NovelToon NovelToon
Dari Rival Jadi Ibu Tiri

Dari Rival Jadi Ibu Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Duda / Nikah Kontrak
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ama Apr

Rebeca Alexander terbiasa mendapatkan segalanya. Kaya, cantik, dan berpengaruh, ia tak pernah ragu merendahkan Cika, gadis sederhana yang berani menjadi saingannya di kampus.

Bagi Rebeca, Cika hanyalah gadis miskin yang tidak tahu tempat.

Namun hidupnya hancur saat sang ayah membawa seorang wanita baru ke rumah mereka. Dan wanita itu adalah Cika.

"Aku tidak akan pernah menganggapmu sebagai ibu tiriku!"

Cika menyahut dingin. "Bagus. Karena aku juga tidak berniat menggantikan ibumu. Aku hanya akan menjadi istri ayahmu. Dan mulai detik ini, aku punya aturan baru di rumah ini ... belajarlah untuk menghargai orang lain, terutama aku."

Bisakah dua gadis seumuran dan keras kepala itu bersatu dan akur? Atau malah jadi musuh selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19. DARI IDOLA, JADI KEKASIH

Elgar perlahan berdiri dari kursinya. Rebeca yang masih terpaku hanya mengikuti setiap gerak-geriknya dengan tatapan bingung. Lelaki itu kemudian berpindah ke kursi di samping Rebeca.

"Ka-Kak ...?" suara Rebeca masih terdengar gemetar.

Elgar tersenyum lembut. Tanpa tergesa-gesa, ia meraih kedua tangan Rebeca, lalu menggenggamnya dengan hangat. "Beca." Tatapan mereka bertemu. "Aku serius." Rebeca menelan ludah. "Aku benar-benar jatuh cinta sama kamu."

Jantung Rebeca kembali berdetak tak karuan. "S-sejak ... kapan, Kak?" tanyanya lirih.

Elgar tersenyum tipis. "Sejak pertama kali aku melihat foto profil Instagram kamu."

Rebeca mengernyit. "Hah?"

"Itu sekitar tiga bulan yang lalu."

"T-tiga bulan yang lalu?" Mata Rebeca membulat tak percaya.

Elgar mengangguk pelan. "Iya."

"Tapi ... kok bisa?"

"Waktu itu aku sedang membuka Instagram. Entah bagaimana, akunmu muncul di rekomendasi. Mungkin karena kamu sering like dan komen di setiap postinganku kali ya. Awalnya aku cuma penasaran, lalu aku membuka profilmu." Rebeca masih menatap Elgar dengan ekspresi tak percaya. "Sejak saat itu, aku diam-diam sering melihat foto profilmu."

"Ya ampun ..." Rebeca benar-benar kehilangan kata-kata.

Elgar terkekeh pelan melihat ekspresi gadis di sampingnya. "Lucunya, selama tiga bulan itu aku cuma berani melihat-lihat akunmu."

"Lho ... kenapa nggak langsung menyapa?"

Elgar mengusap tengkuknya dengan canggung. "Karena aku juga gugup."

Rebeca spontan melongo. "Kak Elgar ... gugup?"

"Iya."

"Serius?"

Elgar mengangguk sambil tersenyum malu. "Aku takut kamu sudah punya pacar."

Rebeca langsung mematung. "Jadi ..."

"Itu sebabnya aku baru berani menyukai unggahanmu dan membalas DM-mu kemarin. Selama ini aku cuma mengumpulkan keberanian."

Rebeca masih belum mampu memproses semua pengakuan itu. Dalam benaknya hanya ada satu kalimat yang terus berputar. "Aktor yang sedang naik daun ... diam-diam memperhatikan akun Instagramku selama tiga bulan?" Rasanya seperti mimpi yang terlalu indah.

Elgar menatap wajah Rebeca dengan penuh kesungguhan. "Beca ..." Rebeca mengangkat wajahnya perlahan. "Aku mau mengulang pertanyaanku." Jantung Rebeca kembali berdebar. "Maukah kamu menjadi pacarku?"

Ruangan VIP itu mendadak terasa sunyi.

Rebeca menatap mata Elgar beberapa detik. Tak ada sedikit pun keraguan di sana. Yang ia lihat hanyalah ketulusan. Perlahan, senyum malu menghiasi wajahnya. "Iya, Kak."

Elgar tersenyum semakin lebar. "Iya apa?" godanya.

Rebeca mengangguk sekali lagi, kali ini dengan lebih mantap. "Iya ... aku mau jadi pacar Kakak."

Sejenak Elgar terdiam, seolah memastikan dirinya tidak salah dengar. "Serius?"

