NovelToon NovelToon
CENAYANG PALSU

CENAYANG PALSU

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Misteri / Iblis
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Damon terbangun dari mimpi buruknya.
Ia seperti mendapatkan ilham.
Ibaratnya, Damon bisa melihat makhluk-makhluk tak kasat mata dalam mimpinya.

Semua terjadi setelah ia tak sengaja menabrak batu nisan kuno di area Sungai Qinghe.

Apakah benar Damon bisa melihat sesuatu?
Mari ikuti kisah Damon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 Mencari Keadilan

Damon menuruni tangga kontrakan menuju halaman, dengan membawa kardus-kardus berisi barang miliknya.

Ia berhasil diusir dari gedung kontrakan oleh Lady Liu karena menunggak pembayaran uang sewa kontrakan lebih setahun.

"Tap... Tap... Tap..."

Damon menelusuri area luar gedung kontrakan. Sorot matanya sayu dan ekspresi wajahnya murung.

Ia menarik nafas pelan dengan kedua mata berkaca-kaca.

"Kau akan kemana ?" Tiba-tiba suara Muchen terdengar di dekat Damon.

Damon tersentak kaget lalu menghentikan laju langkah kakinya sembari menggeleng pelan. Ia duduk berjongkok di dekat trotoar.

"Entahlah, aku juga tidak tahu harus kemana pergi sekarang." kata Damon menatap kosong ke langit di atasnya.

Muchen menatap Damon, memperhatikannya serius.

"Alangkah baiknya kau ikuti saranku." kata Muchen.

Damon menoleh ke arah Muchen lalu tersenyum tipis.

"Mana boleh mendengarkan saran arwah, dilarang langit, aku ini manusia, tidak boleh tunduk pada perintah succubus sepertimu, Kaisar langit." sahut Damon.

"Kau ini asal bicara saja." kata Muchen lalu duduk di sebelah Damon.

"Tapi aku benar-kan ?" tanya Damon seraya mengalihkan pandangannya ke langit biru.

"Tidak semuanya benar. Dan aku tegaskan bahwa aku bukan succubus, tapi roh kaisar langit..." sahut Muchen ikut menatap ke langit seperti Damon.

Damon tertawa pendek, tersenyum pahit.

"Apa tugasmu memangnya setelah kau mati, tidakkah kau ingin beristirahat nyaman di peristirahatan terakhirmu, Kaisar ?" tanya Damon.

"Yah, aku ingin beristirahat damai di akhir hayatku tapi aku tidak bisa." sahut Muchen.

"Kenapa ?" tanya Damon singkat.

Muchen tidak segera menjawab, ia termenung sesaat.

"Apa alasanmu, Kaisar ?" tanya Damon lalu melirik Muchen.

Muchen tertawa pelan kemudian menatap Damon di sebelahnya.

Dua belas Liu gioknya bergoyang halus saat ia bergerak menghadap Damon.

"Aku punya tugas mulia yang ditangguhkan oleh Langit padaku. Dan aku harus bisa menyelesaikan tugas tersebut agar aku bisa diterima di alam arwah jika tidak maka arwahku akan gentayangan di alam manusia selamanya." ucapnya.

Muchen menatap serius ke arah Damon yang juga membalas menatapnya. Lalu terdengar suara Damon berbicara.

"Apa yang kau perbuat selama hidupmu hingga arwahmu dihukum seperti itu, Kaisar ?" tanya Damon.

"Yah..." sahut Muchen sambil menghela nafas panjang. "Aku banyak dosa besar selama aku hidup dulunya."

"Memangnya dosa besar apa yang pernah kau lakukan semasa kau hidup, Kaisar ?" tanya Damon.

Muchen menundukkan pandangannya, terdiam seperti berpikir kemudian menjawab.

"Aku tidak sengaja membunuh Ibu Suri Kerajaan." sahut Muchen datar.

"Apa ?" ucap Damon seraya tertawa kecil. "Kau bercanda, ya, Kaisar."

"Tidak..., aku serius mengatakannya. Aku membunuh Ibu Suri Kerajaan Tepi Barat." sahut Muchen.

