NovelToon NovelToon
Gulungan Dewa Naga

Gulungan Dewa Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:19.6k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Setelah tewas dalam invasi brutal yang meluluhlantakkan kotanya, Yang Zhen tiba-tiba terbangun kembali ke masa remaja saat ia masih menjadi murid akademi yang selalu dicap sebagai pecundang.

Namun, berbekal ingatan masa depan dan pusaka kuno Gulungan Dewa Naga yang memberinya kekuatan, ia kini bersumpah untuk memutarbalikkan takdir dan menginjak-injak siapa pun yang berani meremehkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Syuut.

Setetes uap air di udara tiba-tiba berkumpul di atas telapak tangannya. Uap itu perlahan memadat dan membentuk sebuah bola air kecil yang berputar pelan.

"Kendalinya masih terasa sedikit kaku." batin Yang Zhen sambil terus mempertahankan bola air itu. "Kultivasiku masih terlalu rendah untuk menggunakan serangan jarak jauh."

Namun ia tidak kecewa sama sekali. Dengan energi elemen air ini, kekuatan fisiknya saat bertarung jarak dekat akan meningkat berkali-kali lipat.

"Aku bisa membalut tinjuku dengan aliran air bertekanan tinggi." gumam Yang Zhen. "Daya hancurnya bahkan bisa menembus tulang Master Bela Diri Bintang Satu."

Bruk.

Suara buku terjatuh tiba-tiba terdengar dari lorong rak buku di sebelahnya. Yang Zhen seketika menghentikan aliran Qi miliknya dan bola air di tangannya hancur berkeping-keping.

Ia menoleh dengan tatapan tajam setajam pisau ke arah sumber suara. Insting membunuhnya dari masa depan seketika keluar tanpa bisa dikendalikan.

"Siapa di sana?!" bentak Yang Zhen dengan suara rendah dan mengancam.

Tidak ada jawaban dari balik rak buku tersebut. Hanya ada keheningan yang mencekam di sudut perpustakaan tua itu.

Yang Zhen berdiri dari posisinya dan berjalan perlahan mendekati ujung rak buku. Ia siap melumpuhkan siapa pun yang berani mengintip rahasianya barusan.

"Keluar sekarang atau aku akan mematahkan lehermu." ancam Yang Zhen sekali lagi.

Seorang gadis berambut hitam panjang perlahan melangkah keluar dari balik bayangan rak buku. Ia menatap Yang Zhen dengan ekspresi wajah yang sulit diartikan.

"Su Lin?" ucap Yang Zhen dengan nada sedikit terkejut.

Gadis itu berdiri diam mematung, pandangannya tertuju pada genangan air di lantai tempat bola air Yang Zhen tadi hancur. Ia jelas melihat semuanya.

"Kau... kau baru saja menggunakan manipulasi elemen tanpa bantuan batu energi." ucap Su Lin dengan suara sedikit bergetar. "Bagaimana kau bisa melakukan hal itu, Yang Zhen?"

Yang Zhen menatap mata jernih gadis di depannya dengan tatapan datar. Ia tidak menyangka gadis jenius ini akan mengikutinya sampai ke perpustakaan.

"Kau tidak perlu tahu." jawab Yang Zhen dingin. "Anggap saja kau tidak pernah melihat apa pun di sini."

"Tidak mungkin aku mengabaikan hal sehebat itu." bantah Su Lin sambil melangkah maju mendekati Yang Zhen. "Bahkan Kepala Akademi pun tidak bisa mengendalikan elemen semurni yang kau lakukan tadi."

"Kau tahu, rasa penasaran yang berlebihan bisa membunuh seekor kucing." ucap Yang Zhen memperingatkan.

"Aku bukan kucing, dan aku tidak takut padamu." balas Su Lin tanpa rasa takut sedikit pun. "Ternyata selama ini kau menyembunyikan kekuatan aslimu dari semua orang."

"Apa sebenarnya tujuanmu bersekolah di akademi pinggiran ini?" tanya Su Lin menuntut jawaban.

Yang Zhen menghela napas panjang melihat kekeraskepalaan Su Lin. Di masa lalu, gadis ini selalu diam-diam melindunginya dari pembullyan, jadi Yang Zhen tidak memiliki niat buruk padanya.

"Tujuanku sederhana." jawab Yang Zhen santai. "Aku hanya ingin menjadi orang terkuat dan menginjak-injak siapa pun yang mencoba menghalangiku."

