"Kak Antariksa!"suara itu tepat di belakang Antariksa membuatnya menghentikan langkahnya lalu dia menoleh .
"Gue pengen lo minta maaf sama gue"ucap Alleta .
Antariksa berjalan kembali , Alleta berlari mengejar dan kini sudah tepat di hadapan Antariksa ."kalo lo minta maaf gue bakalan tenang tau ga kalo nantinya handphone gue ke riset semua filenya"ucap Alleta .
"Minggir,"satu kata terlontar dari mulut Antariksa .
"Gue udah minta maaf sama lo kak , apa susah nya lo minta maaf sama sama gue"ucap Alleta meninggikan suaranya .
Antariksa menatap Alleta sekilas , tatapan Alleta penuh harap .
Antariksa memutar balikan badannya , berjalan ke arah sebaliknya ."lo jahat !"teriak Alleta ."lo emang ga punya hati , hati lo beku"tambahnya , Antariksa tetap berjalan setelah mendengar makian itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon salshabillaalf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32 - My Ice Antariksa
Alleta kini sampai di rumah Maurin , kini tujuannya bukan untuk belajar tetapi untuk memberitahu kepada Maurin dan Adel bahwa dia akan bertemu dengan menthornya yang misterius .
"Maurin Adel dengerin gue baik baik"ucapa Alleta .
"Apa sih ?"tanya Maurin .
"Gue mau ketemu menthor gue yang di aplikasi nanti jam 4 sore , gila ga tuh"
Maurin kegirangan ."yakin lo ? ko bisa ?"tanya Maurin .
"Iya jadi laptopnya dia itu rusak jadinya gabisa ajarin gue lagi eh dia kasih nomornya ke gue terus karena katanya kalo ajarin di hp itu ga bener jadinya dia mau ajarin gue langsung"Alleta semangat menceritakan .
"Semoga aja bukan kakek kakek ya ?"kata Maurin .
"Semoga deh"kata Alleta penuh harap .
"Lo mau di anter kita ? Takutnya dia orang jahat loh"kata Adel .
"Enggalah yang nentuin tempat nya gue ko jadi aman kayaknya , terus gue mau ketemuan di kafe friends tempat favorit gue kalo dia macem macem kan ada si penjaga kafenya yang udah deket sama gue"kata Alleta tersenyum .
"Gue ga pernah liat lo seBahagia ini ketemu sama orang baru"kata Maurin .
"Dia emang orang baru yang gue temuin tapi kan gue kenal dia itu dari dua taun yang lalu"katanya .
"Yaudah deh ayo belajar"kata Maurin .
Alleta nyengir."gue ga ikut deh"katanya .
Maurin dan Adel menatap tajam ."mentang mentang mau di ajarin pangeran"kata Maurin .
Alleta tersenyum malu .
"Nanti kalian Bantuin gue cari baju yang cocok ya soalnya malu kalo ga bagus"
"Ya ampun Al sejak kapan lo kaya gini"
"Gue bener bener gugup"
Beberapa jam telah berlalu kini Maurin dan Adel ke rumah Alleta untuk membantu Alleta memilih baju .
Alleta sudah memperlihatkan sebagian bajunya kepada Maurin dan Adel tapi jawaban mereka selalu saja tidak cocok .
"Semua itu terlalu resmi Alleta , keluarin baju baju lo yang biasa lo pake kalo lo mau main sama kita"pinta Maurin .
Alleta dengan cepat mengeluarkan baju bajunya yang biasa ia pakai untuk main bersama.
Maurin mencari dan Adel pun ikut mencari ."ini nih cocok buat baju yang nongkrong di kafe sambil belajar"kata Maurin .
Maurin menunjukkan baju berwarna putih dengan celana berwarna krem .
"Beneran bagus ? Gue mau pake ini aja ya soalnya udah jam 3 nih gue mau siap siap , gue pengen dateng pertama biar nanti dia aja yang cari gue jangan gue"kata Alleta ,
"Terserah"kata mereka berdua .
Beberapa menit kemudian kini Alleta sudah naik ojek online untuk sampai di kafe dia mulai gugup memasuki kafe biasanya dia tidak pernah seperti itu .
Alleta duduk di meja yang membelakangi pintu masuk , dia tidak mau langsung melihat ke arah pintu .
Alleta telah memesan minuman kesukaannya yang biasa ia pesan disini , detik detik jam 4 sore itu minumannya cepat berkurang karena Alleta terus menyedotnya mengurangi gugup .
Alleta : aku udah sampe
Dia mengirim pesan itu padahal sebenernya dia sudah datang daritadi , menthornya tidak menjawab mungkin sedang di jalan .
Beberapa menit kemudian ...
Atlanta : aku udah di depan
Jantung Alleta berasa akan lepas karena orang yang akan dia temui sudah di depan kafe tersebut .
Suara pintu terbuka terdengar oleh Alleta dia memberanikan diri untuk menoleh perlahan demi perlahan dan ia melihat cowok tinggi juga tampan memakai jaket berwarna coklat masuk ke dalem .
