demi mendukung karier suaminya Arga Prasetyo, Ariana rela menikah selama delapan tahun secara diam-diam. Ariana menemani Arga berjuang di perusahaan nya tapi balasan yang didapatnya adalah perselingkuhan, bahkan pelakor itu terang-terangan menantang nya.
setelah menyiapkan perceraian dan pergi dengan tenang ternyata Arga menolak untuk melepaskan nya. hingga seorang laki-laki lain datang membuka babak baru untuk nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Plakkkk
Wajah Bu Martha tertoleh ke samping, pelakunya adalah Abraham. Pria paruh baya itu tidak pernah suka jika da seseorang yang menjelek-jelekkan anaknya.
"jangan berbuat kasar jika anda tidak mau masuk penjara tuan Abraham Darmawan". Sala satu penyidik membawa Bu Martha menjauh sedikit dari Abraham.
Abraham tidak memperdulikan ucapan penyidik itu. "jaga mulut mu Martha jika bukan karena mengingat suami mu mungkin saja mulut mu sudah saya robek".
"cuihhhh".
Bu Martha meludah ke samping yang keluar adalah d*rah, bahkan sudut bibir Bu Martha sedikit mengeluarkan d*arah akibat tamparan keras Abraham.
"setelah saya bebas dari sini, akan saya balas perbuatan mu hari ini Abraham". Mata Bu Martha menyipit menatap tajam Abraham, bahkan nafas wanita paruh baya itu memburu.
"cepat bawa mereka ke sel".
keduanya langsung dibawa keluar dari ruang penyidik, putri sampai meronta-ronta terus memanggil Abraham untuk menolongnya.
'aku harus menemui tuan Adrian, wanita itu siapa nya Adrian ?'.
'sampai membela nya seperti ini'.
Abraham mengusap wajahnya kasar meninggalkan ruangan itu diikuti oleh Reno dan Veronica.
Disaat putri dan Bu Martha menderita karena dipenjara, berbeda dengan Ariana yang saat ini sudah berada di rumah baru nya, tertawa senang bersama Mery sahabatnya.
mereka tengah duduk di ruang tamu dengan beberapa makan didepannya dan juga sebuah minuman.
Ariana mengangkat gelas nya dengan senyum manis. "aku senang karena sudah membuat mereka menerima balasan perbuatan nya, tapi itu belum semua. Tapi tetap saja hari ini aku sangat senang". kekeh Ariana meminum minuman nya, begitupun Mery mengikuti Ariana.
"bagiamana apa sudah puas ?". Tanya Mery menatap Ariana.
"tentu saja puas tapi hanya sedikit". Balas Ariana menatap lurus kedepan.
penderitaan nya selama ini belum sepadan dengan apa yang diterima oleh mereka yang telah menyakitinya.
"aku tunggu pembalasan selanjutnya".
Keduanya saling pandang kemudian tawa lepas.
"apa kamu masih memperbaiki cinta ?".
pertanyaan Mery yang tiba-tiba membuat Arian terdiam, gelas yang dipegangnya tadi diletakkan di atas meja.
"percaya ?". Ariana menggelengkan pelan kepalanya. "setelah semua yang terjadi delapan tahun ini, aku disembunyikan dari publik, status ku tidak jelas, Bu Martha membenci ku sebagai menantunya, dan gongnya Arga selingkuh. Apa aku harus percaya lagi yang nama nya cinta ? Aku rasa tanpa cinta pun dari seorang pria, aku masih hidup". Ariana menjeda ucapan nya. "aku mungkin tidak akan membuka hatiku untuk pria yang lain, tapi aku hanya bisa berencana hanya Tuhan yang mengatur semuanya. Kita lihat kedepannya nanti".
Mata Mery berkaca-kaca mendengar jawaban sahabatnya. Dengan pelan, wanita itu memeluk Ariana begitu erat, sesekali mengelus punggung Ariana dengan lembut.
"jangan menangis seperti itu, aku tidak mau jika bayi mu akan ikut sedih karena ku". Ariana mencoba melepaskan pelukannya dari Mery.
"wajah mu jelek kalua menangis".
Mery cemberut menatap Ariana, tak lama terkekeh pelan, sambil menghapus air matanya.
"oh iya, kamu tidak mau liburan untuk sekedar menenangkan diri ? Biarkan saja pengacara mu yang mengurus perceraian mu dengan Arga".
Ariana terdiam mendengar usulan Mery, memang dirinya sangat butuh yang namanya liburan, selain untuk menenangkan diri, Ariana juga ingin istirahat sejenak menikmati hidup nya yang selama ini selalu di kekang oleh Arga.
