Tiga hari setelah menandatangani surat perceraian itu aku menikah lagi tanpa pernikahan tanpa pesta tanpa gaun dan tak ada ucapan selamat sama seperti pernikahan pertamaku. Pernikahan yang begitu kejam aku dibuang setelah tidak dibutuhkan lagi dan lalu aku menikah dengan bos mafia besar dinew york,, Bagaimana kisah selanjutnya antara mia dengan bos mafia itu akankah mia akan ditinggalkan lagi untuk kedua kalinya?? Yuk mari kita tonton novelnya saja
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Aisyah29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17
Di saat Caspian datang untuk menemuiku yang tadi nya dia dengan penuh energi semangat bocah ini tiba - tiba saja berdiam diri membeku ketika melihat Mia duduk di lantai dan dengan tangan yang terluka, Senyum dari wajah nya membeku dan wajah mungil nya itu mengerut, Lalu dia berdiri di sana selama dua detik lalu berlari ke arahku secepat nya dan dia berlari memelukku dan mengatakan ;
" Ibuu!!!!!!!!!" . Sambil menangis dengan panik dia meraih tangan Mia yang terluka dan berdarah itu.
" Ibu apa yang terjadi sebenarnya, kenapa ibu terluka sampai berdarah begini, siapa yang lakuin ini kepadamu ibu?? ".
Saut Caspian berbicara sambil menangisi ibu nya.
Ruangan itu seketika hening mereka semua menatap Mia dan Caspian. Claudia mengerjapkan mata nya lalu tampak menyadari sesuatu, Dia melipat tangan di dada dan tertawa mencemooh dan berkata ;
" Ohh jadi begitu ya, kamu membawa buntut kecilmu kesini untuk numpang juga Mia!! ". Lalu dia melirik ke arah Caspian.
" Hei bocah kecil kenapa kamu kesini, tempatmu bukan di sini ya, kamu dan ibumu ini membawa kotoran saja dari luar, sanah pergi dari sini bocah jelek!! ". Saut seorang Claudia
" Dasar wanita jahat!!, jangan kau sakiti ibuku". Ucap mulut dari bocah kecil itu.
" Mia oh Mia malang sekali nasibmu itu dari dulu, Seorang ibu tinggal membawa anak haram nya ke tempat seperti ini, Apa kamu tidak khawatir dia akan mengotori kediaman Luxery Point ini".
Suara nya tajam penuh penghinaan.
" Tutup mulutmu Claudia, Lampiaskan padaku saja kalau kamu mau, jangan ke anakku" .
Ekspresi Mia mendingin dan bangkit berdiri dari lantai.
" Apaa???, Apa aku salah bicara " . Dia mencibir dan menampar wajahku dengan keras.
Prakkkk!!!!!
Suara tamparan keras terdengar.
" Kau pikir, kau berhak menuntutku??, Wanita miskin yang tak di inginkan siapapun dan membawa anak haram lalu bersikap sombong di depanku???".
Claudia semakin angkuh dan sekarang main fisik kepada Mia.
" Kamu wanita jahat!!!!, jangan pukul ibuku ".
Mata Caspian memerah dia mengepalkan tangan mungil nya lalu memukul Claudia dengan sekuat tenaga nya sampai tubuh kecil nya bergemetar karena amarah lalu dia mendongak menatap nya dan berteriak ;
" Jangan sakiti ibuku, ayahku adalah Julian Smith".
Kata - kata itu meledak dan membuat semua rekan nya ketakutan semua nya terdiam dan membeku saling memandang dengan wajah terkejut.
Lalu Claudia membeku sesaat dan tertawa terbahak - bahak lalu berucap ;
" Apaa bocah kecil, Ayahmu Tuan Julian Smith, Jangan mimpi!!!, Mia apa ini ajaranmu supaya berbohong kepada nya dan ingin sekali mempunyai ayah seperti dia, ibu sama anak sama saja menyusahkan kalian berdua".
Lalu dia menjambak telinga Caspian dan memutarnya dengan keras.
Suara pintu dari lorong ujung terbuka, kemudian seluruh ruangan mendadak hening seketika, orang - orang yang tadi nya berbisik beberapa saat lalu langsung diam begitu saja dan hampir tak berani bernapas.
Suara langkah demi langkah berjalan mendekati ruangan itu, didepan pintu sosok tubuh tinggi bersetelan jas hitam pekat mewah dan sambil mengendong putrinya itu Tuan Julian Smith pun datang tanpa sepengetahuan Claudia dan dia pun masih memelintir telinga Caspian dengan sangat keras.
