Kebencian adalah awal dari kehancuran yg akan ku persembahkan kepada langit, dendam yg terpendam akan ku ukir setajam pedang pusaka, terkadang takdir memang sungguh lucu, dengan sebilah pedang di tangan akan ku tunjukkan kepada langit , dengan sebilah pedang di tangan aku akan menentang takdir langit, dengan sebilah pedang akan ku hancurkan para dewa, dengan sebilah pedang akan ku ukir namaku, dengan sebilah pedang di tangan akan ku ukir namaku sebagai legenda kultivator iblis, kultivator yg paling menakutkan dan paling kejam yg pernah ada.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yusub Gultom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. Babak Utama Turnamen Kekaisaran Selatan
"Menyedihkan bukan," Bagaimana menurutmu saudara Hu.
"Apa maksudmu saudara Jun?"
Mereka berdua saling sindir terlebih dahulu kemudian saling serang dan bercerita panjang lebar seperti kawan lama yang sudah puluhan tahun tidak bertemu.
"Apakah saudara Hu tidak melihat hanya kita berdua laki-laki yang tersisa di turnamen ini? Sepertinya laki-laki akan punah di kekaisaran ini."
"Bukankah peserta laki-laki banyak dari akademi yang tersohor itu."
"Hahaha...! Akademi sampah, hanya sekumpulan orang-orang bodoh." Kata Dao Jun dengan sarkas.
"Hahaha ....! Dulu aku belajar disitu saudara Jun, namun aku memilih keluar setelah mengetahui akademi itu hanya sekumpulan bandit hutan. Meraka yang belajar di akademi itu hanya sanggup membunuh hewan buas tingkat satu.
Pertarungan semakin sengit, awalnya di atas arena sekarang sudah di udara. Dao Jun berasal dari Klan Dao. Klan mereka salah satu pengguna pedang tersohor di wilayah selatan benua hitam.
Bai Hu salah satu jenius dari klan Bai, klan Bai juga bukan klan sembarangan, Salah satu pemilik jurus cakar harimau yang sangat mengagumkan, menghancurkan baja dengan tangan fisik mereka tanpa energi bukanlah hal sulit bagi mereka.
Walaupun Dao Jun memiliki pedang pusaka namun tidak mudah untuk menggoreng sapu tangan milik Bai Hu. Bai Hu memiliki senjata berbentuk sepasang saputangan. Walaupun hanya sapu tangan namun itu juga merupakan pusaka klan Bai.
"Saudara Hu, setelah beberapa hari mengikuti turnamen ini, pedang saya menjadi tumpul."
"Saudara Jun, apa yang kamu pikirkan? Aku belum pernah mendengar pedang pusaka menjadi tumpul."
"Saudara Hu, sepertinya saya akan menyerah, kultivasimu juga satu tingkat di atasku. Aku memang memiliki jurus pedang namun pusaka anda jauh lebih kuat."
"Saudara Jun apa maksudmu, kultivasi kita masih sama ?"
"Hahaha....!" saya menyerah. Dao Jun mengangkat tangannya. Saudara Hu, saya tidak mau di kalahkan oleh para wanita itu. Hal itu sedikit memalukan, Maafkan aku!"
"Kurang Ajar,"
"Tuan Muda, ini tidak adil, Saya ingin pertandingan di ulang."
"Tuan Muda Bai Hu, lawan anda sudah menyerah berarti anda memenangkan pertandingan ini," kata Xuan sambil mengumumkan Bai Hu sebagai pemenangnya.
"Setelah turnamen ini selesai aku akan membuat perhitungan denganmu." Bai Hu sangan marah.
"Aku menantikannya." Dao Jun tertawa mengejek.
Mereka berdua saling memandang dengan tatapan mematikan lalu tertawa bersama- sama.
Para penonton di tribun menggelengkan kepala masing-masing. Para peserta atau penonton ingin menjadi juara, namun Dao Jun ternyata lebih malu di kalahkan wanita dari pada berusaha menjadi juara.
"Aku tidak menyangka sekte angin selatan sudah memiliki jenius di tingkat raja. Padahal sekte itu masih sekte kecil."
"Apakah kamu tidak mengetahui berita beberapa bulan yang lalu?"
"Itu benar, beberapa bulan lalu kultivator bertopeng emas mengatakan bahwa dia adalah patriark sekte itu."
"Aku bahkan mendengar bahwa ada beberapa jenius sekte itu di tingkat raja yang tidak mengikuti turnamen ini. Seperti putri patriark Qin yaitu Lin Lin sudah berada di tingkat raja tahap menengah."
"Anggota Klan Yang bahkan lebih banyak yang berada di tingkat raja, namun mereka hanya mengirim satu perwakilan. Salah satunya di tingkat raja adalah Ketua menara Elang merah Shen Yang."
