NovelToon NovelToon
Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Penyesalan Keluarga / Mafia
Popularitas:29.4k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Sheza diculik ketika usianya 7 tahun, dan bibinya meninggal diduga karena telah menyelamatkannya saat itu. Karena dianggap berhutang nyawa, dia benar-benar harus merelakan tempat dan posisinya digantikan sang sepupu Karen. Kedua orang tuanya mengabaikannya, memprioritaskan Karen.
Bahkan tunangannya Alex, juga melakukan hal yang sama. Hingga malam itu, satu minggu sebelum bertunangan, Sheza melihat Alex dan Karen berciuman di villa mereka, villa yang katanya dibeli Alex untuk Sheza.
Sejak saat itu, Sheza sudah tak berharap lagi pada keluarga dan tunangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32. Diperlihatkan di depan Semua Orang

Malam kompetisi itu akhirnya berlangsung. Dan pemandangan yang terlihat di sana adalah, dukungan dari seluruh keluarga Sheza untuk Karen.

Ada Pras, ada Nella, ada Alex juga. Betapa Karen merasa senang malam ini. Semua orang yang dia inginkan mendukungnya benar-benar mendampinginya dengan senyum yang lebar, yang membuat siapapun akan merasa iri pada Karen.

Pras, Nella dan Alex bahkan duduk di barisan kursi pertama setelah para juri. Bagus sekali bukan? sedangkan dulu, saat Sheza ikut komputer, orang tuanya selalu tidak datang, dengan alasan sibuk, banyak urusan, ada pekerjaan. Karena Karen tidak lolos semifinal, maka Nella juga tidak datang di babak final.

Dari bangku VVIP, yang ada di lantai dua. Sheza bisa melihat dengan jelas bagaimana setelah mengetahui kebenaran jika Sheza sama sekali tidak punya hutang budi pada ibunya Karen. Orang tuanya masih saja tetap memprioritaskan Karen.

"Sayang, minumlah!" kata Jendra yang membawakannya segelas minuman yang harganya sama dengan harga tempat duduk tiga orang di bawah itu.

Jendra melihat ke mana arah pandangan Sheza tertuju. Melihat tiga orang yang sangat menyakiti Sheza itu, sebenarnya Jendra geram. Kalau saja tidak memikirkan, nanti Sheza tidak akan memiliki siapa-siapa lagi. Jendra mungkin sudah meledakkan gedung ini sekarang juga dan mengajak Sheza keluar sebelum melakukan semua itu.

Sayangnya Sheza tidak mau seperti itu. Mati, terlalu mudah untuk Karen.

Di belakang panggung. Karen sudah berdiri dengan gaun yang sangat indah. Bagian atasnya dibuat pas mengikuti lekuk tubuh, dengan potongan menyerupai leotard balet yang elegan. Bahunya terbuka sebagian, dihiasi kain tipis transparan seperti embun yang membungkus lengan atas tanpa menghilangkan kebebasan bergerak. Garis lehernya lembut, membentuk siluet yang panjang dan ringan.

Di salah satu sisi paha terdapat belahan halus, khas gaun dansa jazz, memberi ruang untuk gerakan kaki yang cepat dan fleksibel. Detail payet kecil dijahit menyebar dari pinggang ke bawah seperti percikan cahaya panggung, bukan berlebihan, hanya cukup untuk menangkap sorot lampu setiap kali tubuh berputar.

Bagian belakang gaun menjadi titik paling mencolok, potongan punggung terbuka dengan tali-tali tipis yang menyilang artistik, memberi kesan modern dan berani, berbeda dari kelembutan balet yang tradisional. Gaun warna putih gading bergradasi maroon di bagian bawah itu sebenarnya sangat indah.

Dan sebenarnya hal itu yang diharapkan oleh Karen. Mencuri perhatian semua orang dengan gaun indahnya dan tariannya yang sangat memukau.

"Bagaimana? Kalina tampil di nomor dua kan?" tanya Karen pada Emi.

Emi menganggukkan kepalanya dan memperlihatkan urutan tampil pada Karen. Karen tersenyum sangat puas. Dia pikir dia akan mendapatkan kemenangan, sekaligus mempermalukan Kalina.

"Bagus, pastikan semua berjalan lancar!"

Emi menganggukkan kepalanya paham.

Lampu mulai dipadamkan sebagian setelah pembawa acara memulai kompetisi, memanggil peserta pertama, Karen.

Suara musik mengalun. Karen masuk dengan tepuk tangan yang sangat meriah.

