Bryen berusia 25 tahun seorang pria pemilik cafe sederhana, memiliki karyawan untuk membantu melayani seorang pelanggan, saat sibuk melayani pelanggan ia tidak sengaja menumbuhkan Kopi ke pakaian seorang perempuan sombong, angkuh dan dingin, yg lagi asik berbincang sama teman kantor nya, hingga ia kaget langsung beranjak
"HEI KAMU... HATI - HATI DONG! INI BAJU MAHAL, LIHAT.... BAJUKU JADI KOTOR!! PAKAI MATA ENGGAK!! ". Ucapnya sentak marah
" maaf nona, saya tidak sengaja, sini saya bersihin! ". Jawab brayen sambil mengelap gaun yang kena tumpahan kopi
" TIDAK USAH!! BISA SENDIRI, DASAR LAKI-LAKI!! ". Ucapnya dengan tatap kesel melangkah melewati, temannya pun mengikuti dengan ekpresi bingung
Ini pertama kalinya bagi bryen di marahin oleh seorang wanita.
kehidupan bryen sangat suka hidup biasa saja, walaupun sang ayah selalu menjodohkan dirinya dengan seorang wanita kenalan teman ayahnya, sampai kini sang ayah masih membahas perjodohan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32 KANTOR KAK BENI!!
Berdering
Saat dara memasuki kantor tiba-tiba saja ponsel berdering ia mengambil ponsel di tas yang ia bawa sambil melangkah menghampiri meja kerja, Ia melihat di layar ternyata Kelvin sang pacar menelepon. Tidak berfikir panjang dara mengangkat menjawab telepon dari pacar.
"Hallo sayang.. ". Jawab dara dengan ekpresi heran.
" sayang... ehh nanti malam kamu siap-siap ya... kita akan pergi ke pesta teman aku". Ucap Kelvin di dalam telepon
"Ok, ok nanti aku siap-siap". Jawabnya
Dara pun menutup telepon dari sang kekasih meletakkan tas di atas meja duduk di kursi depan meja.
******
******
******
Pagi menjelang siang kini brayen mengunjungi kantor kakaknya yaitu Beni. sebenarnya ia ragu untuk bertanya tapi rasa ingin tahu dan harus di selesai kan, harus di bereskan walaupun ini memang tidak ada kaitannya dengan dirinya sendiri. Ikut campur pun memang salah tapi rasa ingin membantu teman kerja di cafe yaitu dion harus ia selesai kan, entah apa yang di alami adiknya dion yang pasti brayen merasa kasian nasib adiknya dion
Brayen berjalan di lorong kantor, semua karyawan melihat dan memperhatikan brayen, tapi brayen merasa bodo amat dengan semua mata memperhatikan dirinya sendiri. Tidak berfikir panjang brayen terobos masuk tanpa mengetok pintu.
"Kak beni!! ". Sahut brayen dengan nada kasar
Beni kaget tiba-tiba saja brayen datang seperti biasa kelakuan brayen tidak pernah mengetok pintu lebih dulu, membuat beni sangat kesel
"BISA TIDAK KAMU MENGETOK PINTU!!! DIMANA SOPAN SANTUNMU ITU !!!! ". Tegas beni murka
" Maaf aku lupa!! ". Jawab brayen lantang
" Bukan lupa!!! tapi memang kelakuan mu jelek!! ".
" Terserah mau ngomong apa, aku kesini minta kejelasan ".
" Kejelasan apa?? ".
" Kakak hubungan apa dengan adiknya dion?? dia hamil kan?? hasil hubungan kalian?? ". Ucap brayen lantang langsung ke intinya tidak berfikir lebih dulu
" Suuttttt... bisakah kamu bicara pelan, ini kantor!! ". Minta beni
" ok, ok maaf, jawab pertanyaan ku".
"Kamu tahu dari mana?? heh! Dengar ya... ini bukan urusan kamu, jangan ikut campur, sana pulang!! ". Minta beni menyuruh pulang
" Aku memang tidak ingin ikut campur, tapi merasa kasian pada adiknya dion, kalau seandainya anaknya lahir tanpa ayah gimana??.kasian anaknya nanti ".
" Dari sejak kapan kamu begitu peduli dengan orang-orang rendahan seperti mereka, heh!? apa aku salah dengar, biasanya kamu tidak terlalu peduli kehidupan orang lain". Ucap beni merasa heran
"Sejak aku tahu hidup mereka sangat lah susah, aku belajar dari mereka, aku hanya berharap kakak bertanggung jawab atas perbuatan yang kakak lakukan, jangan jadikan perempuan aset barang hanya di pake lalu di buang begitu saja".
" Heheh!! lucu... ini benar kamu?? hah?? bukannya kamu suka bermain seperti itu, ko jadi kebalik. ada yang salah dengan mu".Beni merasa lucu konyol melihat sikap brayen berbeda ia bangkit dari tempat duduk melangkah mendekat.
"Aku rasa... sejak kamu menikah dengan wanita itu, sedikit berbeda dengan mu, biasanya kamu obses dengan perempuan sexy dan tidak terlalu peduli nasib mereka seperti apa. kenapa sekarang malah nasehatiku seolah-olah kamu pria yang hebat dan paling pahlawan, tidak salah!!! heh?? ". Ucap lagi beni merasa ada yang aneh
" Aku yang sekarang tidak seperti aku yang dulu.. "
"ooohhh... gitu iya... hebat.. perlu kah aku tepuk tangan, sebagai inspirasi ". Tanya beni dengan ekpresi ledek
Brayen hanya terdiam memandang beni menatap tajam serasa di ledekin oleh kakaknya sendiri.