NovelToon NovelToon
REUNI INDAHNYA MENDUA

REUNI INDAHNYA MENDUA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Patahhati / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ina As

Kalian tahu Reuni itu apa?

Kalian tentu sudah tahu.

Pertemuan kembali setelah berpisah cukup lama.

REUNI betul-betul mengubah hidupku.

Aku bertemu dengan jodohku saat REUNI.
REUNI mempertemukanku kembali, dengan siswa terpintar saat SMA dulu. Sampai benih-benih cinta tumbuh diantara kami. Dan kami pun sepakat mengikat janji suci dalam pernikahan.

Namun siapa sangka?
REUNI yang telah mempertemukan aku dengan jodoh.
Namun REUNI pula membuat rumah tanggaku nyaris berantakan.

Ketika seorang pria yang tidak pernah diperhitungkan di masa lalu. Tiba-tiba hadir dengan segudang pesonanya.

Rumah tanggaku pun dipertaruhkan.

****************

Author : INA AS

Facebook : INA AS

Instagram: INA AS

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina As, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Menyesatkan Diri Ke Dalam Dosa

Reyna hanya tersenyum melihat kegelisahan Mithalia. Sebentar-bentar melirik ke arah lift. Pasti ia sudah resah menunggu Bimasena yang tiba-tiba menghilang dari rooftop.

"Kok gelisah Mit?" tanyanya kepada Mithalia.

"Bimasena kemana ya?" ucap Mithalia, matanya tidak berhenti melihat ke arah lift.

"Kamu belum berhenti mengejar Bimasena ya? Kalau aku sudah berhenti. Bimasena seleranya lain, bukan yang seperti kita."

Mithalia memandangnya dengan serius.

"Maksud kamu? Bimasena sudah memiliki pacar?" Mithalia sangat penasaran.

"Aku tidak tahu mereka pacaran atau tidak. Tapi aku tidak bisa memberi tahumu selanjutnya Mit. Nanti kamu akan dengar sendiri," ucapnya sambil melangkah meninggalkan Mithalia yang kebingungan.

"Mereka siapa?" terdengar teriakan Mithalia. Namun ia tidak peduli, tetap melangkah menjauh dari Mithalia.

Bukan tanpa sebab Reyna mengatakan itu kepada Mithalia. Di klinik dokter, ia melihat Bimasena datang menggandeng tangan seorang wanita. Yang membuatnya terkejut adalah karena wanita itu bukan orang asing.

Nadia. Istri Tristan.

Dari cara Bimasena merangkul bahu Nadia, dari caranya menatap Nadia, sangat jelas Bimasena memiliki perasaan tersendiri pada Nadia.

Saat Bimasena dan Nadia keluar dari ruang praktik dokter, ia tidak bisa menahan diri untuk tidak menemui mereka.

Nadia tidak bisa menyembunyikan ekspresi gugup dan panik melihat kedatangannya. Lalu buru-buru pamit pulang. Berbeda dengan Bimasena yang tetap tenang dan mampu menguasai keadaan.

"Kamu sakit apa Reyna?" tanya Bimasena padanya. Tentu saja untuk mengalihkan kecurigaannya kepada mereka berdua, adalah dengan membahas hal lain.

Dan sekarang di rooftop sepanjang waktu ia hanya mengamati gerak-gerik Bimasena dan Nadia.

Meskipun mereka menjaga jarak, namun Bimasena tidak berhenti melihat ke arah Nadia. Beberapa kali melempar senyum. Yang disalah artikan oleh Mithalia. Mithalia berpikir, Bimasena tersenyum kepadanya.

Tidak sayang, kamu salah. Sungguh kasihan dirimu Mithalia.

Berbeda dengan Nadia. Tidak nampak sama sekali dari dirinya bahwa ia menggoda Bimasena. Ia selalu menghindari bertemu muka maupun bertemu dengan Bimasena. Meskipun sekali-kali Nadia terlihat mencuri pandang ke Bimasena.

