…....

1
Isabell Serinah
lanjut lagi plseeee 👍. cerita ni macam tergantung
Muji Astutik
author jahat nih😭lg bahagia²nya dan lg halu² masak Steve hrs, meninggal sih...knp ga dibiarkan mereka bahagia dan tamat sih...author jahaaattt😭😭😭😭
Hotma Gajah
si peselingkuh gimana kabarnya apa malah bahagia gitu🤔
Suci Dava
Thor kok ada lebel END, berarti ceritanya nggantung yaa, ngga seru donk thor 😔
Hafiza Nafida
oke
sweetpurple
Luar biasa
Nur Laela
jangan2 Steve sakit ?????
ida wati
bagus Rhey harus tegas sama laki orang yg udh kayak kucing garong, jgn jadi valakor 😁
Budyani Witaningrum
thor..kok aku nangis ya..ada ya bapak yang nggak peduli kaya gitu biarkan anak istrinya menderita sendiri😭
G.Lo
Thor,anda lagi cerita pengalaman pribadi yach...jangan pake "Aku"seolah olah anda cerita diri anda sendiri...
Lilis Yuanita
gk bkal lnjut
Mhyta
lnjut donk thorr
Mhyta
maaf br coment.. sy suka dengan ceritamj thor.. semngat yah
Indri Wulandari
bgt amat walaupun mantan ya seenggaknya tali silaturahmi jng putus lah walau hanya teman
Maria k labore Pale
lanjut thor....
Indri Wulandari
iya buat arlo menderita dlu thor
Indri Wulandari
pling jg arlo gercep terus
Indri Wulandari
arlo ksh HP di tolak steve ksh HP di Terima pdhal sma pria beristri
Indri Wulandari
arlo perhatian di jauhin steve perhatian smpet mau dket SMP d sruh jauhin arlo nurut pdhal arlo dan steve sma pria beristri
Nurul Istiqomah
bagus rhey
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!