NovelToon NovelToon
Panggil Aku , Ibu !!!

Panggil Aku , Ibu !!!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Ibu Tiri
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Re _ ara

Samantha Alexander menikah dengan pria berhati dingin bernama Samuel Nugroho CEO yang terkenal arogan dia duda dan mempunyai anak laki - laki berusia 13 tahun saat ini dia sekolah kelas 2 SMP . semenjak ibunya meninggal dia menjadi anak yang nakal. sehingga sering mendapat hukuman dari ayahnya yaitu Samuel membuat Dia sangat ketakutan dan melihat pesan melampiaskan dengan sifat nakal. sampai datang seorang perempuan bernama Samantha yang menikah dengan Samuel . Samuel menikah dengan Samantha karena semenjak sekolah dulu dia sudah menyukai Samantha diam-diam tapi karena dijodohkan samuel dengan almarhum mantan istrinya bernama Ruri .Di balik keputusan pernikahan ini, tersimpan rahasia lama Samuel ternyata telah menyukai Samantha secara diam-diam sejak masa sekolah dulu , namun saat itu ia terpaksa menikah dengan Ruri karena perjodohan. Kini, dengan kehadiran Samantha dalam keluarga itu, harapan baru pun muncul akankah ia mampu menyembuhkan luka batin anak tirinya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Re _ ara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Di dalam kamar tidurnya yang hening dan sepi, Samuel baru saja selesai membersihkan diri. Kini ia berbaring di atas kasur empuknya, tubuhnya terasa lelah namun matanya belum mau terpejam. Pikirannya kembali melayang, seolah ditarik kembali ke momen saat lampu merah tadi pagi.

Bayangan wajah gadis berhijab di mobil sebelah itu terus berputar di kepalanya. Wajah yang tertutup sebagian kain itu, namun satu hal yang tak bisa disembunyikan adalah sorot matanya. Tatapan mata yang teduh, lembut, namun juga menyimpan keberanian tatapan yang sangat ia kenal.

Samuel menatap langit-langit kamarnya, sambil mengusap dadanya yang terasa berdenyut pelan. Ia yakin, meskipun penampilannya kini berubah, meskipun ia menundukkan pandangan di kafe dulu, dan meskipun ia berpura-pura tidak mengenalnya... Samuel tetap bisa mengenali matanya. Itu adalah mata milik wanita yang selama bertahun-tahun diam-diam ia simpan di dalam hatinya.

“Tidak mungkin aku salah,” gumamnya lirih di tengah kesunyian kamar. “Tatapan matanya itu... persis sama. Itu adalah Samantha. Gadis yang sejak masa sekolah selalu ada di dalam ingatanku.”

Ia menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan. Rasa rindu yang selama ini ia coba pendam seolah kembali bangkit, semakin kuat setiap kali mereka berpapasan tanpa sengaja.

“Mengapa kau berubah? Mengapa kau seolah tidak mengenalku? Apakah kau sudah melupakanku? Atau kamu sudah menikah dan mempunyai anak ?” batinnya bertanya-tanya, namun tak ada jawaban yang datang.

Namun satu hal yang Samuel yakini: pertemuan-pertemuan ini bukan sekadar kebetulan belaka. Dan sore ini, saat ia akan pergi ke perusahaan Alexander, ia bertekad dalam hatinya ia akan mencari tahu kebenarannya, dan jika memang itu benar Samantha, ia tidak akan membiarkannya menjauh lagi.

Keesokan paginya, suasana di rumah keluarga Nugroho terasa sedikit berbeda dari biasanya. Samuel sudah selesai bersiap dengan rapi mengenakan setelan kerjanya, namun ia tidak langsung bergegas menuju mobil seperti kebiasaan selama ini. Saat Bima muncul dari kamarnya dengan seragam sekolah yang rapi, Samuel justru berjalan menghampirinya.

“Bima, ayo bersiap, Ayah akan mengantarkan mu ke sekolah hari ini,” ucap Samuel dengan nada yang lebih lembut dari biasanya, berusaha menutup jarak yang selama ini tercipta di antara mereka.

Bima tertegun sejenak, matanya membelalak tak menyangka mendengar tawaran itu. Secara spontan ia menggeleng pelan, “Tidak usah, Yah. Biarkan saja Pak Joko yang mengantarku seperti biasa. Ayah kan pasti sibuk, nanti malah terlambat ke kantor.”

Samuel tahu itu hanyalah alasan yang dilontarkan anaknya karena masih merasa canggung. Ia tersenyum tipis sambil menepuk bahu Bima perlahan. “Ayah sudah mengatur waktunya. Hari ini Ayah ingin meluangkan waktu untuk mengantarkan mu. Ayo, jangan ditunda lagi.”

Melihat ketegasan sekaligus keinginan tulus di mata ayahnya, Bima akhirnya tidak bisa menolak lagi. Ia hanya mengangguk pelan dengan wajah yang masih terlihat ragu namun mulai melunak. “Baiklah... kalau begitu, terima kasih, Yah.”

