NovelToon NovelToon
Sketsa Rasa Yang Belum Usai

Sketsa Rasa Yang Belum Usai

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:734
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Hubungan yang berawal dari reuni kecil itu tumbuh begitu cepat, seolah waktu ingin mengejar ketertinggalan mereka selama di SMA. Arman adalah sosok kekasih yang penuh perhatian. Dia tahu kapan Kanaya sedang lelah hanya dari nada suaranya, dan dia selalu punya cara untuk membuat Kanaya merasa dihargai.

​Bagi Kanaya, Arman adalah pelabuhan yang aman. Begitu pula bagi Arman, ketulusan dan kemandirian Kanaya adalah hal yang tidak bisa ia temukan pada perempuan lain."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Garis 2 positif

Tiga bulan berlalu seperti hembusan angin yang membawa perubahan besar dalam hidup mereka. Hari itu, kampus sedang dalam masa puncak kesibukan. Arman sedang duduk di barisan tengah ruang kelas yang riuh, berusaha keras mencerna penjelasan dosen di depan papan tulis tentang teori ekonomi makro.

​Tiba-tiba, ponselnya yang tergeletak di atas meja bergetar pelan. Sebuah notifikasi WhatsApp muncul dari nama "Kanaya".

​Arman melirik sekilas, awalnya ia mengira itu hanya pesan biasa menanyakan kabar atau rencana makan siang. Namun, saat ia membuka aplikasinya, napasnya seketika tercekat. Jemarinya gemetar hebat di atas layar.

​Sebuah foto terpampang di sana. Foto sebuah testpack dengan dua garis merah yang sangat jelas, tanda yang tak bisa disalahartikan oleh siapa pun.

​Di bawah foto itu, ada pesan singkat yang diketik Kanaya dengan hati yang pasti sama gentarnya:

"Man, aku... aku harus gimana? Ini hasilnya positif."

​Dunia di sekitar Arman mendadak hening. Suara dosen yang tadinya terdengar jelas, kini hanya menjadi dengungan latar belakang yang tak berarti. Pikirannya melayang pada malam hujan di kamar kos tiga bulan lalu—malam di mana mereka berdua kehilangan kendali.

​Arman menatap layar ponselnya tak percaya. Rasa takut yang hebat menghantam ulu hatinya, bukan karena ia tidak mencintai Kanaya, tapi karena ia tahu betul apa arti "dua garis merah"

​Arman membalas pesan itu dengan tangan yang dingin, "Tenang, Nay. Aku ke sana sekarang. Jangan panik. Kita hadapi ini sama-sama."

begitu mata kuliah itu berakhir,tanpa basa-basi arman menuju parkiran kampus.

Deru mesin motor Arman berhenti dengan decit rem yang tajam di parkiran kos. Tanpa memedulikan langkahnya yang terburu-buru hingga hampir tersandung di tangga, Arman berlari menuju kamar nomor 12 di lantai dua.

​Begitu pintu diketuk sekali, pintu itu langsung terbuka. Pemandangan di dalam kamar seketika meremas dada Arman.

​Kamar kos Kanaya yang biasanya rapi dan wangi vanilla kini tampak berantakan. Bantal-bantal terlempar ke lantai, buku-buku kuliahnya berserakan, dan di sudut tempat tidur, Kanaya duduk meringkuk. Wajahnya sembap, matanya merah karena terlalu banyak menangis, dan tubuhnya bergetar hebat. Di dekapannya, testpack sialan itu masih dipegang erat.

​"Nay..." Arman langsung menghambur, berlutut di depan Kanaya dan memeluk tubuh perempuan itu dengan erat.

​Kanaya tumpah dalam tangisan yang tertahan di dada Arman. "Man, aku takut... Aku takut banget. Gimana kuliahku? Gimana kalau ibu tahu? Gimana kalau ayah kamu..." suara Kanaya tercekat oleh isak tangis yang menyakitkan.

​Arman terdiam, memeluk Kanaya erat-erat, namun pikirannya sendiri sedang berputar seperti badai. Di balik pelukan hangat itu, ada sebuah kenyataan pahit yang perlahan menggerogoti nurani Arman.

Di tengah pelukan yang seolah-olah menenangkan itu, ego dan ketakutan Arman justru mengambil alih. Selama hidupnya, Arman selalu menjadi pion utama keluarganya. Di mata sang ayah yang keras, di lingkungan keluarga besarnya, Arman adalah definisi anak ideal: pintar, sopan, berprestasi, dan tidak pernah membuat cacat pada nama baik keluarga. Jika kabar kehamilan di luar nikah ini sampai ke telinga ayahnya, bukan hanya sisa ruang di hati Pak Baskoro untuk Kanaya yang tertutup selamanya, tapi masa depan Arman juga akan hancur lebur. Ayahnya pasti akan mendepaknya tanpa ampun.

1
Himna Mohamad
lanjut kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!