Novel ini sekuel dari Novel ‘Anak Kembar Sang Mafia’!
Will-lea, bukan hanya kisah cinta antara Will dan Alea saja!
Kisah cinta yang berawal dari sebuah buket bunga pengantin. Kisah perjuangan Asisten pribadi Rayden sang JoKer, William Coopers si Jombo Keren dengan sejuta penggemarnya yang berusaha meraih cinta dari pengawal pribadi Nyonya mudanya yaitu Alea Savannah.
Akan tetapi, perjuangan Rayden dan juga Zhia dalam merawat si kembar Double L serta Triple baby yang akan segera lahir kedunia. Serta mengenai identitas Zaen Levi yang sebenarnya.
Diantara ketiga kisah itu, manakah yang membuat kalian penasaran?
Kisah cinta si JoKer? Keseruan keluarga Xavier dan si kembar Luca Lucia? Atau identitas Zaen Levi?
Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!
Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!
Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!
Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat. Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!
Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!
Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!
Terima kasih, All!
FB : Phopo Nira Nira atau Trie Vanny
IG : @Phopo_Nira
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. Marahnya Ibu Negara!
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵 ...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
Setelah kepergian mamah dan papahnya yang sedikit membuatnya merasa kesal atas rencana liburan dadakan itu dan mengenai mereka yang seenak saja mengangkat Jaydon sebagai supir pribadi bagi anak kembarnya.
Rayden pun kembali lagi bermanja-manja pada istrinya, tapi dia tidak menceritakan tentang masa lalu Jaydon.
Rayden hanya mengatakan bahwa mulai besok, kedua anak kembarnya akan memiliki supir pribadi.
Tidak lupa, Rayden juga memberitahukan pada Zhia bahwa orang tuanya akan pergi berlibur mengunjungi beberapa tempat sekaligus, sehingga kemungkinan mereka harus mengantarnya ke bandara terlebih dahulu sebelum berangkat kekantor.
“Sayang, tadi papah dan mamah datang ke sini,” ujar Rayden sembari menjadikan kedua paha Zhia sebagai bantalan tidurnya.
“Benarkah? Mereka mengatakan apa padamu tadi?” tanya Zhia yang menjadi penasaran dengan maksud kedatangan kedua orang tua dari suaminya itu.
“Ehmm, … Katanya mulai besok mereka akan pergi liburan ke beberapa tempat, seperti bulan madu.”
Rayden menyampaikan kabar itu dengan nada sedihnya. Sebab dia juga menginginkan bulan madu yang indah bersama dengan Zhia.
Kalian pasti tahu kalau bulan mau Rayden saat menjadi pengantin baru waktu itu terganggu dan berakhir sangat kacau oleh mata-mata yang di kirim Evan saat itu.
Kemudian, liburan keduanya hanya fokus pada ke sembuhan atas trauma yang di alami oleh Luca.
Meskipun ada saat waktu mereka bisa merasakan sedang bulan madu, tapi tidak seintens papah dan mamahnya yang selalu saja menyebarkan keromantisan mereka.
“Benarkah, Ray? Papah dan mamah memang sealu terlihat romantis. Aku sampai sering merasa penasaran seperti apa saat mereka saling bertengkar, paling hanya bertahan beberapa jam saja setelah itu romantis lagi. Iya ‘kan?”
Berbeda dengan Zhia yang terlihat ikut bahagia dengan rencana liburan papah dan mamah mertuanya itu.
Bagi Zhia mendapat orang tua lengkap lagi setelah kehilangan orang tuanya dulu membuatnya benar-benar merasa sangat bahagia dan bersyukur atas semua yang terjadi kepadanya.
Meskipun dia harus merasakan sakit dan perjuangan seorang diri dalam membesarkan Luca dan Lucia sebelum Rayden datang sebagai suami terbaik untuknya.
Papah dan mamah mertua yang bagaikan orang tua kandungnya sendiri, serta para pelayan dan juga orang-orang di sekitarnya sekarang membuatnya merasa sangat dicintai.
“Hmmm, … Sebenarnya aku juga menginginkan bulan madu untuk kita berdua, Zhi! Kau ingatkan, bulan madu dan liburan kita selalu berakhir berantakan. Namun, sekarang kau malah sedang hamil lagi,” ujar Rayden dengan nada bicara yang sedikit merengek seperti anak kecil.
“Iya, aku yang hamil dan kau yang mengalami tanda-tandanya.”
Terlihat Zhia sedikit terkekeh bila mengingat Rayden yang selalu merasa mual setiap kali mencium bau tertentu.
Hal itu mengingatkan Zhia pada kehamilan Luca dan Lucia dulu, tetapi tentu saja berbeda cerita dengan situasi Rayden sekarang.
“Haah, … Kenapa kau harus mengingatku pada kejadian yang sangat menyiksaku seharian ini, Zhi!” seru Rayden yang semakin bermanja saja dengan istrinya itu.
