Antara Arkananta Pradipta dan Leana Anastasya.
pertemuan kembali setelah belasan tahun berpisah mengungkap berbagai rahasia.
sepasang mantan suami istri yg sama-sama msih mendendam cinta dulu adalah pasangan muda yang menikah muda di usia mereka baru 16 tahun dan mereka berpisah karena pertentangan dari orang tua masing-masing...
yang mau tau cerita selengkapnya nya di baca☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon #kupunyacerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab. 2
"mama setuju dengan beasiswa yang kalian dapat itu, tapi ada syarat dari mama."
"ihh mama kok pake syarat segala sih, gak asyik ah!!!" kata Dea cemberut dengan bibir yang sudah maju.
"astaga anak mama ini mau masuk SMA juga ini masih aja suka cemberut" kata Lea terkekeh geli melihat sang anak cemberut seperti itu.
"tau nih udah jelek makin jelek lagi, iwww di kira cantik apa kayak gitu!!!" julit si Abang.
"ma, lihat tuh Abang bilang Dea jelek" Dea mengadu masih dengan bibir mengerucut sebal.
"emang jelek wlee gak ada mirip miripnya sama mama yang cantik".
"eh eh kalau aku gak mirip mama berarti aku mirip papa dong. Pasti papa tampan lihat aja aku ini aja cantik gini, uppsss!!!" Dea menutup mulut sambil melirik ke arah sang mama.
Sang mama hanya tersenyum lembut kepada anak-anak nya,dia Tidak mau kelihatan sedih di depan anaknya. Walau sebenarnya dada sesak mendengar pernyataan yg keluar dari bibir anak gadis nya itu. Dan memang benar Dea sangat mirip dengan mantan suaminya.
"sudah sudah..kenapa sih kalian harus meribut kan hal kecil seperti ini. "Sekarang dengar syarat dari mama," ada jeda sebelum Lea mengeluarkan syarat utk anak anaknya itu.
"untuk syaratnya kalian harus janji sama mama kalau kalian akan belajar dengan sungguh-sungguh, jangan menyia-nyiakan kesempatan untuk mengejar cita-cita, buktikan kepada mama kalau kalian anak yang pintar dan cerdas dan bisa membanggakan mama". Itu bukan cuma syarat tapi juga untuk motivasi anak anaknya supaya sungguh sungguh mengejar cita-cita mereka.
"kami tahu apa yang mama khawatir kan, kami memang tidak tau apa yang terjadi di masa depan tapi kami berjanji untuk belajar lebih giat dan menjadi orang sukses dan membuat mama bangga karena telah melahirkan kami". Itu janji delvin kepada mama nya. Delvin memang terlihat dewasa.
Delvin dan Dea sedikit dikit tahu apa yang di khawatir sang mama. mereka melihat dengan umur mamany yang terbilang masih muda yaitu 33 tahun sudah memiliki anak umur 15 tahun, pasti ada terjadi sesuatu di waktu mama nya ketika masih muda pikir mereka.tapi apapun yang terjadi di masa lalu sang mama Delvin dan Dea tidak peduli, yang mereka tahu mereka sangat menyayangi mama mereka dan bangga memiliki ibu yang baik seperti Lea.
"betul kata Abang, mama jangan khawatir. Mama banyak berdoa saja untuk keberhasilan Abang dan adik" ucap Dea dgn mata yang sudah berkaca-kaca.
Lea yang melihat anak gadisnya mau menangis segera memeluk dan mengusap surai Dea dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"nak apapun yang terjadi dan apapun masalah kalian di kemudian hari tolong untuk selalu terbuka dengan mama, serumit apapun masalah kalian harus tetap tenang jangan gegabah dalam melakukan keputusan" nasehat sang bunda."jangan seperti mama yang gegabah dalam melakukan sesuatu yang akhirnya kini buat mama menyesal" kata Lea membatin."dan bunda akan selalu berdoa untuk kalian dengan doa yang terbaik untuk anak bunda ini"sambung nya lagi.
"mama gimana kalau untuk ngerayain hari spesial ini kita keluar makan mi ayam di luar, biar Abang yang traktir''. Kata Dea semangat mengajak mama dan Abang nya makan di luar tapi dia yang ngajak tapi sang Abang yang suru bayar.
"eeh!? kok Abang si yang traktir, kamu yang ngajak kamu dong yang traktir" ucap Delvin tak terima.
"traktir ya Abang q sayang, kan Abang baru kemarin gajian di bengkel" ucap Dea memelas untuk di traktir si Abang dengan mata yang di kedip kedipkan dan muka yg di buat seimut mungkin agar Abangnya luluh.
Delvin yang melihat tentu saja tidak tega melihatnya dan akhirnya memilih mengiyakan untuk mentraktir mama dan adiknya itu, lagian jarang jarang juga mereka makan di luar.
Ya memang Delvin memiliki uang dan baru kemarin ia menerima gaji, dan Dea tau tentang itu.
Anak anak kembar Lea anak yang mandiri. memiliki penghasilan sendiri yang di mana Delvin sudah bekerja semenjak ia duduk di bangku kelas 5 SD. Ia bekerja di sebuah bengkel di kampung itu, bengkel itu cukup ramai dan gaji yang di dapat juga lumayan untuk membantu sang bunda dan sisanya di tabung untuk sekolah.
Sedangkan Dea ia bekerja sebagai guru les semenjak dia duduk di kelas 7 sekolah menengah untuk anak yang membutuhkan kan pelajaran tambahan di kampung nya itu.
walaupun gajinya tidak seberapa karena dia akan bekerja jika ada memerlukan jasanya saja.tapi dari situ dia bisa menabung dan untuk jajan tanpa meminta kepada sang bunda.Beruntungnya Lea memiliki anak pekerja keras seperti Delvin dan Dea.