Ia tidak seperti Mithalia yang sangat genit dan manja kepada Bimasena. Sehingga ia bisa menyimpulkan, bahwa yang duluan menggoda adalah Bimasena.

Dan yang paling menarik adalah, dua kali ia melihat Bimasena berbisik kepada Nadia. Setelah itu, ia melihat Bimasena masuk ke lift meninggalkan rooftop. Dan ia sangat yakin, sebentar lagi Nadia pasti menyusul.

Ternyata dugaannya tepat. Dengan gelisah sambil melihat kesana kemari Nadia menyusul masuk ke dalam lift meninggalkan rooftop.

Jelaslah, mereka akan bertemu di salah satu kamar hotel di bawah. Kalian tentu sudah tahu, apa yang hendak dilakukan dua manusia berlawanan jenis itu bila bertemu di dalam kamar hotel.

Reyna hanya memandang iba ke arah Tristan yang sedang serius bermain catur.

Ah Tristan, apa kamu tahu, di bawah istrimu sedang digarap oleh Bimasena.

Terlebih lagi saat Nadia kembali muncul dari lift. Nafasnya terengah-engah dengan wajah merona.

Jelas, ia baru saja ditunggangi kuda liar.

Seperti tebakannya, tidak lama kemudian Bimasena datang dengan senyum memikatnya. Tampak senang setelah menggarap di ladang orang.

Jadi? Apa bukti itu belum cukup?

Sebentar lagi persahabatan akan pecah, ternodai oleh perselingkuhan.

Reuni, bukan hanya membawa manfaat. Tetapi juga sudah mendatangkan mudarat.

********

Bimasena berusaha menjangkau ponselnya yang ia letakkan di atas meja. Jarak meja dari sofa tempatnya berbaring terlalu jauh dari jangkauan tangannya.

Sementara Bimasena tidak leluasa bergerak, karena seorang wanita tengah tertidur telungkup di atas tubuhnya.

Nadia.

Setelah tadi mereka beradu, bermandi peluh, menyesatkan diri ke dalam dosa, wanita itu terlelap karena kelelahan.

Sofa itu terlalu sempit untuk mereka berdua, sehingga setelah permainan usai, mereka harus beristirahat dengan posisi seperti itu.

Karena energi yang sudah terkuras habis, Nadia tertidur begitu saja di atas tubuh Bimasena, dengan kepala berada di dada Bimasena.

Akhirnya setelah beberapa kali berupaya menggapai, Bimasena dapat meraih ponselnya.

Sambil mengelus kepala Nadia dengan tangan kiri, tangan kanannya menghubungi Aurel sekretarisnya. Ia menugaskan Aurel menggantikannya menemani teman-teman yang masih tersisa di rooftop.

Melalui sambungan video call, Aurel memperlihatkan hiruk-pikuk di rooftop. Alfredo bernyanyi bersama pemain band. Beberapa orang terlihat mengobrol tertawa sambil meminum wine. Empat orang masih bermain catur, termasuk Tristan.

Sebentar lagi permainan catur usai. Tinggal mencari pemenang pertama dan kedua. Ia harus segera kembali ke hotel untuk menghindari petaka, bila ternyata Tristan yang lebih dahulu pulang ke rumah ini.

Sehingga ia harus membangunkan Nadia. Namun ia tidak tega melihat Nadia yang tertidur pulas.

Sebenarnya ia juga belum rela, meninggalkan wanita itu. Melepaskannya dari dekapan. Kapan lagi bisa seperti ini? Melihat keindahan yang sangat nyata di depan mata. Bukankah posisi ini sangat nyaman? berbagi kehangatan. Rasanya enggan melepas kemelekatan dengan yang disayang.

Bimasena mengelus punggung telanjang Nadia pelan-pelan, agar wanita itu terbangun. Namun rupanya elusannya membuat Nadia merasa nyaman dan tidurnya semakin pulas.

