NovelToon NovelToon
Pada Akhirnya, Kamu

Pada Akhirnya, Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / CEO / Romansa
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: arrasy

Naira Alesha telah lama mencintai Ravian Elvano, sahabat masa kecilnya. Namun hatinya hancur ketika Ravian justru memilih Selena, sahabat Naira sendiri.

Saat berusaha melupakan cintanya dan mengejar impian menjadi desainer fashion, Naira bertemu Mikael Arsen, pria tampan, kaya, arogan, dan tengil yang selalu membuatnya kesal.

Lebih menyebalkan lagi, Mikael ternyata sahabat sekaligus rekan bisnis Ravian.

Sebuah kesalahpahaman membuat Naira dan Mikael terpaksa berpura-pura menjadi pasangan. Awalnya mereka hanya bermain peran, tetapi semakin sering bersama, batas antara pura-pura dan cinta mulai menghilang.

Mikael jatuh cinta lebih dulu, sementara Naira perlahan menyadari bahwa hatinya telah berpindah.

Namun ketika sebuah rahasia terungkap, Naira merasa seluruh hubungan mereka hanyalah kebohongan.

Akankah cinta mereka bertahan, atau Naira kembali pada cinta pertamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arrasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32. Bisikan Beracun

Sore itu, butik tempat Naira bekerja sedang sepi. Hanya beberapa pelanggan yang berkeliling dengan tenang, dan Naira berdiri di dekat jendela, merapikan deretan gaun yang baru saja datang.

Hatinya terasa damai seperti biasa, teringat senyum Mikael pagi tadi, teringat janji-janji manis yang selalu ia ucapkan dengan tulus.

 Naira menyentuh liontin ceri di lehernya, tersenyum kecil. Semuanya baik-baik saja. Aura hanyalah masa lalu. Mikael memilihnya. Itu yang penting.

Namun ketenangan itu seketika menguap saat sebuah bayangan jatuh di lantai di depannya.

Naira menoleh.

Di sana, berdiri Aura. Ia cantik dan berkelas, mengenakan setelan jas berwarna krem yang pas di tubuhnya, sepatu hak tinggi yang elegan, rambutnya ditata rapi berkilau.

Ia berdiri di sana dengan senyum tipis yang terlihat manis namun matanya tajam dan penuh perhitungan, seolah ia sudah menunggu waktu yang tepat untuk menghancurkan sesuatu yang rapuh.

Pelanggan yang ada di butik perlahan pergi. Suasana menjadi hening. Hanya ada mereka berdua.

Aura melangkah maju perlahan, seolah berjalan di atas panggung. Ia berhenti tepat di depan Naira, jarak mereka hanya beberapa jengkal. Aura menatap Naira dari atas ke bawah, lalu tertawa pelan.

"Jadi ini tempatmu bekerja," katanya lembut, suaranya terdengar ramah namun penuh meremehkan. "Sederhana. Sangat cocok untukmu. Kamu terlihat nyaman di sini. Di tempat yang kecil, di tempat yang tidak menuntut banyak hal. Inilah duniamu, Naira. Dunia yang kecil dan sederhana."

Naira menegakkan punggungnya, mencoba tetap tenang meskipun jantungnya berdebar kencang. "Aku suka pekerjaanku, Aura. Dan aku tidak mengundangmu ke sini. Jika kamu ingin membeli sesuatu, silakan. Jika tidak, mohon jangan menggangguku."

Aura tersenyum lebih lebar, lalu melangkah lebih dekat lagi hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter.

Aura menunduk sedikit, karena ia lebih tinggi dari Naira, dan dengan suara yang sangat rendah, hanya untuk didengar oleh Naira seorang, ia membisikkan kata-kata yang tajam seperti belati yang diolesi racun.

"Kamu pikir dia benar-benar mencintaimu? Kamu pikir dia yang dulu memegang tanganku di depan kamera dunia, yang dulu berjanji akan membangun kerajaan bersamaku, benar-benar jatuh cinta pada perempuan yang bahkan tidak tahu cara memakai gaun malam yang benar?

Kamu hanya pelarian, Naira. Kamu adalah tempat singgah sementara saat dia marah padaku.

Saat dia bosan dengan kesederhanaanmu, saat dia lelah menjelaskan kepada semua orang mengapa dia memilihmu, dia akan kembali padaku.

 Aku dan Mikael, kami berasal dari dunia yang sama. Kami mengerti satu sama lain tanpa perlu banyak bicara.

Kamu? Kamu tidak akan pernah bisa menyaingi aku. Kamu tidak akan pernah cukup baik untuknya. Dan kamu tahu itu, bukan? Di lubuk hatimu yang paling dalam, kamu tahu kalau kamu akan kalah."

Kata-kata itu masuk perlahan, satu per satu, menembus pertahanan yang selama ini Naira bangun dengan susah payah.

Rasanya seperti seseorang merobek luka yang baru saja sembuh.

Keraguan lama yang ia kira sudah hilang, kembali muncul, lebih kuat dari sebelumnya, merayap naik dari perutnya hingga ke tenggorokan, membuatnya sesak dan gemetar.

Aura melihat perubahan di wajah Naira. Ia melihat keraguannya. Ia melihat ketakutannya. Dan itu membuatnya puas.