Terlihat sesekali Rayden menciumi perut Zhia yang mulai terlihat buncit. Zhia pun tampak sangat bahagia dengan sikap manja Rayden, dia tidak pernah membayangkan akan memiliki pasangan hidup yang sesempurna Rayden.
“Papah! Mamah, kami datang!”
Seruan dari kedatangan dua pengacau kecil Rayden membuat senyumannya seketika menghilang dan diganti dengan muka masamnya.
Zhia pun terlihat menghela nafas panjang, sebab dia tahu papah dan anak kembar itu pasti akan berakhir dengan pertengkaran dan perdebatan yang tidak akan ada habisnya.
“Kenapa kalian datang ke kamar papah lagi?” ujar Rayden dengan nada ketusnya.
“Ini ‘kan kamar mamah juga!” sahut Lucia dengan santainya, dia pun berjalan menghampiri mamahnya yang menyambut kedatangan mereka dengan senyuman.
“Benar sekali! Lagia kami datang untuk melihat mamah dan adik bayi, bukan untuk melihat papah.”
Luca pun menimpali, dia juga berlari kecil untuk memeluk mamahnya. Sehingga Rayden harus terpaksa menyingkir untuk memberikan ruang kepada kedua anak kembarnya itu bermanja-manja dengan mamahnya.
“Ouh, benarkah? Berarti karena kalian sudah melihatnya, kalian harus kembali ke kamar kalian sekarang ‘dong?” ujar Rayden yang secara tidak langsung mengusir anak kembarnya untuk pergi dari kamarnya.
“Kenapa bukan papah saja yang pergi? Malam ini kami juga akan tidur dengan mamah dan adik bayi supaya kami bisa menjaga mereka.”
Lucia memang jagonya berdebat dalam menghadapi papahnya. Sedangkan Zhia sudah harus bersiap untuk memisahkan keduanya, entah Rayden yang harus mengalah atau anak kembarnya yang pasti dia tidak ingin mendengarkan perdebatan keduanya malam ini.
“Hehehee, … Seperti kemarin malam ‘yah, Luci?” ujar Luca yang mengingatkan kejadian kemarin yang membuat papahnya harus tidur sofa.
“Aish, … Anak siapa ‘sih mereka ini? Kenapa selalu saja aku harus mengalah pada dua pengacau kecil ini?” gerutu Rayden yang tidak dapat membalas perkataan Lucia lagi.
“Astaga, kalian bertiga ini! Bisa tidak kalau bertemu jangan berdebat terus? Luca, Lucia! Kalian tidak boleh persikap seperti itu pada papah kalian sendiri, itu merupakan perbuatan yang tidak baik dan ssangat tidak sopan. Mamah harus menjelaskan berapa kali pada kalian berdua ‘sih?”
Zhia tidak bisa tinggal diam lagi melihat kelakuan anak kembarnya yang bersikap tidak sopan kepada papahnya sendiri.
Zhia pun memutuskan untuk kembali menegur Luca dan Lucia, sebelum orang lain yang akan menegurnya suatu hari nanti.
Luca dan Lucia pun hanya bisa terdiam setiap kali mendapatkan teguran keras dari mamahnya. Apalagi mereka tahu persis bahwa sikap mereka memang sangat tidak sopan kepada papahnya sendiri.
“Kau juga, Ray! Sebagai seorang papah yang baik kau harus mengajarkan hal-hal baik yang bisa mereka tirukan darimu? Bukan malah selalu bertengkar dan berdebat seperti ini? Kau tidak mau ‘kan kalau anak-anak kita ini hanya tahu berantem dan menjadi seorang mafia atau gangster seperti dirimu?”
Ternyata bukan hanya Luca dan Lucia saja yang mendapat teguran dari Zhia. Akan tetapi, Rayden juga mendapat pukulan telak dari sanga istri yang membuatnya terdiam seribu bahasa dan tak bisa berkutik sama sekali.
Sekarang Zhia selaku ibu negara di keluarga Xavier sudah meluapkan amarahnya. Tentu saja, baik Rayden maupun dua pengacau kecilnya tidak bisa melakukan apapun kecuali diam dan merenungi setiap kesalahan masing-masing.
“Papah dan anak sama saja! Dari tadi berdebat terus, sekarang tidak mau menjawabku, Hah?” seru Zhia dengan nada bicara yang sedikit meninggi.
“Iya, Mah! Iya, Zhi!” sahut Rayden, Luca dan Lucia secara bersamaan dengan wajah tertunduk.
“Baguslah, kalau kalian bertiga sudah mengerti! Lalu, apa yang harus kalian lakukan sekarang jika kalian sudah mengerti?” ujar Zhia lagi masih dengan nada bicara yang penuh penekanan.
“Minta maaf,” sahut mereka lagi dengan suara yang lirih.
Bersambung,.......
...****************...
Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗
Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍
Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰
Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰
Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat.
Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓
Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!
Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!
Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