Rebeca terkekeh kecil sambil mengangguk. "Serius."

Seketika senyum bahagia menghiasi wajah Elgar. "Yesss! Terima kasih, cantik!" Tanpa melepaskan genggaman tangan Rebeca, ia mengusap lembut punggung tangan gadis itu.

"Mulai hari ini ... kamu resmi jadi pacarku."

Rebeca menundukkan kepala karena malu. Senyumnya tak pernah lepas dari bibirnya. "Dan ... Kak Elgar juga resmi jadi pacarku."

Ucapan itu membuat keduanya sama-sama tersenyum, menikmati momen yang telah mengubah hubungan mereka dari seorang idola dan penggemar menjadi sepasang kekasih.

Senyum Elgar tak kunjung pudar. Ia masih menggenggam tangan Rebeca. Elgar mengeluarkan sebuah kotak beludru kecil yang sedari tadi ada adi saku jaketnya. "Aku juga sudah menyiapkan sesuatu buat kamu."

Rebeca berkedip bingung. "Apa, Kak?"

"Iya."

Elgar membuka kotak itu perlahan. Di dalamnya terdapat sepasang gelang berdesain sederhana berwarna silver. Keduanya tampak elegan dengan ukiran kecil berbentuk hati di bagian dalam.

Rebeca sontak menutup mulutnya. "Ya Allah ... cantik banget."

Elgar tersenyum. "Aku sengaja menyiapkannya sebelum bertemu kamu."

Rebeca menatap Elgar tak percaya. "Jadi ... Kakak udah yakin kalau aku bakal nerima?"

Elgar tertawa kecil. "Belum."

"Lho, kenapa gelang couplenya sudah disediakan?"

"Aku hanya berharap." Tatapan Elgar berubah begitu lembut. "Kalau ternyata kamu menolak, gelang ini mungkin akan tetap kusimpan sebagai kenangan."

Ucapan itu membuat hati Rebeca menghangat. Elgar kemudian mengambil salah satu gelang. "Boleh aku pakaikan?"

Rebeca langsung mengangguk malu. "Boleh, Kak."

Dengan sangat hati-hati, Elgar memasangkan gelang itu ke pergelangan tangan kanan Rebeca. Jemarinya bergerak pelan agar tidak membuat gadis itu merasa tidak nyaman. "Nah ... selesai."

Rebeca menatap gelang yang kini melingkar di tangannya. Senyumnya mengembang begitu lebar. "Bagus banget ..."

"Aku senang kamu suka."

Rebeca mengangguk berkali-kali. "Suka banget."

Kemudian Elgar mengambil gelang pasangannya dan memasangkannya di pergelangan tangannya sendiri. "Mulai hari ini ... kita memakai gelang yang sama."

Rebeca tersipu malu. "Rasanya masih kayak mimpi."

Elgar tertawa pelan. "Aku juga."

Beberapa saat mereka saling menatap tanpa berkata apa-apa. Suasana di ruangan itu terasa hangat sekaligus canggung. Elgar kemudian menarik napas pelan. "Beca ..."

"Iya, Kak?"

"Aku boleh minta satu hal?"

"Apa itu?"

Elgar tampak sedikit gugup, sesuatu yang jarang terlihat dari sosok aktor yang selalu percaya diri di depan kamera. "Boleh ... aku memeluk kamu?"

Rebeca langsung membeku. Pipinya kembali memerah. Ia menundukkan kepala, berusaha menenangkan debaran jantungnya yang semakin menggila. Beberapa detik kemudian, ia mengangkat wajahnya sambil tersenyum malu. "Boleh, Kak."

Mendengar jawaban itu, senyum Elgar perlahan merekah. Dengan penuh kehati-hatian, ia merentangkan kedua tangannya.

Rebeca ikut berdiri. Pelan-pelan ia melangkah mendekat. Elgar lalu memeluk Rebeca dengan lembut, tidak terlalu erat, seolah ingin memastikan gadis itu tetap merasa nyaman.

Rebeca sempat menegang beberapa detik. Namun perlahan, ia mulai membalas pelukan itu. Kepalanya bersandar pelan di dada Elgar.

Ia bahkan bisa mendengar detak jantung lelaki itu yang sama cepatnya dengan detak jantungnya sendiri. "Terima kasih sudah menerima perasaanku, Beca," bisik Elgar lembut.

Rebeca menutup mata sejenak. "Aku juga ... terima kasih, Kak."

Senyum tipis terukir di wajah keduanya.

Beberapa saat kemudian, Elgar perlahan melepaskan pelukannya. Keduanya saling tersenyum malu. "Ayo, duduk lagi," ajak Elgar.

