NovelToon NovelToon
Princess Anna

Princess Anna

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Anak Yatim Piatu / Spiritual / Cinta Terlarang / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:415
Nilai: 5
Nama Author: Diyah_ell

Namanya Anna.. Dia anak yang polos namun tangguh, berjiwa bebas dan baik hati.. ia terlahir di sebuah gubuk sederhana di dalam hutan yang jauh dari pemukiman warga, meski hidup sederhana, ia merasa hari harinya selalu dipenuhi kebahagiaan.
Hingga sampai suatu waktu, tragedi menimpa keluarga kecilnya dengan tragis.. Ternyata ayahnya adalah seorang putra mahkota, dan Anna pun tiba tiba menjadi seorang Putri.
bisakah Anna beradaptasi di kehidupan barunya??
Lika liku percintaannya dimulai..inilah kisah Princess Anna..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyah_ell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari pertunangan

Tiba tiba seluruh istana menjadi gempar dengan kemunculan Pangeran Alexei yang ternyata adalah saudara kembar Putri Anna yang disembunyikan oleh Kaisar.. Tak butuh waktu lama rumor itu terus bergulir ke seluruh penjuru negri dan membuat semua orang penasaran dengan sosok pangeran itu.

Kaisar mengumumkan kepada bawahannya bahwa Pangeran Alexei yang akan menjadi pewaris takhta selanjutnya, dan upacara penobatan putra mahkota akan diadakan bersamaan dengan acara pertunangan Putri Sylvanna dan Leonard stephanos.

.

Pagi itu setelah leonard mengantar kepergian Duke dan Duchess di depan kediaman tiba tiba ia dikejutkan dengan sebuah anak panah yang melesat ke arahnya..

Ssttttt! Untunglah reflek tubuhnya sangat sigap sehingga anak panah itu tak mengenai tubuhnya, anak panah menabrak dinding rumah lalu terjatuh ke lantai. Leonard segera waspada, melihat ke kiri dan kanan mencari sumbernya.

Saat itu ia mengambil anak panah,di ujung anak panah tersebut ada sebuah kertas yang dilipat kecil, Leo segera membukanya.

"Hentikan rencana pertunanganmu dengan Putri Sylvanna! Jika kau mengabaikan peringatan ku ini maka kau akan menyesal!" begitulah isi tulisan kertas itu.

Leo menjadi sangat geram, ia merasa seolah di takut takuti, tapi baginya itu adalah perbuatan yang sia sia karena ia tak pernah takut dengan ancaman apapun.

Leonard merobek kertas itu lalu melemparnya ke udara, kemudian ia masuk ke rumahnya.

.

Tiga bulan telah berlalu.. Musim dingin telah usai dan digantikan dengan musim semi.. Bunga mawar, iris, Peony dan yang lainnya tampak mekar berseri di taman istana..

Anna bersama Daisy dan Aaron berjalan jalan di taman menikmati udara yang sudah mulai menghangat dan hembusan angin semilir yang sejuk.

"Yang Mulia.. Bagaimana perasaan Anda? Besok adalah pesta pertunangan anda dan Tuan Leonard stephanos" ucap Daisy.

Anna tersenyum, dadanya berdebar "Tentu saja aku senang Daisy.. Bagaimana denganmu?" jawab Anna.

"Saya bahagia jika anda bahagia Yang Mulia, selamat ya Yang Muliaku.."

"Terimakasih Daisy.."

"Nanti kalau anda menikah dan tinggal di kediaman Duke anda harus membawa saya juga loh.."

"Tentu Daisy.."

Daisy melirik Aaron yang terus terdiam "Tuan Aaron bagaimana? Anda mau ikut ke kediaman Duke tidak?"

"Entahlah.. Saya hanya akan menuruti perintah Baginda Kaisar dan Yang Mulia Putri" ucap Aaron.

"Bagaimana Yang Mulia? Anda mau membawa Sir Aaron tidak?" ucap Daisy.

"Entahlah.. Sepertinya Sir Aaron lebih suka kehidupan ksatria istana" jawab Anna.

"Itu tidak benar Yang Mulia.. Dimanapun saya berada saya akan berusaha melakukan yang terbaik, tapi sepertinya saya tidak bisa mengikuti anda ke kediaman Duke nanti karena Duke muda tidak menyukai saya yang dekat-dekat dengan anda" jawab Aaron jujur.

"Begitu ya..sayang sekali tapi..apa boleh buat kan.." ucap Anna.

"Sudah lama Tuan Leonard tidak berkunjung ya Yang Mulia.." ucap Daisy.

"Benar.. Beliau sibuk karena Duke dan Duchess belum kembali dari menjemput Nona Elisia, katanya mereka sekalian liburan bersama disana"

"Oh.. Bukankah Duke dan Duchess pergi terlalu lama ya Yang Mulia.. Sampai tidak ikut mempersiapkan acara pertunangan"

"Kan ada perwakilan keluarga Duke yang datang setiap hari, jadi tidak ada masalah"

Tiba-tiba langit menjadi gelap..

"Yang Mulia sepertinya akan turun hujan deras, ayo kita kembali.. Aahh tidak! Saya akan berlari mengambil payung, " ucap Daisy.