"idemu bagus juga, baiklah besok aku harus berangkat". Senyum Ariana mengembang, Mery yang melihat itu ikut tersenyum.
* * *
Ariana berdiri di pinggir jalan, dengan sebuah koper disampingnya. Sejak tadi Ariana melihat ponsel nya menunggu taksi online yang dipesannya yang tida kunjung datang.
Mata nya menatap kesana-kemari melihat taksi online yang belum menampakkan dirinya, tapi sebuah mobil mewah ya g berhenti didepannya.
kening Ariana mengerut melihat mobil mewah itu, tak lama Kaca depan diturunkan memperlihatkan seorang laki-laki tersenyum kearah Ariana.
"nona Ariana mau ikut dengan kami ?". Tanya laki-laki itu terus menampilkan senyumnya.
"ah asisten fajar, saya ingin ke bendara, kebetulan saya sudah menunggu taksi online". Ariana menunjukkan layat ponsel nya pada fajar.
"kebetulan kita searah".
"tapi sa...".
ucapan Ariana terhenti ketika kaca pintu bagian belakang terbuka, memperlihatkan Adrian yang duduk menatap lurus kedepan.
Fajar langsung membuka pintu mobil nya, mengambil koper Ariana.
"batalkan saja taksi onlinenya, nona bisa ikut kami ke bendara". Koper itu dibawa ke bagasi.
Ariana tersenyum canggung, Adrian yang sudah menatap Ariana menganggukkan kepalanya.
'ternyata fajar selalu cerewet, awas kamu yah gaji mu akan aku potong'.
Walau wajahnya tidak menampilkan ekspresi, tapi dibawah sana Adrian mengepalkan tangannya melihat tingkah fajar yang sok dekat dengan Ariana.
Setelah menyimpan koper Ariana, fajar membukakan pintu untuk Ariana. Dengan langkah pelan dan sedikit canggung apalagi tatapan Adrian terus mengarah padanya.
Ariana melingkari mobil, masuk dan duduk disamping Adrian, senyum kecil terbit pada bibirnya sambil memasang seat belt.
"mau berlibur ?". Tanya Adrian menatap Ariana, tatapan nya damai tidak menuntut.
Tapi baru saja Ariana ingin menjawab, sebuah panggilan telepon masuk. Kening wanita itu mengerut melihat nomor baru yang tertera.
'seperti nya ini bukan nomor telepon taksi online, atau iya ?'. Batin Ariana melihat nomor ponsel itu yang masih menelponnya.
Setelah panggilan telepon itu mati, Ariana menyimpan ponsel nya diatas pangkuan nya.
"hmmm saya akan berlibur". Jawab Ariana pelan.
"kemana ?".
"Amerika".
Ariana tersenyum dengan membatin dalam hati. 'kenapa dia bertanya sedetail itu, apa dia bosan ? Makanya bertanya ?'. nafas pelan keluar dari mulut nya.
Adrian menyipit kan matanya. "apa sudah lama kamu merencanakan liburan mu ?".
"tentu saja sudah lama.."
Ariana tiba-tiba berhenti berbicara. 'astaga, padahal baru saja aku melamar pekerjaan pada nya, kenapa aku harus mengatakan sudah kam merencanakan. Nanti dia berpikir aku Idak serius untuk bekerja'. Ariana memalingkan wajahnya, menggigit bibir bawahnya sambil memejamkan mata.
"apa nona putri tidak mau mempertimbangkan lamaran kerja nya ?". Tanya fajar.
"kalau lamaran saya di terima, maka saya akan membatalkan liburan ini". Ariana menatap Adrian. "tapi sekarang lamaran saya seperti nya suda ditolak". Kekeh nya menunduk.
Adrian terdiam, pria itu tersenyum kecil. "kalau saya berubah pikiran ?". Alis Adrian naik sebelah menatap Ariana, bahkan badannya di condong kan.
"ha ? Jadi lamaran saya diterima ?". tunjuk Ariana pada dirinya sendiri seakan tidak percaya dengan perkataan Adrian.
dengan pelan Adrian memundurkan pada nya, menatap kedepan dengan satu tangan memegang dagu.
"mungkin saya tidak bisa menerima nya karena nona Ariana ingin berlibur, saya tidak bisa menahan an....".
"saya bisa membatalkan nya".
Reflek Ariana memegang tangan Adrian, setelah sadar wanita itu buru-buru melepaskan nya sambil terkekeh pelan.
"maaf tuan...saya tidak sengaja hehe". Ariana menutup wajahnya dengan memaki dirinya sendiri dalam hati.
Bersambung....