"Iya, Kak."

Mereka kembali duduk berdampingan. Sesaat, suasana menjadi hening. Elgar mengusap pelan gelang couple yang kini melingkar di pergelangan tangannya, seolah sedang memikirkan sesuatu. "Beca ..."

"Hm?"

"Ada satu permintaan lagi dariku."

Rebeca langsung menoleh. "Apa, Kak?"

Elgar menarik napas pelan. "Untuk sementara ... boleh nggak hubungan kita dirahasiakan dulu?"

Rebeca tampak sedikit terkejut. "Dirahasiakan?"

"Iya." Elgar mengangguk pelan. "Bukan karena aku malu mengakui kamu sebagai pacarku." Rebeca mendengarkan dengan saksama. "Justru sebaliknya. Aku sangat bersyukur kamu menerima perasaanku."

"Lalu kenapa, Kak?"

Elgar tersenyum tipis. "Kamu tahu sendiri kan, pekerjaanku sekarang."

Rebeca mengangguk. "Iya."

"Karierku sedang berkembang. Jadwalku padat, dan perhatian publik juga cukup besar. Kalau hubungan kita diketahui sekarang, aku khawatir kehidupan pribadimu ikut menjadi sorotan." Rebeca mulai memahami maksud Elgar. "Aku nggak mau kamu tiba-tiba diserbu media, dihakimi netizen, atau merasa nggak nyaman karena semua orang mulai ikut campur." Elgar menatap Rebeca dengan penuh kesungguhan. "Aku ingin melindungi kamu."

Hati Rebeca terasa menghangat. Ia bisa melihat bahwa permintaan itu bukan karena Elgar ingin menyembunyikannya, melainkan karena ingin menjaganya. "Tenang aja, Kak." Elgar menunggu jawaban gadis itu. "Aku ngerti kok."

"Benar?"

"Iya." Rebeca tersenyum lembut. "Aku juga nggak suka mengumbar hubungan ke media sosial. Jadi ... aku setuju."

Wajah Elgar langsung tampak lega. "Terima kasih, Beca."

"Tapi ..." Rebeca tersenyum jahil. "Berarti aku harus pura-pura jadi penggemar biasa kalau ketemu Kakak di acara?"

Elgar tertawa kecil. "Sepertinya begitu."

"Terus kalau aku minta tanda tangan?"

"Boleh."

"Minta foto?"

"Boleh juga."

"Minta dipeluk?"

Elgar spontan tertawa lebih keras. "Itu nanti kalau nggak ada orang."

Rebeca ikut tertawa hingga pipinya kembali memerah. "Siap, Kak."

Elgar mengusap pelan puncak kepala Rebeca dengan penuh kasih sayang. "Terima kasih sudah mau mengerti."

"Sama-sama." Dalam hati, Rebeca justru merasa semakin yakin. Lelaki yang kini menjadi kekasihnya itu bukan hanya memikirkan kebahagiaannya sendiri, tetapi juga berusaha menjaga ketenangan hidup perempuan yang ia cintai.

1
PengGeng EN SifHa
Gkpp cika...seru kok pacaran setelah nikah...malu²in malah...seperti q dulu🤣🤣🤣🤣🤣🤣
PengGeng EN SifHa: sampai sekarangpun masih malu apabila tlf thooor🫣🫣🫣 pdhl udah 17thn lo
total 2 replies
PengGeng EN SifHa
tapi jangan jumawa dulu enteeee ELGAAARR...ada satpam gila di belakang becca nantinya..siap lagi kalau bukan si CIKA ..MAMUD nya BECCA...
PengGeng EN SifHa: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣💪
total 2 replies
Popo Hanipo
udah sebaik itu masak iya gak ada rasa kagum dan berakhir jatuh cinta
Ama Apr: pasti ada🤭
total 1 replies
Popo Hanipo
logika aja seorang artis tiba2 chat tlpn penggemar secara terus2an itu nggak wajar sekarang sudah mulai ngatur outfit pasti ada niat terselubung ini pasti terinspirasi artis yg lagi viral ya yg menikah sama penggemar ,,yg skrg lagi ada masalah sama suaminya 😄
Ama Apr: hehe patut dicuraigai ya kk🤭
total 1 replies
Popo Hanipo
jangan ketemu sekarang nanti gagal,,ketemu nanti aja kalo bapakmu sudah menikah
Ama Apr: Iya, nanti Beca ngamuk
total 1 replies
Nice1808
parah si beca jatuh sendiri nyalahin cika, loe sehat beca🤣🤣🤣
Ama Apr: dia otaknya rada nyengsol🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!