"Ganteng woi"kata Alleta pelan , saat dia melihat ke belakang lagi ternyata ada cewek di belakangnya yang nyusul .
"Ahhh ya ampun bukan dia ternyata padahal gue udah berharap banget karena ganteng"kata Alleta kecewa .
Suara pintu terbuka terdengar lagi , lagi lagi membuat Alleta deg degan tapi saat ia melihat ke belakang tiba tiba ekspresi nya berubah menjadi bete karena yang ia lihat adalah sesosok cowok tinggi , dingin , memakai jaket yang tidak di sletingkan juga tas yang hanya di gendong satu saja , Antariksa .
"Kenapa selalu ketemu dia sih ga ngerti gue"ucapa Alleta , dia melihat Antariksa yang berarah ke meja yang berlawanan dengan meja Alleta .
Saat Alleta membuka Handphonenya dan asyik memainkan suara pintu terbuka terdengar lagi , Alleta dengan cepat memutar kepalanya melihat ke arah seorang lelaki seumuran dengannya membawa tas memakai jaket juga yang sedang mencari seseorang , dan melihat ke arah Alleta sekilas lalu tersenyum .
Alleta memutarbalikan badannya dan pura pura menyibukkan diri , dia yakin orang yang terakhir itu adalah menthornya karena menghadap kearahnya dan tersenyum.
Alleta mengontrol nafasnya agar tidak terlihat gugup .
Tukkk ...
Tersimpanlah orangejuice di meja Alleta karena ada seseorang menyimpannya , Alleta yakin itu adalah menthornya tapi dia tidak berani mengangkat kepalanya .
Alleta membulatkan matanya tidak percaya karena yang tepat berada di depannya adalah sesosok orang yang ia benci di sekolah , Antariksa dengan tatapan dinginnya .
"Ko lo duduk di sini sih ? Gue udah ada janji sama orang lagian meja masih banyak yang kosong"kata Alleta sedikit berteriak .
Antariksa masih terdiam."kita selalu aja kebetulan ketemu di sini"kata Alleta kesal .
"Ini bukan kebetulan , gue kesini emang mau nemuin lo"katanya datar .
Alleta terkejut mendengarnya . "Gue ?"
Antariksa menganggukkan kepalannya.
"Atlanta ?"
"Itu gue"
Alleta membalikkan badannya melihat ke arah cowok terakhir yang masuk kafe itu tapi ternyata lelaki itu sudah duduk dengan teman temannya .
Alleta mengeluarkan Handphonenya lagi lalu mencoba menghubungi nomor telepon menthornya tetapi yang nyala adalah handphone Antariksa .
"Ga mungkin lo kan?"tanya Alleta tatapan tak percaya .
Antariksa mengeluarkan buku dan juga pulpen ."keluarin juga buku lo dan pulpen lo"ucap Antariksa .
Alleta ingin menangis sekarang karena menthornya itu adalah Antariksa orang yang dia benci dari pertama masuk sekolah .
Alleta mengeluarkan bukunya lemas ."kak Anta tolong dong bilang kalo lo bukan menthor gue please"pinta Alleta .
Antariksa menatap sekilas ."mau aku kamu kaya di aplikasi atau lo gue kaya di sekolah ?"tanya Antariksa .
Alleta benar benar memelas sekarang .
Jadi selama ini orang yang selalu buat gue baper , orang yang selalu gue tunggu tunggu , orang yang udah buat gue kagum sekagum kagumnya adalah Antariksa ? , batik Alleta .
Ada kecewa juga ada malu , di sekolah dia selalu berantem tetapi di aplikasi dia selalu di bantu oleh Antariksa .
Mereka mulai belajar dan Antariksa mulai menjelaskan , memang benar sekali cara Antariksa menjelaskan di aplikasi dan langsung mirip sekali .
Alleta tidak fokus belajar , dia malah terus menatap Antariksa ."kalo lo terus terusan natap gue nanti gabisa bisa ini sama materinya"kata Antariksa yang masih menatap bukunya .
Alleta mengalihkan pandangannya ."kak Anta gue tuh belum percaya tau ga sama lo"kata Alleta sambil menyimpan pulpennya .
Antariksa menatap Alleta ."kamu mau minum lagi?"tanya Antariksa .
Alleta memundurkan kursinya sedikit lalu menutup mulutnya dengan kedua tangannya .
"Seharusnya lo biasa kalo gue bilang kamu ke elo, itu yang biasa kita panggil kan ?"tanya Antariksa .
Alleta mengangguk ."mau minum lagi ?"tanya Antatiksa lagi .
"Nanti aja deh udah belajar"kata Alleta .
"Gimana mau selesai coba dari tadi lo liatin gue terus bukan liatin apa yang gue ajarin"katanya .
"Oke oke sorry"katanya .
Jadi selama ini gue suka sama Antariksa ?
udh gak up lagi?
makasih kk othor udh up semangat lanjut ka💪🥰🥰🥰🥰🥰
ya ampun aku itu sebel baca yg beratus ratus episode tapi gatel pen baca 🤣🤣🤣