Su Lin terdiam mendengar jawaban arogan namun penuh keyakinan dari pemuda di depannya. Ini sama sekali bukan omong kosong dari seorang murid sampah.

"Kau mau melaporkan hal ini kepada guru?" tanya Yang Zhen memecah keheningan.

"Tidak." jawab Su Lin cepat. "Aku tidak punya urusan dengan para guru yang tidak berguna itu."

"Baguslah kalau begitu." ucap Yang Zhen. "Jika kau berani membuka mulut soal kemampuanku, aku pastikan kau akan menyesal."

"Aku akan tutup mulut dengan satu syarat." tawar Su Lin sambil menatap lurus ke mata Yang Zhen.

"Kau sedang mencoba bernegosiasi denganku sekarang?" Yang Zhen mengangkat sebelah alisnya. "Katakan apa syaratmu."

"Ajari aku." ucap Su Lin dengan nada suara yang penuh tekad. "Ajari aku cara mengendalikan elemen murni seperti yang kau lakukan barusan."

Yang Zhen terdiam sejenak mendengar permintaan tak terduga tersebut. Ia menatap Su Lin dari ujung kepala hingga ujung kaki, menilai kapasitas gadis jenius itu.

"Kau memiliki fisik atribut es bawaan, kau memang cocok belajar elemen dariku." batin Yang Zhen menilai potensi Su Lin.

"Kita bicarakan hal itu nanti." ucap Yang Zhen akhirnya. "Sekarang pergilah sebelum Wang Hao bangun dan melihat kita berdua di sini."

Su Lin menganggukkan kepalanya tanda setuju. Ia berbalik dan berjalan menjauh, namun menghentikan langkahnya sejenak sebelum menghilang di balik lorong.

"Aku akan menagih janjimu, Yang Zhen." ucap Su Lin tanpa menoleh ke belakang.

Gadis itu kemudian berjalan pergi, meninggalkan Yang Zhen sendirian di sudut yang remang-remang itu. Yang Zhen hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan.

"Dia benar-benar gadis yang merepotkan." gumam Yang Zhen.

"Hei, Yang Zhen! Kau di mana?!" teriakan melengking Wang Hao tiba-tiba menggema di seluruh lantai satu perpustakaan. "Jangan tinggalkan aku sendirian di tempat menyeramkan ini!"

"Aku di sini, bodoh." sahut Yang Zhen sambil berjalan keluar dari sela-sela rak buku.

Wang Hao berlari menghampiri Yang Zhen dengan napas terengah-engah. Wajah gempalnya dipenuhi keringat dingin.

"Aku baru saja bermimpi buruk." oceh Wang Hao panik. "Aku bermimpi Guru Lin mengejarku dengan pedang besar karena kau membolos kelas."

"Itu hanya mimpimu saja." jawab Yang Zhen menenangkan. "Kita sudah selesai di sini, ayo kita pergi mencari makanan."

"Syukurlah, perutku sudah kelaparan sejak tadi." keluh Wang Hao sambil mengusap perut buncitnya.

Mereka berdua berjalan menuju pintu keluar perpustakaan akademi. Yang Zhen berjalan dengan langkah tegap, merasakan kekuatan baru yang mengalir deras di setiap nadinya.

"Tingkat Tiga dari Tahap Pengumpulan Qi sudah cukup untuk melumpuhkan para preman jalanan." batin Yang Zhen sambil tersenyum misterius. "Tuan Muda Zhao Wei pasti sedang merencanakan sesuatu untuk menyerangku hari ini."

Ia tahu persis kejadian apa yang akan menimpanya sore ini saat pulang dari akademi. Namun kali ini, sejarah akan tertulis dengan cara yang sangat berbeda.

Orang yang akan menderita memohon ampunan bukanlah dirinya, melainkan para sampah bayaran milik keluarga bangsawan Zhao itu.

1
Sansalina
Mulai 👍👍👍
Sansalina
Gas Thorrr👍👍👍
Sansalina
Takutnya muridku mati konyol sebelum menguasai es dengan sempurna💪💪💪
alexander
bagus ceritanya
Sansalina
Bantaiii💪💪💪
Sansalina
Buktikan 👍👍👍
Sansalina
Bantai nih keluarganya👍👍👍
Sansalina
Bantaiii💪💪💪
Sansalina
Belum tahu dia👍👍👍
Sansalina
Bantaiii💪💪💪
Sansalina
Lanjuttt💪💪💪
Sansalina
Lanjuttt 👍👍👍
Sansalina
Gas Thprrr💪💪💪
Dianrp
💪💪💪💪💪
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!