NovelToon NovelToon
Putri Pengganti

Putri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:40.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Lunoxs

Aluna adalah seorang gadis yang diangkat oleh keluarga kaya sebagai pengganti anak perempuan mereka yang hilang, Jesselyn. Meski hidupnya tampak bahagia, sebenarnya ia hanya diperlakukan sebagai bayangan dari Jesselyn.

Setelah dewasa Aluna dijodohkan dengan Davion Harold, yang lagi-lagi karena pria itu adalah pria yang dulu Jesselyn sukai. Apapun yang terjadi Aluna harus bertahan dalam pernikahan tersebut, itulah pesan kedua orang tua angkatnya.

Namun pernikahan itu membuat Aluna semakin tersiksa dan merasa tak diinginkan oleh siapapun. Pada akhirnya Aluna mengambil keputusan paling mengerikan di dalam hidupnya, coba keluar dari bayang-bayang Jesselyn dan hidup sebagai dirinya sendiri. Melanggar keinginan orang tua angkatnya untuk pertama kali.

"Dav, aku ingin kita cerai," ucap Aluna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PP Bab 5 - Ditukar Dengan Sejumlah Uang

Jantung Aluna masih berdebar cepat ketika akhirnya dia keluar dari ruangan Davion. Tangannya masih gemetar setelah menandatangani surat perjanjian pernikahan mereka.

Tapi saat ini Aluna benar-benar tak tahu apa yang harus dia lakukan sekarang, kedua orang tuanya dan Davion memaksanya untuk berjalan di jalur yang berbeda, sementara Aluna adalah seseorang yang tak pernah bisa menentukan pilihannya sendiri.

Di sepanjang koridor Harold Kingdom Aluna berjalan dengan kepala tegak, menjaga citra yang selama ini ia bangun dengan baik. Namun di dalam dirinya semua terasa kacau. Suara langkah sepatu haknya terdengar jelas, menjadi satu-satunya bukti bahwa ia masih bergerak maju.

'Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan sekarang,' batinnya lirih.

Lift terbuka dengan dan Aluna melangkah masuk tanpa ragu. Pintu kembali menutup, memantulkan bayangannya sendiri di dinding logam. Ia menatap dirinya cukup lama, wanita yang terlihat sempurna, anggun, dan tenang. Namun hanya Aluna yang tahu bahwa di balik itu semua ia hanyalah seseorang yang sedang tersesat di hidupnya sendiri.

Kini Aluna bukan hanya harus patuh pada mama Sarah dan papa Pieter, tetapi juga pada Davion. Dan di tengah semua itu Aluna hanya berdiri sendirian, tanpa arah yang jelas.

Hari pernikahan akhirnya tiba.

Segala sesuatu yang dipersiapkan selama berminggu-minggu itu menjelma menjadi sebuah perayaan yang begitu megah dan sempurna. Gedung besar dihiasi dengan dekorasi bunga putih yang indah, lampu kristal berkilauan di setiap sudut, dan para tamu undangan dari kalangan elit memenuhi ruangan dengan gaun dan jas terbaik mereka.

Musik mengalun lembut, menambah suasana sakral yang seharusnya penuh kebahagiaan.

Aluna berjalan menuju altar dengan gaun pengantin yang luar biasa indah. Semua mata tertuju padanya, memuji kecantikannya dan mengagumi keanggunannya.

Di sisi lain, Davion berdiri dengan setelan jas hitam yang membuatnya tampak begitu tampan dan mempesona, pasangan yang terlihat sangar sempurna di mata dunia.

Janji pernikahan terucap dan cincin terpasang di jari manis keduanya. Semua orang bertepuk tangan kecil sebagai bentuk kebahagiaan.

Kecuali hati Aluna yang justru terasa semakin hampa.

Pesta berlangsung hingga malam hari, dipenuhi ucapan selamat, dan doa-doa yang terus mengalir dari para tamu. Mommy Ivana berulang kali mendekati Aluna dan bertanya apakah menantu kesayangan itu merasa lelah, dan Aluna selalu menjawab bahwa dia baik-baik saja.

Begitu acara selesai, Aluna langsung dibawa ke rumah keluarga Harold. Rumah besar itu kini akan menjadi tempat tinggalnya.

Tempat yang akan Aluna sebut sebagai rumah, meskipun hatinya belum benar-benar merasa tinggal di sini.

Mama Sarah dan papa Pieter ikut mengantar, memastikan semuanya berjalan sesuai rencana mereka.

