NovelToon NovelToon
Twin Gus: A Love Story

Twin Gus: A Love Story

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Hantu / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fega Meilyana

"Aku yang akan menikahi Zaskia, Abi."
"Apa kamu yakin?"
"Yakin Abi. Hanya Zaskia yang Aryan mau dan Zaskia cuma butuh aku saat ini."
***
"Gus itu terlalu galak!"
"Bukan saya yang galak, tapi kamu yang bebal dan sulit di atur!"

Kisah cinta dua Gus Kembar.
Zaskia diguna-guna oleh seorang laki-laki yang menggilainya, sihir itu akan musnah jika Zaskia menikah dan berhubungan dengan suaminya. Aryan yang menikahi Zaskia meski ia tau bahwa Zaskia tidak mencintai dirinya melainkan sahabatnya-Kafa. Lantaran Kafa mundur bak pengecut.

Sedangkan Kisah Gus Arshaf, yang sudah menyerah dengan sikap nakal santriwatinya, bernama Zayna. Juga tentang Zayna yang sudah kebal dengan kegalakan dan semua hukuman dari Gus-nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fega Meilyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menolong Diki

Zaskia baru saja tiba di kampusnya. Jurusan yang ia ambil adalah Ilmu Komunikasi karena sejak dulu ia bercita-cita menjadi seorang pembawa berita. Entah mengapa, Zaskia sangat menyukai profesi itu. Baginya, seorang news anchor terlihat cerdas, elegan, dan berwawasan luas.

Di tengah perjalanan menuju kelas, langkahnya terhenti ketika melihat keributan kecil di lorong kampus.

“Eh, stop!”

Zaskia langsung mempercepat langkah saat melihat Diki—mahasiswa culun yang kerap menjadi bahan bullying—nyaris dipukul oleh beberapa mahasiswi berpakaian ketat.

“Kalian ngapain sih?” Zaskia berdiri di depan Diki, menghalangi mereka. “Suka banget gangguin Diki. Dia salah apa emangnya?”

Salah satu gadis memutar bola mata malas. Tatapannya sinis mengarah pada Zaskia.

“Heh, lo junior, gak usah ikut campur deh. Mau dianggap pahlawan?”

Zaskia melipat tangan di dada dengan santai. “Gue ngelakuin ini atas dasar kemanusiaan aja sih.” Ia mengangkat bahu kecil. “Kalau dianggap pahlawan, ya itu bonus.”

“Ih, lo nyebelin banget sih!” bentak gadis itu. “Lo mau kita hajar juga?”

Zaskia malah tersenyum tipis. “Gue heran deh, kok ada preman bisa masuk kampus.” ucapnya santai.

Ucapan itu sukses membuat emosi gadis bernama Indri meledak. Wajahnya memerah menahan marah.

“Udah, Ndri!” salah satu temannya buru-buru menarik lengan Indri. “Cabut aja yuk. Ribet kalau udah berurusan sama ustadzah sialan ini.”

“Iya, Ndri,” sahut yang lain pelan. “Dia deket sama si kembar, si Arshaf."

Arshaf adalah laki-laki yang disukai Indri.

Indri mendecak kesal sambil menunjuk Zaskia. “Sial! Awas lo ya!”

Zaskia tetap tenang. Bahkan wajahnya terlihat santai seolah tidak merasa terancam sedikit pun.

Tak lama kemudian, para senior itu pergi sambil masih menggerutu kesal.

Suasana lorong akhirnya kembali tenang.

“Kia...”

Zaskia menoleh. Diki berdiri di belakangnya dengan wajah canggung dan sedikit pucat.

“Lo gapapa?” tanya Zaskia lembut.

Diki adalah teman satu jurusan Zaskia di Ilmu Komunikasi. Cowok itu dikenal pendiam, culun, dan sering menjadi sasaran bully karena sifatnya yang terlalu penurut.

“Enggak kok...” jawab Diki pelan tanpa berani menatap Zaskia. Tangannya tampak gelisah memainkan tali tasnya sendiri. “Mereka cuma minta uang buat beli rokok. Tapi uangku pas-pasan, jadi gak bisa aku kasih... terus mereka marah.”