Malah hanya hasratnya yang kembali terbangun, untuk mengulangi pergumulan tadi. Godaan lekukan yang kini melekat sempurna di tubuhnya amatlah dahsyat. Pesona raga yang terpampang di atasnya, teramat mudah menyesatkan. Membuatnya kehilangan nurani, bahwa wanita itu milik teman sendiri.

Begitu serakahnya iblis, terus menerus menawarkan indahnya dosa.

Sayang waktu dan tempat tidak memungkinkan. Beginilah, bila melakukan hubungan tidak halal, bersama wanita terlarang di tempat yang berisiko tinggi.

"Nadia, bangun sayang. Aku harus kembali ke hotel," Ia mengelus-elus punggung, dan berbisik ke telinga Nadia.

Akhirnya kepala Nadia mulai bergerak perlahan. Matanya terbuka pelan-pelan.

Namun begitu menyadari kondisi mereka, Nadia tersentak dan dilanda kepanikan.

"Bim, sudah berapa lama aku tidur? Cepat pulang, nanti Tristan datang!" Ia hendak bangun, namun begitu menyadari keadaannya yang polos, ia kembali telungkup menyembunyikan dadanya.

Please Nadia, tidak perlu malu begitu, bukankah aku sudah melihat semuanya tadi.

"Tenang Nadia, jangan panik." Ia tertawa melihat kepanikan Nadia. Malah tangannya bergerak memeluk Nadia semakin erat.

"Nanti Tristan keburu pulang Bim. Atau tetangga melihat kita berduaan di dalam rumah." Suara Nadia terdengar bergetar.

"Jangan takut, Tristan masih di rooftop. Ia masih bermain catur. Cari juara satu dua. Rumah di samping bukannya kosong semua ? Lampunya nggak ada yag nyala kan?"

"Iya tapi masih ada tetangga di sampingnya lagi, tetangga di depan. Lepaskan Bim!" suara Nadia mengiba begitu ketakutannya.

"Lihat aku dulu Nadia!"

"Nggak mau." Nadia menyembunyikan wajahnya di dada Bimasena. Sepertinya wanita itu sudah malu kepadanya setelah apa yang mereka lakukan tadi.

Bimasena mengangkat tubuh Nadia lebih ke atas agar wajah mereka bertemu, namun Nadia memalingkan wajahnya ke samping dan memejamkan matanya rapat-rapat. Wajahnya memerah. Membuat Bimasena tergelak.

******

Nadia tidak percaya, ia bisa tertidur dengan begitu manisnya di atas tubuh Bimasena dalam keadaan polos tanpa pakaian.

Rasa takut pada Tristan dan malu pada Bimasena berkecamuk di dalam hatinya, membuatnya cemas dan panik.

Ia hendak melangkah turun dari sofa menuju belakang pintu, dimana semua pakaiannya tergeletak di lantai. Namun tidak mungkin ia berjalan telanjang disaksikan Bimasena. Sehingga ia kembali telungkup di atas tubuh Bimasena untuk menyembunyikan dada dan wajahnya dari Bimasena.

"Lihat aku dulu Nadia!"

Kejadian tadi sangat memalukan. Tanpa malu ia mempersembahkan dirinya kepada Bimasena. Membiarkan Bimasena mengeksplorasi dirinya dengan begitu liarnya.

Bimasena begitu mudah meluluh-lantahkannya. Membuat otaknya kosong, tidak bisa berpikir apa-apa kecuali ingin merasakan surga yang ditawarkan Bimasena. Lupa bahwa Tuhan sudah menyalakan kayu bakar untuknya di dalam neraka.

Dan berakhir dengan dirinya yang kehabisan tenaga meladeni pria lajang kelaparan yang tidak pernah kenyang itu. Betul-betul, pria itu menguras habis tenaganya.

Bagaimana ia tidak malu menunjukkan wajah pada Bimasena?

