NovelToon NovelToon
EMPAT SEKAWAN LOVE STORY

EMPAT SEKAWAN LOVE STORY

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Keluarga / Tamat
Popularitas:7.9M
Nilai: 5
Nama Author: Me Nia

Season 2 novel SANG PENGASUH

Arya, Ricky, Rendi, dan Wiliiam, adalah empat pria tampan sold out yang telah menjalani senasib sepenanggungan gagal malam pertama karena kejahilan diantara mereka. Menjalani kehidupan rumah tangga tidak selancar jalan tol. Keempatnya mengalami ujian.

Diantaranya, Arya. Kemunculan salah satu keluarga yang dikira telah meninggal, hadir mengusik ketenangan rumah tangganya.

Pun dengan Rendi. Kedatangan adiknya dari Turki dan kini tinggal bersamanya malah membuatnya was-was.

Kisah kehidupan keempatnya, author kemas dalam satu bingkai cerita.

Kisah ini hanya fiksi. Jika ada kesamaan nama, tempat/perusahaan itu hanya kebetulan semata.

Selamat menikmati kisah yang bisa membuatmu senyum-senyum sendiri.


Cover free by pxfuel
Edit by me

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me Nia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bahaya Mengintai

Berangsur, peserta reuni membubarkan diri usai foto bersama. Apalagi gengs Yunita, mereka lebih dulu terbirit-birit keluar membawa malu karena kesombongan mereka dibungkam habis oleh Andina.

Di tempat parkir hanya tersisa beberapa orang panitia, Radik, serta Andina dan Safa yang bersiap untuk pulang.

"Andin, sekali lagi makasih banyak untuk donasinya. aku gak tau deh kalau gak dibantu. Itu si gengs Yunita hanya omdo. Penampilan aja bak sosialita, kenyataannya tong kosong." Didit masih saja mengulang mengucapkan rasa terima kasihnya saking merasa senang.

"Sama-sama, Dit. Biarkan aja mereka. Semoga nanti sadar, untuk apa bersikap sombong. Malah akan mempermalukan diri sendiri," ujar Andina bijaksana.

"Andin, Safa, aku duluan ya. Malam ini akan kembali ke Jakarta. Besok pagi lanjut terbang ke London. Sampai ketemu lagi di lain waktu. Aku senang bisa bertemu kalian." Radik berpamitan juga kepada yang lainnya. Andina dan Safa melambaikan tangan saat mobil Radik membunyikan klakson meninggalkan parkiran.

Selama Andina berdiri sambil berbincang-bincang, beberapa kali jepretan kamera mengarah padanya dari sebuah mobil yang terparkir di sebrang jalan.

Giliran Andina dan Safa yang berpamitan kepada Didit dan rekan panitia yang lain.

Bersama keluarnya mobil Andina meninggalkan parkiran Resto, sebuah mobil hitam di sebrang jalan yang telah mengambil foto jarak jauh, ikut melaju meninggalkan bahu jalan.

.

.

.

"Alhamdulillah, udah sampe--lengket sekali nih badan, pengen mandi." Safa berseru lega. Ia membuka safety belt usai Andina memarkirkan mobilnya di halaman, di samping dua mobil yang berjajar milik Rendi dan Ricky. Menandakan pemiliknya masih berada di dalam rumah.

"Aku juga gerah. Mandi di sini aja sekalian,beb." tawar Andina. Ia menenteng kantong plastik oleh-oleh untuk si sulung.

"Nanti aja di rumah. Sekarang juga mau langsung pulang mumpung belum magrib." Safa mensejajari langkah Andina, sama-sama masuk ke dalam rumah.

"Assalamualaikum--"

"Holeee Mama pulang--" Athaya menyambut ucapan salam Mama Andin dengan teriakan girang sambil berjingkrak-jingkrak.

Andina menurunkan tubuhnya, berdiri dengan kedua lutut bertumpu pada lantai granit saat Athaya berlari untuk memeluknya. Dan si sulung memeluk sang mama dengan menubruk kencang sampai Andina sedikit oleng dibuatnya.

"Aduduh..anak Mama udah wangi. Mandinya sama siapa sayang hm--" Andina menciumi pipi gembul Athaya dengan gemas.

"Mandi sama Papi. Kalau adek mandinya sama Bi Idah. Kaka lindu Mama--" Si sulung menggelayut manja. Membuat Andina terkekeh dan tambah gemas dibuatnya.

"Uluh-uluh...ada yang rindu segala...manis banget sih." Marisa yang sedang menemani Aqila bobo di sofa, menyaksikan drama itu ikut menggoda Athaya. Keharmonisan keluarga kakaknya itu membuatnya ikut bahagia juga menjadi teladan untuknya.