Zaskia langsung menghela napas tidak habis pikir. “Ya ampun, Dik.” Ia berkacak pinggang. “Terus kenapa lo diem aja? Harusnya lo tonjok aja tuh muka mereka.”

“Aku juga pengen...” Diki tertawa hambar. “Tapi aku takut malah jadi masalah dan ngaruh ke kuliah aku di sini.”

Zaskia terdiam sesaat lalu mengangguk kecil. “Oh... ya juga sih.”

Beberapa detik suasana menjadi hening sebelum Zaskia kembali melangkah. “Yaudah, gue duluan ya.”

“Tunggu, Kia.”

Zaskia menoleh. “Apa?”

Diki tampak makin gugup. Tatapannya berkeliling memastikan keadaan sekitar tidak terlalu ramai. Jantungnya bahkan berdetak sangat kencang sampai ia sendiri kesulitan mengatur napas.

“Aku mau ngomong serius sama kamu.”

“Oh iya?” Zaskia mengangkat alis kecil. “Soal apa?”

Diki menelan ludah susah payah. “Makasih ya...” ucapnya pelan. “Selama ini kamu udah baik banget sama aku.”

Zaskia mulai mendengarkan dengan serius.

“Dari awal kita kenal, kamu selalu bantu aku waktu orang lain ngejauhin aku.” Diki tersenyum kecil kikuk. “Kamu masih mau ngobrol sama aku... padahal banyak yang nganggep aku aneh.”

“Oh...” Zaskia menggaruk pipi kecil. “Itu mah santai aja kali.”

“Tapi karena itu...” Diki menarik napas dalam-dalam. “Aku jadi punya perasaan yang beda sama kamu.”

Zaskia langsung terdiam.

“Aku suka sama kamu, Kia.”

Deg!

Mata Zaskia membulat kaget.

“Aku bener-bener suka.”

Gadis itu tercekat beberapa detik. Otaknya mendadak kosong. Apa... Diki sedang menembaknya?

“Dik—”

“Iya, aku tau.” Diki buru-buru memotong sambil tertawa hambar. “Mana mungkin orang kayak kamu bakal bales perasaan aku.”

“Bukan gitu...” Zaskia mulai tidak enak.

“Aku cuma pengen jujur aja.” Diki menunduk. “Biar hati aku lega.”

Zaskia menghela napas pelan.

Jujur saja, ia tidak pernah menganggap Diki lebih dari teman. Dan pengakuan ini otomatis membuat suasana di antara mereka terasa berbeda.

Canggung.

Namun sebelum Zaskia sempat merespons—

“Ngomongin apa lo sama sahabat sekaligus adek gue?”

Suara laki-laki tiba-tiba terdengar dari belakang mereka.

Zaskia spontan menoleh.

Aryan.

Di belakangnya ada Arshaf dan Kafa yang baru datang entah dari mana.

Diki langsung pucat melihat ketiga laki-laki itu berdiri di depannya. Semua mahasiswa di kampus tau kalau mereka bertiga cukup disegani. Apalagi Aryan dan Arshaf terkenal jago berkelahi jika sudah menyangkut orang yang mereka lindungi.

“M-maaf, Kak...” Diki langsung gugup.

Aryan menatapnya tajam. “Awas lo ya kalau ngajak dia pacaran.” Nada bicaranya terdengar dingin. “Say no pacaran before halal, ngerti gak?”

Diki buru-buru mengangguk cepat. “I-iya, Kak.”

“Eh, Kak!” Zaskia langsung menegur tidak enak. “Jangan gitu dong. Gak sopan tau.”

“Kayaknya dia baik kok,” sahut Kafa santai sambil melirik Diki.

“Don't judge a cover by it's book,” celetuk Arshaf sok bijak namun katanya diplesetin.

“Kebalik bahlul!” seru Kafa spontan.

Aryan menghela napas kecil. “Don't judge a book by its cover.”