Bimasena mengangkat tubuhnya lebih ke atas lagi agar wajah mereka bertemu. Namun ia memalingkan wajahnya ke samping dan memejamkan matanya rapat-rapat, yakin wajahnya sudah memerah, karena terasa panas.

Bimasena malah menertawainya.

Bagaimana pria itu bisa tertawa dalam situasi yang menegangkan seperti ini?

Pria itu semakin mengeratkan pelukannya lalu berucap,

"Nadia, jangan lupa kamu sudah mengizinkan aku memasuki hidupmu. Jangan menghindariku setelah malam ini."

"Lihat aku Nadia, kalau kamu tidak mau menatap aku, aku tidak akan melepasmu sampai Tristan datang."

Dengan terpaksa ia memalingkan wajahnya ke wajah Bimasena, tapi tetap memejamkan matanya. Sungguh malu ia menatap Bimasena.

Bimasena telah memberikan rasa nikmat yang luar biasa, tetapi disertai rasa malu yang luar biasa pula.

"Buka matamu Nadia!"

Oh Tuhan, mengapa pria ini begitu sulit.

Akhirnya ia membuka matanya, persis berada di depan mata cokelat tegas itu. Butiran-butiran air pada rambutnya berkilauan tertimpa cahaya lampu. Sangat menawan.

"Kamu percaya padaku?" tanya Bimasena.

"Tidak tahu." Kemudian ia memalingkan wajahnya kembali, menyembunyikannya di samping leher Bimasena.

"Nadia, aku ulangi. Aku sayang kamu. Sangat sayang. Tapi jangan tanya kenapa."

"Mulai malam ini, jangan tertutup lagi padaku. Katakan apapun masalahmu. Apa keluhanmu kepadaku. Apa yang kamu suka dan apa yang kamu tidak suka. Jangan memendam apapun."

"Kamu dengar Nadia?" tegas Bimasena.

Ia hanya mengangguk dengan dada yang bergemuruh.

"Berjanjilah padaku!"

"Janji apa?"

"Janji kamu tidak akan pernah menghindariku dan akan terbuka kepadaku."

Nadia mengangguk pelan.

Berada di atas tubuh pria itu, di dalam rumah milik Tristan, membuatnya tidak karuan.

"Sekali lagi ya sebelum pulang?" bisik pria itu.

Nadia mengangguk lagi. Kemudian tersentak.

"Apa? Bim! Nanti Tristan keburu pulang." Sekarang ia sudah berani menatap Bimasena.

"Tuh kan dari tadi kamu hanya mengangguk, tidak mengerti apa yang aku ucapkan."

"Aku takut Bim ... tolonglah!" ia merengek kepada Bimasena.

"Jangan takut, tidak apa-apa sayang. Oke aku pulang kalau kamu ketakutan karena aku belum pulang."

Bimasena mencium kening, lalu pipinya. Kemudian pria itu menggulingkan tubuhnya dengan perlahan ke samping dan beranjak bangun.

Dengan segera Nadia memungut dua bantal sofa yang besar dan menyembunyikan tubuhnya dari Bimasena di balik bantal sofa itu, membuat Bimasena tertawa melihatnya.

Tanpa rasa canggung Bimasena melangkah memungut pakaiannya dan mengenakannya di samping Nadia.

Meskipun ia memejamkan matanya dan menutup mata dengan tangan agar tidak melihat Bimasena yang sedang berpakaian, namun rasa penasaran membuatnya mengintip di sela-sela tangannya.

Makhluk itu terlalu menarik untuk dilewatkan. Seolah ia belum puas melihatnya beraksi sebelumnya.

Setelah Bimasena mengenakan pakaiannya, ia memungut pakaian Nadia yang berserakan di belakang pintu. Kemudian dibawa kepadanya. Lalu duduk di sisi sofa dan menatapnya.

"Aku bantu berpakaian?" goda Bimasena sambil tersenyum.

Dengan segera Nadia menggeleng.