Julian datang dengan tatapan yang dingin dan mata gelapnya menuju pada tangan Claudia yang menjambak telinga anaknya itu. Lalu datanglah kepala pelayan bibi Luna wajah nya memucat dan dia bergegas mendekat dengan kepala tertunduk suaranya bergetar ;
" Tuan Smith, Kenapa anda disini".
Julian tidak memandangnya dia bahkan tidak melirik nya sedikit pun, Dia membungkuk dan dengan hati - hati menurunkan Silvia ke lantai, langkah kaki kecil anak yang berusia 3 tahun ini melangkah mengenakan gaun tulle putih dengan menggunakan pita kecil berwarna putih di rambutnya, dia berjalan tertatih - tatih melewati kerumunan dengan kaki mungilnya yang belum stabil itu dan Julian mengikuti dari belakang nya saat mereka menghampiri Mia.
Mata bulat putrinya itu terus menerus menatap ke arahku lalu berucap ;
" Ibuuu!!!!" Ujar Silvia yang baru bisa belajar berbicara itu.
" Bagaimana ini bisa terjadi Mia!!! ". Ujar si Julian
" Aku baik - baik saja, aku cuma terjatuh Julian ". Saut dari Mia.
" Itu tidak benar ayah!!!!, dia mendorong ibu dan dia wanita jahat itu mematahkan kalung yang ayah berikan kepada ibu". Saut dari bocah kecil yang cerewet itu.
Tatapan Julian lalu langsung beralih ke Claudia dia menatap wajah nya dengan dingin.
" Tuan Julian Smith, Kenapa anda disini??,". Ujar Claudia dengan wajah ketakutan
" Kalau aku tidak datang disini, bagaimana mungkin aku melihat seseorang memperlakukan istriku dengan buruk di bawah atapku sendiri".
Ujar sang tuan dengan nada marah.
Kerumunan orang - orang meledak
" Dia ternyata benar - benar istrinya tamatlah sudah riwayat kita". Ucap rekan lain
" Berarti kalung yang dipakai Mia itu adalah kalung diamond biru yang asli harganya 2 milyar tamat lah sudah kita semua ini!!! " . Ujar rekan yang lainnya sambil ketakutan.
Saat mendengar orang - orang berkata seperti itu tubuh Claudia bergetar ketakutan dan dia berkata ;
" Tuan Smith, Anda pasti bercanda kan!!!, Mia hanyalah gadis kampung dan karyawan baru yang miskin, bagaimana mungkin dia adalah istrimu kan??, pasti dia sudah menipumu saat kuliah kan??".
Dengan percaya diri nya dia mengatakan seperti itu kepada tuan Smith.
" Diammm!!!!!" . Satu kata dari sang tuan Smith
Claudia langsung terdiam tubuh nya bergemetar ketakutan di tempat, lalu bibi Luna tiba - tiba datang dan memohon kepada sang tuan Julian Smith.
Dari belakang kerumunan dia menerobos untuk maju kedepan dan dia berlutut dengan kepala tertunduk dan berucap ;
" Tuan Julian Smith ini salah aku, Saya melakukan kesalahan, Saya diam - diam memberikan kartu akses putih itu kepada Claudia putriku, Aku tak pernah menyangka dia akan berbuat seperti itu tuan, mohon ampunilah kami tuan!!! ".
Bibi Luna memohon dan berlutut lalu menangis meminta ampun kepada sang tuan, Julian hanya terdiam dan marah akan tindakan dari ulah ibu dan anak nya itu sudah benar - benar keterlaluan.
Jadi itu penjelasan nya, rekan - rekan karyawan Domini City langsung mengerti , Claudia bukan nyonya rumah kediaman Luxery Point ini, melainkan dia adalah anak pembantu dari tuan Smith itu yakni bibi Luna, Dia juga tidak punya hubungan khusus kepada sang tuan, semua yang dilakukan adalah sebuah kebohongan besar dia cuma putri kepala pelayan yang selalu memanfaatkan posisi ibunya, Dia menyelinap ke tanah perkebunan dan berpura - pura menjadi nyonya rumah Luxery Point ini karena ingin pamer ke rekan - rekan kerjanya.
Wajah Claudia langsung pucat dan hanya terdiam diri saja tanpa ada sepatah kata apapun dari mulut nya itu. Dia menatap ibunya itu dilantai lalu menatap julian , wajahnya gelap karena kemarahan nya.
Bagaimana kisah selanjutnya ini???
Jangan lupa baca episode selanjutnya ya guys
Terima kasih sudah membaca
Jangan lupa Like, komen dan Follow ya guys
Kasih vote juga boleh biar bikin penulis makin semangat nih untuk menulis nya
dasar, minta disiksa ini orang...
Caspian ya yang datang💪