"Davion, segera bawa Aluna ke kamar kalian. Kalian langsung istirahat saja," ucap mommy Ivana.

"Iya Nak, mama dan papa juga akan segera pulang setelah mengobrol sebentar," sahut mama Sarah pula.

Davion hanya mengangguk dan berjalan di depan tanpa banyak bicara. Aluna mengikuti di belakang dengan langkah sedikit tertatih, sebenarnya dia lelah sekali hari ini, karena harus berdiri lama dengan menggunakan sepatu hak tinggi. Tapi Aluna sekalipun tak pernah menunjukkan rasa lelahnya, di hadapan semua orang dia harus selalu terlihat sempurna.

Diam-diam Aluna menghela nafasnya dengan kasar, merasa gaun pengantin yang membalutnya kini terasa begitu berat.

Tak berselang lama kemudian mereka tiba di kamar, pintu terbuka memperlihatkan ruangan luas dengan interior elegan yang begitu mewah. Namun kehangatan tidak terasa di sana.

Davion masuk lebih dulu, lalu menoleh sekilas pada Aluna. "Ingat untuk selalu menjaga jarak dariku," ucap Davion.

Aluna menganggukkan kepalanya kecil, karena dalam perjanjian Mereka pun tertulis jelas bahwa Aluna harus menjaga jarak setidaknya 2 meter jika mereka hanya berdua.

Dengan susah payah Aluna menuju ruang ganti dan melepas gaun pengantinnya sendiri. Dia melihat kakinya sendiri yang ternyata terluka. Membekas merah yang terasa begitu perih. Tapi Aluna hanya bisa menghela nafas melihat luka tersebut, tak bisa mengobatinya.

Di dalam walk in closet telah penuh berisi pakaiannya, tas, sepatu, perhiasan dan segala pernak pernik untuknya. Semua benar-benar telah dipersiapkan dengan baik. Tapi semua kemewahan ini sedikitpun tidak membuatnya bahagia. Aluna kemudian melepas perhiasan yang masih menempel di tubuhnya, satu set perhiasan yang harusnya digunakan oleh Jesselyn.

Begitu selesai Aluna pun segera keluar, melihat Davion yang masih berdiri di samping ranjang dengan memegang ponselnya.

“Dav, Aku keluar sebentar,” ucap Aluna akhirnya, suaranya pelan namun tetap terjaga.

Davion tidak menahan, tak ingin tahu juga kepentingan apa yang membuat Aluna harus keluar dari dalam kamar. Dia hanya diam membiarkan keheningan menjadi jawaban.

Aluna kemudian berbalik dan melangkah keluar dari kamar, Ia ingin mencari mama Sarah dan papa Pieter, setidaknya untuk berpamitan sebelum mereka pulang.

Namun langkahnya tiba-tiba terhenti di lorong yang sedikit sepi, sebuah pintu terlihat tidak tertutup rapat. Dan dari dalam terdengar suara percakapan yang suaranya sangat familiar, yaitu suara papa Pieter.

Aluna tidak berniat menguping.

Namun kakinya seakan membeku di tempat saat ia mendengar satu kalimat yang membuat jantungnya terasa berhenti berdetak ...

“Sekarang Aluna sudah resmi menikah dengan Davion, jadi segera kirim uang yang sudah kita sepakati untuk membantu perusahaan Myles," ucap Pieter.

Napas Aluna tercekat, apa yang dia dengar saat ini adalah sesuatu hal yang tak pernah Aluna ketahui sebelumnya. Yang Aluna tahu pernikahan ini adalah murni perjodohan demi kebaikannya sendiri, tapi siapa sangka ternyata ada kesepakatan lain di dalamnya.

Aluna berdiri diam, tak mampu bergerak, tak mampu berpikir banyak.

“Kamu tenang saja, Pieter. Aku pasti akan segera mengirimnya,” jawab Daddy Aston. "Tapi jujur saja, aku tidak menyukai cara ini. Aku benar-benar menerima Aluna sebagai menantuku, tapi kamu seperti menjual putrimu sendiri," timpal Aston.

Dunia Aluna runtuh dalam diam saat mendengar kalimat panjang tersebut. Tangannya perlahan terangkat, menutup mulutnya sendiri agar tidak mengeluarkan suara. Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya jatuh tanpa bisa dibendung lagi.

Sebelum tangisnya makin menjadi Aluna melangkah mundur dengan pelan, urung niatnya untuk menemui mama Sarah dan papa Pieter. Pada akhirnya dia kembali memasuki kamar yang belum lama Aluna tinggalkan.