"Astaga... Kau ini... Keterlaluan sekali... Bagaimana bisa kau lakukan itu, Kaisar ?" ucap Damon tak percaya.

"Kejadiannya tak terduga olehku, malam itu saat pembunuh bayaran hendak memasuki kamarku. Ibu Suri tiba-tiba masuk ke kamar tanpa aku ketahui, dan..." sahut Muchen memotong ucapannya.

"Dan kau tidak sengaja menyerang Ibu Suri sebab kau hendak melumpuhkan penjahat itu tapi kena Ibu Suri..." kata Damon.

"Bukan. Bukan begitu." sahut Muchen cepat-cepat. "Penjahatnya ternyata Ibu Suri yang seorang succubus."

"Apa ?" ucap Damon terkejut kaget, tak percaya dengan yang ia dengar barusan. Hampir saja ia jatuhkan kardus miliknya.

Muchen membalas dengan tatapan serius ke arah Damon lalu mengangguk pelan.

"Rupanya Ibu Suri menyamar selama ini, dan ternyata ia seorang iblis jahat yaitu succubus Ratu." lanjutnya dengan nada tegas.

"Succubus Ratu." kata Damon semakin tak percaya.

"Ya. Succubus Ratu yang bisa menyamar menjadi manusia biasa lalu menjelma di malam hari sebagai iblis succubus." ucap Muchen.

"Astaga !" sahut Damon lalu mendongak. "Lantas apa yang terjadi di istanamu, Kaisar ?"

"Awalnya aku curiga dengan gerak-gerik Ibu Suri Kerajaan Tepi Barat. Tidak biasanya ia terlihat aneh, terkadang bicara sendiri lalu tertawa sendirian." sahut Muchen.

"Barangkali ia sedang bahagia atau kesepian karena sendirian di istana." kata Damon.

"Bu-bukan begitu... Ibu Suri bisa melayang di udara bahkan terkadang ia berjalan tanpa menginjakkan kakinya. Dan yang lebih menakutkan lagi..." Muchen lalu mendekat di telinga Damon.

Ia berbisik pelan.

"Setiap malam, Ibu Suri selalu membawa laki-laki yang berbeda ke kamarnya kemudian laki-laki itu menghilang seperti di telan bumi."

"Maksudmu laki-laki itu terbunuh ?" tanya Damon.

"Aku tidak tahu, tapi setelah malam itu, tepatnya di kamarku, aku baru tahu jika Ibu Suri datang ke kamarku diam-diam dengan niat mengambil jiwaku." kata Muchen. "Disitulah aku baru tahu kalau laki-laki yang selalu dibawa Ibu Suri menghilang..."

"Apa ia jatuh hati kepadamu, Kaisar ?" tanya Damon. "Tapi ia bukannya ibu kandungmu ?"

"Oh, tidak... tidak... tidak... !" sahut Muchen sembari menggelengkan kepala sehingga dua belas Liu gioknya bergoyang halus.

"Tidak ???" tanya Damon semakin tak mengerti. "Tidak bagaimana maksudmu, Kaisar ?"

"Dia bukan ibu kandungku melainkan nenek dari mendiang putra mahkota yang dulu, sebelum aku dilantik istana." sahut Muchen tak berkedip.

Damon mengernyitkan kening, bertambah tidak mengerti.

"Aku tidak paham ucapanmu, Kaisar." kata Damon.

"Aku sudah bilang bahwa aku adalah kerabat kaisar langit ke tujuh belas. Namaku Muchen, sama dengan artinya bahwa hidup ku diberkahi keagungan." ulang Muchen.

"Oh, ya. Aku ingat itu sekarang." sahut Damon.

"Kau tahu kalau aku menggantikan kerabatku yaitu putra mahkota yang wafat. Tanpa aku sadari sebenarnya aku telah masuk dalam perangkap Ibu Suri Kerajaan Tepi Barat yang ternyata succubus jahat." kata Muchen.

"Jika Ibu Suri adalah iblis betina jahat yang menggoda manusia dalam mimpi lalu memakan jiwa manusia perlahan-lahan sebagai makanannya untuk menjadi kuat..." kata Damon.

Damon berkata dengan nada hati-hati sembari memandang Muchen serius.

