Ditinggal pas lagi sayang-sayangnya?
Ketemu lagi setelah lima tahun?
Sekarang dia menjadi bos di tempat kerjaku, apa-apaan coba?
Tuhan memang suka bercanda.
Aku Aisyaha Alexandria Maharmita dan inilah kisahku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eva IM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32 Hampa
Ruang hampa adalah ruang kosong tanpa isi apapun. Saat inilah kondisi hati Syaha. Hampa. Kosong. Tak terisi.
Beberapa harinya yang dipenuhi oleh Ray sekarang kosong. Pria itu sudah meninggalkan posisi CEO Lucas. Tidak ada yang tahu kemana dia pergi. Ada yang mengatakan ke cabang London, ada juga yang mengatakan ke Jepang. Berita tentang keberadaan Ray menjadi misteri. Mas Dion dan Mbak Ira juga tidak tahu dimana keberadaan pria itu. Anehnya semua pekerjaan CEO teratasi dengan baik. Kemana perginya dia?
"Syaha.." Panggil Seto.
"Ya Mas?" Syaha bangkit dari duduknya.
"Kesini sebentar.."
"Ya Mas.." Syaha bangkit kemudian melangkah mendekati Seto.
"Lembar kerja untuk bulan ini sudah keluar. Ini bagianmu.." Seto menyodorkan lembar kerja pada Syaha.
"Thanks Mas.. akhirnya aku dapat kerjaan.." Syaha tersenyum cerah. Kurang lebih jadi zombie karena tidak bekerja, mata Syaha berbinar.
"Ini sepertinya pesanan dari kelas atas. Waktu pengerjaan paling lama dua minggu Sya.."
"Pesanan?" Mata Syaha menyipit. Tidak biasanya divisi mereka mengerjakan barang pesanan.
"Iya.."
"Bukannya divisi kita tidak membuat barang pesanan ya Mas?" Selidik Syaha.
"Semua pegawai sedang sibuk persiapan fashion week di Milan dan New York Syaha.. kamu tahu itu kan? Mungkin karena kamu no job makanya dilimpahkan ke kamu. Kamu adalah satu-satunya yang tidak sibuk sama sekali di kantor ini.." Jelas Seto menekankan kata 'tidak sibuk sama sekali'.
"Ok baiklah.." Ucapan Seto tak ada yang salah. Hanya dia satu-satunya yang tak sibuk di Lucas. Tak ada perkerjaan malah.
Syaha mengambil lembar kerjanya dengan setengah hati. Ucapan Seto tadi menyindirnya keras.
"Thanks Mas..."
"Ingat jatuh temponya Syaha.."
"Ya.." Syaha kembali ke mejanya dengan langkah gontai.
-----
Nama : Aisyaha Alexandria Maharmita
No. Pegawai : 2218******
Bagian : Design
Deskripsi pekerjaan :
Wedding Ring
Spesifikasi:
1) Buatan dan ide sendiri
2) Personal taste
3) Jatuh tempo dua minggu
Mata Syaha hampir melotot membaca lembar kerjanya. Siapa yang memesan cincin pernikahan ini? Biasanya mereka menuliskan spesifikasi yang diinginkan. Tapi cincin ini.. personal taste? Selera pribadi? Kesukaan Syaha? Apa-apaan ini?
-----
Cincin pernikahan yang dibuat sendiri sesuai selera pribadi? Pesanan yang aneh.
Selera pribadi?
Dalam membuat design produk Syaha memilih beberapa model yang dia harapkan. Syaha pun mencari referensi pada majalah fashion.
Selera pribadi?
Berkali-kali batin Syaha menjerit.
Kalau selera pribadi berarti cincin sesuai keinginanku kan? Siapa orang yang memesan cincin pernikahan ini? Selera orang itu sungguh unik. Mengesankan.
Bayangan cincin pernikahannya dan Ray, memenuhi otak Syaha. Hanya ada satu cincin yang membuatnya melayang. Cincin pernikahan Syaha dan Ray. Walaupum sederhana, tapi cincin itu adalah cincin yang disukai Syaha. Apalagi Ray yang memberikannya.
"Kalau saja aku tahu siapa yang memesan pasti akan sesuai dengan selera kita. Ya sudahlah.. orang kaya cenderung sama aja, acuh, atau mungkin mereka terlalu sibuk.." Syaha bergumam sendiri.
Syaha bergumul dengan hatinya. Apa nanti klien itu suka desi**gn yang Syaba buat. Model cincin apa yang aku suka? Tanya Syaha dalam hati.
Tiba-tiba Syaha mengingat cincin yang dia kembalikan ke Ray. Cincin itu punya arti istimewa untuk Syaha. Tanda pernikahannya dan Ray adalah cincin itu. Cincin yang sangat sederhana. Ya cincin itu adalah cincin kesukaan Syaha. Sebuah cincin polos tanpa ukiran apapun dengan berlian putih di tengahnya. Di bagian dalam cincin terdapat ukuran nama Ray dam Syaha. Cincin seperti itulah yang dia suka.
Ah.. kok jadi inget cincin itu sih.. kan jadi inget sama dia juga.. dia sekarang dimana ya? Satu bulan menghilang ga ada kabar.. apa hobinya memang gitu? Dasar seenaknya aja.
Tanpa sadar Syaha merindukan Ray.
Bersambung...