"Benar juga, walaupun pemuda itu sudah berumur 30 tahun, namun batas turnamen ini kan dari umur 20 tahun sampai umur 35 tahun."
Beberapa murid sekte dan klan mengobrol sambil menggelengkan kepala masing-masing. Mereka terlalu jauh tertinggal dari klan Yang serta sekte angin selatan yang lagi naik daun.
"Pertandingan semi final akan dilanjutkan hari ini. Untuk tingkat master, kita akan menunggu peserta memulihkan diri terlebih dahulu, kemungkinan besok atau lusa mereka baru bisa bertanding ulang. Untuk babak semifinal, Qin Zhi dari sekte tebing salju melawan Xiao Xia dari sekte tebing salju. Kedua peserta harap naik keatas panggung dan harap memulihkan diri satu jam dari sekarang sebelum pertandingan di mulai."
Xuan memanggil kedua peserta untuk naik keatas panggung arena.
"Apa? Ternyata gadis cantik itu dari sekte tebing salju, bukankah putri matrik sekte tebing salju tidak bisa berkultivasi?"
"Si tua Mao, aku tidak menyangka klan kita lah yang ternyata lemah. Bahkan sekte tebing salju telah melahirkan 2 jenius sekaligus."
"Si tua Dong, Jenius klan Bai masih masuk hingga partai final, lihatlah jenius klan Mao, aku terlalu memanjakan keturunan ku."
Kedua Leluhur dari Klan Mao dan Klan Bai tidak pernah telat datang untuk menonton turnamen tersebut. Mereka merasa telah ketinggalan dari sekte tebing salju.
"Kenapa hanya sekte tebing salju yang unggul?"
"Jenius dari sekte pedang cahaya bahkan masih di tingkat master, jenius dari sekte hutan larangan juga masih di tingkat master, bahkan jenius dari sekte tebing dewa juga masih di tingkat master, kenapa sekte-sekte besar itu tidak memiliki jenius tingkat raja?"
"Apakah kamu tidak tau bahwa serangan siluman dan hewan buas beberapa waktu lalu sangat ganas, sehingga beberapa jenius sekte besar harus gugur?"
"Itu benar, sekte tebing salju berada di utara kekaisaran ini, sehingga serangan siluman dan hewan buas dari wilayah timur tidak pernah sampai ke sekte itu."
Beberapa pria paruh baya menyayangkan semua perwakilan sekte besar hanya sampai babak 16 besar. Masalah serangan siluman dan hewan buas selalu memakan korban jiwa, hingga jenius dari sekte-sekte besar harus gugur sebelum berkembang.
"Untuk kedepannya saya harap sekte-sekte besar dan menengah serta klan harus mengutamakan keselamatan para jenius muda. Turnamen kali ini tidak melahirkan jenius dari sekte-sekte besar selain sekte tebing salju. Semua perwakilan sekte besar tidak ada yang memasuki babak final. Hal ini sangat di sayangkan."
Xuan menatap tajam para leluhur klan dan sekte, patriark sekte, dan ketua klan yang ada di tribun Vip. Dia menduga mereka mengorbankan kultivator muda di saat ada musuh kekaisaran selatan.
Semua penonton terdiam, di tribun seolah-olah tidak ada manusia, padahal ribuan penonton masih ada di tempat.
"Apakah Sang pahlawan memberi peringatan kepada para Leluhur sekte, Patriark sekte dan Ketua klan?"
"Mungkin dia sedikit kecewa, kenapa sekte-sekte besar mengorbankan murid-murid yang belum berkembang."
"Ada benarnya juga, mungkin itulah penyebabnya kenapa Kekaisaran selatan ini paling lemah dari kekaisaran lainnya."
"Pemikiran anda tepat sekali, jika jenius-jenius muda gugur lebih awal, siapa lagi generasi penerus kekaisaran selatan ini?"
Beberapa tetua sekte dan tetua klan membedah perkataan Xuan, mereka juga yakin kenapa kekaisaran selatan menjadi lemah beberapa tahun terakhir! Walupun kekaisaran itu berdiri masih terbilang muda dari kekaisaran lainnya, namun semua kultivator belajar keras di setiap wilayah untuk menjadi yang terkuat.
"Kedua peserta bersiap, pertandingan akan segera di mulai." Xuan memberikan aba-aba agar kedua peserta bersiap.
"Kakak Zhi, aku masih penasaran sejak kapan kamu belajar berkultivasi, walaupun begitu aku tidak akan menyerah semudah itu?"
"Tunjukkan kekuatan mu sampai mencapai batasnya, Aku ingin melihat sampai mana kekuatan mu yang bisa berkultivasi dari usia belia? Kultivasimu juga sudah meningkat, namun kamu juga disertai faktor keberuntungan. Kemenangan yang kamu capai tidaklah mudah."