Athaya bergidik saat tangannya menyentuh kantong plastik yang dipegang sang mama. Dingin.

"Mama ini apa? Athaya meraba perlahan kantong plastik yang berembun. Penasaran, si sulung langsung membukanya.

"Yeay...esklim stawbeli kesukaan kaka." Athaya berjingkrak senang mendapat oleh-oleh kesukaannya.

Safa dan Marisa mentertawakan kelakuan bocah yang selalu menggemaskan itu.

.

.

.

Athaya setengah berlari memasuki ruang kerja yang pintunya terbuka. Dimana ada Papi Arya, Ricky dan Rendi sedang berbincang mengenai perkembangan 2 Galaksi yang sudah berhasil naik kelas menjadi mall yaitu Galaksi pusat dan Galaksi Jakarta, usai perluasan pembangunan. Rendi terlibat pembahasan karena ia ikut menyimpan saham sehingga murni keseluruhan saham dimiliki oleh keluarga.

"Om Iky...kata onti Safa ayo pulang--" Athaya menyampaikan pesan yang dititipkan padanya. Ia mendekati sang Papi, duduk menyempil di sela-sela kedua paha papi nya itu.

"Siap, jagoan. Kakak ikut yuk, nginep di rumah Om. Besok pagi pulangnya--" Ricky merayu Athya yang kini nemplok di punggung Arya dengan tangan menggelayut di leher.

"Nda mau. Kaka lindu sama Mama. Nanti mau belajal telus bobo sama Mama--"

Jawaban lugu bocah berusia 3 tahun 8 bulan itu membuat semua pria dewasa dalam ruangan itu tertawa lepas.

****

Ricky dan Safa sudah pulang ke apartemennya. Menyusul kemudian Rendi dan Marisa selepas magrib pamit karena akan menjemput kedatangan Rade di bandara Husen. Adiknya Rendi sudah tiba di Jakarta kemarin, menginap di rumah sepupunya. Kemudian ia memilih liburan dulu ke Bali bersama dua orang sepupu dari Jakarta. Hingga sekarang akan pulang ke rumah sang kakak di Bandung.

Usai anak-anak tidur, sepasang suami istri bersantai di atas ranjang. Andina mengoleskan milk cleansing ke wajah Arya diiringi pijatan lembut tangan halusnya. Pijatan ala facial di salon dilakukannya dengan telaten membuat Arya menikmati setiap sentuhan tangan sang istri di wajahnya.

"Hm. Enak sayang. Aku gak perlu ke salon untuk perawatan wajah. Cukup sama kamu aja." Sambil memejamkan mata, Arya menikmati pijatan yang membuatnya rileks.

"Mas, kejutan tadi siang udah menolong panitia dari kepanikan. Karena anggaran defisit, gara-gara ada peserta yang omdo mau menghandle kekurangan dana. Sampai-sampai ketua panitia berkali-kali ngucapin terima kasih sama aku saking senengnya." Andina terkekeh mengingat kembali saat Didit entah berapa puluh kali menghaturkan terima kasihnya sampai menjelang pulang.

"Alhamdulillah, kalau bantuan kita berguna. Aku ikut senang dengarnya. Aku mau liat dong video saat kamu nyanyi!"

"Iya tunggu selesaikan dulu cuci mukanya." Andina mengusapkan kapas yang sudah dikasih toner ke seluruh wajah sang suami, sebagai tahap akhir membersihkan wajah.

Sambil menyandarkan kepala di bahu Arya yang duduk bersandar tumpukan bantal, Andina menyerahkan hp nya. Ia memperlihatkan rekaman yang diambil oleh Safa.

"Penyanyi cantik ini multi talent ya. Jadi istri dan partner suaminya bisa, jadi madrasah anak-anak bisa, jadi Bunda untuk anak-anak asuhnya bisa, jadi orang yang dibutuhkan dan disukai teman-temanya juga mampu. Oh, sungguh beruntung yang jadi suaminya--" Arya tersenyum bahagia serta memuji dengan tulus wanita yang bernyanyi 'Kemesraan' dalam video yang ia lihat berulang-ulang. Wanita yang tak lain adalah istrinya.

"Ishhh Papi, muji-muji telus....nanti aku lindu...." Andina menggelitik pinggang Arya sambil menirukan gaya bicara Athaya.

Keduanya tertawa pelan, takut membangunkan si kecil yang terlelap dalam boxnya. Tawa bahagia yang tercipta berubah menjadi desahan dan erangan pelan. Karena sang suami lanjut menciptakan kenikmatan surga dunia bersama.

.

.

.