"Lantas... Kemana Ibu Suri yang asli ?" tanyanya.

"Itulah sebabnya aku diutus Langit untuk menyelidiki kemana perginya Ibu Suri asli. Penjaga pintu neraka memberiku tugas penting padaku agar hukumanku secepatnya berakhir." kata Muchen.

"Tu-tunggu... Aku semakin tidak memahimu, tugas penjaga neraka dan langit memberimu tugas secara bersamaan, begitu ?" kata Damon.

"Begini ceritanya... Bagaimanapun alasanmu untuk membela diri namun dalam hukum Langit bahwa bagi siapa saja yang berani membunuh anggota Kerajaan Tepi Barat maka akan dikenai hukuman baik ia masih hidup sampai ia mati." kata Muchen.

"Dan semakin rumit penjelasannya." sahut Damon. "Aku tetap tidak mengerti, Kaisar."

"Walaupun Ibu Suri ternyata succubus jahat tapi ia mempunyai status Ibu Suri Kerajaan. Bagi siapa saja yang bermasalah dengan anggota kerajaan terutama Ibu Suri maka seumur hidupnya sampai ia di kuburpun, orang bermasalah itu akan tetap bersalah selamanya." kata Muchen.

"Astaga !" sahut Damon dengan mata terbelalak, ia tak percaya.

Damon meringis, bergidik ngeri lalu mendengus kasar.

"Itu tidak adil !" ucapnya. "Benar-benar tidak adil. Hukum apa yang berlaku itu ? Bagaimana Langit bertindak tidak adil terhadap umatnya ?"

"Sebab anggota kerajaan adalah orang-orang terpilih yang mempunyai wasiat wahyu langsung dari Langit sebagai pemimpin negeri." kata Muchen. "Dan jika kita berbuat salah kepada mereka maka kita sepatutnya di hukum."

"Tunggu. Dihukum atas tindak kejahatan yang semestinya kita lakukan untuk membela diri." kata Damon.

"Ya, karena aku tak sengaja membunuh Ibu Suri maka aku dihukum untuk memberantas para succubus jahat." sahut Muchen.

"Tapi ia succubus, iblis jahat. Kenapa juga kamu yang dihukum atas kejahatan Ibu Suri, seharusnya kau jadi pahlawan telah bertindak benar, Kaisar." kata Damon.

"Tetap saja salah. Sebab Ibu Suri adalah atasan di Kerajaan." sahut Muchen.

"Tetap tidak bisa demikian. Ini keadilan. Dan keadilan harus ditegakkan setegak-tegaknya." kata Damon.

"Lantas apa yang harus aku lakukan untuk keadilan ini ?" tanya Muchen.

Damon terdiam, ia menatap lama ke arah Muchen sembari berpikir serius lalu teringat pada telur batu giok.

"Sebentar, aku pikirkan lagi." ucap Damon lalu mengeluarkan telur batu giok dari saku kemejanya.

Damon tunjukkan benda di tangannya kepada Muchen.

"Kau pernah bilang padaku bahwa aku bisa meminta bantuan pada telur batu giok ini ?" tanyanya.

Muchen mengangguk cepat lalu menjawab tegas.

"Ya." sahut Muchen.

1
Katarina Samuel
gak bisa ngalahin nih 👍
Katarina Samuel
pil obat penyembuh jiwa aja damon aku saranin ke psikiater atau ke pemuka agama disana biar hantunya keusir dari hidupmu
Katarina Samuel
ini paling ditakutin ketemu dewa beneran gak sih
Katarina Samuel
damono damono
Katarina Samuel
dah megap megap kalau aku mimpi kayak gini damon
Katarina Samuel
kasihan juga jadi damon kalau aku sih bisa pindah alam
Katarina Samuel
lebih nyebelin dari kaisar
Katarina Samuel
sulit bayangin tinggal dihunian seseram ini
Katarina Samuel
👍
Katarina Samuel
hantu paling ngeselin
Katarina Samuel
apes dah si damon
Katarina Samuel
🤣🤣🤣 ya aelah damon damon
Katarina Samuel
konyol sih
Katarina Samuel
serem juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!