"Tidak usah terburu-buru Daisy!"

Begitu Daisy pergi hujan lebat seketika turun tanpa aba aba..

"Ayo berteduh Sir.." ucap Anna.

"Baiklah.. Sebentar Yang Mulia.."

Aaron melepaskan jubahnya untuk menutupi tubuh Anna, tetapi Anna memilih berbagi jubah itu agar mereka berdua bisa berlindung bersama. Mereka berdua berjalan berdampingan, kemudian Mereka berteduh di gazebo taman.

Aaron membuka jubah yang menutupi Anna.

"Seharusnya anda tak perlu menutupi saya juga, anda jadi setengah basah" ucap Aaron.

"Tidak masalah Sir Aaron, sebentar lagi Daisy datang membawa payungnya, saya akan mengganti pakaian begitu sampai di istana putri" ucapnya tenang.

Aaron mengeluarkan sapu tangannya, ia berlutut dengan satu kakinya di hadapan Anna yang sedang duduk.

"Permisi Yang Mulia.." Aaron mengelap wajah Anna yang basah terkena hujan dengan hati hati. "Anda tidak boleh sakit karena besok adalah hari yang anda tunggu tunggu Yang Mulia.. Saya berharap anda bahagia.. Sungguh" ucapnya dengan raut wajah datar.

Sikap Aaron yang sangat memperdulikannya inilah yang membuat Leonard salah paham, padahal bagi Anna, Aaron hanyalah orang yang baik.

Anna mengambil saputangan dari tangan Aaron "Terimakasih Sir Aaron.. Saya akan lap sendiri..Anda juga basah..lap diri anda sendiri saja.."

"Saya tidak apa apa meski sehari semalam berada di bawah hujan"

"Benarkah? Apa anda sedang melucu sekarang?"

"Tidak Yang Mulia.. Saya serius!"

Tak lama setelah itu Daisy datang membawa payungnya..

.

Keesokan harinya..

"Dihari yang cerah ini anda terlihat lebih cerah lagi Yang Mulia Putri" ucap Daisy yang terkesima melihat Anna dengan gaun putih panjangnya beserta Tiara kecil di atas kepala yang membuat penampilannya sempurna.

"Terimakasih Daisy.."

"Saya yakin begitu Tuan Leonard melihat anda beliau tak akan bisa memalingkan pandangannya!"

"Kau bisa saja Daisy"

"Seharusnya anda datang bersama Tuan Leonard tapi kenapa beliau belum menjemput?"

"Mungkin sedikit terlambat, aku bisa ke aula bersama ayah dan Alex"

.

Saat ini di aula pesta telah dipenuhi oleh para bangsawan dan tamu undangan. Aula yang dihias sedemikian rupa membuat suasana menjadi sangat indah, apalagi bunga bunga peony putih di sudut sudut ruangan membuat ruangan menjadi harum dan manis, Kaisar sengaja meletakkan bunga peony putih karena itu adalah satu satunya bunga favorit putrinya.

"Baginda Kaisar Nicholas Hayden Maximilian, Pangeran Axel Hayden Maximilian, dan Tuan Putri Sylvanna Hayden Maximilian memasuki ruangan!!" ucap penjaga pintu aula.

Begitu anggota keluarga muncul suasana yang awalnya ramai tiba tiba menjadi hening. Mata Anna mulai mencari cari keberadaan Leonard.

Kaisar mulai memberikan sambutan "Terimakasih semua yang sudah hadir, dikesempatan hari ini aku akan memperkenalkan Pangeran Alexei secara resmi..."

Saat itu orang orang mulai berbisik karena Leonard stephanos beserta keluarga Duke belum muncul di pesta tersebut.

Deryl mendekati Kaisar yang sedang melakukan sambutannya.. Dia berbisik di telinga Kaisar.

"Leonard stephanos dan keluarganya belum hadir Baginda.." bisiknya.

Kaisar melirik Anna yang sudah mulai merasa tidak nyaman karena semua orang menatapnya seolah bertanya tanya tentang keterlambatan keluarga Duke.

"Baiklah! Harap tenang! Keluarga Duke sedang ada halangan jadi mereka akan datang terlambat, mari kita mulai dengan acara penobatan Putra Mahkota" ucap Kaisar lantang.

Upacara penobatan putra mahkota dimulai, Alex berlutut di hadapan kaisar dan singgasananya kemudian menerima mahkota putra mahkota dan berjanji di bawah pedang suci kekaisaran untuk selalu melindungi dan menjaga kekaisaran Bizantium dengan jiwa dan raganya.

Upacara berlangsung dengan hikmat dan lancar..

Tetapi meskipun upacara penobatan sudah lama berlangsung Leonard stephanos masih belum juga muncul.

Karena tidak nyaman dengan pandangan orang yang dipenuhi tanda tanya Anna pergi ke ruang istirahat di samping aula ditemani oleh Aaron.

Anna duduk dengan kepala menunduk, kedua tangannya terus mengepal karena hatinya resah menghawatirkan Leonard.

Saat itu Aaron mendekatinya.. Ia berlutut di hadapan Anna.

"Yang Mulia.. Telapak tangan anda bisa terluka jika terus mengepal" ucapnya lembut.

Bersambung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!