Dari tempatnya berada, Sheza bisa melihat dengan jelas. Ayah dan ibunya saling berpegangan tangan. Seperti akan mengantarkan anak kesayangan mereka menuju kemenangan.

Di samping keduanya, Alex juga tampak tersenyum memandang ke arah Karen yang sudah memulai tarian yang sebenarnya kalau Alex ingat, dia juga pernah melihatnya. Sheza pernah menunjukkan tarian itu pada Alex. Makanya ketika pertama kali melihat Kalina menari, Karen juga merasa pernah melihat gerakan itu.

Karena memang tiga gerakan pertama, adalah gerakan tarian yang diciptakan Sheza untuk dirinya sendiri kala itu.

Sheza menyandarkan kepalanya di bahu Jendra.

"Bosan? ingin hentikan sekarang?" tanya Jendra pelan.

Sheza menggelengkan kepalanya.

"Tidak, kalau sekarang berhenti tidak akan seru!" jawab Sheza.

Tarian itu akhirnya selesai setelah hampir 3 menit. Begitu musik berhenti, lalu lampu panggung menyala kembali seluruhnya. Suara tepuk tangan membahana.

Tiga juri yang ada di depan, sebagai tim penilai sampai berdiri ketika mereka bertepuk tangan.

Ketiga juri itu sangat terpukau. Bahkan kata-kata pujian langsung terlontar dari mulut mereka.

Pras dan Nella yang melihat itu langsung yakin kalau Karen akan menang.

"Karen pasti menang! nama baik keluarga kita, akan kembali!" Pras begitu yakin.

Sheza yang bisa mendengar itu dari atas. Hanya diam. Dia ingat betul bagaimana ayahnya dulu mengatakan kalau dia harus menerima saja, kalau dia tidak bisa menari. Ayahnya banyak uang, tapi karena memang Karen tidak mau ada saingan, dia terus menangis memelas di depan ayahnya supaya tidak membiarkan Sheza di operasi.

Operasi untuk kakinya saat itu mungkin belum terlambat. Tapi sekarang sudah terlambat. Jika saja dia dulu bertemu dengan Jendra lebih cepat. Semua tepuk tangan dan pujian itu mungkin untuknya.

Dia menatap diam ayahnya, ayahnya punya banyak uang saat itu. Tapi tidak mau menyembuhkan kakinya. Ayah seperti itu, Sheza sungguh tidak mau lagi.

Jendra menggenggam tangan Sheza dengan erat. Dari raut wajahnya, dia tahu kalau istrinya itu sangat tidak senang.

"Penampilan yang begitu luar biasa, silahkan para dewan juri penilaiannya..."

Dan ketiga juri memberikan nilai masing-masing 100. Nilai mutlak, hingga jika tidak ada lagi yang bisa mendapatkan nilai 100 dari ketiganya. Maka sudah dipastikan Karen akan menang.

"Penampilannya luar biasa! gerakan tangan dan kakinya seperti bukan menari. Lebih seperti terbang"

"Setiap gerakan memiliki cerita, sungguh luar biasa!"

"Ritme gerakan dan musiknya menyatu, tak ada yang meleset sedikit pun. Ekspresinya sangat menjiwai, sempurna"

Begitu banyak pujian. Pras dan Nella juga terlihat semakin yakin.

Tapi belum juga semua pujian itu berakhir. Pintu ruangan itu terbuka dengan lebar.

"Dia mencuri tarian buatanku!" lantang seseorang yang berjalan di depan tiga orang pria di belakangnya.

Karen yang melihat kedatangan Kalina tanpa pakaian tari mendengus kesal.

"Apa katanya?"

"Mencuri tarian?"

"Yang benar saja?"

Suasana menjadi ramai. Penonton mulai bergosip, membicarakan ucapan Kalina.

"Aku punya buktinya!" kata Kalina.

"Jangan sembarangan kamu! kamu yang akan tampil selanjutnya kan? kenapa tidak tampil saja, malah memfitnah orang seenaknya!" pekik Karen tak terima.

Nella dan Pras juga berdiri.

"Jangan sembarangan menuduh, Karen tidak mungkin mencuri. Dia mempelajari tarian sejak kecil, dia memang sangat pandai!" ujar Nella.

Sheza yang mendengar itu terkekeh pelan. Sejak kecil? sejak kecil dia sering meniru tarian Sheza, itu baru benar.

Alex juga berdiri.

"Jangan bicara sembarangan! kami akan menuntut mu!"

Penonton langsung ramai. Karena yang bicara adalah salah satu orang berpengaruh.

Jendra mulai mengajak Sheza turun. Mereka juga harus ikut andil dalam pertunjukan itu.

