NovelToon NovelToon
SANCTUARY DI PERKARANG RUMAH

SANCTUARY DI PERKARANG RUMAH

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Sistem / Tamat
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: AME author

Terlahir kembali sebagai NPC ber-skill ampas [Fortify], Raka—yang kini bernama Kayy—hanya ingin hidup tenang dan memanjakan istrinya, Alya.
Siapa sangka, kebiasaannya merawat gubuk jutaan kali malah mengubah rumah dan pekarangannya menjadi [Sanctuary Domain]—zona perlindungan mutlak terkuat di dunia yang membalatkan semua sihir pemusnah, sementara sayur kebunnya sanggup menyembuhkan luka fatal secara instan.
Kini, di saat dunia terancam hancur oleh Raja Iblis, para Pahlawan malah mengantre dan berlutut di pagar rumahnya demi meminta bantuan. Namun bagi Kayy, tak ada urusan dunia yang lebih penting daripada menyeduh teh sore bersama Alya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TANGISAN PERTAMA DI HUTAN KELAM

Beberapa bulan telah berlalu sejak insiden Pangeran Cedric dan Arthur yang gemetaran di pekarangan wortel emas. Musim dingin yang mencekam perlahan berganti menjadi musim semi yang hangat dan menyegarkan. Bunga-bunga lavender di pekarangan gubuk kayu mulai bermekaran, menyebarkan aroma harum yang lembut di bawah buaian angin pagi Hutan Kelam.

Di dalam kamar utama gubuk, suasana damai itu mendadak terpecahkan oleh desahan napas yang tertahan dan rintihan pelan dari Alya.

Alya terbangun dari tidurnya seraya memegangi perutnya yang sudah membuncit sempurna. Keringat dingin mulai menyelimuti kening dan leher mantan Saintess tersebut. Kontraksi hebat yang ditunggu-tunggu selama sembilan bulan terakhir akhirnya datang di pagi hari yang cerah ini.

"K-Kayy..." panggil Alya dengan suara bergetar pelan, tangannya yang gemetaran meraba sisi ranjang.

Kayy, yang saat itu sedang merapikan celemek petaninya di dapur dekat tungku, langsung menyadari perubahan fluktuasi mana dan denyut jantung Alya. Hanya dalam tempo kurang dari seperseribu detik, pria berusia dua puluh tahun itu sudah berdiri di samping ranjang dengan wajah panik setengah mati.

"Alya! Ada apa?! Perutmu sakit?! Bayinya mau keluar?!" seru Kayy beruntun. Pria yang biasanya tenang, santai, dan berotak dingin ini mendadak kehilangan ketenangannya sepenuhnya.

Alya mengangguk pelan, berusaha mengukir senyum kecil di tengah rasa mulas yang luar biasa. "Sepertinya... anak kita sudah tidak sabar untuk melihat dunia, Kayy."

Mata Kayy membelalak lebar. Otak dan kapasitas mentalnya yang berada di tingkat MAX langsung berputar hebat. Meskipun Kayy memiliki angka statistik fisik MAX (999.999+) dan layar status rahasia yang tak tertandingi, ia sadar betul satu hal: skill bawaannya adalah [Fortify] yang berevolusi menjadi skill pertukangan, pertanian (Divine Agriculture), dan kinetik rumah tangga. Kayy bukanlah seorang bidan atau tabib medis!

"T-Tunggu di sini! Jangan bergerak! Jangan mengejan dulu!" ucap Kayy panik.

Tanpa membuang waktu satu detik pun, Kayy mengaktifkan [Sanctuary Domain: Absolute Home] tingkat tertinggi di sekeliling gubuk. Perisai transparan tak terlihat menyelimuti seluruh rumah kayu itu, menetralkan segala jenis kuman, racun, suhu dingin, hingga serangan fisik dan sihir dari luar menjadi 0 effect.

Tak berhenti di situ, Kayy berlari secepat kilat ke meja dapur, mengambil cangkir berisi rebusan daun herbal dari hasil panen tanah Celestial Soil miliknya—ramuan dari skill [Divine Agriculture] yang memiliki efek Absolute Restoration.

"Minum ini dulu, Alya," bisik Kayy lembut seraya membantu Alya meminumnya. Rebusan herbal hangat itu langsung bekerja instan, memulihkan stamina Alya yang terkuras dan menetralkan rasa sakit ekstrem akibat persalinan agar tubuhnya tetap dalam kondisi puncak.

"Aku akan mencarikan bidan sekarang juga! Bertahanlah!" seru Kayy.

WHOOSH!

Menggunakan kecepatan kinetik AGI MAX dari evolusi latihan rumah tangganya, tubuh Kayy melesat keluar gubuk bagaikan kilat bening.

Hanya butuh waktu kurang dari lima detik bagi Kayy untuk melintasi Hutan Kelam hingga sampai di Desa Oaktree, desa terdekat di luar perbatasan hutan. Di sana, Kayy langsung mendatangi gubuk milik Nenek Marta—seorang bidan desa tua yang paling berpengalaman dan ramah di wilayah tersebut.

Nenek Marta yang sedang menyapu pekarangan rumahnya mendadak terkejut setengah mati ketika seorang pemuda bercelemek memegang bahunya.

"Nenek Marta! Istriku mau melahirkan! Tolong bantu aku sekarang!" ucap Kayy panik.

