Pertemuannya di Club malam dengan Ammer pada hari ulang tahunnya membuat Mita terpaksa menerima ajakan Ammer menjadi kekasihnya.
Mita harus terperangkap dengan Ammer yang ternyata Bossnya sendiri di kantor, karena Zaky, lelaki bule yang tidak membayar tagihan pada malam itu.
Kisah cinta Mita, wanita dengan sejuta pesona dan tingkahnya sebagai wanita yang tidak biasa dimulai sejak hari itu.
Kisah cinta yang tidak seharusnya terjadi di antara Mita dan Ammer. Mita bahkan berjuang keras untuk selalu menahan hatinya agar tidak mencintai Ammer.
Bagaimana pernikahan itu terjadi, akankah Mita bertahan pada kisah cinta yang tidak diharapkannya ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Madamme Yellow, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hubungan Ini Tidak Ada Aturan
"Handsome, kamu melanggar aturannya, sudah aku katakan tidak ada cinta diantara kita," ucap Mita melepaskan tangannya dari genggaman tangan Ammer.
Ammer tersenyum sinis dan mendekat ke arah Mita. Sangat dekat dan berbisik di telinga Mita.
"Dari awal tidak ada perjanjian yang mengikat kita, tidak ada aturan yang kita buat, dari awal kamu mengizinkan aku mengecup bibirmu, kamu tidak marah ketika aku peluk, kamu juga memanggil aku Sayang, Mita, apa kamu pikir seperti itu mudah dilakukan kalau tidak cinta, apa kamu pikir, aku bisa melakukan itu dengan semua wanita yang aku temui?"
Mita terdiam. Hanya diam dan tidak sanggup menjawab apa yang Ammer katakan. Itu benar, apa itu cinta? Apa secara tidak langsung Mita sudah membuka hatinya untuk Ammer.
"Kalau begitu kita buat aturan," ucap Mita dengan gagap.
"Terlambat, aku sudah cinta dan aku tidak akan pernah melepaskan kamu meski seluruh dunia tidak suka," ucap Ammer mencubit lembut pipi Mita.
"Dari awal kamu memang cinta sama aku kan?" tanya Mita kesal.
"Iya!"
"Dari awal kamu memang ingin menjadikan aku istrimu kan?" lanjut Mita bertanya.
"Iya!"
Mengesalkan sekali Ammer saat ini.
"Kenapa harus aku?" tanya Mita tidak percaya dengan apa yang Ammer katakan.
"Karena aku mengizinkan cinta itu untukmu, seperti kamu mengizinkan kecupan itu hanya untukku," ucap Ammer menyeringai.
"Handsome, kamu ngeselin banget!"
"Kamu, gemasin banget Sweety," jawab Ammer tambah membuat Mita kesal.
"Aaagghh …." Mita berteriak di hadapan Ammer, bukan malah marah, Ammer malah terkekeh melihat Mita yang kabur meninggalkannya.
Ammer menggeleng dan melanjutkan sarapan paginya. Ponselnya berdering dan dapat Ammer lihat kalau itu panggilan dari Mommynya.
"Hallo Mom," jawab Ammer dengan lembut.
"Sayang, Mita masuk Staff yang ikut ke Bali kan?" tanya Grace yang ikut mengatur nama Mita ada di sana. Grace sudah tahu kalau Mita itu Staff dari anak perusahaan Group Philip.
"Tentu Mom, karena aku ikut," jawab Ammer sambil mengunyah roti yang sudah dia oles selai tadi.
"Kenapa Girly jadi Ambassador, Sayang. Mommy tidak suka, Mommy akan mengganti ambassador kita dengan Mita," ucap Grace dengan semangatnya. Jelas calon menantunya lebih cantik.
"Mommy atur aja," jawab Ammer santai seolah itu sangat mudah untuknya. Apalagi untuk wanitanya. Apa yang tidak, asal Mita suka dan bahagia. Ammer akan melakukannya.
"Semalam bukannya kamu sudah sampai, kamu tidur dimana?" tanya Grace yang mulai ingin tahu dengan hidup anaknya. Ammer bukan anak kecil lagi, pertanyaan seperti itu sebenarnya Grace sudah tahu jawabannya.
"Tidur sama Mita, Mom," jawab Ammer sangat santai sekali, seolah Mommynya tidak akan marah melihat kelakuan anaknya yang seperti itu.
"Sayang, Mommy tidak suka kalian melakukan itu sebelum nikah, nikah aja gih. Mommy setuju kok, lagian umur kamu itu Handsome sudah tiga puluh lebih, sudah waktunya nikah," ucap Grace mulai cerewet.
"Tidur bareng belum tentu sudah pernah gituan, Mom. Mita tidak mau nikah sama aku," jawab Ammer dengan jujur.
"Ah … yang bener, gak percaya Mommy ada wanita yang nolak kamu," ucap Grace tambah suka dengan Mita.
Jarang sekali ada wanita seperti Mita, kalau melihat lagatnya. Mita tidak mungkin menggunakan jurus tarik ulur.
"Mommy ngapain nelpon?" tanya Ammer mengelap mulutnya dengan serbet dan kembali naik ke kamarnya.
"Cuma mau ngomong itu aja, Mommy gak suka Girly, ganti ambassador sama Mita aja, terus kamu tu usaha gitu Sayang, cari tahu gimana bisa dapetin hati Mita, malu banget sih ditolak gitu sama cewek," ucap Grace mulai merendahkan Ammer.