Sementara Kalina malah tertawa.

"Ternyata kalian semua memang bodohh. Jelas-jelas dia tidak punya kemampuan, kalian membelanya seperti itu! lihat ini!"

Kalina mengeluarkan sebuah sertifikat. Hak paten kalau karya tarian flamingo menari adalah ciptaannya. Dia juga menunjukkan kalau tarian itu bahkan sudah Kalina tarikan di depan duta besar. Kalina juga memutar tarian itu di depan para juri.

"Dia mencuri tarian ku!" kata Kalina tegas.

"Jangan sembarangan kamu!" pekik Karen.

"Sembarangan atau tidak, kalian semua bisa lihat di sana!" kata Jendra yang datang bersama dengan Sheza.

Sebuah layar besar di atas panggung, menunjukkan kalau Kalina sedang latihan di ruangan. Karen dan Emi datang melihat, dan Karen terlihat sangat tertarik dengan tarian Kalina. Percakapan mereka bahkan terdengar jelas.

Karen panik, semua orang akan tahu kalau dia yang meminta Emi merekam tarian Kalina.

"Matikan itu! matikan!"

Sheza hanya terkekeh pelan.

"Sampah, selamanya hanya akan menjadi sampah!"

***

Bersambung...

1
Sekar
ckckck smpe skrg msh blum sadar jg
stela aza
rasain loe orang tua dungu stupid g ketulungan eh sekarang di tambah Alex pekok,,, bisa2 dia percaya sama si karen padahal udh jelas kebusukan nya udh di jeberin ,,, bahlul Kabeh wonge 🤦
Ariany Sudjana
hahahaha Alex Alex kamu itu bodohnya kebangetan, kamu pikir Jendra itu laki-laki pecundang seperti kamu? masih waras kamu? kamu ingin tunjukkan siapa yang lebih berkuasa? yang ada kamu yang mampus dibuat oleh Jendra. inilah laki-laki bodoh, yang masih saja percaya sama mulut pelacur murahan Karen itu
vj'z tri
kamu tanya ?kamu bertanya tanya 🤧🤧🤧🤧ya menurut analisa saya , ikhlaskan saja 🤣🤣🤣🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
untung rumahnya gak dibakar sekalian 🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: anaknya takut emak bapaknya gak punya tempat tinggal 🤭
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
habislah semua 🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
astaga diancam🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: kalau ngadu kan seru padahal 😂
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
betul
Noer: betul sekali
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
bakar²🤣🤣
Noer: seru tuh, sambil karaokean bakar² ya kan kak ya
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
cuma pincang Karen , belum sampai diamputasi 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Mak jeduarrr mampus kau Karen 🤣🤣🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
baru sakit kepala, belum sampai pingsan serangan jantung 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
biar aja gak bangun²🤣🤭
vj'z tri
auto amnesia para saksi mata 😅😅😅😅
Noer: iya kan ya
total 1 replies
stela aza
keren bgt Jendra best ❤️❤️❤️
Noer: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Sekar
mantap bangkrut "dah🤣🤣
Noer: ho'oh ya 🤭🤭
total 1 replies
Ariany Sudjana
hahaha mampus kalian keluarga Hadiwinata 🤣🤣😂😂 kalian salah cari lawan, Jendra gitu lho dilawan . kalau sesudah ini kalian masih membela si pelacur murahan yang ga tahu diri itu, betapa bodohnya kalian 🤣🤣😂😂
Noer: ho'oh
total 1 replies
Kedan Bawel 🍒
Jika Sheza ditemukan dari dulu, trus Karen di buang ke Kamboja, habis dah tuh organ² tubuh nya diperjualbelikan.. 🤭
Jendra gak bakal mau duit hasil penjualan dr mereka, gratis ambil aja buat kalian katanya.. 🤣🤣
Noer: iya betul sekali
total 3 replies
Sekar
cih banyak drama mentang"disyg sm nela&pras
Sekar: banget
total 2 replies
Sulicungliieee
👍ƙ𝗈ƙ ɑᑯɑ ɣɑ 𝗈𝗋ɑ𐓣𝗀 𝗍υɑ ᑲ𝗈ᑯ𝗈𝗁𐓣ɣɑ 𝗀ƙ ƙ౿𝗍υᥣυ𐓣𝗀ɑ𐓣......𐓣𝗍ɑ𝗋 𝗀ꪱᜒᥣꪱᜒ𝗋ɑ𐓣 𝗀ƙ ρυ𐓣ɣɑ ɑρɑ - ɑρɑ 𐓣ɣ౿ડ౿ᥣ......
Noer: ho'oh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!