"Tidak ada ciuman untukku sebelum aku pulang?"

Nadia menggeleng lagi. Tidak mungkin ia mencium Bimasena. Kecuali Bimasena yang menciumnya, ia takkan menolak.

"Oke, kalau begitu aku yang menciummu."

Pria itu, sudah membuat sejuta rasa bertebaran di jiwanya. Tidak berhenti menggetarkan hatinya. Menggerus kesetiaannya sehingga ia sudah mengingkari janji suci saat menikah dengan Tristan. Bahkan mampu membuatnya diterpa dahaga lalu meneguk air dosa.

**********

Bimasena tiba kembali di rooftop bersamaan dengan Tristan yang bersorak gembira karena berhasil memenangkan final pertandingan catur melawan Glen.

"Sudah selesai rapatnya Bim?" tanya Glen kepadanya.

"Sudah. Maaf ya sudah meninggalkan kalian."

"Segar banget nih wajahnya habis rapat, rambut sampai basah begitu." Alfredo meneliti wajahnya dan tersenyum nakal.

Gila. Jangan-jangan Alfredo punya indra ke enam.

"Selamat bro!" ucapnya kepada Tristan yang terlihat sangat gembira, untuk menghindari Alfredo.

Apa pria ini tidak memiliki firasat?

Terlebih lagi saat Aurel menyerahkan hadiah juara pertama, handphone yang berharga hampir tiga puluh juta itu.

"Buat aku aja hadiahnya Bro," seru Angga.

"Enak aja, emang permen," sungut Tristan.

"Jadi ganti handphone nih?" tanya Alfredo.

"Nggak kok, handphone ku masih bagus."

"Hadiah buat istri dong," celetuk Aurel.

"Aku nggak seromantis itu Mbak sama istri," ucap Tristan pada Aurel.

Sehingga ia berbisik kepada Tristan,

"Pasti buat Hakimah."

Tristan tergelak sembari berkata, "Tau aja. Jangan ribut ya!"

********

Hi readersku tersayang,

Mohon maaf karena lama menunggu UP nya novel ini. Karena Author sedang menulis beberapa novel yang on going.

Author tidak berhenti mengingatkan,

Jangan mendekati selingkuh, karena selingkuh adalah bencana besar yang menimpa rumah tangga.

Selingkuh membawa banyak maksiat seperti khianat, dusta, zina dan rusaknya bahtera rumah tangga.

Jadi, di belakang selingkuh adalah dosa.

Oh iya, pas lebaran kemarin Mas Hadi tuh datang silaturrahim ke Author. Mas Hadi curhat.

Curhatnya begini:

Kok saat Mas Hadi selingkuh, readers pada ramai-ramai menghujat, membully. Gak dimaafin sampai sekarang. Padahal dihalalin. Tapi Pas Nadia selingkuh semua pada mendukung. Apa karena readers mayoritas kaum hawa ya?

Ada readers yang bisa menjawab?

Terima kasih atas segala dukungannya.

Maaf bila belum bisa memberi yang terbaik kepada readers. Semata-mata karena keterbatasan Author.