Dan di sana dia kembali di sambut dengan tatapan Davion yang dingin.

Aluna membeku, air matanya masih mengalir di wajahnya yang putih. Tak terlihat jelas saat air mata itu jatuh, yang mampu Davion tangkap hanyalah kedua mata Aluna yang nampak merah dan basah.

"Dav," panggil Aluna lirih, tatapan Davion yang seperti itu benar-benar membuatnya tak berdaya.

"Lakukan apapun yang kamu mau, tapi jangan pernah mengusik ku." Davion segera pergi menuju ruang ganti, tak peduli dan tak ingin tahu kenapa wanita itu menangis tiba-tiba.

Aluna mengigit bibir bawahnya kuat-kuat, kedua tangannya berusaha menghapus semua air mata. "Tidak boleh, aku tidak boleh menangis. Jesselyn bahkan tidak pernah menangis," ucap Aluna tanpa sadar, bahkan di bawah alam sadarnya pun dia selalu berpikir bahwa dia harus jadi Jesselyn.

Beberapa saat kemudian terdengar suara pintu kamar diketuk. Begitu pintu Aluna buka ternyata yang berdiri di sana adalah mama Sarah.

"Ma," panggil Aluna, hatinya kembali berdenyut nyeri saat mengetahui bahwa ternyata ia juga dijual.

Mama Sarah tersenyum menatap putrinya, "Sayang, Mama dan papa akan pergi sekarang," ucap mama Sarah kemudian. Suaranya lembut sekali, membuat Aluna selalu bimbang. Benarkah dia disayang atau tidak? Benarkah dia dianggap putri atau tidak?

Namun Aluna tak pernah punya keberanian untuk mempertanyakan itu semua. Dia hanya bisa pasrah bahkan setelah mengetahui bahwa dia di tukar dengan sejumlah uang.

"Mama lihat Davion masih bersikap dingin padamu, tapi itu bukan masalah. Lambat Laun dia akan menerima pernikahan ini."

Aluna mengangguk.

"Aluna, apapun yang terjadi kamu harus tetap bertahan jadi nyonya muda keluarga Harold. Ini permintaan Mama dan Papa," tegas mama Sarah lagi.

Dan Aluna hanya mampu terus mengangguk.

Sebelum pergi Sarah memeluk Aluna untuk sesaat, lalu meminta putrinya untuk kembali masuk ke dalam kamar.

Aluna masih berdiri di balik pintu, di tangannya memegang sebuah paper bag yang mama Sarah tadi berikan, paper bag berisi lingerie berwarna putih.

1
Shafa 💫💫
semangat ya kak gak usah dengarin bisik bisik tetangga 😂 semakin rindang daunya semakin kencang angin menerpa 💪💪💪
Shee_👚
sebel banget sama laki begini, berasa dia yang paling bener😏
juwita
kau yg asuuu daki gedek banget masa istri di samai sm binatang tp ttep aj di poyok di lebok di blg ajing tp ttep di makan jg ternyata si daki suka makan anjing
Shee_👚
mau ngapain lagi sarah, heran deh kalau emang aluna g boleh bahagia ngapain dulu di adopsi.
Ruwi Yah
Davion kutunggu bucinmu
umi FAZ
selalu ngikutin karya kak lunoxs
Risti Kristi
👍
utamisri
menarik
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
💪💪💪💪💪💪💪💪
⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
beuhhhh dav awal2 minta dibukain baju hbis itu pasti ada maunya lgi🥴🥴🥴🥴
⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
aduhhh sarah2 nanti saat aluna jadi diri sendiri kmu jdi gila itu sih harapan akuu
Imas Kartini
karya dari ka lunoxs mang the best
Mei TResna Rahmatika
bagusan cover sebelumnya kak🤭
Hanima
😔😔
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
semangat. karya bagus!
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
aluna kapan bahagianya ya? kasihan..
sleepyhead
Yah teruslah berbuat sesukamu Dav, and you'll be sorry soon...
sleepyhead
Belum syg, kebaikan akan dtg kepadamu nanti.. bersabarlah
sryharty
ini si Maesaroh kapan seh belangnya ketahuan
woooy Maesaroh kamu tuh udah ga ada hak atas Aluna
aluna bukan bagian dari Myles lagi
aluna sekarang bagian dari dari horas,,eh salah
kamu udah menjual Aluna ko enak banget masih pengen Aluna patuh sama kamu terus,,gemes daah aaah
ini si sabun DAV juga kenapa seh kamu ga selidiki Aluna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!