Mereka pun berjalan berdampingan menuju mobil. Perjalanan menuju sekolah berlangsung dalam keheningan yang sesekali terisi percakapan ringan yang Samuel mulai. Meski masih terasa canggung, setidaknya untuk pertama kalinya dalam waktu lama, ada sedikit kehangatan yang mulai tumbuh kembali di antara ayah dan anak itu.

Sesampainya di depan gerbang sekolah, Samuel menepuk bahu Bima sekali lagi. “Belajar yang rajin ya. jangan sampai kamu mengecewakan, ayah ."

“Iya, Ayah. Terima kasih sudah mengantarkan,” jawab Bima tulus, lalu turun dari mobil dan melangkah masuk ke lingkungan sekolah dengan perasaan yang jauh lebih ringan dari biasanya.

Baru saja Samuel hendak melangkah masuk ke dalam mobil pengemudi, ponsel di saku jasnya tiba-tiba berdering nyaring. Ia pun berhenti sejenak, lalu mengeluarkannya untuk melihat siapa yang menelepon. Ternyata nama yang tertera di layar adalah Gio, sahabat sekaligus asisten kepercayaannya.

Samuel segera mengangkat telepon itu dan menempelkannya ke telinga.

"Halo, Gio. Ada apa?" sapanya singkat namun ramah.

Dari seberang sana terdengar suara Gio yang sedikit tergesa namun tetap sopan. "Maaf ya, Sam. Aku menelepon untuk memberitahu kalau aku kemungkinan akan sedikit terlambat sampai ke kantor nanti. Rencananya aku mau sekalian menjemput kedua orang tuaku yang baru saja pulang dari beribadah ke luar negeri. Pesawat mereka mendarat sebentar lagi di bandara, jadi aku langsung ke sana dulu."

Samuel tersenyum tipis mendengar penjelasan itu, ia sama sekali tidak merasa keberatan. Ia bahkan sangat mengerti betapa pentingnya bagi Gio untuk menyambut orang tuanya.

"Baiklah, tidak masalah. Silakan saja kamu jemput mereka dulu," jawab Samuel santai. "Sampai di kantor kapan pun juga tidak apa-apa, urusan di sana sudah teratur. Sampaikan juga salamku untuk orang tuamu, ya."

"Terima kasih banyak, Samuel . Aku sangat menghargai pengertianmu ini. Nanti aku langsung ke kantor begitu sudah selesai urusan di bandara," ucap Gio dengan nada lega dan berterima kasih.

"Sama-sama. Hati-hati di jalan, tidak perlu terburu - buru " balas Samuel, lalu menutup sambungan telepon itu.

Saat Samuel masih berdiri di samping mobilnya sambil menempelkan ponsel ke telinga, sebuah mobil berwarna putih bersih melaju perlahan lalu berhenti tepat di samping kendaraannya. Itu adalah mobil Samantha yang hari ini kembali mengantar Aisyah ke sekolah.

" Terimakasih, Tante . Sudah mau mengantarkan Aisyah ."

" sama - sama ,keponakan tersayang Tante ."

Lalu Samantha yang baru saja menurunkan keponakannya, menutup pintu penumpang dan tersenyum melambaikan tangan saat Aisyah melangkah masuk ke gerbang sekolah. Setelah memastikan gadis kecil itu aman, ia pun berbalik badan hendak masuk kembali ke tempat kemudi.

Namun tepat saat itulah, Samuel yang baru saja selesai menelepon ikut memutar tubuhnya. Pandangan mereka seketika beradu, bertemu tepat di udara di antara kedua mobil yang terparkir itu.

Seketika itu juga, dunia seolah berhenti berputar. Keduanya terdiam mematung, tidak mampu bergerak sedikit pun. Wajah Samuel yang biasanya dingin dan kaku kini tampak tertegun, matanya menatap lekat-lekat sosok wanita yang berdiri tak jauh darinya—seolah ingin memastikan bahwa ini bukan sekadar bayangan semata.

Sementara itu, jantung Samantha berdegup kencang tak beraturan. Kakinya terasa seakan tertanam di tanah, membuatnya tidak bisa melangkah maju maupun mundur. Tatapan mata Samuel yang tajam namun menyimpan kehangatan itu menembus langsung ke dalam hatinya, seolah mengetahui segala rahasia yang selama ini ia sembunyikan.

Tidak ada satu kata pun yang terucap. Hanya keheningan yang menyelimuti mereka berdua, di tengah hiruk-pikuk aktivitas pagi di sekitar sekolah. Di dalam keheningan itu, seolah ada benang tak kasat mata yang kembali menarik hati mereka untuk saling terhubung, setelah sekian lama terpisah jarak dan waktu.

" Samantha .."

Bersambung...

1
Anna Setyo
semangat up thor yg banyak👍👍👍💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!