"E-Eh? Siapa kamu—"

Belum sempat Nenek Marta menyelesaikan kalimatnya, Kayy sudah merangkul bahu sang bidan dengan sangat hati-hati, lalu melesat kembali menembus Hutan Kelam. Bagi Nenek Marta, dunia di sekelilingnya serasa berputar dalam sekedip mata, dan tahu-tahu ia sudah berdiri di dalam sebuah gubuk kayu yang sangat hangat, bersih, dan harum di tengah Hutan Kelam!

"D-Demi Dewa... Kita di mana?!" pekik Nenek Marta terengah-engah, memegangi dadanya yang berdebar kencang.

"Nenek Marta, tolong! Istriku di kamar!" puji Kayy seraya menunjuk pintu kamar utama.

Mendengar rintihan Alya dari dalam kamar, naluri kebidanan Nenek Marta langsung bangkit. Ia mengabaikan rasa heran atas kecepatan ajaib Kayy dan langsung berlari masuk ke dalam kamar.

"Astaga, Nak! Buka matamu, tarik napas dalam-dalam!" seru Nenek Marta seraya menyiapkan kain bersih dan air hangat yang sudah disediakan Kayy di samping ranjang.

Kayy menyusul masuk, langsung berlutut di tepi ranjang di sisi Alya. Pria berambut cokelat itu menggenggam erat tangan lentik Alya, membiarkan istrinya meremas jemarinya sekuat tenaga. Dalam hati, Kayy terus menyalurkan energi kehangatan dari atribut VIT MAX-nya untuk menyokong daya tahan tubuh Alya.

"Ayo, alya! Dorong saat aku bilang dorong!" intruksi Nenek Marta tegas.

"Nnngghhh... Kayy!" rintih Alya seraya mengejan kuat-kuat. Keringat membasahi dahi dan rambut emasnya.

"Aku di sini, Alya... Aku di sini. Kamu wanita paling kuat di dunia, kamu pasti bisa!" bisik Kayy dengan suara bergetar haru. Pria yang tak pernah gentar menghadapi ribuan pasukan kerajaan itu kini meneteskan air mata kecemasan dan pengabdian di hadapan istrinya.

Nenek Marta di ujung ranjang tampak terkesima. Meskipun proses persalinan biasanya memakan waktu bertam-jam dan menguras darah serta tenaga, stamina Alya tetap terjaga dengan sangat luar biasa berkat efek teh herbal Absolute Restoration racikan Kayy. Tidak ada pendarahan berbahaya, tidak ada komplikasi, dan kondisi fisik Alya sangat stabil.

"Bagus sekali! Kepala bayinya sudah kelihatan! Satu dorongan kuat lagi, Nak!" seru Nenek Marta mendorong semangat.

Alya menarik napas panjang, menatap lurus mata Kayy yang penuh dengan pendar cinta mutlak. Alya mengencangkan genggaman tangannya pada jemari Kayy, lalu mengejan dengan seluruh sisa tenaganya.

"AAAHHHHHH!"

Oeeek! Oeeek! Oeeek!

Suara tangisan melengking yang jernih dan nyaring mendadak memecahkan keheningan kamar gubuk kayu tersebut.

Waktu seolah berhenti berputar.

Kayy membeku seketika. Genggaman tangannya di jemari Alya perlahan merenggang saat bayangan tangisan bayi mungil itu bergema di telinganya. Nenek Marta tersenyum lebar seraya membungkus bayi yang baru lahir itu dengan kain wol halus yang bersih.

"Selamat, Pemuda... Istrimu melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat cantik, menggemaskan, dan sehat!" ucap Nenek Marta penuh haru seraya menyerahkan bayi mungil tersebut ke dalam pelukan Alya.

Alya menyambut bayi itu dengan kedua tangannya yang gemetaran bahagia. Tangis haru Alya pecah saat melihat paras mungil sang bayi—memiliki sedikit helai rambut cokelat keemasan yang cantik dan sepasang mata jernih yang mulai terbuka perlahan.

Kayy mendekatkan wajahnya, menatap sosok putri mungilnya yang kini berada di dada Alya. Di dalam pandangan indra INT MAX Kayy, ia bisa melihat betapa murni dan sehatnya putri kecil mereka ini.

Kayy mengecup dahi Alya dengan sangat lama dan penuh pengabdian, lalu menyentuhkan jari kelingkingnya ke telapak tangan mungil putri kecilnya. Sang bayi meremas jari kelingking Kayy dengan genggaman kecil yang hangat.

"Terima kasih, Alya... Terima kasih banyak..." bisik Kayy seraya meneteskan air mata kebahagiaan yang tak terbendung lagi.

Alya tersenyum manis di tengah derai air matanya, menatap Kayy dengan pendar cinta yang abadi. "Siapa nama yang ingin kamu berikan padanya, Suamiku?"

Kayy menatap Alya, lalu beralih menatap putri pertamanya yang kini tertidur pulas di dalam pelukan hangat ibunya.

"Elena," jawab Kayy pelan namun mantap, menyunggingkan senyuman paling hangat yang pernah ada. "Namanya adalah Elena. Putri cantik kita yang akan tumbuh di dalam gubuk kayu yang penuh kedamaian ini."

Di luar gubuk kayu, bunga-bunga lavender bermekaran indah disambut sinar matahari musim semi yang hangat. Babak baru kehidupan keluarga kecil sang pemilik status MAX dan mantan Saintess telah resmi dimulai dengan hadirnya putri kecil mereka, Elena.

1
Eka P
v
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!