NovelToon NovelToon
Kutukan Santau

Kutukan Santau

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Iblis
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: glaze dark

kisah ini menceritakan seseorang yang menggunakan santet untuk guna-guna orang lain dengan menggunakan santau.
Siap. Ini narasi yang bisa kamu pake buat sinopsis/blurb Noveltoon _Kutukan Santau_:

---

*NARASI*
Santau. Racun yang dikirim lewat angin, menumpang di makanan, menyelip di tatapan mata.
Katanya tak berbekas, tapi membusukkan tubuh dari dalam dan pada akhirnya orang tu lah yang akan tersakiti

pesan:
*"Santau itu perjanjian. Sekali kau lepas, dia akan pulang menagih nyawa. Kalau bukan nyawa musuhmu... ya nyawamu sendiri."*

_Siapa yang menggunakan santau, pada akhirnya dia yang akan mendapatkan balasannya._

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon glaze dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 32

Sesampainya di rumah kakaknya, Sitoh berhenti di depan pintu kayu yang setengah terbuka. Sitoh mengetok pelan....Sekali....Dua kaliz tidak ada jawaban ada jawaban saat mau ketukan yang ke 3, bibah keluar dari rumah dan dia terkejut melihat adiknya berdiri didepan pintu."Kak...?panggil Sitoh pelan, Suaranya serak.

"ada perlu apa kau ke sini....toh?" Tatapan tajam bibah menusuk langsung ke mata Sitoh. Dingin dan tidak ada sisa kasih sayang adik-kak lagi di sana.

Sitoh mundur setengah langkah, tapi senyumnya dipaksain muncul. Dia angkat kantong plastik di tangan."Aku cuma mau jenguk Lasmi... kak! Kata orang-orang Lasmi lagi sakit. Aku cuma mau bawain makanan buat Ayu."

Bibah tidak berkedip, Matanya turun ke arah kantong plastik itu. "itu makanan... atau racun?"Datar....Tanpa nada. Tapi cukup buat bikin tangan Sitoh gemetar sampai kantongnya berkeresek.

"Maksudnya kak...?" Suara Sitoh pecah. "Apakah kakak telah menuduhku yang telah meracuni Lasmi sampai sakit?"

Bibah tidak menjawab, ia cuma menghela napas panjang, capek dan lelah seperti napas orang yang sudah tiga malam tidak tidur.

Setelah itu dia menyingkir sedikit dari pintu.

"Masuk".

Sitoh masuk dan lututnya lemas setiap melangkah. Di ruang tamu, Rian duduk di kursi kayu. Kepala menunduk dalam-dalam. Bahunya naik turun pelan. Entah nangis, atau menahan marah. Di lantai dekat kakinya ada gelas pecah. Air tehnya udah meresap ke semen, ninggalin bercak cokelat kotor.

Rian tidak mengangkat kepala waktu Sitoh lewat. Cuma berbisik, pelan....tapi suaranya sampai ke telinga sitoh.

"Dia nyebut nama kamu dari tadi malam.... Sitoh Terus-terusan. 'Bibi Sitoh... ayam gorengnya enak...'"Sitoh berhenti dan Kantong plastik di tangannya serasa berat seratus kilo.

Dari kamar sebelah, pintu terbuka setengah.

Lasmi terbaring di ranjang, wajahnya Pucet, Bibirnya biru. Dadanya naik turun tidak beraturan. Di atas selimutnya, ada lima goresan item panjang seperti bekas cakar kecil.

Lasmi terbaring di ranjang, wajahnya pucet, bibirnya biru, Dadanya naik turun tidak beraturan. Di atas selimutnya, ada lima goresan item panjang, basah, kayak bekas cakar kecil yang baru aja ditarik dari daging.

Sitoh mundur setengah langkah, Bau anyir tipis nyebar dari dalam kamar. Bukan bau darah biasa tapi seperti bau amis campur tanah basah dan bulu yang kebakar.

Lasmi tiba-tiba kejang, Badannya melengkung ke atas, mulut terbuka Tapi yang keluar bukan jeritan. Itu tawa kecil dan Serak Sama persis seperti tawa yang keluar dari mahkluk menyeramkan tadi malam.

Rian dan bibah langsung nyambar dan menahan bahu Lasmi yang bergetar hebat biar tidak atuh dari ranjang. Bibah, dengan tangan gemetar, buka botol kecil dari saku kebayanya. Cairan di dalamnya kuning keruh, baunya tajam seperti daun bidara campur garam kasar.

"Minum lasmi.....Cepat!" Bibah memaksakan buka mulut Lasmi biar terbuka lalu di tuangin ramuan dari ustadz itu pelan-pelan. Begitu cairan itu masuk, Lasmi menjerit, Bukan tawa lagi tapi Jeritan tinggi, melengking, seperti paku ditarik dari kayu basah.

Lima goresan di atas selimutnya mendidih. Asap hitam tipis keluar dari bekas cakar itu, bau anyirnya makin menyengat. Di bawah selimut, sesuatu meronta. Selimutnya bergelombang, seperti ada yang berusaha keluar dari dalam tubuh Lasmi.

Dari sela mulut Lasmi, cairan hitam kental ikut keluar, Bukan air liur tapi Kental, berpasir, dan berbau besi karat.

"Bismillah... keluar! Keluar kau!" Rian membaca ayat pendek, suaranya pecah tapi tidak berhenti.

Sesuatu yang item, berbulu, dengan cakar panjang perlahan merangkak keluar.

Setelah mahkluk itu keluar, perlahan Lasmi mulai tenang dan tidak kejang-kejang lagi. sitoh yang melihat itu hanya berdiri mematung. Karena dia tahu mahkluk apa yang perlahan keluar dari tubuh Lasmi, dialah mahkluk kirimannya.

Bukan keluar dari mulut dan Bukan dari bawah selimut tapi Keluar dari punggungnya sendiri. Kulitnya robek tanpa darah, cuma mengeluarin asap hitam tipis yang bau anyir dan tanah basah.

Makhluk itu jatuh ke lantai dengan bunyi _"debuk.... pelan!. , Matanya yang merah menyala menatap lurus ke Sitoh selama 2 detik. Lalu dia mendesis dan merangkak cepat ke bawah lemari, hilang seperti asap.

Begitu makhluk itu lepas, tubuh Lasmi langsung lemas. Kejang-kejangnya berhenti. Napasnya yang tadi mengap-mengap pelan-pelan jadi teratur. Wajahnya masih pucet, bibirnya masih biru, tapi tidak biru mematikan lagi.

"Lasmi... Lasmi!" Bibah langsung peluk anaknya, air mata jatuh tanpa suara. Rian masih membaca ayat pelan, tangannya tidak lepas dari dahi anaknya.

Sitoh cuma berdiri mematung di ambang pintu. Kantong plastik di tangannya sudah lama jatuh. Isinya buah-buahan dan Dia tahu makhluk apa yang barusan keluar dari tubuh Lasmi. Itu peliharaannya santaunya yang dia jadikan untuk menambah kekayaannya dengan menumbalkan orang-orang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!