Arshaf langsung cengar-cengir. “Kidding, bro.” Ia melirik jam tangan. “Gue cabut duluan.”

“Hmm.”

Arshaf pun pergi lebih dulu meninggalkan mereka.

Sementara Kafa kembali menatap Zaskia seperti biasa. “Kamu udah sarapan, Kia?”

Pertanyaan sederhana itu justru membuat Zaskia mendadak gugup.

Apalagi Aryan ada di samping mereka.

Entah kenapa tatapan laki-laki itu terasa lebih dingin dari biasanya.

“Udah...” jawab Zaskia pelan. “Kalian duluan aja. Kia ada kelas.”

“Kalau gitu ayo kita anterin.” Kafa langsung berjalan santai di sampingnya. “Ya gak, Yan? Di sini banyak buaya darat. Bahaya kalau dia jalan sendiri.”

Aryan menatap Diki sekilas sebelum akhirnya menjawab pendek. “Ya.”

Zaskia menghela napas pasrah.

Akhirnya ia membiarkan Aryan dan Kafa mengantarnya menuju kelas.

Sementara Diki masih berdiri di tempat yang sama.

Kedua tangannya mengepal kuat.

“Kita duluan,” ujar Aryan datar sebelum berlalu.

Namun saat berjalan meninggalkan tempat itu, Aryan sempat menoleh ke belakang.

Tatapannya mengarah pada Diki yang masih diam mematung.

Entah kenapa... Aryan merasa ada sesuatu yang aneh dari laki-laki itu.

***

Pukul satu siang, kelas terakhir akhirnya selesai.

Zaskia meregangkan kedua tangannya pelan setelah hampir dua jam penuh sibuk mencatat poin-poin penting dari penjelasan dosen. Setelah itu, ia mulai memasukkan buku dan laptop ke dalam tas.

“Perhatian semuanya... di sini siapa yang namanya Zaskia Mahveen Zahira?”

Suara seorang gadis dari ambang pintu membuat suasana kelas yang mulai ramai seketika sedikit hening. Beberapa mahasiswa spontan menoleh, termasuk Zaskia.

Gadis itu mengangkat tangan bingung. “Saya, Kak.”

Dua mahasiswi berpakaian santai langsung menghampirinya sambil membawa sesuatu di tangan mereka. Wajah keduanya tampak ramah.

“Lo sahabatnya Kafa sama si kembar itu kan?” tanya salah satu dari mereka.

“Iya...” Zaskia mengangguk pelan. “Ada apa ya, Kak?”

“Ini dari Aryan.”

Deg!

Salah satu gadis itu langsung menyodorkan satu cup es krim matcha lalu meletakkannya di atas meja Zaskia.

Zaskia langsung terdiam.

Dari... Aryan?

Ia sampai sempat berpikir dirinya salah dengar.

Aryan? Laki-laki berwajah datar yang lebih sering menatapnya tanpa ekspresi atau malah jahil menggodanya itu?

Kenapa tiba-tiba memberinya es krim? Dan... kenapa harus rasa matcha?

“Hei.” Gadis itu melambaikan tangan kecil di depan wajah Zaskia yang melamun. “Kok bengong?”

Zaskia langsung tersadar cepat. “Eh— iya, Kak.” Ia buru-buru tersenyum kecil. “Makasih ya udah nganterin.”

“Iya santai aja.” Kedua gadis itu saling pandang geli. “Jangan lupa dimakan.”

“Nolak rezeki gak baik,” sambung satunya lagi sambil terkekeh.

Setelah itu mereka pergi meninggalkan kelas yang masih dihuni beberapa mahasiswa lain.

Sepeninggal kedua gadis tadi, Zaskia kembali menatap cup es krim di depannya cukup lama.

Jantungnya tiba-tiba berdebar aneh.

Ya ampun... Perasaan apa itu?

Padahal Aryan bahkan tidak ada di sana.

“Kak Aryan ternyata masih inget rasa favorit aku...” gumamnya lirih tanpa sadar.