"Baik Kakak Zhi, Aku tidak akan sungkan."
Saat Xiao Xia akan menyerang, Selembar teratai salju muncul dari kehampaan membawa kekuatan yang sangat besar. Panggung arena bersama tribun penonton bahkan bergetar.
"Tidak...! Teriakan Xiao Xia terdengar.
"Zhi'er...! Suara Xuan terdengar sebelum menghilang.
Ledakan dahsyat langsung terjadi saat selambar teratai salju yang awalnya kecil tiba-tiba sudah melebar lalu menghantam lantai panggung arena. Jurus teratai salju itu bahkan menghancurkan array pelindung dan lantai panggung arena terbelah lebih dahulu kemudian hancur berkeping keping.
"Tidak...!"
"Ah....tanganku!"
"Tolong, kakiku...!"
Beberapa teriakan keras langsung memenuhi tribun penonton. Sepertinya banyak yang terluka parah
"Luar biasa," Ucap Yang Shen saat angin dari jurus tersebut merobek pakaiannya. Dia bahkan bersusah payah menahan angin yanga datang akibat jurus tersebut.
Dia bahkan tidak tau nasibnya jika dia yang menerima sarangan itu
Dia melihat kursi tribun telah porak-poranda, sebagian kursi penonton di terbangkan keberbagai arah. Ratusan penonton terlempar dan terluka parah, bahkan beberapa tetua yang terlalu dekat dengan panggung arena terluka parah.
Beberapa leluhur dan patriark sekte bersama ketua klan langsung menghampiri tribun, untuk membantu yang terluka parah.
Suara teriakan keras terdengar dari ruangan VIP. Mereka tidak menyangka wanita cantik yang kelihatan lembut itu ternyata sangat menakutkan. Mereka ingin mengumpat serapah, namun setelah melihat jurus gadis itu mereka mengurungkan niatnya.
Pria paruh baya bersama seorang wanita menatap Qin Zhi dangan tatapan tidak berdaya. Mereka berdua berlutut di pinggir panggung arena sambil menangis.
"Ayah, ibu...! Apa yang kalian lakukan? Tanya Xiao Xia dengan wajah pucat. Jika tidak di selamatkan Xuan, dia yakin sudah berubah menjadi debu, bahkan hanya sebentar, tekanan dari Jurus Qin Zhi membuat sebelah kakinya patah.
"Xia'er," keduanya memeluk gadis itu, mereka tidak menyangka anak mereka masih hidup. Mereka tidak melihat sama sekali siapa yang telah menyebarkan gadis tersebut!"
"Apa kamu ingin membunuhnya?" Xuan menatap Qin Zhi.
"Apakah Tuan Putri kekaisaran barat telah mengambil mu dariku? Kenapa setelah kembali dari kekaisaran itu kamu seolah-olah tidak mengenalku?"
"Apa...?" Ucap Xuan tertawa bodoh.
'Apakah wanita kalau marah sangat menakutkan, aku hanya tidak ingin menggangunya saat turnamen berlangsung.'
"Aku yakin kamu akan menyelamatkannya. Aku hanya memberi peringatan kepada sekte tebing salju agar mereka melihat dari sekarang bahwa jenius sekte tebing itu tidak ada apa-apanya di hadapanku." Jawab Qin Zhi
"Peringatan kepada sekte salju atau kepadaku? Aku juga kangen padamu, namun aku tidak mau mengganggumu saat kompetisi berlangsung."
"Aku merindukanmu namun kamu cuek, alhasil serangan itu aku lampiaskan kepada Xia,er." Sambil menerima pil dari Xuan.
Qin Zhi berjalan kearah Xiao Xia sambil memberikan pil kepada gadis itu." Xia'er, Kakak minta maaf, tidak bisa mengendalikan emosi. Aku harap kamu mengerti, aku hanya memberi peringatan kepada sekte tebing salju melalui kamu. Aku akan menebus kesalahanku."
"Kakak Zhi, apakah kamu tidak berencana membunuhku?' Xiao Xia menatap Qin Zhi dengan tatapan tajam.
"Aku yakin An'gege, menyelamatkan mu?" jawab Qin Zhi dengan tatapan teduh.
"Kakak Zhi, apakah kamu menggunakan semua kekuatanmu?"
"Tidak, hanya 50 persen. Kamu akan mati kering sebelum an'gege menyelamatkanmu
"Luar biasa. Aku ingin kakak menebus kesalahan dengan memberi aku kursus kilat."
"Baik, nanti aku mengajari mu agar ada bekalmu di turnamen pusat."
"Terimakasih kakak Zhi, aku mau mengkonsumsi pil ini terlebih dahulu."