"Mita itu jual mahal aja, Mom. Nanti juga dia mau sendiri nikah sama Ammer, sabar aja yah. Mommy ikut ke Bali?" tanya Ammer masuk ke dalam kamar tetapi Mita tidak ada.
Ammer mendekatkan telinganya ke pintu toilet dan terdengar bunyi gemericik air.
Sedang mandi ternyata.
"Mommy gak ikut Sayang, Albert ikut, Mommy dan Daddy mau ke Paris, kebetulan ada koleksi baru," ucap Grace bersemangat. Grace memang tidak pernah melupakan koleksi barang bermerk dari Paris. Dia akan menghabiskan uang suaminya dan itu adalah kebahagiaannya.
Teman sosialitanya juga pergi dan dia tidak boleh kalah.
"Sayang, sudah dulu yah!" Grace memutuskan telponnya dengan Ammer. Sedang Ammer mengambil pakaian kerjanya.
Sambil menunggu Mita selesai mandi, Ammer membaca koran pagi ini. Wanita kalau mandi lama sekali. Ammer sampai menggeleng. Apa yang dilakukan Mita di dalam toilet, tidak mungkin bunuh diri karena pernyataan cintanya tadi.
Ceklek.
Dengan rambut basah Mita keluar dan pikiran positif kalau Ammer tidak akan mungkin ada di dalam kamar seperti sekarang.
"Kok masuk?" tanya Mita tidak percaya.
Ammer mendengus kesal dan menghela nafasnya panjang.
"Ini kamar kita, Sayang! Kalau aku tidak masuk, aku dimana?" tanya Ammer dengan senyum kecutnya.
"Handsome, kita itu bukan suami istri tahu tidak?"
"Tahu," jawab Ammer cepat sambil tertawa.
"Makanya aku mau banget nikah sama kamu," ucap Ammer mendekat. Mita sudah salah tingkah. Untung saja Mita menggunakan bathdrobe dan bukan menggantung handuknya. Ammer malah mengambil handuk kecil dari tangan Mita dan membantu Mita mengeringkan rambutnya.
"Basah sekali Sweety," ucap Ammer dengan lembut. "Ada hair dryer di dalam kan, rusak yah?"
Mita menarik sebelah sudut bibirnya.
"Telat kalau mau mengeringkan rambut," jawab Mita kesal.
"Emang orang kantor kamu gak curiga kalau kamu datang dengan rambut basah," ucap Ammer menggoda Mita.
Sumpah Mita tidak mengerti maksud Ammer ini apa. Karena dia sering sekali datang ke kantor dengan rambut basah dan akan kering sendiri. Tidak ada temannya yang bertanya kenapa rambutnya basah.
Jelas Mita akan menjawab karena pakai shampo.
"Temanku pasti tanya tanda merah di leher ini, ini lebih jelas," ucap Mita mengejek kelakuan Ammer.
Ammer malah melihat leher Mita.
Oh iya … jelas sekali.
Ammer malah menggigit bibirnya dan berbisik di telinga Mita.
"Aku mau lagi malam nanti," ucap Ammer berbisik tapi seolah sedang menempelkan bibirnya di telinga Mita.
"Ya ampun Handsome, kamu nakal sekali. Itu murahan tahu gak?"
"Tahu," Ammer tertawa dan masuk ke dalam toilet meninggalkan Mita yang kesal.
Selama ini Ammer yang selalu mengejek Mita, kali ini Mita juga ingin mengejek kelakuan Ammer yang gila. Dengan cepat Mita berpakaian karena takut Ammer mengintip dia sedang mengganti pakaian.
Memang yah, otak laki-laki itu sembilan puluh persen isinya khayalan enak-enak sama wanita.
Baru selesai Mita berganti pakaian, Ammer sudah selesai mandi.
"Cepat sekali Handsome," ucap Mita tidak percaya.
"Nanti kamu ninggalin aku, aku lihat ada bule itu di depan," jawab Ammer kesal.
Pantas saja Ammer cepat sekali mandi, dia melihat dari CCTV apartemennya. Ada Zaky membawa bunga untuk Mita. Pantang menyerah sekali bule gila itu mendapatkan Mita.
Ammer bisa melihat dari ponsel yang di bawanya tadi ke toilet.
"Ada Zaky yah?" tanya Mita dengan semangatnya.
"Percuma kamu turun, kode pintu sudah aku ganti," ucap Ammer menyeringai.
"Handsome, kamu kelewatan banget sih," jawab Mita menghentakkan kakinya.
"Kamu tu suka banget yah diperhatiin sama cowok lain, sama cowok sendiri kamu marah," ucap Ammer mencubit hidung Mita lembut.
"Sudah ah, buruan ganti pakaian. Telat ini!"
"Sabar Sweety, lagian siapa yang mau marah sama kamu, aku itu Bossnya."
Mita memutar bola matanya malas. Andai saja mereka tahu kalau Mita adalah kekasih boss, nyatanya semua orang tahu Girly kembali pulang ke Indonesia demi Ammer. Melanjutkan kisah cinta mereka yang belum selesai.
To Be Continued ….
mana udah sadar lagi siapa yg digandeng😅😅
sukses
semngat
mksh
sekarang