Setelah bertahun-tahun... Kenapa baru sekarang Aryan terasa lebih hangat padanya?

Zaskia perlahan membuka es krim itu lalu mulai mencicipinya. “Ternyata enak banget...” gumamnya kecil sambil tersenyum.

Namun tanpa Zaskia sadari—

Dari kejauhan, ada seseorang yang diam-diam memperhatikannya.

Aryan.

Laki-laki itu berdiri di balik lorong dekat tangga bersama dua teman perempuannya tadi.

Melihat Zaskia menikmati es krim pemberiannya dengan wajah senang, hati Aryan terasa hangat tanpa alasan jelas.

Bahkan tanpa sadar, senyum tulus tipis terukir di bibirnya.

“Yan!” Aryan langsung tersadar ketika Tari memanggilnya.

“Kalau suka samperin aja,” goda Tari.

Aryan hanya tersenyum kecil. “Makasih ya,” ucapnya pelan pada kedua gadis itu.

“Iya sama-sama.” Ana ikut terkekeh. “Tapi serius deh, Yan. Kenapa gak lo tembak aja?”

“Nah bener!” sambung Tari semangat. “Nanti malah diamb orang loh!”

Aryan tidak langsung menjawab.

Tatapannya sempat kembali mengarah pada Zaskia yang masih sibuk menikmati es krimnya sambil sesekali tersenyum kecil sendiri.

Hatinya menghangat.

Namun di saat bersamaan, ada rasa ragu yang kembali menyelinap.

“Belum saatnya,” jawab Aryan tenang.

“Nunggu kapan?” tanya Ana heran. “Minimal kasih kode kek kalau lo suka.”

“Iya,” sahut Tari cepat. “Biar dia bisa jaga perasaannya dan nungguin lo.”

Aryan terdiam.

Entah kenapa, bayangan tentang hubungan Zaskia dan Kafa kembali terlintas di kepalanya.

Kafa pernah bilang... Zaskia juga memiliki perasaan yang sama pada sahabatnya itu. Dan itu cukup membuat Aryan merasa tidak percaya diri.

“Gue balik ya.” Aryan akhirnya memilih mengakhiri pembicaraan. “Assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikumsalam.”

Aryan pun pergi meninggalkan kedua temannya.

Tari memperhatikan punggung laki-laki itu sambil menggeleng kecil.

“Kayaknya Aryan tuh tipe orang yang kalau suka langsung nikahin deh.”

“Iya.” Ana mengangguk setuju. “Dia kan anak Gus. Opanya juga ustadz. Gak mungkin pacaran.”

“Terus tadi kita malah nyuruh dia nembak.”

Keduanya saling diam dua detik.

Lalu— “Yaelah...” Tari ngakak duluan. “Kita goblok juga ya.”

Ana ikut tertawa sambil mengangguk pasrah.

Keadaan kelas perlahan mulai sepi. Satu per satu mahasiswa keluar meninggalkan ruangan hingga hanya tersisa beberapa orang saja, termasuk Zaskia yang masih duduk santai sambil menikmati es krim matcha pemberian Aryan.

Sesekali gadis itu tersenyum kecil sendiri.

Entah kenapa, hal sederhana seperti itu berhasil membuat suasana hatinya membaik.

Tiba-tiba—

Bzztt...

Ponselnya berdering.

Zaskia segera meletakkan cup es krim di meja lalu mengambil ponsel dari dalam tas.

Nama Kafa muncul di layar.

Ia menarik napas kecil sebelum menerima panggilan itu. “Halo, Kak. Assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikumussalam.” Suara Kafa terdengar lembut seperti biasa. “Kamu pulang sendiri?”

“Iya, Kak. Kenapa?”

“Kamu bawa motor memangnya?”

“Iya, aku bawa motor.”

“Oh...” terdengar helaan napas kecil dari seberang sana. “Tadinya kakak mau anterin pulang.”

Zaskia terdiam sesaat.

“Tapi kalau kamu bawa motor ya udah, gapapa.”