Salam sayang dari Author Ina AS

😘😘😘

1
Mrs.Kristinasena
sosok Nadya..itu jarang sekali .Kebanyakan skrg itu Cantik, cerdas.
Mrs.Kristinasena
ooo mayy gaatttt....Seandainya Bimasena didepanku..modelnya badung seperti ini...??
Mrs.Kristinasena
Aku iri pada Nadia.yg ga cerdas, ternyata jadi kelebihan dimata Bimasena.Aku jadi bangga jadi org bodoh..wkk sayang direalita ga ada Bimasena
Mrs.Kristinasena
yg Nadia pake CD polkadot kayaknya di kosan ini.Apa bab ini direvisi ya kak? kok ga ada adegan iya iya nya..😄😄
Mrs.Kristinasena
yg Nadia pake CD polkadot kayaknya di kosan ini.Apa bab ini direvisi ya kak? kok ga ada adegan iya iya nya..😄😄
Mrs.Kristinasena
bab berikutnya..aku ga berani baca..masa masa sport jantung..dan seterusnya..ga tega liat Nadia hancur..aq blom sekuat itu..kak..Ga berani lanjut aku...berat sekali...
Mrs.Kristinasena
Bima: Setelah kamu denganku, apakah masih melayani Tristan?
Nadia: Apakah kamu sering tidur dg banyak wanita sblm denganku, Bim.karena sbg seorang jejaka kamu sangat pro dlm sex?
itu diotakku, ternyata beda yg diotak kak Ina..🤣🤣
Mrs.Kristinasena
kalo Adinda, Adit adalah suami yg baik.mereka saling mencintai.cinta pertama pula.Adit dan Tristan kaya putih dan hitam
tentulah kalo jadi iatri Tristan, akan pilih selingkuh dg Bima.Kalau istri Adit akan pilih setia,krn suami sdh baik, sayang, kaya lagi..hehe
Mrs.Kristinasena
kalau penggodanya spek dewa seperti Bimasena, semua wanita yg punya suami setiapun bakal rela tergoda dan menyerahkan diri dg ikhlas😍😍
Mrs.Kristinasena
sesempurna dirimu, Bim.Bisa mendapatkan gadis yg model apapun.Tapi pesona Nadya, cinta monyetmu dulu dan skrg istri sahabatmu ternyata lebih menantang.😄
Mrs.Kristinasena
type suami seperti Tristan yg pelit, perhitungan bertebaran dimana mana.yg model Bimasena, aahhh hanya disini aku menemukannya
Mrs.Kristinasena
Aku tahu Nadya dan Bima salah.Tapi semua ada sebab akibat.Jadi biarkan takdir Tuhan bekerja..
Mrs.Kristinasena
Adegan ciuman di belakang pintu, kirain bab ini..ternyata belum yaaa..astaga ternyata aq lebih murahan dr Nadia🤣🤣🤣
Mrs.Kristinasena
hmmm...ga cuma kamu, Nad ..aku pun masih terbayang bayanv dg abang Bimasena..ga mgk terlupa gimana ugal ugalannya dia mengejarmu..Beruntung kamu.,Nad dicintai abang Bima..Pliisss aku baperrr bgt...
Mrs.Kristinasena
jadi seorang penulis itu ternyata harus cerdas yaa..pintar, wawasan luas.Ini karya org dg kriteria diatas..berkali kali baca, berkali kali pula tulis komentar
.hehehe
Mrs.Kristinasena
16 Desember 2025 aku kembali kesini, krn jenuh dg bacaan yg lain.Akhirnya Bima Nadia membawaku kembali.Aku rindu kisah Bimasena Nadia..keromantisannya dan sensasi deg deg an nya..aaahh🤭🤭🤣🤣
JUw!T@ H∆t!
di bln november 2025...q baca kembali karya kakak....dah g keitung bacanya...bolak balik baca untuk kesekian kalinya tanpa pernah bosen...tetep berkarya kak..karyamu terbaik...sehat selalu☺️
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
Teh yan"
bimmmm aku fans mu...apakabar sekarang kalian .. glor gelardor bimasena ...Nadia kamu istri yang beruntung..di perjuangankan ..di ratukan ..bikin mhitalia iri tingkat dewa .. Peyuk " jauh buat keluarga bima sena
Siti Nina
Gimana gak meleleh tuh si Nadia sama si Bima orang romantis nya ga ketulungan kita aja yg baca senyum" sendiri 😄
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱: Halo kak baca juga d novel ku 𝙖𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profilku ya. trmksh🙏
total 1 replies
Teh yan"
di dunia nyata perempuan cantik kebanyakan morot laki kaya raya ..lah ini di kasih kemewahan malah gak mau ..Nadia kamu emang perempuan teraneh..dan bikin bima bertekuk lutut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!