 Dengan senyum kemenangan yang tipis namun jelas, Aura menepuk pelan pipi Naira, sentuhan yang merendahkan, bukan mengasihi, lalu berbalik dan pergi dengan langkah anggun, meninggalkan Naira yang berdiri terpaku di tempatnya, seolah tertanam di lantai.

Pintu butik tertutup. Tapi bisikan Aura masih bergema di telinganya. Berputar tanpa henti.

Kamu hanya pelarian.

Dia akan kembali padaku.

Kamu tidak akan pernah bisa menyaingi aku.

Kamu tidak akan pernah cukup baik untuknya.

Naira mundur perlahan hingga punggungnya menyentuh rak dinding. Lututnya terasa lemas.

Ia meraih meja di sampingnya untuk menopang tubuh yang tiba-tiba terasa berat. Matanya berkaca-kaca, menahan rasa sakit yang luar biasa.

Apakah Aura benar? Apakah ia hanya pelarian? Apakah Mikael bersamanya hanya karena ia mudah didapatkan, mudah dicintai, tidak menuntut apa-apa?

Apakah saat Mikael bosan, ia akan menyadari kesalahannya dan kembali ke dunia yang seharusnya ia tempati? Bersama perempuan yang setara dengannya?

Naira menatap pantulan dirinya di cermin kecil di meja kerjanya. Ia melihat dirinya, pakaian sederhana, wajah tanpa riasan mahal, tangan yang kadang kotor oleh pensil dan tinta.

Lalu ia membayangkan Aura, cantik, sempurna, terkenal, selalu di sisi Mikael di setiap acara penting. Mereka terlihat seperti lukisan yang indah. Sementara Naira hanyalah latar belakang yang tak terlihat.

"Kenapa dia memilihku?" bisik Naira pada pantulannya, suaranya pecah dan lemah.

 "Kenapa? Apakah karena aku tidak menuntut? Apakah karena aku selalu ada? Apakah saat dia menemukan seseorang yang lebih baik, dia akan pergi tanpa menoleh ke belakang?"

Selama berjam-jam, Naira berdiri di sana dalam keheningan. Ia tidak bisa bekerja. Ia tidak bisa berpikir.

Setiap kali ia menutup mata, ia melihat senyum Aura yang penuh keyakinan, mendengar bisikan beracunnya yang seakan benar-benar masuk ke dalam kepalanya.

 Keraguan adalah racun yang paling berbahaya, bukan karena membunuh cinta, tapi karena membuatnya sakit perlahan, dari dalam, tanpa suara.

Saat jam pulang akhirnya tiba, Naira keluar dari butik dengan langkah berat. Ia tidak menunggu di tempat biasa seperti biasanya.

 Ia tidak memberitahu Mikael bahwa ia sudah selesai bekerja. Ia hanya berjalan sendirian, menunduk, menyembunyikan wajahnya dari siapa pun yang lewat.

Hatinya sedang berperang, satu sisi percaya pada Mikael, sisi lain percaya pada ketakutannya sendiri.

Mikael menelepon dua kali. Naira melihat namanya berkedip di layar ponselnya, tapi ia tidak berani mengangkatnya.

Ia takut jika ia mendengar suara Mikael yang lembut, ia akan menangis dan bertanya: Apakah kamu benar-benar mencintaiku? Atau aku hanya pelarianmu? Dan ia takut jawaban yang ia dengar bukanlah yang ia butuhkan.

Malam itu, Naira duduk di tepi tempat tidurnya, menatap jendela yang gelap. Di lehernya, kalung ceri itu terasa berat.

Apakah Aura benar? Apakah cinta yang indah ini hanyalah mimpi yang suatu hari akan hancur? Dan saat itu terjadi, bisakah ia bertahan? Atau ia akan hancur berkeping-keping, lebih hancur dari sebelumnya?

Keraguan tidak pernah benar-benar pergi. Ia hanya menunggu momen yang tepat untuk kembali.

Dan Aura tahu itu. Aura tahu kelemahan Naira. Ia tidak perlu melakukan hal besar. Ia hanya perlu membisikkan kebenaran yang Naira takut hadapi. Dan itu sudah cukup untuk mengguncang seluruh dunianya.

1
Evi Anggorowati
kasian naira.. takutnya mikail goyah stlh cinta masa lalunya kembali.. berharap naira bahagia ma mikail, g mengalami patah hati lagi
Evi Anggorowati
penasaran bgt ntar ada rahasia apa yg bikin naira jd galau lg pdhal sptnya mikail beneran tulus mencintai naira
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒: karena sebelumnya mempunyai cinta yg besar tetapi dipendam ke Ravian selama bertahun2 kak😊
total 1 replies
Evi Anggorowati
suka ma novelnya gaya bahasanya jg suka semoga happy end ceritanya
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒: terimakasih ya😊💖
total 1 replies
𓆩♡🍒Mochi🍒♡𓆪
Suka banget sama alurnya, ringan tapi tetap bikin penasaran dan bikin pengen terus baca!”❤
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒: terimakasih ya😊💖
total 1 replies
mak mak doyan novel
mulai menyimak..
mudah2an cocok 💪
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒: terimakasih ya. semoga suka💖😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!