“Emangnya Kak Kafa udah selesai kelasnya?”

“Belum sih.”

Zaskia langsung mengernyit heran. “Terus kenapa mau anterin aku pulang?”

“Ya...” Kafa tertawa kecil hambar. “Gapapa aja.”

Zaskia menggigit bibir bawahnya pelan.

Entah kenapa rasanya jadi canggung sekarang.

“Ingat ya, Kak...” ucapnya hati-hati. “Kita kan udah putus. Jadi harus bisa saling jaga jarak.”

Di seberang sana, Kafa terdiam beberapa detik.

“Iya...” jawabnya pelan. “Kakak tau kok.”

Suasana mendadak hening.

“Yaudah kalau gitu...” Kafa kembali bersuara lembut. “Kamu hati-hati di jalan ya.”

“Iya.”

“Assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikumussalam.”

Panggilan pun berakhir.

Zaskia menatap layar ponselnya sebentar sebelum akhirnya mengembuskan napas kecil.

Lalu ia kembali memasukkan ponsel ke dalam tas.

Setelah membereskan barang-barangnya, Zaskia bangkit berdiri sambil membawa cup es krim yang belum habis. Ia berjalan keluar kelas menuju koridor kampus yang mulai lengang karena jam kuliah sudah selesai.

Namun tanpa ia sadari— Sejak tadi Diki ternyata masih menunggunya.

Cowok itu diam mengikuti dari kejauhan dengan langkah pelan. Tatapannya terus tertuju pada punggung Zaskia.

Jantungnya berdebar tak karuan.

Apalagi setelah tadi ia memberanikan diri mengungkapkan perasaannya.

Entah kenapa...Semakin Zaskia baik padanya, semakin sulit Diki mengendalikan rasa sukanya sendiri.

Ketika Zaskia memasuki area koridor belakang yang lebih sepi, Diki akhirnya memberanikan diri mempercepat langkah sampai berhasil menyamai langkah gadis itu.

Merasa ada seseorang di sampingnya, Zaskia spontan menoleh. “Eh, Dik?”

1
Syti Sarah
Masya Allah bucin bnget sih Aryan 🥰🥰
Ayu Oktaviana
jodohnya kafa msih unyu unyu😁😁😁😂😂😂
syora
dara nih kyak si onty zura 🤣🤣🤣🤣
Nifatul Masruro Hikari Masaru
wah jodoh nya kafa masih sd
Syti Sarah
kocak juga nih anak nya Azzam 😂😂
Shabrina Darsih
blm Tau aja kia. uda nikah pasti hbs tuh sm aryan
Nifatul Masruro Hikari Masaru
ya nggak papa lah wong yang hamilin kan suami sendiri
nan luxiao
suka banget, dari cerita athar cila, abidzar zuya, azzam aira, sama yang ini selalu seruu banget
Syti Sarah
waah,mmang ya umma zuya absurd nya gak ada lawan.msa anak sndiri di bilang hamil 😂😂
anakkeren
best ,❤️
Anak manis
cakep buat authornya 🥰
just a grandma
seruuu
cutegirl
pokoknya aku sllu menunggu cerita dri author ini
cutegirl
ada ada aja😂
Ayu Oktaviana
selamat untuk kia dan aryan😍😍.. kita tinggal tunggu arshaf nih
Fegajon: kurang lebih begitu 😛
total 3 replies
Syti Sarah
Masya Allah,lengkap sudh kbhgian pasangan ini.slmat ya kia Aryan 🥰🥰
Syti Sarah
ciie yg udh di blas cinta nya sama istri 🥰
Syti Sarah
prsis kyak Abi nya ya aryan ini.tpi klau udh sah,bda bnget sifat nya sama istri nya .jdi syang ,bucin bnget sama istri nya .eeeh,udh mulai brani ya kia😁😁
Syti Sarah: iya btul bnget kak 😊
total 4 replies
Syti Sarah
ciie yg msak untuk pak suami 🤭🤭
Nifatul Masruro Hikari Masaru
udah terlambat kali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!