Di kota yang berbeda, disebuah gedung pencakar langit, aeorang pria berdasi merah duduk di kursi kebesarannya dengan wajah dingin. Asistennya masuk ke dalam ruangan, maju ke depan meja sang boss memberikan sebuah amplop coklat, menyimpannya di atas meja.

"Buka!" titah sang boss dengan ekspresi datar tanpa ada gurat keramahan di wajahnya.

Dengan patuh, sang asisten membuka tali penutup map dan mengeluarkan isinya, mengurai beberapa lembar foto di atas meja.

"Arya tidak akan tergoda jika kita menggunakan cara klise, meskipun ditawarkan 100 gadis seksi sekalipun. Banyak uang tidak membuatnya suka party apalagi bermain perempuan. Dia tipe pria setia, pecinta keluarga, penyayang anak istri, lebih senang berada di rumah berkumpul dengan keluarga. Kalaupun nongkrong di luar, hanya ngumpul dengan ketiga sahabatnya." Sang asisten menjelaskan investigasi yang telah dilakukan anak buahnya selama beberapa minggu.

"Lalu apa hubungannya dengan foto-foto ini?" Sang boss mengamati satu persatu foto wanita berhijab yang menjadi fokus utama. Karena foto orang-orang disekitarnya diblur.

"Dia istrinya Arya, wanita yang sangat dicintainya setelah kegagalan rumahtangga yang pertama. Jadi sumber kekuatan dan kelemahan Arya adalah istrinya. Saya yakin si Arya akan kacau dan terpuruk jika istrinya kita celakai."

Selama sang asisten menjelaskan, pria dingin yang mengenakan jas rancangan desainer ternama ibukota itu mengamati dengan seksama wajah dengan pose tersenyum menampakkan lesung pipi hampir di semua foto.

"Cantik," gumamnya. Meski pelan, namun terdengar jelas oleh sang asisten yang langsung tersenyum tipis.

"Boss mau tidur dengannya?"

Sang boss mendongak dari fokusnya mengamati foto. Ia menatap tajam seolah ingin menguliti ke arah sang asisten yang langsung menunduk, karena bulu kuduknya merinding.

"Maaf, Boss."

"Kamu cari tahu profil istrinya, kegiatannya, pokoknya sedetail mungkin. Kita bergerak alon-alon asal kelakon." Mata pria berjas hitam itu menerawang menatap plafon kantor dengan kaki dinaikkan ke atas meja. Bayangan masa lalu berkelebat dalam pikirannya.

Arya, lo harus merasakan gimana pedihnya kehilangan!!!

...……………...

1
Miftah Hasan
good job
Hasanah Purwokerto
Baca ulang untuk yg ketiga kalinya...😂😂😂😂
Rusmini Mini
keren /Good//Good//Good//Heart//Heart//Heart/
Rusmini Mini
sebenarnya masih penasaran dgn kasusnya Rendi dan Vivian tp kok sdh di cut,ya sutralah penting Me_Nia happy dan bisa berkarya lebih baik lagi lop yu Me_Nia sekebon /Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Rusmini Mini
ikut berbahagia dgn kehamilan Safa dan mbk Uci /Cry//Cry//Cry/
Rusmini Mini
biasanya menuju bab akhir ceritanya sll boring dan menjemukan tp ini tdk bener baru ini cerita ngalir enak... /Heart//Heart/
Rusmini Mini
semoga Safa hamil
Rusmini Mini
nasib badan.... kenapa apes banget si Andina 😮😮
Rusmini Mini
melabrak calon pelakor dgn elegan hebat Andina /Good//Good/
Rusmini Mini
teman sejati susah senang bersama
Rusmini Mini
hpku lemot kalo ada IG thor /Good//Good/
Rusmini Mini
kalian berdua lebay /Smug//Smug//Smug/
Rusmini Mini
Aa Iky cemburu eh Arya jg cemburu .. kompak ni yeee..../Tongue//Tongue/
Rusmini Mini
gak punya malu Laura... untung ada Mauren cewek badas yg sayang Andina dan Arya lu bebal nekad goda Arya habis lu /Panic//Panic//Panic/
Rusmini Mini
Arya lg ketiduran di toilet makanya lama /Grin//Grin//Grin/
Rusmini Mini
di semarang ada .. aduh lupa namanya ..... 🤦🤦
Rusmini Mini
jadi pengen cimol thor .... Athaya kamu hebat gak rugi mama dan papi didik kamu berakhlak mulia hebat 👍👍👍
Rusmini Mini
ih cemburu buta,gak malu sm si buta dr gua hantu dasar Willi /Smug/
Rusmini Mini
yang sabar ya Aa Iky dan Mofa yg penting saling percaya /Heart//Heart/
Rusmini Mini
semoga promil nya sukses ya Mofa dan Aa Iky
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!